Cerita Cinta Aretha

Cerita Cinta Aretha
Dunia benar benar Sempit


__ADS_3

Suatu senja,kami bertiga duduk di balkon sambil menatap pemandangan diluar sana yang sangat indah.


Ku sempatkan diriku untuk merilekskan otak dan ototku dari hal hal berat yang menimpaku dan kelargaku beberapa bulan terakhir ini.


"Akhirnya aku sangat menikmati senja hari ini bersama keluarga kecilku dengan sangat bahagia."Ujar Raymundo sambil mengecup kepala Aretha.


"Suamiku,aku menginginkan sesuatu apakah kamu mau mengabulkan permintaanku ini?"Tanya Aretha sambil tersenyum.


"Apa yang kamu inginkan sayang?"Ucap Raymundo sambil tersenyum penuh cinta.


"Aku ingin kita berlibur ke luar negeri mungkinkah di eropa atau timur tengah yang penting aku mau merilekskan seluruh tubuhku dan otakku sayang."Ucap Aretha jujur.


"Boleh boleh aja kok sayang tetapi kamu harus benar benar sembuh dulu,aku sangat menyayangi kamu Arey aku tak ingin kita berlibur tetapi kamu dalam keadaan tidak sehat."Ucap Raymundo sambil memeluk erat tubuh wanita yang telah menjadi bagian dari hidupnya itu.


"Baiklah suamiku."Jawab Aretha sambil mengecup pucuk kepala samg suami.


"Sayang aku boleh gak ke Butik mama?"Tanya Aretha sambil memberikan Asi pada si baby Al karena baby benar benar kehausan.


"Sayang anak kita kan sudah setahun umurnya kok masih dikasih Asi sih sayang?"Tanya Raymundo pada Aretha.


"Bayi sebelum umur Dua tahun masih harus di kasih Asi suamiku...disamping kita memberikan makanan tambahan dia juga masih tetap di kasih Asi agar pertumbuhannya dan perkembangannya optimal.


"O ya ngomong ngomong aku pengen kita punya anak sebanyak tujuh biar ramai nih rumah."Ujar Raymundo pada Aretha.


"Kamu hamil Empatnya ya suamiku biar aku hamil Tiganya."Jawab Aretha sambil tersenyum.


"Kamu ini kan wanita,sebagai wanita kamu harus memjalankan peranmu dengan baik dan benar dan kodratnya wanita itu adalah,menstruasi,hamil,memyusui dan mengasuh anak anaknya jadi untuk hamil itu semuanya wanita yang menjadi peran utamanya dan aku sebagai lelaki harus bertanggung jawab bekerja mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga kita. Dan bukan itu saja sebagai laki laki aku juga harus selalu melindungi dan menyayangi isteti dan anak anakku."Jawab Raymundo bijaksana.


"Iya suamiku tetapi aku belum ingin punya momongan lagi aku masih mau menikmati keadaanku sekarang bersama baby Al dan suamiku tercinta."Jawab Aretha lembut.


"Baiklah sayang apapun mau kamu aku hargai."Jawab Raymundo sambil membelai rambut Aretha dengan lembunt dan penuh kasih sayang.


"Nanti aku antar kamu ke Butiq mama ya?"Ucap Raymundo lagi sambil tersenyum.


"Besok pagi kita berangkat bersama sama ke Butik mama kebetulan aku juga mau mengukur jasku yang baru kamu tahu kan sayang Jasku yang lama sudah pada sesak mungkin aku terlalu bahagia hidup denganmu makanya aku jadu seperti ini."Ujar Raymundo lagi.


"Iya suamiku berarti besok kita boleh kemana aja kan?"Ucap Aretha lagi.


"Boleh tapi gak boleh sampai sore ya karena aku ada meeting jam 4 sore besok ini isteriku sayang."Jawab Raymundo lagi.


"Siap Pak Boss!!"Ucap Aretha sambil memberi hormat pada Aretha.


"Sayang aku mau jujur sama kamu dan anak kita kalau aku sangat bersyukur diberi nafas yang panjang dan hidup yang bahagia bersama kalian berdua,aku benar benar sangat menyayangi kalian berdua."Ucap Raymundo sambil mengecup pipi Aretha dan si baby bergantian.


