Cerita Cinta Aretha

Cerita Cinta Aretha
** Villa Cinta 2 **


__ADS_3

BIJAKLAH DALAM MEMBACA YA GUYS 🙏


HAPPY READING YA??


Selesai makan sepasang suami istri itu pun melangkah keluar dari ruang makan menuju ke taman belakang untuk duduk sebentar sebelum mereka memutuskan untuk pergi ke Bukit di belakang Villa Cinta.


"Sayang kita jalan kaki saja atau pakai sepeda?" Tanya Aretha pada Raymundo.


"Nggak pakai sepeda harus jalan kaki!Siap siap sudah bawa tas dan juga makanan ringan untuk perjalanan kita nanti."Ucap Raymundo sambil menyiapkan tas belakangnya dan juga sebuah kamera Canon bertengger di leher Raymundo.


Setelah semua persiapan beres,mereka berdua pun mulai beranjak ke belakang Villa di mana terdapat pemandangan yang sangat indah dan sejuk itu.


"Sayang bagaimana kita pergi bersama sahabat sahabat aku sayang?"Tanya Aretha pada Raymundo.


"Aduh istriku ini,gimana mau honeymoon kalau jalannya pakai ajak ajak sahabat sahabat kamu Sayang,itu namanya tour bareng sahabat bukan honeymoon."Gerutu Raymundo.


"Ya sudah terserah kamu Yank,"ucap Aretha pada Raymundo.


"Kalau aku capek, gendong ya?"Ujar Aretha lagi.


"Pastilah Bossku,Ratu hatiku!"Ucap Raymundo lagi.


"Ayo cepat biar kita gak kepanasan sayang?"Ajak Raymundo sambil meraih tas punggung dan gitar serta sebuah kamera Canon yang bertengger di leher tegas miliknya.


"Ayo,siapa takut?"Aretha berbicara sambil mengambil tas punggungnya dan juga paperbag penuh snack untuk perjalanan mereka nanti.


Mereka pun bersiap siap untuk pergi,tak lupa mereka memberitahu Bibi Ira tentang kepergian mereka.


"Bibi jagain Pak Nanang ya,ada makanan di dalam dapur makan aja gak usah nunggu nunggu mungkin sore atau besok pagi baru kami turun dari bukit belakang Villa Cinta ini."Ucap Raymundo sambil berpamitan dengan sang Bibi.


"Baik Den,hati hati di jalan ya?Jangan lupa kabarin kalau aden butuh apa apa."Ucap Bibi Ira sambil menenteng sebuah tas berisi air dan makanan ringan.


"Ini Den!"Ucap Bibi Ira sambil menyerahkan bawaan tuannya.


"Makasih ya Bi?"Ucap Aretha sambil tersenyum.


"Ayo Sayang, sebelum hari semakin panas!"Ajak Raymundo sambil menggandeng tangan Sang istri.


Itulah Raymundo kemanapun ia melangkah selalu saja ia menggenggam erat tangan mungil sang istri,ya begitulah kira kira yang terjadi.


Di keramaian ataupun di kantor selalu saja ia menggenggam erat tangan istrinya,tak perduli dengan keadaan sekitar yang memandang mereka dengan perasaan iri.


Sudah tampan,kaya dan sayang sama istri itu adalah tipe pria idaman semua wanita.


Author juga iri lho lihat kemesraan mereka berdua,benar benar pasangan yang serasi dan ideal ya Readers?


Mereka berdua pun mulai melakukan perjalanan ke atas bukit di belakang Villa Cinta.


tidak terasa mereka hampir tiba di puncak bukit, Aretha merasa pegal semua sendi sendi kakinya.


"Sayang istrahat dulu sebentar kaki aku gak kuat lagi untuk melangkah."Ucap Aretha sambil terduduk di hamparan rumput nan hijau yang menyegarkan mata.


"Boleh sayang!"Ucap Raymundo seraya meraih tas tentengan Aretha dan meletakkannya di atas rumput bak karpet permadani itu.


"Sangat lelah ya Sayang?"Tanya Raymundo.


"Iya Yank,boleh aku pejamkan mata sebentar?"Tanya Aretha pada Raymundo.


