
**
Raymundo pun melakukan semua gerakan bersama sang istri, mereka berdua seperti aktor dan aktris karena itu mereka jadi pusat perhatian semua orang yang mengikuti senam hamil itu.
Instrukturnya pun sangat ramah dan baik,ia selalu mengajarkan senam ringan yang simpel dan bisa dimengerti oleh orang orang yang mengikuti senam hamil itu.
Satu jam kemudian senam itu pun selesai.
Raymundo terlihat sedang mengelap keringat di kening dan pelipis sang istri.
"Sayang,capek sekali ya?"Tanya Raymundo sambil mengelus perut Aretha yang sudah mulai terlihat besar.
Ketika sedang mengelus perut istrinya tiba tiba sebuah tendangan teraba oleh Raymundo.
"Sayang, baby kita menendang sayang...?"Ucap Raymundo sambil mendudukkan Aretha di atas matras itu dan ia pun mulai meletakkan kepalanya pada perut Aretha dan disana air matanya mengalir seketika karena ia merasakan tendangan dari sang janin dengan sangat kuatnya sampai menimbulkan sakit perut pada Aretha.
"Pelan pelan tendangnya Nak,ini sakit banget sayang!"Ucap Aretha sambil mengelus perutnya lagi.
"Anakku sayang, kesayangan Papa dan Mama sehat selalu di dalam rahim ibumu ya Nak?"Ucap Raymundo sambil mengecup perut dan kening Aretha.
"Aku mencintaimu istriku, kekasih jiwaku."Ucap Raymundo sambil tersenyum penuh kebahagiaan.
"Terima kasih suamiku aku juga mencintaimu..!"Jawab Aretha sambil tersenyum dan memegang kedua pipi sang suami.
Kedua insan itu pun saling tatap dan Aretha dengan segera memeluk erat tubuh pria yang telah menjadi bagian dari hidupnya itu dengan erat.
"Kamu ingat gak sayang?"Tanya Raymundo pada Aretha.
"Ingat apa sayang?"Aretha balik bertanya.
"Saat pertama kali kita bertemu.. Kamu sangat menggemaskan sayang, aku jatuh cinta pada pandangan pertama dan selanjutnya aku tak pernah ingin sedetikpun tak melihat kamu rasanya hampa hati ini, aku pun berusaha bagaimana caranya agar dapat bertemu denganmu istriku tercinta."Ucap Raymundo sambil membantu Aretha berdiri dari tempat duduknya dan membawanya ke bangku taman paling sudut yang merupakan tempat mereka pacaran dulu.
"Kamu masih ingat bangku ini?"Tanya Raymundo lagi.
"Ingat dong Tuan Raymundo Ozario Dharmawan...!!"Jawab Aretha sambil tersenyum bahagia dan menatap wajah tampan Raymundo.
__ADS_1
"Istriku,kamu adalah wanitaku kamu tahu semua seluk beluk kehidupan aku di masa lalu,aku harap jangan pernah berubah demi apapun itu, karena aku bisa mati kalau kamu pergi meninggalkan aku sendirian."Ucap Raymundo sambil mengecup berulang ulang kening Aretha.
"Kok cium terus sayang?"Pertanyaan aretha membuat gemas Raymundo sehingga ia tak segan segan untuk mengecup kening,hidung dan bibir Aretha berulang ulang.
"Istri itu harus dicium terus,di sayangi terus."Raymundo berbicara sambil terus mengelus perut Aretha.
Aretha kemudian meminta tolong pada Raymundo untuk bertanya pada instruktur senam hamilnya kapan ada lagi senam hamil?
"Permisi Bu instruktur apa kami sudah boleh pulang?Terus kapan ada Senam lagi?"Tanya Raymundo sambil tersenyum.
Ibu ibu hamil yang tengah duduk dan berbincang bincang dengan instruktur senam hamil itu pun tersenyum dan berbisik bisik.
"Pria ini sungguh tampan, persis seperti oppa oppa di Drama Korea."Ujar seorang ibu hamil pada yang lainnya.
"Dua Minggu lagi akan ada lagi senam hamil ya dimohon agar Suami suami selalu mendampingi sang istri."Ucap instruktur senam itu dan menutup pertemuan mereka hari ini.
Raymundo pun melangkah mendekati Aretha dan duduk disampingnya.
