
" Terima kasih sudah mengembalikan dompetku " ucap Aretha sambil tersenyum tipis.
" Terima kasih juga karena sudah kembali bekerja di perusahaanku " ucap Reyhan menunduk memberi hormat pada Aretha.
" Bagaimana kalau kita dinner nanti malam Minggu, " ajak Reyhan.
" Makasih ya Rey aku pamit dulu, " ucap Aretha sambil masuk ke dalam mobilnya dan pergi begitu saja acuh dengan ajakan Reyhan.
Mobilnya melaju dengan kecepatan sedang menuju kerumahnya.
" Sombongnya Arey kamu pikir kamu siapa berani beraninya menolak ajakan aku, atau mungkin dia gak dengar dengan omonganku ya " ucap Reyhan sambil tersenyum simpul di depan spion mobilnya.
" Aretha betapa bodohnya kamu menelantarkan aku yang sangat mencintaimu, apakah sedikitpun hatimu tak ada buat aku Arey " tanya Reyhan pada dirinya sendiri.
**
Sesampainya Aretha di rumah ia langsung masuk kamar mandi dan berendam selama 30 menit dalam bathup.
" Reyhan, kenapa kamu selalu muncul di hadapan ku padahal kamu tahu kan kalau sekarang aku bukan yang dulu lagi,aku bukan perempuan lugu yang mudah kau bohongi " gumam Aretha dalam hati.
" Aretha kali ini aku akan mencoba membuat kamu benar benar jatuh cinta lagi pada diriku, aku akan membuat sebuah rencana untuk menjebajkmu agar kau bisa kembali bersamaku lagi Arey " ucap Reyhan sambil menatap wajahnya di cermin dalam kamarnya.
**
Raymundo merasa sangat khawatir dengan Aretha yang kembali bekerja di perusahaan milik Reyhan sang mantan kekasih Aretha,biar sebaik apapun Reyhan kita tidak tahu apa rencana dibalik semua ini, Raymundo berjalan mondar mandir di dalam kamarnya.
" Kenapa aku jadi linglung seperti ini, aku tidak ingin kekasih yang kucintai diambil oleh lelaki yang pernah menyakiti hati dan perasaannya, aku hanya ingin bahagia bersama Aretha " ucap Raymundo sambil menatap ke arah luar jendela.
Malam ini Raymundo mengajak Aretha makan malam di sebuah restoran mewah, Aretha alergi udang jadi mereka memilih restoran yang menunya tanpa udang.
**
" Sayang aku jemput kamu nanti malam pukul 19.00 WIB ya " notifikasi pesan dari Raymundo masuk ke ponsel Aretha.
Akhirnya Raymundo pun membawa Aretha dinner di restoran termahal di kota itu.
" Sayang, apa kamu pikir aku tidak kesepian sendirian lagi kamu enak enakkan berduaan sama si brengsek itu sedangkan aku benar benar kamu bikin aku merana pikir dong pakai otak kalau berbuat sesuatu itu dipikir dulu sayang, asal kamu tahu ya aku tidak pernah setuju kamu kembali bekerja di perusahaan mantanmu " ucap Raymundo pada Aretha.
" Kita gak tahu apakah Reyhan benar benar berubah atau hanya topeng semata agar dia bisa kembali merebut kamu dari aku " ucap Raymundo sambil terus menggenggam tangan mungil Aretha.
" Iya sayang biarkan aku bekerja selama 6 bulan dulu sayang " ucap Aretha sambil mengecup pipi Raymundo.
" Sayang aku ingin kita cepat menikah sayang, please aku sudah tidak ingin melihatmu berjalan di sisi pria lain dan aku juga benci melihat pria lain menatap dirimu dengan penuh kagum, ngertiin aku dong sayang, " ucap Raymundo pada Aretha sambil terus mencium punggung tangan Aretha.
" Raymundoku sayang bukan maksudku Untuk berlama-lama menjauh darimu tapi aku sudah terlanjur tanda tangan perjanjian kerja dengan perusahaan Reyhan, kamu tenang aja setelah enam bulan kita langsung nikah, agar tak ada pembatas diantara kita lagi " ujar Aretha yang sudah terlanjur terikat perjanjian kontrak kerja dengan perusahaan Reyhan.
