Cerita Cinta Aretha

Cerita Cinta Aretha
** Arey aku merindukan dirimu **


__ADS_3

"Jadi itu semua hanya prank yang dibuat Aretha untukku, kenapa dia harus melakukan itu padaku " ucap Raymundo dalam hati.


" Katanya sih ingin menguji kesetiaan pria pria yang mengisi hatinya selama ini " ucap Dian lagi.


" Ooo jadi seperti ini maksudnya, tetapi kenapa kamu pergi begitu saja tanpa informasi ke aku Arey, kamu tahu gak kalau aku sangat merindukan dirimu,aku sangat menderita sehari hari tak mendengar suaramu." ucap Raymundo sambil menatap langit biru muda dan awan putih yang berserakan dimana-mana.


" Ya udah Dian kamu mau menginap di rumah atau di apartemenku Dek," tanyaku pada Dian lagi.


" Aku menginap dirumah aja Mas, lagian aku cuma 3 hari disini " ucap Dian sambil mengunyah permen Kiss untuk menghilangkan rasa mualnya.


" Dan aku udah kangen banget sama Bude dan Pakde " ucap Dian meyakinkan Raymundo.


Kalau dirumah kamu sendirian saja karena papa dan mama lagi ke Amsterdam.


"What ? berarti aku harus ke apartemen mu Mas" ucap Dian sambil memainkan ponselnya.


" Iya ayo kita ke apartemen," ucap Raymundo sambil memutar setirnya mobil menuju apartemennya.


**


Betapa kagetnya Dian ketika memasuki apartemen Raymundo.


Yang dilihatnya pertama adalah foto cewek cantik yang terpajang di dinding tembok ruang tamu Raymundo.


" Lho bukannya ini Aretha ? " tanya Dian sambil tersenyum.


" Emang itu Aretha, dia kekasihku yang pergi entah kemana membuat hatiku sedih " ucap Raymundo menahan gejolak dalam batinnya.


" Mas tenang aja aku pasti menemukannya, dia kan sahabatku apalagi kami angat akrab dan dia menganggapku seperti saudaranya sendiri " ucap Dian sambil tersenyum.

__ADS_1


" Kalau aku tahu bakal terjadi seperti ini aku takkan pernah memberikan testpackku padanya Mas Ray " ucap Dian menyesal.


" Gak apa apalah Dek, kamu coba telepon dia sekarang dan tanya dimana keadaannya dan coba kamu berpura pura tidak tahu kepergiannya dan meminta untuk bertemu agar kita tahu keberadaannya " ucap Raymundo penasaran.


dreeeetttt.. dreeeetttt... dreeeetttt bunyi ponsel Aretha berdering.


" Halo sayangku Arey kamu dimana sekarang aku di Kota S ayo ketemuan kita seru seruan yuk " ucap Dian sambil tersenyum pada Raymundo.


" Dian maaf aku sekarang gak ada di Indonesia tetapi di Sidney sayang, aku kesal sama pacarku makanya aku pergi tanpa memberitahumu bahkan pacarku juga gak tahu, sekarang mungkin dia menelepon ku tetapi aku blokir nomornya soalnya aku kecewa dan kesal banget sama dia karena dia sengaja menghindar dariku" ucap Aretha bercerita panjang lebar pada sahabatnya itu.


" Arey kok kamu gitu sih seharusnya kamu mengerti kalau dia melakukan seperti itu mungkin dia lelah karena banyak pekerjaan atau apa seharusnya kamu lebih mengerti dia Arey bukan malah pergi meninggalkan dia tanpa kata aku harap kamu bisa perbaiki hubungan kalian atau jangan jangan kamu sudah tidak sayang lagi sama pacar kamu " ucap Dian seakan-akan tahu masalah mereka.


" Kepo banget sih lo Dian, kamu lucu deh hahahaha " ucap Aretha sambil tertawa terbahak-bahak dengan perkataan sahabatnya itu.


" Arey kamu kapan balik " tanya Dian lagi.


" Tahun depan baru aku balik, aku ingin menenangkan diri dulu, pokoknya ingin menikmati indahnya benua Aussie dulu, " ucap Aretha lagi.


" Ngapain kamu tanya tanya nama pacarku say, " Arey balik tanya.


" Aku kok jadi rindu ya sama dia " ucap Aretha lagi.


