Cerita Cinta Aretha

Cerita Cinta Aretha
** Siapa Baby Kirana?**


__ADS_3

Hai Readers tersayang "Selamat Hari Raya Idul Adha bagi teman teman yang merayakannya ya?"


πŸ¬πŸ’™πŸ¬πŸ’™πŸ¬πŸ’™πŸ¬πŸ’™πŸ¬πŸ’™πŸ¬πŸ’™πŸ¬πŸ’™πŸ¬πŸ’™


Sore harinya Aretha bersama Raymundo berjalan jalan di taman kota dekat dekat rumah Aretha menghirup udara segar.


"Sayang!" ucap Raymundo pada Aretha.


"Iya sayang ada apa?" Aretha balik bertanya.


"Istirahat dulu yuk!"ajak Raymundo pada Aretha.


"Sayang capek ya?"tanya Aretha pada Raymundo.


"Banget capeknya sayang?"ucap Raymundo lirih.


"Masa sih?"ucap Aretha sambil tersenyum cuek.


"Cuek amat sih Kamu Yank,gak tahu kalau suamimu ini lagi butuh perhatian!"ucap Raymundo sambil mencubit ujung hidung mancung Aretha.


"Oo, lagi pengen di perhatikan ya Sayang?"Aretha balik bertanya sambil tersenyum jahil.


"Awas aku kerjain nanti!"ucap Aretha sambil menatap wajah pria itu dengan senyuman menggoda.


"Sayang semalam aku bermimpi menemukan seorang bayi perempuan di depan rumah Papa dan Mama? Dan bayi itu bernama Kirana? Namanya itu aku baca di liontin kecilnya yang bertuliskan nama Kirana, aku gak tahu itu bayi siapa?bayi itu sangat cantik dan aku merasa sangat familiar dengan kalung itu sepertinya aku pernah melihat tapi dimana ya?"Aretha menceritakan mimpinya malam tadi.


"Coba tanya sama Papa dan Mama mungkin mereka tahu arti dari mimpi itu?"ucap Raymundo sambil meremas erat tangan isterinya itu.


"Baiklah nanti saat minum teh sore di taman belakang rumah aku tanyakan ya?"ucap Aretha sambil tersenyum.


"Tidak perlu menunggu sore nanti Nak, Mama disini yang akan menjawab semuanya!"ucap Mama Divya yang muncul tiba tiba dari arah ruang kerja Papa Stephen..


"Apa artinya Mam?"tanya Aretha penuh penasaran.


Begini ceritanya....


Dua puluh dua tahun yang lalu, Papa dan Mama melakukan program hamil karena mama memiliki riwayat pre eklamsia sehingga mama di larang untuk hamil lagi.


Setelah berjalannya waktu, Papa menginginkan seorang bayi perempuan karena kami sangat merindukan anak perempuan akhirnya Mama mengambil keputusan untuk hamil lagi anak ke dua walaupun dengan komplikasi yang besar.


Mama tidak perduli apa yang akan terjadi di masa depan.

__ADS_1


Mama dan Papa akhirnya mengikuti program hamil dan beberapa bulan kemudian mama dinyatakan positif hamil dan kami sangat bahagia.


Keluarga besar Papa dan Mama membuat sebuah pesta penyambutan kehamilan Mama dengan sangat meriah, mama juga sangat bahagia kala itu.


"Ma, bagaimana dengan Kak Mira?"Aretha penasaran karena sejak tadi Mama Divya hanya bercerita soal anak kedua mereka saja sehingga menimbulkan pertanyaan dari Aretha.


"Nanti Mama cerita ya? sekarang fokus pada bayi Kirana dulu Nak."ucap Mama Divya lagi.


Akhirnya dua keluarga besar dari papa dan mama berkumpul semua, berpesta pora.


Mama setiap Minggu selalu dikontrol oleh Dokter spesialis kandungan untuk melihat perkembangan janin yang ada dalam rahim.


Ketika kehamilan Mama menginjak usia 6 bulan Mama merasakan ada yang aneh dengan detak jantung janin yang ada dalam kandungan Mama, karena awalnya Mama dan Papa sepakat untuk tidak USG untuk melihat jenis kelamin bayi kami.


Tetapi karena Mama merasakan denyut jantung janin yang sangat berbeda akhirnya Mama pergi cek ke puskesmas terdekat Kate kalau mau ke rumah sakit harus ada Papa sedangkan Papa lagi sibuk diluar kota ada konstruksi yang harus Papa turun tangan.


Setelah Mama pergi ke puskesmas terdekat akhirnya Mama di cek dengan alat Doppler untuk mengetahui keadaan janin karena memang puskesmas itu alat untuk USG belum ada jadi Bidan di sana pakai alat manual saja.


Setelah dicek ternyata denyut jantung janinnya ada dua tempat berarti Mama mengandung anak kembar.


Saat itu Mama benar benar bahagia, dimasa masa kritis itu Mama masih diberi kesempatan untuk mengandung anak kembar.


Akhirnya dari bidan memberikan rujukan untuk diperiksa ke dokter kandungan yang biasa Mama periksakan diri setiap minggunya.


Mama tidak perlu antri panjang karena semua sudah diurus oleh Dokter dokter kenalan Mama dan Papa, Mama juga meminta mereka untuk merahasiakan kehamilan kembar Mama pada Papa.


