
🍒Bijaklah dalam membaca karena Part ini mengandung Konten Dewasa!!🍒
Lupakan Reyhan ya kita menuju ke Kehidupan Raymundo dan Aretha sekarang ya guys.
Jangan lupa like, komentar dan vote serta kasih hadiah untuk author ya Readers tersayang biar Author rajin update setiap hari terimakasih 🙏🥰
Lanjut.....
"Sayang kamu tahu gak apa yang membuat aku selalu awet muda seperti ini?" tanya Raymundo merajuk pada Sang istri.
"Apa sih Yank?" Tanya Aretha pada Raymundo sambil mengecup pipi pria tampan itu.
"Ya karena aku memiliki kamu sayang, cinta aku sangat besar dan sayang aku seutuhnya pada kamu!" ucap Raymundo sambil mengecup kening Aretha.
"Ah yang benar aja Sayang," ucap Aretha sambil menatap pria di sampingnya itu.
"Benar sayang, aku akan buktikan semua omonganku padamu mulai dari sekarang."Ucap Raymundo sambil mengelus pipi istrinya itu.
"Awas aja kalau habis manis sepah di buang aku akan kuliti kamu sayang?"Ucap Aretha tak segan segan.
"Yaelah istriku ini udah pake ngancam segala, tenang aja sayang kamu itu ibarat sebuah mutiara di dasar laut, aku dapatkan kamu dengan susah payah dan penuh perjuangan jadi aku akan selalu membuat dirimu bahagia berjalan bersama aku mengarungi bahtera rumah tangga kita, apapun yang orang lain katakan kamu tidak boleh menyimpan dalam hati karena kadang orang hanya ingin melihat kita hancur, kamu kan tahu siapa aku dulu sayang? Untuk itu aku katakan lagi padamu untuk hanya mempercayai aku bukan orang lain."ucap Raymundo tegas.
"Iya sayang aku tahu siapa kamu, aku tahu kamu bisa melindungi aku makanya aku tak gentar saat kutahu kamu ingin serius menjalani bahtera rumah tangga bersamaku." ucap Aretha tersenyum.
**
Pagi itu Raymundo bangun dari tidurnya yang panjang, sepanjang malam ia terus berpikir kapan ia bisa mendapatkan haknya sebagai seorang suami.
Mengingat sekarang sudah masuk Minggu kedua Ia belum sedikitpun menyentuh istrinya, ia takut akan menyakitinya sehingga ia memilih untuk diam dan menunggu sampai istrinya sendiri yang memintanya.
Aku harus memintanya duluan atau gak ya? Pertanyaan demi pertanyaan berkecamuk dalam hatinya, ia sangat bingung dengan keadaan ini.
Sampai suatu ketika ia berlibur dan tak ingin ada yang mengganggunya ia pun berniat mengajak Aretha pergi ke Villa pribadinya dimana Villa itu hanya Bernard yang tahu keberadaannya, ia berniat meminta haknya disana karena ia sudah benar benar ingin memiliki keturunan yang menurutnya setiap pasangan suami istri itu menikah untuk mendapatkan keturunan dan itu yang ia inginkan saat ini.
Ia pun melancarkan aksinya, dengan segenap rasa percaya diri yang tinggi ia pun melangkah ke kamar dimana ia dan Aretha menghabiskan waktu bersama setiap malam.
" Tok..tok..tok... sayang?" panggil Raymundo saat mengetuk pintu kamar itu.
"Iya sayang masuk saja pintu gak dikunci." ucap Aretha yang kala itu sedang berada di kamar mandi membersihkan dirinya dari keringat yang menempel di tubuhnya.
"Sayang kamu ngapain di kamar mandi, ayo sini aku mau bilang sesuatu," ucap Raymundo pagi.
"Iya sayang sabar ya sedikit lagi selesai kok!" ucap Aretha sambil memakai piyama mandinya dan keluar dari kamar mandi.
__ADS_1
"Ada apa Sayang?" tanya Aretha sambil melangkah mendekati suaminya dan duduk tepat diatas pangkuan Raymundo.
"Sayang kamu ..." ujar Raymundo terbata dan tak bisa meneruskan perkataannya lagi karena suaranya tercekat ketika hendak berbicara.
"Sayang kamu kenapa?" tanya Aretha yang kala itu sudah mengetahui gelagat suaminya tapi sengaja menarik ulur waktu.
"Sayang sudah dua Minggu kita menikah Sayang, apa aku boleh meminta hak aku sebagai seorang suami pada istrinya?" tanya Raymundo perlahan karena ia tak mau Aretha sampai menolaknya.
"Maafkan aku sayang, saat aku melihat kamu terlelap aku gak tega bangunkan kamu sayang." ucap Aretha manyun.
"Sayang kenapa kamu gak bilang aku, kalau perlu kamu bangunkan aku sayang?" ucap Raymundo lagi.
"Bagaimana kalau kita honey moon ke Villa?"Ucap Raymundo pada Aretha.
"Ayo siapa takut?" ucap Aretha sambil berusaha melepaskan tubuhnya dari pelukan Raymundo.
"Sayang lepaskan dulu aku mau mempersiapkan keperluan kita selama kita di Villa!" ucap Aretha lagi.
"Baiklah tuan putri...!!" jawab Raymundo.
