Cerita Cinta Aretha

Cerita Cinta Aretha
** Ini Isteriku tolong hargai dia **


__ADS_3

Setelah selesai makan akhirnya Raymundo mengajak Aretha untuk pulang ke apartemennya, tetapi Aretha masih ingin duduk di balkon sambil melihat pemandangan di sekitar gedung bertingkat itu.


"Sayang ayolah, kita pulang yuk aku ingin kita merilekskan tubuh dan pikiran kita dulu, kita ke pantai ya?" ajak Raymundo penuh rasa sayang.


"Baiklah sayang, aku cuci muka dulu ya?" ucap Aretha sambil berlalu menuju ke wastafel terdekat.


Setelah mencuci mukanya dan melap dengan tissue ia pun mengoleskan sedikit sun block dan sedikit bedak baby Jhonson yang disukainya.


Setelah dirasa cukup, ia pun memperbaiki rambutnya.


"Biar aku aja, aku ingin tahu kenapa ya yang namanya makhluk bernama perempuan itu kalau dandan lama banget apa sih yang dibuatnya sampai Berjam jam di hadapan cermin?" ujar Raymundo penasaran.


"Yank namanya perempuan pasti memastikan wajahnya bersih, make up-nya pas dan gak belepotan, lipstiknya pas, rambutnya rapi kalau itu menurut aku sih gak tahu menurut orang lain"Aretha berkilah.


"Ya udah Yank biar kekasihmu ini yang menyisir rambutmu!" ucap Raymundo lagi sambil mengambil sisir dan mulai menyisir rambut Aretha.


"Sejak kapan kamu memelihara rambutmu ini sayang?" tanya Raymundo pada Aretha.


"Sejak kecil Yank, biasanya aku fermak sedikit sedikit saja kalau terlalu panjang" ucap Aretha lagi.


"Rambut kamu sangat harum, pakai shampoo apa Yank biar kau juga pakai shampoo itu" ucap Raymundo lagi.


"Oo, itu Shampoo Sunsilk warna kuning Yank sama conditionernya"jawab Aretha pada Raymundo.


"Yank cepat dikit lah Yank kan kita mau ke pantai sore ini" ucap Raymundo lagi.


"Iya Sayang sebentar aku sisir rambutmu dulu, karena rambutmu sangat halus dan lembut serta harum banget" ucap Raymundo lagi.


**


Setelah selesai menyisir rambut Aretha diambilnya pita rambut mutiara bentuk jantung itu dan menyelipkannya di sisi kiri rambut Aretha.


"Tuh kan calon istriku sangat cantik," ucap Raymundo lagi.

__ADS_1


"Aku cantiknya dari oroknya kali Yank, bukan terlihat cantik saat di hias"ucap Aretha mengingatkan calon suaminya.


"Ayo Yank kita berangkat" ajak Raymundo sambil menggandeng tangan Aretha dengan eratnya.


Setelah keluar sampai ruangan Raymundo, Bernard datang dengan tergopoh gopoh sambil menarik nafas panjang dan berdiri di depan bosnya.


"Boss, aku sudah mendapatkan hasil cctvnya ternyata resepsionis depan yang menyarankan Nona Aretha untuk jalan melewati tangga biasa Boss" ucap Raymundo sambil terengah engah.


"Kurang ajar, kenapa dia sampai tega seperti itu kalau ada tamu penting terus dia berbuat seperti itu bagaimana, betapa malunya aku kalau sampai terjadi hal yang sama dengan tamu tamuku yang akan datang berkunjung dengan berbagai cara," ucap Raymundo lagi.


"Baiklah kamu atur dia tapi gak usah dipecat kamu beri sedikit edukasi padanya agar dia mengerti kalau melihat orang lain jangan dengan sebelah mata saja" ucap Raymundo sambil tersenyum tipis dan menggandeng kembali tangan calon istrinya dan pergi berlalu dari hadapan Bernard.


Kedua sejoli itu memasuki lift khusus presiden direktur / CEO dan mereka menuju ke lobi bawah.