"Sudah malam sayang ayo masuk,gak baik loh kalau diluar terus sama si baby."Ucap Raymundo sambil menggendong bayinya itu dan menggandeng tangan sang isteri dan mereka melangkah masuk ke dalam kamar.


**


Hari telah pagi,kicau burung pagi mulai terdengar sangat merdu.


Matahari belum juga menampakkan wajahnya tetapi malam telah neranjak pergi.


Aretha meletakkan tangan sang suami diatas bantal kemudian mulai mwlakukan rutinitas paginya.


Ia melakukan pemanasan sebelum joging beberapa menit dan melakukan push up dan sit up beberapa kali kemudian ia pun menyiapkan semua keperluan mereka bertiga dan setelah itu ia juga langsung mandi.


Tak lupa ia menyiapkan sarapan diatas meja agar ketika selesai mandi dan bersiap siap mereka bisa langsung sarapan pagi.


Sebelum mandi tak lupa ia membangunkan Raymundo suaminya aitu untuk memandikan sang bayi di air hangat yang sudah ia siapkan.


"Suamiku ayo bangun aku sudah menyiapkan keperluan mandinya Baby Al ayolah sayang."Ucap Aretha sambil mengecup kening sang suami.


"Sayang kita tidur lagi yuk lima menit aja isteriku."Jawab Raymundo sambil memarik tangan dan tubuh Aretha kedalam pelukan hangatnya.


"Sayang aku gak bisa tidur lagibudah pagi sekarang hari ini kan aku punya jadwal jalan jalan berkeliling yang banyak sayang?"Jawab Aretha berusaha melepaskan diri tapi tak bisa karena Raymundo sangat kuat.


Dengan lemas ia pun menurut masuk dalam selimut dan berbaring sambil dipeluk erat oleh sang suami.


"Sayang jangan keras kepala aku hanya memelukmu sebentar."Ucap Raymundo yang seakan tahu isi hati sang isteri.

__ADS_1


"Iya suamiku aku pasrah deh,kamu sangat kuat untuk hal ini mana aku bisa melepaskan diri dari pelukan tangan kekarmu ini?"Ucap Aretha dengan sedikit berbisik.


Tak lama kemudian Ponsel Aretha berdering dan di layarnya tertulis nama My love momii.


"Sayang mama telepon."Ucap Aretha berbisik dan melepaskan pelukan dari Raymundo.


"Biar aku yang angkat!"Pinta Raymundo dan langsung menekan tombol hijau pada ponsel itu.


"Pagu sayangku maaf hari ini mama gak bisa menemuimu di butik ya?"Ucap mama Divya dari seberang sana.


"Pagi juga mam,ini aku Ray."Ucap Raymundo sambil tersenyum.


"Mama mau kemana?"Tanya Raymundo lagi.


"Mendadak Paman Luis mengajak papa dan mama ke semarang sekalian saja mama dan papa ikut karena ada pertemuan keluarga disana."Ucap mama Divya lagi.


"Apa Aretha boleh ikut ma?"Ucap Aretha tiba tiba.


"Mama sarankan untuk Arey tinggal aja nanti bulan berikutnya baru Arey ikut ya sayang."Ucap mama Divya lagi.


"Emang Arey gak penting ya mam?"Ucap Arey lagi.


"Bukan gak penting sayang tapi Arey baru sembuh dan ini perjalanan yang sangat jauh mama gak mau kamu sampai sakit lagi di jalan."Ucap mama Divya prihatin.


"Iya deh mam tapi bulan depan Arey ikut ya?"Ucap Aretha sambil mencubit pinggang Raymundo.


"Kok aku dicubit sih sayang?"Tanya Raymundo sambil membalas cubitan Aretha dengan ciuman sayang di pipi Aretha.


"Baiklah mama kasih tahu itu saja ya? Mama dan Papa serta Paman Luis di sana sekitar Tiga hari,kalau Arey mau ke butik gak apa apa di sana kan ada Karin pegawai mama"Ucap Mama lagi.


"Iya mam hati hati di jalan ya Arey sayang mama dan papa serta Paman dan tante."Ucap Aretha lagi.


"Mam,"panggil Aretha lagi sebelum ponsel ditutup.


"Iya nak ada apa?"Tanya Mama Divya lagi.