**
Setelah selesai bersiap mereka berdua pun mencari Papa Stephen dan Mama Divya untuk meminta ijin sebentar.
Arey pun memeluk Mama dan Papanya dan melabuhkan sebuah ciuman sayang di pipi kedua pasangan setengah baya itu sambil tersenyum.
"Pamit Papa dan Mama," ucap Aretha dan Raymundo bersama sama kemudian mereka keluar dari dalam rumah menuju ke garasi.
"Sayang apa benar kita ada proyek di luar kota selama dua hari?" tanya Aretha pada Raymundo.
"Ya enggaklah sayang aku minta maaf karena dengan cara berbohong kita bisa pergi ke Villa untuk berlibur dua hari." ucap Raymundo sambil mengecup kening Aretha.
"Gak baik loh bohong sama orang tua sayang?" Ucap Aretha pada Raymundo.
"Iya aku tahu tapi aku punya caranya kok nanti kamu dengar saja ya?" ucap Raymundo sambil memasang seat belt pada pinggang Aretha dan ketika ia hendak memalingkan wajahnya ternyata hidungnya bersentuhan dengan hidung mancung Aretha.
Menyebabkan mereka berdua sempat saling tatap dan saling senyum.
"Ayolah Sayang kita harus berangkat sekarang!" ucap Aretha.
"Manis!"ucap Raymundo sambil tersenyum dan melepaskan tatapannya.
"Let's go!" ucap Raymundo sambil menghidupkan mesin mobilnya dan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju ke arah tujuan mereka.
__ADS_1
Sepanjang jalan Raymundo selalu menggenggam erat tangan mungil Aretha dengan penuh cinta.
Hingga tak terasa mereka telah tiba di pelataran parkir sebuah Villa yang sangat megah walaupun bentuk Villanya kecil tetapi sangat indah di pandang mata karena pekarangan villa itu di rawat dengan sangat baik, bunga bunga bermekaran di sepanjang taman.
Aretha pun turun dari mobil sambil merentangkan kedua tangannya dan berkata " Segarnya udara di sini, Terimakasih Tuhan atas semua Karya Ciptaan MU!"ucap Aretha sambil tersenyum penuh kegembiraan dan berjalan menuju ke bagasi mobil hendak menurunkan koper mereka tetapi di halang oleh Raymundo.
"Nanti diambil sama Pak Nanang dan dan Bibi Ira, kamu tenang aja ya sayang?" ucap Raymundo sambil menggendong dengan cepat seperti pasangan pengantin menuju ke altar pernikahan dengan mesranya.
Kemudian dengan secepat kilat Raymundo menggendong Arey ke kamar yang sudah disiapkan oleh Bu Ira dan Pak Nanang pada mereka.
"Sayang turunkan aku saja Sayang!" ucap Aretha manja tapi tak di gubris oleh Raymundo.
Raymundo dengan lembutnya meletakkan Aretha di ranjang big size itu dan langsung mengunci pintu.
Kedua insan itupun saling memadu kasih satu sama lain hingga tak terasa hari sudah menjelang malam.
"Sayang ini agak sakit ya tapi aku akan melakukannya dengan sangat perlahan lahan sehingga kamu takkan merasakan kesakitan itu," ucap Raymundo pada Aretha dan akhirnya terjadilah seperti yang dialami noleh semua pasangan suami istri.
"Terima kasih karena telah menjaganya untukku!" ucap Raymundo sambil mencium kening Aretha dengan lembutnya.
Raymundo berharap dalam hati semoga benihnya cepat tumbuh dengan suburnya di dalam rahim Aretha.
**
Aretha tertidur dengan sangat pulas, tapi ia merasa tidak bebas bergerak sehingga ia pun membuka matanya dan hendak ke kamar mandi, ketika ia melepaskan pelukan Raymundo dan hendak turun ke lantai seketika ia terduduk di lantai sambil mengerang kesakitan di bagian intinya.
Ia tak bisa melangkah karena perihnya bukan main, sehingga ia jatuh terduduk di bawah tempat tidur menyebabkan Raymundo kaget dan langsung memeluk erat tubuh ramping itu.
"Ada apa sayang?" tanya Raymundo cemas.
"Suamiku aku pengen ke kamar mandi tapi gak bisa jalan sakit banget." ucap Aretha lirih dan manja.
"Ya sudah sini aku gendong!" ucap Raymundo langsung meraih tubuh Aretha yang masih tanpa sehelai benang itu dan membawanya ke kamar mandi.
**
Setelah selesai melakukan ritualnya dikamar mandi ia pun memanggil lagi Raymundo dan pria itu pergi dan kembali menggendongnya kembali ke dalam kamar dan memakaikan piyama tidur untuk Aretha dan menyelimutinya dengan penuh kasih sayang.
"Tidurlah sayang," ucap Raymundo sambil mengelus pipi Aretha dan sesekali mengecupnya.
"Aku minta maaf sayang karena aku kamu gak bisa berjalan."Sesal Raymundo.
"Aku udah maafin kok sayang!" ucap Aretha sambil tersenyum kemudian menyandarkan kepalanya pada dada bidang Raymundo dan mereka pun kembali ke alam mimpi yang indah.
__ADS_1
** Bersambung ya Readers tersayang Tolong di like komentar dan vote ya, dan tolong di kasih hadiah juga untuk author Author rajin update setiap hari terimakasih 🙏🥰 **