"Loh kok pejamkan mata sih sayang entar bisa bisa matahari semakin tinggi."Raymundo menggerutu tetapi gak digubris sama sekali oleh Aretha karena ia telah terlelap dan mendengkur dengan sangat halus.

__ADS_1


"Aduh, beginilah kalau jalan sama makhluk yang bernama perempuan, bawaannya molor,capek, macam macam saja kaum hawa ini."Gumam Raymundo sambil menatap wajah cantik Istrinya yang tertidur dengan sangat nyenyak.


Raymundo itu sebenarnya pria yang temperamental tinggi tetapi sejak ia bertemu Aretha semua jadi berubah, bahkan untuk membunuh semut pun tak tega.


Aretha membuat hidupnya berubah drastis padahal Raymundo adalah mafia internasional yang sangat kejam dahulunya.


Raymundo tidak memandang musuhnya itu baik perempuan ataupun laki laki kalau sudah membuatnya tersinggung ia tak segan segan menghancurkan hidupnya dengan cara apapun yang menurutnya pantas, itulah Raymundo.


Dibalik ketampanannya itu terselip sifatnya yang sangat menakutkan itu, tetapi Aretha bahkan tak takut sedikitpun pada Raymundo ia bahkan menganggap Raymundo seperti bonekanya.


"Sayang,kamu tahu gak sejak kenal kamu aku bahkan gak tega melihat kamu bersedih, apalagi membuat kamu menangis,sifat kerasku dulu juga langsung segera pergi setelah ada kamu disisiku, tetapi aku harap kamu tetap menjadi yang terbaik dalam hidupku,aku berharap kamu juga selalu memberikan yang terbaik bagiku."Gumam Raymundo perlahan.


Ketika lagi asyik memandang wajah sang istri tiba tiba ada sebuah notifikasi masuk di ponsel Raymundo.


Begini bunyinya...


"Hai Tuan muda,apa kamu benar benar mencintai istrimu?Apa kamu pikir dia mencintai kamu? seberapa persen kah kadar cintanya untuk kamu?Apa kamu tahu siapa dia sebenarnya?Kamu jangan terlalu berharap karena istri kamu itu tidak pernah mencintai kamu dengan tulus, karena cinta pertamanya adalah Reyhan Sanjaya, dan kamu suatu saat nanti akan ditendang tatkala ia telah mencapai tujuannya, camkan itu baik baik."


Raymundo langsung menelpon nomor yang tak dikenal itu tetapi tak direspon justru di matikan ponselnya, akhirnya Raymundo pun membalas pesan itu.


Begini bunyi pesan Raymundo pada nomor tak dikenal itu.


"Kamu siapa?Aku gak kenal kamu dan asal kamu tahu ya tak ada seorang pun yang berani mengintervensi istriku, dia istriku dan aku lebih mengenal dirinya dari pada kamu, kamu itu hanya mantan alias sampah tak berguna, namanya sampah ya tetap sampah dan gak ada gunanya kamu mengharapkan untuk jadi sampah yang bernilai, aku peringatkan kamu sekali lagi tolong jangan mengganggu kehidupan kami sebelum aku mencari dirimu dan menghancurkan semua yang kamu miliki."


Itulah balasan dari Raymundo pada orang tanpa identitas tadi.


Raymundo pun merasa kesal dengan orang yang sudah berani mengintervensi istrinya.


Raymundo merasa hatinya bergejolak dengan sangat hebatnya, ia merasa emosinya meningkat seketika, tapi ketika ia menatap wajah cantik yang masih terlelap di pahanya itu ia pun merasa sangat aman dan nyaman.


"Tapi, siapakah Aretha memang aku belum tahu apa dia gadis baik baik atau gadis mafia juga?Apa aku harus mencari tahu siapa dirinya? Baiklah Arey kita akan bermain main dan aku akan mencoba dirimu untuk mengetahui seberapa besar nyalimu ketika kamu mengambil keputusan menikahi pria kejam seperti aku ini."Ucap Raymundo penuh emosi.


"Ah... Aku benci diriku aku benci keadaanku, kenapa aku harus mengalami hal ini lagi, aku sudah berusaha melupakan semuanya tetapi kenapa harus ada orang yang berani mengganggu ketenangan dan ketentraman jiwaku lagi, dan siapa orang yang berani mengusik hatiku ini, aku benci orang itu dan akan aku cari siapa dibalik semua ini!"Raymundo sudah sangat emosi.