"Mereka gak ikut sayang..."Jawab mama Divya lagi.


"O baiklah kalau begitu mama dan papa serta paman dan tante hati hati di jalan ya?"Ucap Aretha mengulang kalimatnya lagi.


"Iya nak,mama tutup dulu ya?"Ucap Mama Divya sambil menutup ponselnya.


"Aku bilang apa ayo tidur lagi ntar kita ke mall aja untul periksa dokumen yang harus aku lihat sayang."Ucap Raymundo sambil tersenyum dan kembali memeluk erat sang isteri dalam pelukannya.


**


Mereka sudah bersiap siap untuk berangkat ke mall dan tempat tempat pariwisata lainnya yang sudah di list oleh Aretha.


Di perjalanan Aretha sibuk memberikan Asi pada si baby sambil bercerita dengan sang suami tercinta.


"Akhirnya sampai juga di mall."Ucap Aretha sambil tersenyum manja pada sang suami.


"Anakku aku yang gendong aja."Ucap Raymundo langsung mengganti pakaian yang sudah di lengkapi kantung seperti kangguru itu dan menggendong sang baby yang sudah kenyang habis menyusui tadi.


"Sayang kok malah bobo?Bukannya kedua pria sejati ini harus menemani bidadari cantik ini untuk belanja?"Ucap Raymundo sambil terus terusan mengecup pipi sang bayi yang sangat menggemaskan itu.


"Suamiku biarkan saja anakmu tidur mungkin dia kekenyangan sampai harus mendengkur di jalan."Ucap Aretha sambil merapikan pakaiannya dan meraih tas selempang yang biasa ia pakai.


Aretha adalah anak orang kaya tetapi ia selalu berpakaian sederhana dan ia juga menyukai berbelanja barang barang UMKM dan menurutnya ia sangat senang dengan barang barang lokal dengan kualitas super,baginya meningkatkan kesejahteraan masyarakat kecil itu lebih baik.


Kadang ia membeli juga barang barang branded dan membagi bagikannya untuk sahabat dan teman serta orang orang yang ia sayangi.


Ia juga senang sekali membantu orang orang yang kesusahan,sama halnya dengan kedua orang tuanya mereka juga banyak sekali membantu orang orang terlantar dan terlunta lunta di jalanan sampai mendapatkan tempat tinggal yang layak.


Aretha memiliki beberapa panti asuhan dan ia juga sering memberikan bantuan berupa sandang,pangan dan papan bahkan obat obatan juga dan ada rumah sakit khusus orang orang yang ia bantu.


**


Aretha menuju ke arah etalase dress dan juga baju baju santai sedangkan Raymundo menggendong sang baby sambil mengikutinya dari belakang.

__ADS_1


Ketika sedang asyik memilih tiba tiba seseorang datang dan langsung merengkuh bahu Aretha tanpa melihat Raymundo di belakang Aretha.


"Arey aku merindukanmu!!"Ucap wanita yang memeluknya secara tiba tiba tadi.


"Tapasya?"Ucap Aretha nyaris berteriak.


"Arey aku merindukanmu."Ucap Tapasya sambil memeluk erat Aretha dan menumpahkan segala penyesalan dan juga air mata yang semakin deras di pipinya itu.


"Dunia benar benar sempit ya?"Tiba tiba sebuah suara berbicara pada Aretha dan Tapasya serta Raymundo.


"Iya memang dunia ini sangat sempit tetapi tidak sempit seperti otakmu."Jawab Aretha dengan tegas.


"Ada apa dengan otakku?"Ucap Reyhan berjalan mendekati Aretha dan Tapasya.


"Otakmu bermasalah Tuan Reyhan yang terhormat "Jawab Aretha sambil melepaskan pelukan Tapasya.


"Udahlah Sya aku gak pernah marah sama kamu kok,kamu tetap menjadi sahabatku sampai selama lamanya."Jawab Aretha mencairkan suasana yang kaku dan tegang itu.


"Aku heran deh sama kamu Reyhan,kenapa kamu sering memmngganggu ketenteraman keluargaku?Kamu tidak puas dimana?Kenapa kamu selalu hadir dalam kebahagiaanku dan isteriku?Aku tak suka caramu itu Rey."Tiba tiba Raymundo bersuara.


