Cerita Cinta Aretha

Cerita Cinta Aretha
"Emosi"


__ADS_3

Selesai membuat desain gaun pengantin itu ia pun bangun dari duduknya hendak minum air.


"Eh iya hampir lupa,aku harus ke rumah mama sekarang."Gumam Aretha pada dirinya sendiri.


Ia pun melangkah keluar dari rumahnya tetapi baru beberapa langkah terdengar suara mobil datang menghampirinya yang sedang berjalan kaki.


"Hai cantik godain kita dong..!!"Sapa suara pria dari dalam mobil itu.


"Cuek amat sih nih cewek?"Ucap pria itu lagi.


Ia pun berhenti tepat di samping Aretha dan membuka kaca jendela mobil itu.


"Sayang...!!Ayo kita jemput putra semata wayang kita."Ucap Pria itu yang tak lain adalah Raymundo.


"Aku pikir kamu preman,untung aja cepat baca situasi kalau gak bisa ku hajar sampai babak belur."Ucap Aretha pada Raymundo dan masuk ke dalam mobil tersebut.


"Mana mungkin ada preman di kompleks perumahan kita sayang kan kompleks kita sudah di awasi oleh anggota TNI dan Polri jadi aman gak akan ada hal sedemikian rupa,temboknya aja menjulang tinggi dan berkawat duri."Ucap Raymundo sambil tersenyum.


"Iya sayang aku ngerti kok,"ucap Aretha sambil tersenyum.


"Lagian sayang bukannya kita jalan kaki saja kan rumah mama dekat kenapa harus pakai mobil?"Tanya Aretha tanpa menoleh pada Raymundo.


"Iya juga sih cuma aku kan pas pulang kerja tadi,sekalian aja kan?Ayolah jangab selalu berdebat."Ucap Raymundo sambil tersenyum lebar pada sang istri.


**


Beberap saat kemudian mereka pun masuk ke dalam halaman sebuah mansion yang sangat besar dan luas.


Aretha turun dari mobil langsung berlari ke dalam rumah masa kecilnya itu.


Tak disangka ternyata semua orang telah pulang kerja dan mereka semua sedang minum teh bersama sambil bersenda gurau.


"Halo semuanya,Papa dan mama,Paman Bibi dan kakak ber empat,baby Al kami datang."Ucap Aretha sambil menghambur masuk dan duduk tepat di pangkuan Papa Stephen.


"Eh anak papa gak malu ya sama suami?"Tanya Papa Stephen sambik mengelus rambut Aretha.

__ADS_1


"Nggak malu dong ngapain malu Pa?"Jawab Aretha sambil mengecup pipi Papa Stephen dan memeluknya erat sambil berbisik"Ini kan papa Arey kenapa Arey harus malu bermanja manja di pada Papa Arey?"Ucap Aretha lagi sambil mengecup pipi papanya dan turun dari pangkuan papa ia pun pergi ke mama Divya dan bermanja manja sama wanita yang tak pernah memanjakkannya itu.


"Mama,Arey kangen sama mama.Mama sangat capek ya?"Tanya Aretha pada mama Divya.


"Mama gak capek sayang,mama menebus semua kesalahan mama lewat mengasuh dan menjaga cucu mama."Ucap mama Divya sambil tersenyum.


"Ma,jangan bilang gitu,apapun kejadian di masa lalu Arey tak pernah menyalahkan mama kok,pemikiran setiap orang beda mam,mungkin mama punya suatu rahasia yang menutup nutupi keberadaan Arey mam?Mungkin saja Arey bukan anak kandung mama dan Papa kan Arey gak bisa marah sama mama yang tak menerima kehadiran Arey ya kan?Tuh seperti cerita di film film."Ucap Aretha membuat kaget Papa Stephen.


"Ade ngomong apa itu Nak?"Tanya Papa Stephen pada Arey.


"Arey cuma bercanda,misalkan saja,dan mungkin mama puny alasan tertentu untul hal itu kan?"Ucap Aretha ambigu.


**


Setelah balik dari rumah mama dan papa Arey mengajak Raymundo untuk pergi berbelanja kebutuhan Baby Al dan kebutuhan dalam rumah Mereka.


"Suamiku aku punya permintaan apa suamiku setuju?"Tanya Arey pada Raymundo sambil mengecup pipi Raymundo.


"Pasti ada mau maunya nih isteriku ini."Ucap Raymundo sambil memutar tombol dan hendak masuk ke dalam halaman mereka Aretha langsung menahan tangannya.