" Baiklah kalau begitu, ayo kita makan aku sudah sangat lapar sayang, dari tadi belum makan sedikitpun membuat asam lambungku nyaris Kumat.
Mereka berdua pun mulai menikmati makanan mereka sambil sesekali Raymundo membersihkan sudut bibir Aretha yang belepotan karena saos sambal.
" Sayang " ucap Raymundo
"Hmmmm selesai makan dulu baru lanjut ceritanya sayang " ucap Aretha mengingatkan.
Selesai makan Raymundo memanggil pelayan untuk membayar.
" Kita urunan ya sayang,"ujar Aretha sambil menyodorkan beberapa lembar uang ratusan.
__ADS_1
" Nggak bisa dong sayang kamu calon istriku aku yang akan membayarnya " ucap Raymundo bersikeras.
" Sayang aku laki laki,dan namanya laki laki harus bertanggung jawab untuk istrinya " ucap Raymundo sambil berlalu menuju ke kasir.
Setelah membayar mereka berdua pun pergi dari tempat itu dan Aretha ingin membuat suatu prank yang akan membuat Raymundo terbelalak.
Tiba tiba muncul satu ide di benak Aretha dan Aretha merencanakan sesuatu yang akan membuat Raymundo kaget atau bahkan marah ataupun dendam dengan Aretha.
" Sayang aku boleh jujur sama kamu gak,tapi janji gak boleh marah ya " ucap Aretha sambil tersenyum simpul dan penuh makna.
" Sayang kamu mau tahu gak kalau aku sekarang lagi hamil " ucap Aretha sambil menatap wajah Raymundo dengan mimik wajah yang dibuat buat sedih.
" apa itu benar Arey, aku akan tetap ada untukmu dan juga jabang bayimu aku benar benar ingin hidup bersamamu Arey, apapun yang terjadi aku akan tetap mencintaimu sampai akhir hayatku " ucap Raymundo sambil memeluk Aretha dan mengecup berkali kali pucuk kepala Aretha.
" Tapi Ray aku harus bagaimana menghadapi kenyataan hidup ini, aku harus bagaimana Ray, aku telah berbuat dosa yang sangat besar seperti ini kenapa kamu tidak berhenti mencintaiku Ray " ucap Aretha sambil pura pura meneteskan tetes mata pada matanya sehingga terlihat seperti menangis benaran.
" Apapun itu Arey kamu akan tetap jadi permaisuriku permaisuri dihatiku yang selalu ada bersamaku dan kita akan menua bersama " ucap Raymundo sambil memeluk erat tubuh Rani.
" Walaupun dia bukan anakku tetapi aku akan selalu mencintai dan menyayanginya seperti anakku sendiri " ucap Raymundo dan Langsung mengecup kening Aretha dengan sangat lama.
Raymundo kemudian memeluk semakin erat membenamkan wajah Aretha di dadanya yang bidang itu, saat ini Raymundo benar benar merasa terluka tetapi dia teramat sangat mencintai Aretha sehingga tidak ada kata penyesalan bagi Raymundo.
" Ini adalah pilihanku aku akan tetap bertahan karena ini sudah takdirku " ucap Raymundo dalam hatinya.
" Ketika aku sudah mencintaimu berarti aku harus menerima segala konsekuensi yang bakal terjadi, mau tidak mau harus tetap dijalani dan disyukuri karena hidup kita dan nasib kita sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa," gumam Raymundo sambil terus mendekap erat pinggang Aretha.
" Sayang sudah berapa bulan usia kandunganmu, bagaimana kalau kita mempercepat pernikahan kita agar tidak ada yang menertawakan dirimu saat mereka tahu kamu hamil diluar nikah, karena aku gak rela kekasihku di tertawakan atau di cela, bagiku ini sudah takdirku yang harus kuterima dan kujalani dengan ikhlas '' ucap Raymundo sambil kembali mengecup kening Aretha.