Setelah menunggu lima menit akhirnya Mama di panggil untuk pemeriksaan.


Ketika Mama sudah masuk ke ruang pemeriksaan dan Dokter sudah memberikan jelly pada perut Mama, Dokter mengatakan kalau bayi kembar dalam kandungan Mama adalah perempuan.


Betapa bahagianya Mama saat mendengar perkataan dari Dokter Dinda yang merupakan teman dekat Mama saat kuliah dulu.


Dokter Dinda memberikan resep dan memberikan suntikan penguat kandungan serta memberikan health edukasi pada Mama agar Mama bisa melakukan hal hal ringan saja dirumah.


Saat mau melahirkan baru Mama beritahu Papa kalau Mama mengandung anak kembar, Papa sangat bahagia dan bersyukur karena masih dipercayakan Tuhan untuk mengandung bayi kembar.


Ketika Mama masuk ke dalam ruang operasi, Mama hanya pasrahkan diri pada Tuhan apa yang akan Mama alami.


Papa menggenggam erat tangan Mama sebelum masuk ke dalam ruang operasi, Mama merasakan kekuatan yang sangat besar ada dalam diri Mama, Mama pasrah pada Tuhan, apa yang akan terjadi hari ini Mama serahkan dalam doa.


Ketika Mama disuruh untuk tidur melengkung karena akan segera di bius Mama merasakan sakit yang sangat sakit di bagian tulang epidural Mama yang sudah di bius, sehingga lambat laun mama sudah tidak merasakan apa apa lagi, yang Mama rasakan saat ini seperti mengantuk dan rasanya ingin tidur.

__ADS_1


Para Dokter melakukan operasi selama satu jam.


Ketika Mama mendengar suara bayi menangis air mata Mama tanpa sadar menetes di pipi, kemudian Mama tidak sadarkan diri.


Mama benar benar tidak ingat apa apa lagi, mama mengalami masa kritis selama satu hari penuh dan kedua bayi Mama yang cantik cantik itu belum bisa menyusu langsung pada Mama karena Mama masih dibawa pengaruh obat bius.


Agar Mama cepat sadar, kedua bayi cantik Mama di baringkan dekat Mama, kedua bayi itu awalnya menangis dengan sangat keras tetapi akhirnya mereka terdiam juga saat Papa meletakkan mereka di samping kiri dan kanan Mama.


"Sayang ayo cepat bangun, lihatlah bayi kita cantik cantik seperti dirimu, mereka sangat membutuhkan kamu sayang, ayolah bangun sayangku, aku tak sanggup apabila kamu tidak bangun untuk menyusui bayi bayi kita, bangunlah isteriku kini Virgo sudah punya dua adik perempuan yang sangat cantik.


Mereka sangat imut dan manis seperti kamu sayang.


Papa terus saja menggenggam dan mengajak Mama bercerita sehingga pada akhirnya Mama sadar dari masa kritis Mama.


Papa dengan secepatnya menekan alarm agar para Dokter cepat datang dan memeriksa keadaan Mama.


Dan Puji Tuhan, Mama dinyatakan lolos dan sudah melewati masa kritis.


Setelah sadar beberapa menit kemudian mama membuang gas sehingga sudah diperbolehkan untuk minum air dan makan.


Setelah makan kedua bayi Mama secara bergantian Mama kasih ASI eksklusif pada kedua bayi Mama yang cantik cantik itu.


"Anak anak kita mau dikasih nama apa Sayang?"tanya Papa sambil mengecup kening Mama.


"Namanya Kirana Abigail Roosevelt dan Aretha Franklin Stevia Roosevelt.


Setelah memberikan nama nama itu, seminggu kemudian kedua bayi itu dibaptis di Gereja dan sudah sah menjadi anggota Gereja Katolik.


Awalnya, Kirana sehat sehat saja tetapi entah apa yang terjadi tiba tiba Kirana dilarikan ke Rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis secara intensif karena terkena pneumonia dan akhirnya Kirana tidak dapat diselamatkan, tim Dokter sangat menyesal dengan kejadian itu tetapi apa hendak dikata semua adalah Takdir Tuhan, manusia boleh merencanakan tetapi Tuhanlah yang menentukan.


Oleh sebab itu Baby Kirana yang datang dalam mimpimu itu adalah saudara kembar kamu Arey.


Aretha pun langsung menangis sesenggukan sambil memeluk mamanya.


"Mama!Dimana makam Kak Kirana?" tanya Aretha pada Mama Divya sambil kembali memeluk Mama Divya dan menumpahkan semua air matanya.


"Ayo anak anak nanti kita akan berkunjung ke makam baby Kirana."ucap Mama Divya lagi.


"Nanti kalau ada waktu lagi mana akan cerita soal Kak Mira ya sekarang kita makan dulu karena Mama sudah sangat lapar." ucap Mama Divya pada menantu dan putri kesayangannya itu.


Ternyata diam diam Raymundo pun meneteskan air mata tetapi disembunyikannya agar tak ada yang melihatnya.

__ADS_1


"Preman Hellokitty!!" gumam Raymundo pada dirinya sendiri sambil tersenyum.


** Bersambung ya Readers tersayang Tolong di like komentar dan vote ya biar author rajin update setiap hari terimakasih πŸ™πŸ₯°**


__ADS_2