"Iya sayang tapi nanti aja ya aku mau istirahat dulu nih badan pegal pegal semua dan butuh berendam dalam air."Ucap Raymundo menolak secara halus ajakan sang isteri.


"Belanjanya besok aja ya sayang?"Ucap Raymundo lagi dan kata katanya itu membuat Aretha gak suka.


"Dari tadi kenapa gak bilang saat kita pulang kantor?Otak itu dipake sayang jangan bikin aku emosi dan marah padamu aku gak mau berdebat sama kamu sayang,aku gak tega kalau harus berdebat sama kamh bahkan aku sampai memukulmu,kamh harusnya lebih mengerti maunya suamimu seperti apa?Kamh tahu gak hari ini aku capeknya seperti apa?"Ucap Raymundo dengan nada ketus dan sudah emosi.


"Iya maaf deh,Arey pergi sendiri aja gak apa apa deh,"ucap Aretha mengalah tetapi Raymundo gak mau terima baik ucapan Aretha.


"Kamu kenapa sih gak pernah mwngerti tentang maunya aku?"Ucap Raymundo sambil menatap wajah wanita disampingnya yang matanya sudah berkaca kaca.


"Maaf mas aku salah."Ucap Aretha sambil membuang mukanya.


"Minta maaf seperti itu gak tulus Aretha."Ucap Raymundo tiba tiba menyebut nama Aretha.


Kalau Raymundo menyebut nama Aretha berarti dia sedang marah dan itu emosinya sudah memuncak.

__ADS_1


"Maaf suamiku."Ucap Aretha lagi sambil bergelayut di lengan Raymundo.


Kemudian Aretha mengecup kening Raymundo dan meluluhkan hati sang suami.


"Lain kali kitalangsung belanja jangan kita sudah sampai rumah baru minta untuk belanja."Ucap Raymundo lagi oada Aretha.


"Kok ulang lagi sih perkataan itu kan aku udah minta maaf?"Ucap Aretha sambil membuka pintu dan menggendong Baby Al kemudian masuk ke dalam rumah mereka.


"Kamu marah padaku?"Ucap Raymundo sambil turun dari mobilnya.


"Mau bagaimana lagi mengalah saja biar gak ada masalah,Arey malas vrdebat Mas apalagi berdebat ma kamu mas aku gak mau aku gak bisa berdebat karena kalau berdebat aku gak bisa kontrol emosi aku."Ucap Aretha sambil melangkah masuk ke dalam rumah.


"Kalau suami berbicara harusnya kamu dengar dulu bukan malah seperti ini caramu m."Ucap Raymundo sambil menarik tangan Aretha.


"Sudahlah Mas aku gak mau berdebat lagi."Ucap Aretha lagi.


"Berarti jelas ya kalau kamu marah ma suami kamu."Ucap Raymundo pada Aretha.


"Nggak kok ngapain marah,buang buang energi saja."Ucapan Aretha membuat Raymundo tiba tiba tidak bisa kontrol emosi dan mendorong Aretha ke tembok niatnya ingin mencium isterinya itu tetapi langsung kepala Aretha terbentur di tembok dan nyaris jatuh dan itu membuat Aretha salah menanggapi tujuan suaminya membuat mereka berdua sempat adu mulut dan Raymundo tidak bisa menahan dirinya lagi dan tanpa ampun Raymundo menampar Aretha dan mendorongnya hingga terjatuh di lantai bersama baby Al.


"Kamu kira aku gak berani pukul kamu Aretha?Kamu pikir aku gak capek apa hari ini pekerjaan aku sangat banyak aku gak suka kamu bikin aku seperti boneka permainan kamu,aku bukan orang yang sempurna yang mau saja mengikuti kemauan kamu dengar itu."Ucap Raymundo sambil berjalan masuk ke dalam rumah dan menuju kamar mandi berendam diri dalam bathup dan ia tak sadar sudah malaka isteri yang selama ini ia manja.


Sekali sekali kamu perly dikerasin kalau tidak makin melunjak saja kamu pikir aku ini pembantumu apa?


Raymundo sangat geram dan ia mencengkeram kepalanya kuat kuat karena ia terlalu emosi.


Kamu gak tahu aku kalau sudah emosi tak pandang siapapun.


Raymundo masih saja meracau dan berendam.


**


Maaf ya para pembaca setia CCA,Author baru update karena baru sembuh sakit kehujanan kemarin makanya sempat demam tapi sekarang sudah baikan lagi.


Terima kasih sudah setia menunggu lanjutan ceritanya ya?

__ADS_1


__ADS_2