
Hari ini hari Sabtu,tidak terasa ya kalau hari ini jari Sabtu.
Aku baru ingat kalau hari ininaku akan bertemu sahabat lamaku Tapasya,apa yang akan aku persiapkan?
Aku pun mencari di google hadiah apa yang cocok buat aku kasih ke aeorang sahabat lama yang notabene menikahi mantan pacarku?
Setelah berkutat dengan Om Google,akhirnya aku mendapatkan jawabannya.
Dengan segera aku menelepon orang orang kepercayaanku dan meminta mereka untuk membelikan hadiah itu.
Setelah hadiahnya datang aku pun langsung mencari suamiku,dan meminta ijin untuk bertemu dengan Tapasya di sebuah cafe di mana dulu kami sering nongkrong bareng di cafe tersebut dan gilanya lagi aku tak tahu kalau cafe itu adalah milik suamiku,dasar edan suamiku itu memang benar benar kaya raya tapi ia tak pernah memberitahu aku soal apapun miliknya.
"Hati hati di jalan sayang,biar diantar sama sopir kita ya?"Ucap suamiku saat aku pamit.
"Nggak sayang aku sendirian saja lagian sudah lama aku tidak mengemudi."Ucapku menolak tawaran suamiku itu.
"Iya sayang tetapi gak apa apa kan bodyguard suamimu ini selalu menghantui kamu kan sayang?"Tawar Suamiku lagi.
"Iya gak apa apa suamiku,aku pamit ya?"Ucapku sambil mengecup sekilas bibir suamiku dan hendak ku lepaskan tetapi di tahan oleh suamiku dan memperdalam ciumanku.
"Sayang bibirmu manis sekali,jangan lama lama ya aku merindukan dirimu."Ucap suamiku sambil mengecup lagi keningku.
Setelah aku melepaskan ciuman itu,akhirnya aku pun pergi dari hadapan suamiku.
**
Cafetaria sudah di depan mata aku pun menepi dan masuk ke dalam halaman parkir.
Aku tak sengaja melihat Charlos di area situ membuat hatiku tak tenang,rasanya aku tak ingin turun dari mobil tetapi tiba tiba kulihat juga bodyguard bayangan suamiku mengikutiku dari belakang dan turun dari mobil.
Aku kan sudah berlatih ilmu bela diri dengan keras dan berhasil kenapa aku harus takut?
Dengan rasa percaya diri aku pun turun dan sambil menggendong hadiah yang sudah aku siapkan aku menuju tempat yang sudah kami pesan jauh jauh hari sebelumnya.
"Selamat datang Nona,ada yang bisa saya bantu?"Tanya karyawati itu padaku.
__ADS_1
"Saya menunggu seorang teman disini ,apa saya boleh menunggu disini dan memesan minuman?"Tanyaku pada pelayan itu dan ia pun menganggukkan kepalanya serta berlalu pergi dari hadapanku.
Tiba tiba banyak pelayan datang dan memberi hormat padaku dan mengagetkanku saja.
"Hmm ini pasti ulah suamiku,ia bwnar benar selalu waspada sebelum terjadi sesuatu."
Setelah menunggu sepuluh menit kemudian datanglah orang yang ditunggu.
Dari jauh kulihat Tapasya turun dari mobil dan dibantu oleh Reyhan suaminya dan mereka menuju ke arahku,aku berpura pura tak melihatnya tetapi aku sengaja bermain main ponselku dan tersenyum sendiri.
"Arey...?"Panggil Tapasya padaku.
Aku mendongakkan kepalaku dan langsung berdiri dan memeluk Tapasya.
"Eh sahabatku tersayang akhirnya kita bertemu lagi dan sekarang kita sudah menjadi ibu bagi anak anak kita sayang."Ucap Aretha sambil memeluk erat Tapasya.
"Arey maafkan kami kalau kami terlambat beberapa menit ya?"Ucap Tapasya sambil memelas.
"Ishhh santai saja kamu kayak mau bertemu orang penting saja."Jawabku tetap merendah.
"Eh dia merespon Sya?Mungkin dia tahu kalau aku sahabat ibunya."
"Iya Sya sahabat dari masa kecilku dan selalu akan menjadi sahabatku,Arey aku menyayangimu."Ucap Tapasya sambil menggenggam erat tangan Aretha.