" Sayang pakai jaketku ini biar kamu gak kedinginan, kasian jabang bayiku " ucap Raymundo seakan mengklaim bayi dalam kandungan Aretha adalah bayinya.
" Ray, kamu benar benar tidak marah padaku atas kehamilanku ini Ray, tapi aku sudah bersalah padamu Ray, aku tidak berhak merampas kebahagiaan yang ada padamu, " ucap Aretha sambil mengusap air matanya.
" Dia tidak tahu kalau aku hanya mengujinya saja " ucap Aretha dalam hati dan semakin mempererat pelukannya karena dia tahu Raymundo sangat mencintainya.
" Sayang ayo kita pulang besok aku kerja Yang, " ucap Aretha sambil tersenyum tipis dan melangkah sambil menggandeng tangan Raymundo.
Dia tidak tahu betapa hati Raymundo saat itu sedang berkecamuk, Raymundo merasa sangat stres dengan keadaan Aretha yang sekarang tetapi Raymundo tidak berani berbuat apa apa, karena Raymundo hanya ingin dia hidup bahagia bersama Aretha gadis pujaan hatinya itu.
" Apapun itu aku akan menerimanya " ucap Raymundo dalam hati.
" Aretha tersenyum dalam hati, kenapa dia tidak membenciku "
" Aku akan mempercepat pernikahan kami agar anak itu lahir dengan sah dan memiliki nama yang baik sesuai namaku " ungkap Raymundo dalam hati.
Raymundo pun mengantar pulang Aretha kembali ke rumahnya.
" Sayang besok kita makan malam lagi ya, " ucap Aretha sambil menatap wajah Raymundo seakan mencari jawaban dari pria tampan itu.
Setelah sampai di depan rumah Aretha pun turun dari mobil dan hendak melangkah pergi tetapi di tahan oleh Raymundo.
" Sayang jaga dirimu baik-baik ya, aku akan mengurus semuanya dan dua hari lagi aku akan datang bersama kedua orang tuaku untuk melamarmu, jangan sedih hati karena aku akan selalu ada untukmu " ucap Raymundo sambil tersenyum dan mengelus pipi Aretha.
" Baiklah sayang kamu masuk dulu nanti besok jam tujuh malam aku jemput kamu ya kita makan makan lagi " ucap Raymundo sambil masuk ke dalam mobilnya dan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
**
Malam itu Raymundo tidak bisa tidur dengan nyenyak, matanya tidak bisa terpejam, ia masih membayangkan kejadian tadi saat Aretha mengatakan bahwa dirinya hamil.
__ADS_1
" Kenapa aku harus mengalami hal seperti ini, apa salahku sehingga aku harus menanggung beban ini, wanita yang kucintai harus mengalami masalah ini, tetapi apa benar Aretha hamil?" ucap Raymundo pada dirinya sendiri.
" Aku merasakan dadaku panas, hatiku pun sakit tatkala aku mendengar ucapan dari Aretha bahwa dirinya tengah mengandung dan itu artinya aku akan segera menjadi seorang ayah walaupun anak yang di kandungnya itu bukanlah darah dagingku, betapa bodohnya diriku menerima semua ini apa kesalahan orang tuaku dimasa lalu sehingga aku harus menanggung beban seberat ini " ucap Raymundo pada dirinya sendiri.
" Apa aku harus mengakhiri hubungan kami saja biar masing masing menjalani hidupnya, tetapi aku sudah berjanji untuk tetap bersamanya sampai akhir hayatku, apa aku tidak berlebihan?" gumam Raymundo sambil terus menerus menatap dirinya di cermin.
" Aretha walaupun aku mencintaimu tetapi bukan berarti aku harus menanggung beban dosa yang kau buat, aku akan mencari cara agar kita tidak usah melanjutkan hubungan kita lagi, aku yakin aku pasti kuat menghadapi semua ini, aku akan pergi jauh dari dirimu agar aku bisa memulai hidupku dan cintaku dari awal lagi.
Ketika hendak memejamkan matanya Raymundo merasa bersalah kepada dirinya sendiri kenapa aku harus meninggalkannya di saat saat seperti ini.