Saking emosinya Raymundo menggenggam erat dan sangat kuat telapak tangan Aretha sampai Aretha terbangun dari tidurnya.


"Maaf Sayang aku ketiduran, capek banget tau sayang kok kuat banget genggaman tangan kamu Yank, ada apa Yank?"ucap Aretha sambil mengelus rahang Raymundo yang sangat tegas itu.


"Kita gak jadi ke atas bukit, kita pulang saja yuk?"ucap Raymundo tiba tiba, padahal Raymundo yang membuat rencana ke puncak bukit nan indah itu, eh tiba tiba ia memutuskan untuk tidak jadi pergi kesana membuat dongkol hati Aretha.


"Lho, kok gitu sih Yank padahal kita udah mau sampai loh Yank, ayolah suamiku Sayang tanggung lah Sayang?"Ucap Aretha memelas sambil memeluk pinggang Raymundo dengan eratnya.


"Ayolah Yank!"Ajak Aretha lagi.


"Apa aku harus membuatnya takut? bagaimana aku bisa tahu kalau dia berniat jahat sama aku?"ucap Raymundo dalam hatinya.


"Sayang ada apa sih Yank, kan kita udah capek-capek kesini Yank masa langsung balik sih Yank?"ucap Aretha lagi sambil bergelayut manja di lengan Raymundo.


"Kan aku udah bilang gak bisa ya gak bisa kenapa kamu jadi memaksa aku untuk pergi, kenapa gak kamu saja yang pergi hah?"Ucap Raymundo dengan nada sangat kasar membuat bulu kuduk Aretha merinding.


Wajah Aretha pun pucat seketika tatkala Raymundo berbicara kasar padanya.


Raymundo memang pernah berbicara kasar pada Aretha sampai Aretha jatuh sakit, tetapi kali ini Raymundo lebih kasar lagi setelah membaca pesan itu.


"Ayo pulang sebelum aku meninggalkan kamu sendirian disini!"Ucap Raymundo langsung Melangkah pergi tanpa membantu Aretha berdiri dan membawa barang barang bawaannya.


Aretha pun menangis seketika karena dicuekin kayak gitu.


Aretha pun mengikuti langkah Raymundo yang semakin jauh dari pandangannya.

__ADS_1


"Sayang tunggu dong Yank, kenapa tiba tiba suasana hatimu jadi buruk begini Yank?"panggil Aretha sambil berjalan dengan cepat.


Raymundo tetap saja melangkah semakin jauh sehingga Aretha tertinggal semakin jauh, hiangga ia mendekati sungai yang sangat deras itu dengan sebuah jembatan gantung yang sudah hampir rusak tempat dimana ia menggendong Aretha sambil menyeberang sungai kecil itu.


Ketika sampai jembatan gantung itu Raymundo tak berniat untuk menunggu Aretha justru ia berharap agar Aretha bisa menyebrang, kalau Aretha mampu menyeberang berarti pesan tadi benar.


Tapi, ya namanya juga manusia pasti dalam keadaan terpaksa ya pasti ia bisa melewati rintangan dijalan itu.


Ketika Raymundo sudah tiba diseberang jembatan, Aretha baru saja tiba di seberang.


Aretha pun terduduk dan terdiam apa yang harus ia lakukan agar ia bisa menyebrang, Raymundo masih saja menatap Aretha dari tempat persembunyiannya itu.


Matahari semakin panas dan Aretha belum juga menunjukkan tanda tanda ia menyeberang jembatan itu.


Raymundo sampai terkantuk kantuk pun Aretha belum juga tiba.


Raymundo pun menunjukkan dirinya.


"Sayang bantu aku menyeberang sayang!"ucap Aretha memelas tapi gak digubris sama sekali oleh Raymundo.


"Lho bukannya kamu sangat hebat, istri seorang mafia harus hebat kenapa kamu malah gak ada semangat sama sekali?"ucap Raymundo memancing emosi Aretha.


"Aku gak bisa Yank, aku takut please bantu aku Yank!"ucap Aretha memelas lagi tapi tak digubris oleh Raymundo.


