Cerita Cinta Aretha

Cerita Cinta Aretha
"Cinta mengalahkan Gengsi"


__ADS_3

Masih belum puas membaca semua isi Diary itu ia pun pergi ke rak buku yang agak tinggi dan mulai mengambil beberapa buku di sana.


Betapa kagetnya ia,ketika mengambil sebuah binder ternyata itu milik Aretha yang di curi Reyhan.


"Ah Mas Reyhan romantis banget sampai buku Binder milik Arey pun ia simpan."Gumam Tapasya dalam hati.


Kamu benar benar romantis Mas,aku suka semua yang ada pada dirimu walaupun kadang hati ini teriris karena hatimu masih ada sahabatku,tetapi tak apalah yang penting kamu masih selalu bersama sama denganku mengarungi bahtera rumah tangga ini.


Aku tak puas dengan semua yang kamu lakukan saat ini tetapi apa boleh buat cinta mengalahkan gengsi.


Tapasya pun membuka lembar demi lembar buku Binder itu dan membaca setiap kata dan kalimat yang ditulis diatas kertas berwarna dan harum itu.


"Arey apa pun yang kamu sukai selalu disukai oleh Reyhan,kamu benar benar mampu membuat pria keras kepala dan dingin serta datar seperti Reyhan tunduk padamu."Tapasya pun kembali menyimpan buku Binder itu dan kemudian ia membuka rak baju Reyhan dan di sana ia mendapatkan dua buah gelang couple yang tulisannya pun ada dua nama yaitu A & R.


Ah Mas kamu sungguh Romantis Mas i lobe you Mas,Arey terima kasih karena kamu telah menyadarkan arti dari cinta sesungguhnya tanpa harus memiliki cinta itu.


Yang seperti kamu alami sekarang adalah cinta tanpa memiliki orang yang kamu cintai,kamu benar benar memberikan orang yang sangat mencintaimu pada sahabatmu sendiri.


Sungguh ini adalah hal yang sangat luar biasa seorang sahabat yang merelakan kebahagiaannya demi kebahagiaan sahabatnya.


**


"Sya buka pintunya Sya,kamu gak apa apa kan di dalam kamar situ?"Tanya Reyhan sambil mengetuk pintu kamar di mana Tapasya sementara tertidur dengan sangat nyenyaknya.


"Sya...!!"Seru Reyhan mulai panik dan terpaksa ia membongkar pintu kamar itu dan masuk ke dalam kamar yang disuguhi oleh pemandangan yang sangat menggemaskan itu,menggemaskan karena Tapasya tidur sambil memeluk boneka beruang putih kesukaan Reyhan dan di wajahnya terpancar kebahagiaan yang tiada duanya.


"O sayangku kamu tak apa apa rupanya,maafkan aku yang terlalu berlebihan mengkhawatirkan kamu."Ucap Reyhan sambil mengecup kening dan pipi Tapasya dengan penuh rasa sayang.

__ADS_1


"Maafkan aku sayang,aku sudah berusaha melupakan mantan terindahku demi sahabat terindah mantanku itu,aku jujur sama kamu aku mencintainya lebih dari apapun karena ia menemaniku mulai dari nol dan ketika aku terpuruk aku melihat ketulusan yang amat sangat dari wajahnya bahkan perlakuannya padaku dan keluargaku sangat berkesan dan aku sangat mencintainya lebih dari apapun tetapi aku berharap aku akan mendapatkan semua kasih sayang yang tiada dua itu dari dirimu Sya,aku yakin kamu pasti bisa melakukannya."Jujur Reyhan pada Tapasya yang masih terpejam itu.


"Baiklah kamu lanjutkan tidurmu sayangku,nanti aku akan perbaiki pintu kamar kita yang sudah aku bobol."Ucap Reyhan sambil berjalan keluar kamar dan menuju ke gudang di mana semua perlengkapan tukang yang ia punya di simpan di sana.


**


"Sayang,"panggil Raymundo pada Aretha.


"Iya sayang ada apa?"Tanya Aretha sambil datang mendekati sang suami yang sedang mengerjakan pekerjaannya di laptop itu.


"Suamiku ada apa sayang?"Tanya Aretha sambil memeluk leher Raymundo dan mereka berdua pun saling berpelukan dengan sangat eratnya.