"Siang Pak!" Sapa semua Karyawan dan karyawati yang bekerja di sana.


"Siang juga, Bapak ibu sekalian yang bekerja disini Perkenalkan ini Ibu Aretha calon istri saya tolong dilihat dengan jelas jangan sampai kejadian pagi tadi terjadi lagi ya?" ucap Raymundo lagi.


"Tapi karena kemurahan hati isteri ku sehingga saya membebaskan orang yang sudah menyakiti isteriku, tolong dilihat baik baik ini Isteriku jangan sampai kalian membuatnya pingsan seperti pagi tadi." ucap Raymundo lagi.


"Baiklah ini isteriku, aku harap kalian semua sudah paham dan dengar dengan baik." ucap Raymundo lagi.


"Pak kapan pestanya?" tanya salah seorang karyawan pada Raymundo.


"Seminggu lagi resepsi pernikahan kami nanti kalian semua dapat undangannya tenang saja" ucap Raymundo lagi.


"Baik Pak terima kasih!" ucap mereka serempak.


**


Akhirnya Raymundo dan Aretha keluar dari dalam kantor menuju ke tempat parkiran mobil Raymundo.


"Yank tadi kamu kesini bawa mobil sendiri atau diantar?" tanya Raymundo pada Aretha lagi.

__ADS_1


"Bawa mobil sendiri Yank," jawab Aretha sambil menaikkan alisnya ke atas.


"Baiklah kalau gitu kita pakai mobil kamu saja, mobilku nanti dibawa oleh Bernard"ucap Raymundo lagi.


"Emang gak apa apa ya Yank!" tanya Aretha pada Raymundo.


"Iya gak apa apa bawa mobil kamu, nanti kami nyetir ya biar aku kasih penilaian seberapa besarnya nyali kamu saat nyetir" ucap Raymundo pada Aretha.


"Hm, mau coba keahlian mengemudiku Yank, baiklah kuturuti semua inginku semua maumu!" ucap Aretha sambil tersenyum simpul.


"Tapi jangan ngebut ya sayang, ingat kita akan menikah Minggu depan aku gak mau semuanya berakhir di IGD Yank!" ucap Raymundo khawatir Aretha akan mengemudi dengan liar di jalanan umum.


"Tenang aja suamiku, aku pasti akan mengemudi dengan sebaik mungkin" ucap Aretha lagi.


"Aku akan membuat kamu muntah muntah dan pusing karena telah mencoba membuat adrenalinku bangkit" gumam Arey dalam hati.


"Kenapa senyum senyum sendiri sayang, ayo tunjukkin mana mobilmu sayang!" ucap Raymundo tidak sabar.


"Itu yang warna biru!" tunjuk Aretha pada Raymundo.


Aretha menunjukkan sebuah mobil Maserati berwarna biru yang sangat cantik, warna biru merupakan warna favorit Aretha, ia selalu menyukai warna biru, barang barang koleksinya di rumah pun kebanyakan warna biru, baju baju kaos dan dress juga demikian.


"Ayo sayang, kita menumpang mobilku dan kita lihat seberapa hebatnya aku mengemudi" ucap Aretha membuat nyali Raymundo menciut.


"Yank kali ini biar aku yang mengemudi saja ya kamu nanti saat kita pulang bagaimana biar aku juga tahu mobilmu ini seperti apa jalannya, kuat seperti pemiliknya atau gak kuat seperti pemiliknya yang cantik dan menawan ini?" Ucap Raymundo merayu seakan ia bisa membaca pikiran Aretha yang telah berencana mengemudikan mobil dengan kekuatan Turbonya.


"Baiklah kalau begitu, aku ikut aja kemauan kamu sayangku!" ucap Aretha mengalah.


Karena memang ia lebih suka jadi penumpang daripada sopir.


"Hahaha!" tawa Aretha membuat Raymundo tersenyum.


"Kenapa ketawa sayang?" ucap Raymundo lagi.

__ADS_1


"Gak kok gak apa apa Yank, kamu nyetir aja yang bagus ya?" ucap Aretha lagi.


** Next **


__ADS_2