Akhirnya Aretha pun berjalan turun ke bawah untuk melihat apakah ada cela untuk lewat jalur air, tapi ketika ia hendak turun dilihatnya seonggok kayu yang terbawa arus sungai sehingga membuatnya kaget seakan akan ia melihat buaya ia pun berteriak tak karuan sehingga ia pun naik kembali ke atas dan duduk dibawah pohon Cemara itu sambil memegang kepalanya.


Raymundo yang melihat itu pun tak bergerak sedikitpun ia hanya terdiam dan menyulut api untuk rokok yang ia hisap.


"Kalau benar dia seorang mafia,tidak mungkin dia akan berteriak histeris seperti tadi itu, tapi bisa juga ia dengan sengaja berteriak kan aku gak tahu mungkin sebuah trik darinya"gumam Raymundo lagi.


"Jangan pikir aku akan kasihan sama kamu ya, gak akan jangan mimpi terlalu tinggi karena aku takkan bisa membantu kamu," ucap Raymundo sambil tersenyum sinis.


Raymundo benar benar sangat emosional, karena terlalu emosi akhirnya Raymundo dengan kecepatan penuh ia berlari ke arah Aretha dan menggendong Arey dan membawanya ke seberang.


Ketika sampai diseberang ia langsung menurunkan Aretha tanpa memberi tahu pada Aretha sehingga ia seperti hanya membuang Aretha ke atas rumput hijau itu.


Aretha juga karena gak tahan dengan sikap suaminya itu akhirnya ia pun berbicara dengan nada yang cukup membuat emosi seseorang meningkat.


"Sayang kenapa kamu seperti orang yang kesetanan kamu tahu gak aku hampir mati kamu buang seperti tadi, kamu gak sayang ya sama aku, tega benar ya kamu sama aku, aku gak tahu apa salah aku sampai suamiku begitu sangat emosional dan membuat aku seperti ini?"Ucap Aretha dengan nada emosi.


Raymundo duduk malas tahu sambil menghisap lagi rokoknya sambil berkata "Kamu cari tahu sendiri penyebab kenapa aku tiba tiba jadi emosi banget sama kamu?" ucap Raymundo pada Aretha.


"Ya aku harus bagaimana biar bisa tahu kalau kamu marah padaku karena masalah ini, Masalah apa yang membuat kamu marah begitu besar?" tanya Aretha lagi dan langsung memeluk erat tubuh pria tampan dihadapannya itu.


"Aku harap kamu tidak memanfaatkan kebaikan aku, kalau sampai kamu menikahi aku hanya untuk memanfaatkan aku, sebaiknya kamu pergi saja dari hadapan aku sebelum aku akan membunuhmu kamu mengerti kan maksud aku?"ucap Raymundo sambil melepaskan tangan Aretha dengan sangatlah kasar sehingga Aretha sampai meringis ringis kesakitan.


Pergelangan tangan Aretha berubah jadi merah keunguan pertanda genggaman tangan Raymundo sangatlah kuat.


"Kamu akan tahu akibatnya kalau kamu berani berbuat sesuatu dibelakang aku tanpa sepengetahuan aku, dan kamu akan tahu siapa Raymundo yang sebenarnya."Ucap Raymundo sambil berlalu pergi meninggalkan Aretha.


Ketika tiba di Villa, Aretha langsung masuk kamar dan menangis sesenggukan, ia menyesal kenapa ia harus jatuh cinta dan menikahi pria seperti Raymundo? Kenapa? Ya Tuhan apa kesalahanku! Aretha sangat takut dengan tatapan mata Raymundo, tatapan seperti mengintimidasi lewat pergerakan bola mata Raymundo.


Aretha pun memberanikan diri untuk memeluk pinggang Raymundo dengan lembutnya.


Aretha memeluk erat tubuh pria di hadapannya itu dan menumpahkan semua keluh kesah dan tuduhan palsu yang Raymundo tuduhkan.


Raymundo mendengar semua keluh kesah Aretha dan betapa sakit hatinya saat mendengar suara perempuan yang sudah menjadi bagian dari hidupnya menangis tersedu sedu.


** Bersambung ya Readers tersayang Tolong di like komentar dan vote ya biar author rajin update setiap hari terimakasih 🙏🥰**

__ADS_1


__ADS_2