
BIJAKLAH DALAM MEMBACA YA??
HAPPY READING YA GUYS π
Pagi yang cerah, suara Kokok ayam bersahut sahutan tanda malam akan segera berakhir.
Kedua insan makhluk ciptaan Tuhan masih bermimpi indah.
"Bruuk..." entah dari mana suara itu berasal yang jelas dentuman suara itu tak mengagetkan pasangan suami istri yang lagi bermimpi indah itu.
"Yank bangun Yank!" Aretha mengguncang guncang bahu Raymundo.
"Bangun Sayang!"ucap Aretha lagi.
"Biarkan aku tidur setengah jam lagi sayang?"" ucap Raymundo sambil memeluk erat Aretha sehingga gadis itu jatuh dalam pelukan pria tampan itu yang tak lain adalah suaminya.
"Sayang lepasin aku dulu, aku mau ke kamar mandi tau?" ucap Aretha berusaha melepaskan dirinya.
"Oo baiklah kalau begitu Monggo tuan putri!" ucap Raymundo sambil melepaskan pelukannya.
Aretha pun melangkah ke arah kamar mandi, setelah selesai ia pun hendak kembali ke kamar tetapi ia penasaran dengan bunyi dentuman tadi entah dari mana ia belum mendapatkan jawabannya.
Setelah berjalan jalan ke arah ruang tamu dan membuka pintu dan berjalan menuju ke garasi mobil disana ia melihat Bi Ira sementara berusaha membantu Pak Nanang berdiri.
"Ada apa Bibi?" tanya Aretha pada Bi Ira.
"Anu... Non Pak Nanang jatuh saat mau mencuci atap mobil tadi.
"Waduh Pak Nanang mana yang sakit?" ucap Aretha sambil mendekati pria dan wanita setengah baya itu.
Bibi tolong panggilkan Pak Heru(Pak Satpam) di depan biar bantu menggendong Pak Nanang ke dalam rumah untuk segera diobati.
Akhirnya Bi Ira memanggil Pak Heru datang dan membantu Bi Ira memapah Pak Nanang ke dalam rumah mereka yang berada di luar pagar rumah itu.
Setelah masuk dalam rumah Aretha pun menelepon Dokter Pribadi mereka yaitu Dokter Alvino.
**
__ADS_1
Selang beberapa menit kemudian Dokter Alvino datang dan memberikan suntikan obat pengurang rasa sakit dan memberikan obat pada Pak Nanang.
"Bapak harus istirahat dulu ya gak boleh kerja yang banyak, istrahat yang cukup dan makan teratur serta jangan lupa minum obat sesuai aturannya dan ingat untuk jangan kerja dulu, Bu Aretha saya sudah memeriksa kondisi Pak Nanang, untungnya gak patah tulang ataupun dislokasi sehingga mudah diobati dan akan segera sembuh." ucap Dokter Alvino.
"Saya Pamit dulu ya Bu, Bibi tolong di jaga suaminya ya?" ucap Dokter Alvino sambil membuka pintu dan pergi.
"Bu, untuk sementara biar aku saja yang membantu ibu ya?" ucap Bu Ira pada Aretha.
"Ah, santai aja Bibi aku bisa masak kok, Bibi jagain dulu Pak Nanang biar cepat sembuh dan jangan lupa minum obat biar cepat sembuh ya? Bibi saya pamit ya ada apa apa jangan sungkan sungkan beritahu saya." ucap Aretha melangkah pergi dari rumah kecil itu
Raymundo masih terlelap tapi ketika ia meraba raba ke sampingnya tak didapati istrinya ia pun panik, bangun dan langsung mencari cari ke segala arah tapi tak ditemukannya.
"Kemana dia?" gumam Raymundo pada dirinya sendiri ia pun mengambil langkah seribu menuju ke ruang tamu.
Ketika sampai di ruang tamu ia melihat pintu sudah terbuka dan ia pergi ke luar dan mencari cari Aretha.
Ketika sampai di pos satpam ia mengetahui kalau Aretha baru saja menolong Pak Nanang yang jatuh dari atap mobil saat mencuci mobil ia terpeleset karena licin.
Setelah itu ia pun menuju ke taman belakang di sana ia menemukan sosok yang dicarinya dari tadi.
"Sayang aku mencari mu kemana mana eh tau taunya kamu udah disini! by the way makasih ya sudah menolong Pak Nanang.
Istriku memang terbaik deh, cepat tanggap dan suka membantu orang yang kesusahan love you sayangku!!" ucap Raymundo sambil melabuhkan sebuah ****** di sudut bibir Aretha.
"Eh sayang belum sikat gigi kok udah ****** sih?" ucap Aretha sambil mendorong pelan dada bidang itu dan terjadilah tolak menolak karena Raymundo gemas dengan Aretha yang cemberut wajahnya.
