
Bijaklah dalam membaca ya readers??
Happy reading ya guys...!!!
"Ayolah Yank, masa ketika kita main petak umpet udah lewat Yank kamu jangan memulai masa itu lagi deh!"Ucap Raymundo sambil berteriak pada Aretha yang tiba tiba masuk lagi ke dalam kamar untuk berganti pakaian kasual karena ditegur oleh suami mesumnya itu.
"Bentar Sayang?"Sahut Aretha dari dalam kamar.
Akhirnya....
Mereka berdua pun berjalan jalan disekitar Villa Cinta itu dengan penuh kegembiraan.
Terkadang Aretha digendong oleh Raymundo, terkadang Aretha menjewer telinga Raymundo dengan gemas, membuat Raymundo terus ingin memeluk sang Istri dengan penuh rasa sayang.
"Sayang sebelum aku mati aku ingin melihat anak anakku bahagia bersama ibunya."Ucap Raymundo tiba tiba.
"Sayang ngomong apa sih,"ucap Aretha sambil menaruh jari telunjuknya pada bibir Raymundo.
"Andaikan saja sayang kan kita gak tahu kapan kita mati, kapan kita sakit?"ucap Raymundo menolak omongan istrinya itu.
"Iya sayang aku ngerti tapi gak harus dibicarakan saat bahagia seperti ini lah sayang?"ucap Aretha sambil tersenyum tipis dan mengelus dada bidang Raymundo dengan lembut.
Tiba tiba Raymundo menelepon....
📞📞📞📞📞Dreeet... dreeet....
Segera Raymundo mengangkat ponselnya...
"Halo Boss!! Sekarang saatnya tepat kan Boss?" tanya Bernard pada Raymundo sesuai rencana mereka berdua.
"Iya sangat tepat, lakukan seperti yang aku minta!"ucap Raymundo memberi kode.
Raymundo pun membuat speaker aktif sehingga Aretha pun mendengarkan pembicaraan mereka.
"Gini Pak Boss, saham kita benar benar anjlok, dan perusahaan mengalami kerugian yang sangat besar, kita tidak bisa membayar gaji pegawai kita dan untuk membayar itu semua kita perlu biaya, tadi pagi pihak bank sudah menempelkan kertas pemberitahuan kalau Kantor rumah Boss sudah di lelang oleh Bank, apa yang harus kita lakukan Boss?" ucap Bernard pada Raymundo.
Raymundo terlihat berpikir dengan kerasnya sampai butir butir keringat keluar seperti biji jagung.
__ADS_1
Baiklah aku akan menjual Villa Cinta untuk menebus gaji karyawanku tolong sampaikan pada mereka bahwa aku akan membayar gaji mereka dan juga memberikan pesangon pada mereka semua itu janjiku.
"Baiklah Boss aku akan menyampaikan pada mereka mengenai informasi ini,nanti ada apa apa aku telepon lagi ya Boss?" ucap Bernard lagi.
Raymundo memutuskan hubungan ponselnya dengan Bernard.
Setelah itu Raymundo pun menjatuhkan dirinya di atas hamparan rumput hijau itu.
Aretha pun memeluk erat Raymundo dengan sangat erat, ia yakin pasti mereka akan menemukan solusinya.
Aretha pun masuk ke dalam Villa mengambil tasnya dan mengeluarkan kotak berisi perhiasan yang ia miliki dan memberikan pada Raymundo.
"Sayang apakah ini bisa membantu meringankan beban kamu sayang?Aku juga punya tabungan 5M, kamu bisa gunakan untuk membantu para karyawanmu sayang, apapun langkah kamu aku mendukungmu suamiku!"ucap Aretha sambil memeluk erat tubuh pria tampan itu.
Dalam hati Raymundo sangat tersenyum karena pranknya berhasil.
Ia sengaja menguji Aretha dengan melibatkan Bernard, makanya kelihatan kalau itu tidak dibuat buat padahal dalam hati Raymundo ia tersenyum puas dengan apa yang ia lihat dengan mata kepalanya sendiri.
"Sayang... simpan saja emasmu aku gak butuh emas ini, aku butuh uang sekarang."ujar Raymundo sambil memberikan kembali kotak pergi Aretha.
"Kalau begitu ambil ini sayang di dalam kartu itu ada 5 M, kamu pakai aja untuk menyelamatkan perusahaan, biar Karyawan kamu gak sampai kehilangan pekerjaan kan kasihan mereka harus kehilangan pekerjaan apa yang akan mereka makan, dan bagaimana istri dan anak anak mereka?"ucap Aretha sambil memberikan kartu itu pada Raymundo.