" Tidak, aku harus tetap mempertahankan cintaku, aku yakin ini adalah cobaan dari Tuhan kepadaku aku harus bisa aku tidak boleh meninggalkannya, aku tidak boleh egois karena aku sangat mencintainya " gumam Raymundo.
**
Aretha hanya bolak balik dari tadi di atas kasurnya.
" Ray maafkan aku yang sudah membohongi dirimu, tetapi aku harus pastikan kalau kamu benar benar mencintaiku " ucap Arey pada dirinya sendiri.
" Hal ini pun akan aku coba lakukan pada Reyhan si pria mesum dan brengsek itu apakah dia masih mau mengejarku atau atau berhenti mengejarku dan pergi dariku" ucap Aretha sambil tersenyum.
" Aku yakin Raymundo pasti stress dengan keadaanku saat ini tidak mungkin dia mau menerimaku begitu saja, dan kita akan membuktikan saat besok tiba karena kebohonganku akan ku bongkar besok di hadapan Raymundo aku tak mau dia bersedih hati dengan kebohongan yang aku buat ini.
" Raymundo walaupun awalnya sangat membuatku jengkel tetapi aku mencintainya dengan tulus." ucap Aretha lagi.
Aretha pun mengambil testpack positif milik seorang temannya yang saat itu tengah hamil muda.
** flashback On **
" Dian apa yang kamu lakukan di apotik ini, ucap Aretha pada temannya itu.
" Aku mau beli testpack sayang, aku sudah telat 2 Minggu mungkin saja aku sudah hamil " ucap Dian pada Aretha.
" Dian setelah kamu cek dan hasilnya positif tolong aku pinjam testpack mu ya aku mau bikin prank untuk kedua pacarku yang selalu membuatku pusing, aku tak pernah melakukan hubungan badan dengan salah satu dari mereka tetapi aku ingin membuktikan siapa yang sebenarnya mencintai ku dengan tulus " ucap Aretha pasti.
" Ya Arey aku dukung idemu itu, walaupun idemu adalah ide gila tetapi aku yakin kamu pasti akan mengetahui hasil dari prankmu itu kalau butuh bantuan ku calling ya biar aku bantu meyakinkan mereka " ucap Dian sambil melangkah ke kamar mandi.
Setelah menunggu sekitar 15 menit kemudian Aretha dan Dian membaca hasil dari testpack itu dan syukur pada Tuhan Dian sudah positif hamil.
" Puji Tuhan ya Dian akhirnya kamu sudah sah menjadi seorang ibu " ucap Aretha sambil tersenyum.
" Ini Arey testpacknya semoga berhasil ya aku doakan semoga diantara kedua pacarmu itu ada yang benar benar tulus mencintaimu apa adanya, dan mau menerima kamu tanpa syarat apapun " ucap Dian sambil tersenyum simpul.
** flashback off **
Aretha tersenyum senyum sambil sesekali menggeleng geleng kepalanya sambil tersenyum lagi.
" Ah aku kok bisa ya membuat prank pada Raymundo, padahal yang kutahu Raymundo itu sangat jenius dan tidak mudah ditipu " ucap Aretha sambil menutup matanya dan akhirnya terlelap.
**
Pagi pagi buta Arey sudah bangun dan memulai ritual paginya di kamar mandi.
Menyanyikan lagu lagu kesukaannya sambil sedikit bersiul betapa bahagianya.
" Apakah aku tidak berlebihan membuat Raymundo gelisah sepanjang malam?" Aretha kembali mengingat kejadian kemarin dikala dirinya membuat prank yang kebenarannya belum diketahui oleh Raymundo.
" Maafkan aku Ray, aku terpaksa membohongi dirimu, bukan berarti aku tidak mempercayaimu tetapi ini menyangkut hidupku dan cintaku, hidup hanya sekali dan menikahpun hanya sekali dalam hidup untuk itu aku harus pastikan pasanganku benar benar mencintaiku hingga akhir hayatnya " ucap Aretha pada cermin di hadapannya.
__ADS_1
** Bersambung ya guys tolong di like, komentar dan di vote ya terimakasih 🙏🥰