"Ayo yank mandi dulu Yank!" Aretha menarik tangan Raymundo dan mereka pun berjalan menuju ke dalam Villa.
"Sayang mandi duluan ya aku siapin dulu Sarapan pagi kita!" ucap Aretha sambil tersenyum dan mendorong Raymundo masuk ke kamar mandi dan ia pun secepatnya masuk ke dalam dapur karena takut Raymundo menariknya masuk ke dalam kamar mandi dan mengobrak abrik dirinya(π€π₯°).
Aretha pun mulai memasak sarapan pagi untuk mereka berdua dan tak lupa ia memasak agak banyak karena untuk dibagikan pada Satpam di depan.
Selesai masak, Aretha melepaskan celemeknya dan pergi ke kamar mandi dan hendak mandi.
"Sayang, skincare aku habis Yank kita harus segera pulang untuk membelinya, aku gak bisa kalau gak pakai skincare aku sayang." ucap Aretha sambil menatap wajah tampan yang baru saja keluar dari kamar mandi itu.
"Iya nanti aku suruh Bernard membawanya kemarin ya sayang yang penting kita disini aja dulu dong sayang aku belum puas memeluk dan menikmati kebersamaan kita sayang? Please!" jawab jujur Raymundo.
__ADS_1
"Ayo mandi dulu sayang!" ucap Raymundo sambil membuka pintu kamar mandi dan mempersilakan Aretha masuk ke kamar mandi itu.
"Ingat sayang mandi gak boleh lama lama ya nanti Papa marah!" ucap Raymundo sambil tersenyum dan mengelus pipi mulus istrinya itu.
**
Raymundo pun menelepon Papa Stephen dan Mama Divya mengatakan bahwa mereka sudah balik tapi masih di Villa untuk beberapa hari dulu.
ππππ...ponsel Papa Stephen berdering...
"Halo selamat pagi Papa, ini Raymundo Pah!" Sapa Raymundo pada Papa Stephen.
"Iya pagi juga Nak ada apa ya Nak?" tanya Papa Stephen pada Raymundo.
"Gini loh Papa, kita berdua sudah selesai pertemuan dengan klien di luar kota dan sudah selesai mengerjakan pekerjaan disana dan kita belum bisa pulang Papa kita masih singgah di Villa untuk berlibur selama tiga hari dulu nanti baru balik Papa, kita mau ijin Pap." ujar Raymundo memberi tahu Papa Mertuanya.
"Oo, gitu ya Nak iya gak apa apa Papa justru mendukung kalian agar Papa dan Mama bisa cepat cepat punya cucu!" ucap Papa Stephen sambil tersenyum.
"Makasih Papa, semoga sukses buat kami ya Pa? udah dulu ya Pa mau sarapan dulu."ujar Raymundo sambil tersenyum penuh kemenangan.
Raymundo tersenyum sendiri tatkala mengenang perbuatannya pada Aretha kemarin.
"Sayang! Ayo cepat kita harus sarapan ntar makanannya dingin loh?" ucap Raymundo sambil menggedor pintu kamar mandi.
"Iya bentar orang lagi asyik berendam di bathtub gini malah ganggu lagi!" ucap Aretha sambil melangkah keluar dari bathub dan menuju shower untuk membilas tubuhnya.
"Yupz beres dah sekarang keluar dan sarapan bareng suami tercinta!"ucap Aretha sambil membuka pintu kamar mandi dan betapa kagetnya ia saat melihat pria itu berdiri sambil tersenyum penuh misteri tepat di depan pintu kamar mandi.
"Sayang mandi atau tidur sih Yank kita harus segera sarapan karena ntar lagi kita mau jalan jalan ke bukit belakang Villa Cinta kita." ucap Raymundo sambil mengecup sudut bi*** Aretha yang tampak merah muda, ia emang merah muda karena aslinya Aretha jarang sekali pakai lipstik ia lebih suka yang natural saja sehingga bibirnya tetap awet dan natural tanpa polesan.
"Ayo sayang kita sarapan!"Raymundo menggandeng tangan Arey dan mereka pun berjalan menuju ke ruang makan di mana semua makanan telah di tata di atas meja makan.
"Nih makan yang banyak Yank biar tenaganya kuat!" ucap Aretha mengambil makanan untuk Raymundo dan mengambil lauk pauk untuk suaminya itu.
"Kamu juga sayang makan yang banyak agar kamu tahan terhadap kekuatan aku Yank!" ujar Raymundo tak mau kalah dan sambil tersenyum penuh arti.
** Bersambung ya Readers tersayang Tolong di like komentar dan vote ya biar author rajin update setiap hari terimakasih ππ₯°**
__ADS_1