
**
Pagi itu, Aretha membawa berkas berkasnya untuk melamar pekerjaan di sebuah perusahaan swasta yang bergerak di bidang property dan desainer grafis.
Walaupun sudah di larang berulang ulang oleh Raymundo tunangannya itu, tetapi Aretha masih bersikeras untuk melamar pekerjaan.
Ketika melewati jalan toll terjadi kecelakaan akibat sebuah mobil mewah bertabrakan dengan bahu jalan sehingga membuat macet di jalan toll itu.
Aretha yang dari tadi menyetir merasa kecapaian sehingga ia berniat untuk turun dan melihat ke depan kira kira apa yang terjadi disana? Dan ternyata ia melihat kejadian tabrakan sebuah mobil sport mewah menabrak bahu jalan sampai penyok bagian depannya.
Ketika asyik berjinjit untuk melihat keadaan diantara banyak orang, Aretha tidak sadar kalau sepasang mata dengan sangat intens memandang dirinya dari tadi.
"Beberapa bulan ini , akhirnya aku melihat gadis itu lagi, gadis yang pernah menghiasi semua mimpiku, gadis yang selalu mensupport aku disaat aku terpuruk dan gadis yang selalu setia menemaniku melewati waktu waktu sulit dalam kehidupanku kala itu" gumam Reyhan dalam hatinya.
"Tapi sekarang aku sudah memiliki Tapasya aku akan belajar melupakan dirimu Arey, aku akan belajar mencintai sahabatmu aku akan berusaha sebisa mungkin untuk melupakan dirimu mantan terindahku" gumam Reyhan lagi.
Akhirnya Reyhan berjalan mendekati Aretha yang masih berdiri di antara banyak orang yang sementara berkerumun melihat kecelakaan mobil itu.
Aretha hendak berbalik ke mobilnya, ketika ia membalikkan badannya dan wajahnya bertabrakan dengan dada seorang pria yang wangi parfumnya sangat ia kenal, ia mencoba untuk menengadahkan kepalanya untuk melihat siapakah gerangan yang ia tabrak itu.
"Reyhan?" Aretha menyebut nama Reyhan dengan suara lirih.
Reyhan sengaja tidak mempedulikan Aretha karena dia benar benar ingin melupakan Aretha.
Reyhan pun mempersilahkan Arey untuk lewat.
"Silahkan lewat sini!" ucap Reyhan cuek dengan Aretha.
"Aku mencoba untuk melupakan kamu dan aku berharap aku bisa melakukan apa yang sudah aku komitmenkan" gumam Reyhan dalam hati.
"Heran aku kok Reyhan hanya diam saja tanpa berkata apapun kepadaku, gerangan apakah yang terjadi pada Reyhan?" gumam Aretha dalam hati.
"Ooo aku tahu,mungkin dia mencoba untuk melupakan diriku" ucap Arey pada dirinya sendiri.
__ADS_1
"Maaf Arey bukannya aku sombong atau aku tak peduli padamu tetapi aku lagi berusaha melupakan semua kenangan kita dulu, karena aku sadar aku tak pantas untukmu" ucap Reyhan pada dirinya sendiri.
**
Aretha pun menghidupkan mesin mobilnya karena mobil yang kecelakaan sudah di pindahkan dari jalan raya itu.
Dreeeetttt... dreeeetttt... dreeeetttt...
Bunyi ponsel Aretha membuyarkan lamunan gadis itu.
"Hallo Yank kamu dimana aku cari kerumah gak ada, kamu dimana sayang tolong kasih tahu alamatmu biar aku samperin kesana" ucap Raymundo lewat telepon seluler itu.
"Ray, aku lagi diluar kota, aku lagi mencoba melamar pekerjaan kamu tahu kan aku gak bisa berdiam diri dirumah saja" ucap Aretha tanpa merasa bersalah.
"Yank kan aku udah bilang kamu kerja saja dikantorku, aku yakin kamu pasti betah karena selalu bersama dengan kekasih hatimu ini!" ucap Raymundo percaya diri.
"Iya sih tapi aku pengen kerja dan kerja Ray, kamu ngerti aku dong sayang?" ucap Aretha memelas.
"Sekarang kamu dimana aku jemput ya?" ucap Raymundo berbisik.