"Terimakasih sayang kamu sangat baik, tetapi kamu harus ingat kita akan susah kedepannya nanti apa kamu sanggup hidup miskin bersama aku Arey?"Tanya Raymundo.
"Siaplah Sayang, kenapa kamu meragukan aku?"ucap Aretha sambil tersenyum dan melabuhkan sebuah ciuman di sudut bibir Raymundo seperti yang biasa dilakukan oleh Raymundo padanya.
"Asalkan tetap berada disampingmu aku rela sayang?"Ucap Aretha sambil memeluk erat tubuh pria tampan itu.
Raymundo merasa sangat bahagia karena ekspektasi yang ia buat tidak seperti realitas yang ia lihat sekarang, ternyata apa yang ditakutinya tidak terjadi karena istrinya sangat baik hati lebih tepatnya mulia hatinya.
"Kamu gak apa apa sayang kalau aku ambil uang lima miliar kamu?Itu jumlah yang gak sedikit loh Sayang?" Raymundo bertanya lagi untuk memastikan apakah istrinya sudah deal menyerahkan uang itu dengan tulus hati atau hanya gertak sambal doang.
"Nggak apa apa kok Sayang, kita itu suami istri harus sepenanggungan apapun yang terjadi kita harus saling membantu, dan kita harus saling simpati dan empati satu sama lain dan saling support agar kita bisa bangkit dari keterpurukan ini."Ucap Aretha sambil tersenyum kemudian ia kembali mengecup sudut bibir Raymundo.
"Aku mencintaimu suamiku!Jangan ragu dengan pemberian dariku yang tidak seberapa, apa kamu gak percaya sama aku?"Tanya Aretha lagi.
"Aku juga mencintaimu istriku, sampai kapanpun jangan pernah tinggalkan aku ya, saat aku sakit sakitan atau bangkrut jangan sampai kamu meninggalkan aku."ucap Raymundo dan langsung memeluk erat tubuh Aretha.
__ADS_1
"Ayo sayang kita cari kos atau kontrakan biar kita bisa berteduh dari panas dan hujan,"ajak Raymundo sambil menarik tangan Aretha.
"Maafkan aku sayang aku terpaksa berbohong seperti ini untuk mengetahui seberapa besar cinta dan perasaan kamu ke aku,aku butuh orang yang benar benar tulus mencintaiku lahir dan batin dan mencintai aku apa adanya."Gumam Raymundo dalam hati.
"Sayang besok aku boleh cari kerja? dari pada aku duduk duduk saja kan sayang?" ucap Aretha pada Raymundo.
"Kamu mau kerja apa? Serahkan pekerjaan kepadaku, kamu tinggal saja di kos biar aku sebagai laki laki yang harus bertanggung jawab, dan tolong jangan sampai kedua orangtua kamu tahu ya sayang?"ucap Raymundo sambil menatap wajah cantik gadis itu.
"Iya aman kok!" ucap Aretha sambil mengelus pipi suaminya itu.
"Sayang kalau kamu lelah istrahat ya jangan paksakan diri nanti sakit,"ucap Aretha sambil menyiapkan barang barang mereka yang mau dibawa ke kos.
Setelah selesai menyiapkan semua barang mereka kemudian Raymundo menelepon sebuah taksi yang sengaja disiapkan oleh Bernard untuk mengantar mereka ke kosan.
Beberapa menit kemudian datanglah taksi itu dan membawa mereka menuju ke kos yang sudah di cari oleh Raymundo dan Bernard lewat aplikasi.
**
Singkat cerita....
Mereka berdua pun masuk ke dalam kosan itu dan mulai menata barang barang bawaan mereka.
Tempat tidurnya hanya sebuah spon berukuran 160*200cm sehingga pas untuk mereka berdua.
Ada sebuah lemari kecil untuk baju baju mereka dan sebuah kursi serta sebuah meja untuk sekedar duduk duduk dan bekerja kalau ada pekerjaan.
"Sayang, sudah selesai beres beresnya!" ucap Aretha sambil duduk di samping suaminya.
"Sayang, kamu kenapa murung?"ucap Aretha sambil mendekap erat suaminya.
"Ini semua gara gara kamu!"ucap Raymundo.
"Lho kok gara gara aku sih sayang, kita harus sabar mungkin ini sebuah cobaan dalam keluarga kita, biar bagaimanapun kita harus tetap bersabar dan bersyukur masih diberi kesehatan dan nafas panjang."ucap Aretha sambil menatap wajah tampan suaminya itu.
"Yang jangan marah marah gitu yang kita hadapi bersama!"ucap Aretha sambil meraih tangan suaminya tetapi apa yang terjadi?
** Bersambung Readers tersayang Tolong di like komentar dan vote ya biar author rajin update setiap hari terimakasih 🙏🥰**
__ADS_1