"Sayang aku boleh tanya sesuatu gak?"


Jawab Aretha.


"Aku boleh tahu seberapa


"Nanti malam jam 7 kamu ada waktu gak?"


"Ada sayang,ada apa?"


"Aku ingin kita berkunjung ke papa dan mama dulu,mereka merindukan kita isteriku."Jawab Raymundo lagi.


"Baiklah kalau begitu aku siapkan dulu semua keperluan Baby Al ya?Siapa tahu kita nginap?"Ujar Aretha hendak melangkah masuk ke dalam kamar tapu di tarik oleh Raymundo.


"Sayang kita gak nginap,kamu tahu kan aku gak bisa tidur di rumah mama dan papa...!!"Sambung Raymundo lagi.

__ADS_1


"Tapi suamiku mereka kan orangtua kita apa salahnya kita nginap di sana?"Tanya Aretha lagi.


"Gak ada salahnya sih cuma aku aja yang sudah terbiasa tidur di rumahku aku udah nyaman disinj,hujan dan badai besar pun aku pulang ke rumah kita sayang?"Ucap Raymundo lagi.


"Nggak masuk akal,"Aretha menggerutu kemudian ia memasukkan satu setel baju Raymundo ke dalam tas mereka dan ia pun bersiap siap untuk berangkat ke rumah mertuanya.


**


Sore menjelang malam mereka sekeluarga pun sudah duduk dalam monil dan mobil itu langsung di kemudi oleh Raymundo.


"Sayang jangan ngebut ya?"Ucap Aretha pada Raymundo.


"Iya sayangku kamu takut ya?"Tanya Raymundo.


"Gak takut sih cuma aku pengen Baby Al gak muntah aja soalnya baru habis makan tadi sayang."Jawab Aretha pada samg suami.


"Baiklah Tuan Putri."Jawab Raymundo sambil tersenyum dan tanpa menunggu ijin ia sudah mendaratkan sebuah kecupan di bibir Aretha.


"Kamu tahu gak,banyak wanita penggoda di luar sana tetapi aku merasa sangat jijik bila melihat mereka padahal dulu sebelum bertemu denganmu aku sangat suka tebar pesona,dan selalu di kelilingi wanita cantik aku memang senang bergaul dengan wanita wanita cantik tetapi aku tak sampai meniduri mereka,kecuali dia ingin aku membelinya,tetapi setelah bertemu kamu 1di pantai itu,perasaanku tak karuan bahkan untuk makan pun susah,tidur pun susah aku selalu membayangkan kamu,wajahmu,bibirmu dan matamu serta semua yang kamu miliki membuat aku mabuk kepayang,aku gak tahan kalau gak bertemu kamu. Padahal awalnya aku sudah melupakan kamu setelah dua bulan berlalu aku bertemu lagi kamu di mall itu dan kamu tahu apa jantung ini serasa mau copot saja dari sarangnya dan lagi aku benar benar telah jatuh cinta padamu sayangku Aretha,cinta ini sangat menggebu sehingga aku mengklaim kalau dirimu itu hanya milikku dan tak ada seorang pun yang berani mendekatimu dan bahkan aku tanpa ijin kamu telah memperkenalkan kamu sebagai calon isteriku untuk semua sahabat dan temanku. Hari ini aku ingin memberitahukan kamu sayangku,isteriku belahan jiwaku,cintaku."Raymundo bercerita sepanjang perjalanan bercerita panjang lebar tentang perasaannya pada isterinya saat pertama kali bertemu dan saat mengungkapkan perasaannya pada Aretha yang kala itu masih malu malu dan polos.


"Sayang udah deh yang berlalu biarlah berlalu aku malu tahu?"Ucap Aretha sambil membuang pandangannya ke luar jendela sana.


"Tapi kamu sangat menggemaskan sayang aku benar benar tak bisa menyakitimu kalaupun aku pernah kasar sama kamu aku hanya ingin membuat kamu lebih kuat dalam menghadapi masalah di luar sana dengan perasaan tegar dan kuat tetapi aku tahu kok kalau isteriku yang sekarang sudah sangat berubah dan sangat profesional dalam membela diri.


"Sayang...Baby Al kok diam saja ya?"


"Kan lagi kenyang dia suamiku..."

__ADS_1


To be continued


bersambung ya guys


__ADS_2