"Istriku ayolah sayang, kita harus segera ke kantor aku ada meeting hari ini di kantor dan kamu boleh ikut aku meeting kok."Ucap Raymundo sambil menggandeng tangan Aretha,mereka berdua pun melangkah ke arah tempat parkir mobil.
Disana sudah ada bodyguard bayangan dan semua anggota group group XX yang sedang menanti datangnya Tuan dan Nyonya.
"CEO kita terlihat sangat bahagia ya?"Ucap salah satu karyawan yang sudah lama mengabdi pada perusahaan Raymundo.
"Iya beliau sangat tampan dan sangat menyenangkan."Sambung yang lainnya lagi.
Raymundo melangkah mendekati mobil dan pintu mobil ia buka untuk istrinya dan kemudian untuk dirinya.
Prinsip Raymundo selagi ia masih bisa melakukan dengan kedua tangannya ia akan melakukannya tanpa bantuan orang lain.
Setelah Aretha masuk ke dalam mobil, Raymundo pun menyusul masuk ke dalam mobil.
"Suamiku...!!"Panggil Aretha sambil berbisik.
"Ada apa sayang?"Tanya Raymundo lagi.
__ADS_1
Sedangkan Aretha sudah memegang erat tangan Raymundo dengan sangat kuatnya karena ternyata Air ketuban Aretha sudah pecah dan air ketuban itu mengalir sedikit sedikit dan membasahi daster yang ia pakai.
"Sayang aku sudah tidak tahan lagi, air ketubannya pecah dan sepertinya aku akan segera melahirkan suamiku...!!"Ucap Aretha sambil meremas kuat lengan Raymundo dan Raymundo pun merasakan betapa kuatnya remasan tangan sang istri.
"Sayang bertahanlah karena kita akan segera ke Rumah Sakit."Ucap Raymundo sambil memberitahu sopir untuk berbalik arah ke rumah sakit.
"Suamiku sakiittt aku benar benar tidak bisa tahan sakitnya...!!"Ucap Aretha sambil terus meringis kesakitan dan terus menggigit lengan Raymundo.
"Gigit lah jika itu bisa membuatmu tak merasakan sakit sayangku..!!"Ucap Raymundo pada Aretha.
Aretha menggigit lengan Raymundo sambil meringis kesakitan.
"Suamiku maafkan aku telah mengotori mobilmu...!!"Ucap Aretha dengan suara terbata bata.
"Tidak sayang, jangan pikirkan itu kamu lebih penting dari segala yang aku punya,sudah kesakitan masih memikirkan kebersihan mobil ini sayang,itu benar benar gak penting, Bernard jadwal meeting hari ini kamu handle ya?"Ucap Raymundo yang sudah tak sabar menanti kehadiran sang buah hati.
Aretha mengerang sepanjang jalan membuat Raymundo pun ikut merasakan sakit akibat gigitan demi gigitan pada lengan kokohnya itu
Mereka pun tiba di Rumah Sakit milik keluarga Raymundo dengan segera Raymundo menggendong istrinya dan membawanya ke ruang IGD untuk segera mendapatkan tindakan perawatan.
" Saya ingin masuk juga ke ruangan itu."Ucap Raymundo tegas.
"Baiklah Tuan silahkan!"Ucap Dokter Alvino sambil mendorong brankart tempat Aretha dibaringkan.
Raymundo pun mengelus wajah sang istri sambil membisikkan kata kata penyemangat bagi Aretha.
"Sayang bertahanlah demi aku dan anak kita sayang,"Ucap Raymundo sambil mengikuti brankart Aretha.
Raymundo menggenggam erat tangan Aretha sambil sesekali mengecup tangan Aretha.
Air ketuban sudah pecah tetapi pembukaan masih empat Centi meter membuat Aretha berteriak histeris ketika terjadi his atau kontraksi.
"Periksa DJJ secepatnya."Ucap Dokter Alvino dan Dokter Vierra bersama sama.
Dengan segera Dokter Vierra mengambil Dopler dan mengoleskan jelly pada perut Aretha dan mulai memeriksa Denyut Jantung Janin.
__ADS_1
Denyut Jantung sangat cepat dan teratur, bunyinya didengar juga oleh Raymundo membuat Raymundo tersenyum penuh haru.
** Bersambung guys**