" Kalau kamu rindu kamu buka blokirnya trus telepon dia dong kenapa kamu membuat dirimu terjebak dalam rindu seperti ini Aretha? " ucap Dian lagi.


" Aku curiga deh kayaknya Dian kok tahu siapa Raymundo nih dan sepertinya Raymundo ada disampingnya, ya sudah sekalian aku bikin Raymundo stress " ucap Aretha dalam hati.


" Tapi Dian aku benci mereka " ucap Aretha lagi.


" Mereka siapa ? " tanya Dian lagi.

__ADS_1


" Kedua pacarku itu Dian bawel banget sih lo " ucap Aretha lagi.


" What ? jadi selama ini kamu pacaran sama dua pria ya ? " Kepo Dian lagi.


" Nggak sih aku hanya mencintai salah satu dari mereka karena yang satunya hanyalah bagian dari masa laluku saja Say gitu maksudnya " cerita Aretha panjang lebar.


" Siapa sih pria yang beruntung itu Arey " tanya Dian kepo banget.


" Mau tahu aja atau mau tau banget sih " ucap Aretha sambil ketawa cekikikan membuat Raymundo stress mendengar ucapan Aretha pada Dian.


" Udah dulu ya aku makan dulu Mag aku kambuh gara gara di pesawat aku gak mau makan, habis makanannya gak sesuai selera sih " ucap Aretha mengalihkan pembicaraan.


" Kamu sendiri ngapain ke Kota S ? " tanya Aretha pada Dian.


" Aku kesini tujuannya mengantarkan undangan tiga bulananku untuk sepupuku, andai kamu belum punya pacar aku berniat menjodohkan kamu sama Kakak sepupu kandung aku dan aku rasa dia cocok sama kamu dia adalah seorang CEO " ucap Dian menutupi siapa sebenarnya sepupunya itu karena di larang sama Raymundo.


" Maaf Dian, aku sudah punya pacar bukan saja pacar tetapi kita sudah berencana untuk menikah dalam tahun ini tapi entah apa yang membuat hubungan kami jadi seperti ini itu semua gara gara testpackmu itu Dian " ucap Aretha penuh penyesalan.


" Kalau menurut aku sih kalian berdua itu hanya masalah Miss komunikasi aja , coba deh kamu telepon pacar kamu pasti dia sangat merindukan dirimu Arey " ucap Dian lagi.


" Nggak Dian nanti aja baru aku telepon aku masih kesal sama dia yang tega banget gak mau ketemu sama aku waktu aku ke kantornya mungkin dia emang gak suka sama aku karena dia tahu aku hamil itu " ucap Aretha lagi.


"Padahal aku cuma ngeprank aja untuk mengetahui seberapa dalam rasa cintanya padaku, tapi ternyata dia malah menghindariku tanpa menyelidiki dulu kebenarannya itu namanya konyol Dian, orang seperti itu tidak usah dipertahankan karena itu merupakan cerminan masa depan, ketika di masa depan aku membuat kesalahan pasti dia langsung kabur atau pergi dariku biarkan aku sendiri dulu Dian toh umurku baru 22 tahun aku masih sangat muda untuk apa terlalu memikirkan persoalan asmara.


"Aku emang salah kenapa aku harus lari dari masalah,kenapa aku menghiburnya dengan cara palsu yang ada malah jadi masalah benaran seperti ini, aku pikir dia tidak akan pernah pergi jauh ternyata aku salah dia pergi jauh tanpa memikirkan perasaanku, dan saat ini aku hanya membutuhkan dia gadis yang sudah mengisi hatiku, gadis yang selalu ada untukku " gumam Raymundo dalam hati.


" Ya sudah kamu tenangkan dirimu dulu, nanti aku telepon lagi ya Arey " ucap Dian dan memutuskan sambungan teleponnya.


" Tuh kan Mas sekarang mas jadi Bucin setelah Aretha pergi, makanya Mas berpikir dulu sebelum berbuat karena akibatnya seperti sekarang ini " ucap Dian lagi.

__ADS_1


" Aku menyesal Dian, aku sangat mencintainya sekarang aku sangat merindukannya " ucap Raymundo lagi sambil mengacak rambutnya.


" Besok aku ke Australia aku ingin memperbaiki semuanya " ucap Raymundo pasti.


__ADS_2