"Keras kepalanya kamu sayang bikin aku gak tenang disini," gumam Raymundo pada dirinya sendiri.
**
Syukurlah Reyhan gak terlalu pedulikan aku lagi, artinya aku bebas kemana aja aku suka gak harus sembunyi sembunyi dan celingak celingukan seperti maling yang hendak mencuri saja.
Lamunannya buyar tatkala ada sebuah mobil Toyota Alphard Vellfire hampir menyenggol mobilnya, dan Aretha sangat terkejut dengan keadaan itu hingga membuat Aretha hilang kendali dan membawa mobilnya menabrak pohon akasia di pinggir jalan itu.
Aretha masih sadar ia tak pingsan tetapi gak bisa buka pintu untuk keluar karena tangannya terluka oleh goresan pecahan kaca.
Ternyata mobil Toyota Alphard itu milik Lettu Hendrawan yang lagi bepergian ke puncak untuk menenangkan pikirannya karena dia mendapat cuti 2 hari lagi.
"Ndan bukannya mobil yang kita senggol tadi menabrak pohon akasia itu Ndan, ayo kita lihat orangnya siapa tahu dia butuh bantuan kita" ucap Praka Rendy sambil mempersilahkan Komandannya untuk turun.
__ADS_1
Ketika mereka sampai disana betapa kagetnya Lettu Hendrawan ia menyaksikan gadis yang dicintainya pingsan dalam mobil.
"Aretha bangun Dek, ini Abang tolong bangun Dek," ucap Lettu Hendrawan lagi.
Karena kesulitan membuka pintu mobil itu Lettu Hendrawan hendak mencari batu di dekatnya untuk menghancurkan kaca mobil bagian belakang tetapi mobil itu tak bisa di pecahkan oleh apapun.
"Sialan kenapa harus dia?" ucap Lettu Hendrawan mengusap wajahnya kasar.
Tiba tiba dari kejauhan tampak mobil Raymundo muncul disana awalnya ia hampir lewat saja mobil Aretha tetapi hatinya berkata jangan.
Dengan mengumpulkan seluruh keberanian, Raymundo pun turun dari mobilnya dan melihat mobil di depannya itu.
"Arey! Kamu mendengarkan aku? buka pintunya sayang," Akhirnya Lettu Hendrawan membantu Raymundo membongkar mobil Aretha hingga mereka bisa membuka pintu mobil itu.
"Ayo kita pulang sayang, kenapa kamu seperti ini sayang?" ucap Raymundo lagi.
"Maaf Ray, ini salah aku karena buru buru aku menyalib mobilnya sehingga dia kaget dan membanting setir mobilnya ke pohon akasia ini" ucap Lettu Hendrawan sambil memegang tangan Raymundo.
"Ya sudahlah yang penting dia gak apa apa tetapi kita harus mengobati lukanya ini aku akan mengambil obat obatan di dalam mobil dulu" ucap Raymundo hendak pergi tetapi ditahan oleh Hendrawan.
"Biar aku saja yang mengambil obatnya!" ucap Hendrawan sambil pergi dan berlalu ke dalam mobilnya yang terparkir tak jauh dari TKP.
"Sayang bangun sayang dengar aku, jangan begini terus bangun sayang aku sangat mencintaimu tolong bangun sayang" ucap Raymundo sambil tak henti hentinya mengecup kening Aretha dengan lembutnya.
"Ini obatnya!" ucap Lettu Hendrawan seraya memberikan obat yang biasa dipakai oleh para Tentara di Medan perang itu.
"Ini agak perih sedikit ya Dek, ditahan saja agar lukanya langsung kering" ucap Lettu Hendrawan sebelum membubuhkan obat pada luka di tangan Aretha.
Aretha membuka matanya karena merasa perih sekali tangannya.
"Sayang kamu sudah sadar? Apa yang kamu rasakan?" ucap Raymundo beruntun.
"Sayang maafkan aku!" ucap Aretha sambil tersenyum dan mencoba bangun dari tidurnya tetapi di tahan oleh Raymundo.
__ADS_1
"Jangan bangun dulu sayang," ucap Lettu Hendrawan yang tiba tiba saja muncul di hadapan mereka.
** Next **