"Aku tak bermaksud mengganggu keharmonisan keluargamu Tuan Raymundo aku hanya kebetulan melihat kalian disini lagian pusat perbelanjaan ini kan untuk umum bukan untuk dirimu saja."Jawab Reyhan membuat panas hati Raymundo.


Tapi Aretha seakan tahu isi hati suaminya ia pun mendekati sang suami dan memegang tangannya sambil tersenyum dan berbisik pada telinga Raymundo"Jangan di ladeni sayang ayo kita pergi."Ucap Aretha sambil tersenyum.


"Sya kami pergi dulu ya?"Pamit Aretha sambil memeluk sahabatnya itu dan memasukkan sebuah kartu debit pada saku Tapasya dan secarik kertas kecil berisi pesan singkat"Maaf Sya aku hanya kasih ini untuk kamu aku tahu kamu sedang kesusahan sekarang dan pinnya adalah ultahku."


"Ayo pergi isteriku!!"Ucap Raymundo sambil meraih tangan sang isteri dan menggandengnya keluar dari tempat itu.


Reyhan menatap kepergian separuh jiwanya itu dengan hati sangat teriris sembilu.


"Kapan aku bisa melupakan semua tentang kamu di otakku Aretha?"Gumam Reyhan pada dirinya sendiri dan di dengar oleh Tapasya.


*


"Sayang lain kali menghindarsaja kalau bertemu dengan sahabatmu itu dan suaminya ya?Aku gak suka dengan kehadiran mereka yang sangat mengganggu ketenangan kita."Ucap Raymundo lagi.


"Iya sayang aku ngerti tapi aku gak tahu tiba tiba saja dipeluk dari belakang mana aku tahu sayang?"Jawab Aretha sambil memegang erat tangan Raymundo.


"Iya sayang aku tahu itu!!"Jawab Raymundo dan tetap memegang erat tangan sang isteri.


Mereka pun pergi ke tempat parkir di mana mobil mereka di parkir.


Ketika baru saja membuka pintu mobil tiba tiba seorang pria bertubuh tegap muncul dengan memakai jas lengkap dasi dan tampan mendekati mereka dan berkata "Nyonya Aretha apa kabar?"Ucap Suara itu sambil mengulurkan tangannya pada Aretha.


Aretha terlihat bingung dan menatap ke arah suaminya.


"Siapa dia sayang?"Tanya Aretha pada Raymundo dengan nada sedikit aneh karena heran dengan munculnya manusia planet uranus itu.


"Arey apa kamu sudah lupa padaku?Sangat mudah melupakan aku yang tak berharga di matamu itu?"Ucapan sang pria membuat hati Aretha kaget.


"Sayang kok dia tahu nama aku sih?"Ucap Aretha lagi sambil menatap pria itu dengan tatapan heran.


"Maaf aku lupa siapa kamu sebenarnya?"Ucap Aretha sambil memegang erat tangan Raymundo.


Raymundo terlihat tenang tenang saja karena ia melihat bayinya sedang terlelap dalam dekapan hangatnya itu.


"Maaf Arey ini Bang Charlos masa kamu begitu melupakan abang?"Ucap Pria itu memperkenalkan dirinya yang sudah tidak sabar melihat Aretha kebingungan dan heran dengan munculnya.


"Aku teman masa kecilmu yang selalu ada buatmu dan sampai kapanpun itu."Ucap Charlos sambil tersenyum lebar pada Aretha dan mengabaikan keberadaan Raymundo.


Pria itu berjalan mendekati Aretha dan hendak memegang lengan Aretha tetapi di tepis oleh sang suami "Jangan sentuh isteriku atau kau kuhajar."Ucap Raymundo memegang erat tangan sang isteri.


"Dunia sungguh sempit ya akhirnya aku bertemu dengan wanita yang sangat aku rindukan selama ini. "Ucap Charlos sambil menundukkan kepalanya dan memberi hormat pada Aretha.


"Maaf aku bukannya mau mengganggu keharmonisan rumah tangga kalian aku hanya ingin mengingatkan Arey pada diriku ini kalau aku adalah bagian dari kenangan masa kecilnya yang indah."Ucap Charlos sambil tersenyum.


**


To be continued guys

__ADS_1


__ADS_2