"Aku hampir lupa kalau aku punya hadiah untkmu loh Sya?"Ucap Aretha dan mengambil haduah tersebut dari sampingnya ia pun memberikan boneka dan bunga paling besar untuk Tapasya.
"Maaf Sya aku hanya bisa kasih kamu ini dan ini sebuah toko roti untukmu aku tahu selama ini kamu menginginkan punya toko roti sendiri dan ini adalah hadiah dari sahabat kecilmu Sya tolong di terima dan jangan menolaknya karena aku akan sedih."Ucap Aretha pada Tapasya.
"Kamu melakukan pemborosan Arey,"ucap Tapasya sambul matanya berkaca kaca.
"Eit gadis manis janganlah menangis..."Ucap Aretha menirukan gaya Tapasya saat dulu Aretha mau menangis.
Dan sejenak mereka berdua tertawa terbahak bahak.
"Kamu ini membuat aku teringat pada masa laluku."Ucap Tapasya lagi sambil tertawa lepas.
__ADS_1
Terlihat guratan kebahagiaan terpancar dari wajah Tapasya dan Aretha.
"Makasih sayangku kamu sudah menghiburku tetapi aku lapar kita pesan makanan yuk?"Ujar Tapasya padaku dan kami pun memesan makanan.
"Sya,Mas Reyhan bagaimana apakah ia sudah berubah?Aku harap secepatnya dia berubah ya Sya,aku berharap sahabat terbaikku selalu mendapatkan kebahagiaan dari suaminya dan rumah tangga sahabatku aman,tenteram dan sentausa."Ucap Aretha pada Tapasya.
"Iya Arey terima kasih atas doa dan harapannya,Suamiku sudah mulai menunjukkan kasih sayangnya padaku bahkan selama kehamilanku ini ia selau pulang tepat waktu agar bisa bersamaku jalan jalan di sekitar kompleks kita Arey."Tambah Tapasya lagi dan kulihat senyum terukir dibibir Tapasya tanda bahwa Tapasya sudah bisa menerima Reyhan dan sebaliknya pula.
Ketika sedang asyik makan,tiba tiba muncul Charlos sambil berkacak pinggang di hadapan kedua wanita itu dan berkata "Akhirnya aku menemukanmu Aretha gadis kesayanganku dari dulu hingga kini."Ucapan Charlos membuat Reyhan yang sedari tadi duduk berjauhan dari Tapasya dan Aretha memegang dadanya karena jantungnya berdetak sangat kencang.
"Siapa pria ini kenapa dia begitu sangat yakin kalau dia adalah kekasih dari Arey sang mantan terindahku?"Gumam Reyhan sambil menyeruput lagi minumannya.
"Hai cantik long time no see...!!"Sapa Charlos sambil memberi tangannya pada Aretha dan berusaha menjabat tangan Aretha.
Dengan secepatnya Aretha menjabat tangannya dan mengunci tangan itu sehingga membuat Charlos sedikit meringis dan berkata"Kamu sangat kuat Arey aku tahu kamu membenciku tetapi jangan seperti ini caranya kalau tidak kamu akan tahu akibatnya."
"Akibat apa Mas?Kamu lupa ya kalau aku pernah bilang sama kamu untuk tidak mengganggu kehidupanku lagi Mas?"Icap Aretha pada Charlos yang masih berdiei di dekat Aretha.
Karena Charlos ngotot ingin mendekat ke arah Aretha akhirnya Aretha dengan sebuah gerakan memutar tiba tiba Charlos telah tumbang di hadapannya.
"Lain kali di hadapan banyak orang kamu berulah lagi akan aku patahkan lehermu."Ucap Aretha sedikit garang membuat Charlos kaget dan berpikir dua kali lipat kalau mau mendekat lagi ke arah Aretha.
"Arey sebegitu bencikah kamu padaku?"Tanya Charlos pada Aretha.
"Aku tak membencimu tetapi aku membenci sikap dan caramu yang membuat aku benci sama kamu. "Jawab Aretha sambil kembali duduk di tempat duduknya.
"Sya maafkan aku karena aku acara kita jadi berantakan..."Aretha memelas oada sahabatnya itu.
"Tak apa apa Arey aku tahu kamu takkan pernah tenang kalau terus terusan di ganggu."Ucap Tapasya sambil tersenyum.
**
To be continued
Bersambung ya guys....
__ADS_1