
Mira masih merenungi apa yang baru saja ia baca.
Apa maksud dari pesan itu?
Ia masih bingung dengan pesan itu,ia berusaha untuk tetap tenang tetapi jantungnya serasa berdisko sangat mendebarkan.
Apa yang aku alami ini?Kenapa aku seperti ini?
Aku sungguh tak tahu harus apa?Memangnya siapa dia pria yang menjadi abangku itu?Petinggi kah?Orang pentingkah sampai sampai aku nyaris jantungan.
Mira berjalan mondar mandir sambil terus berpikir keras,apa mungkin aku mempunyai seorang kakak laki laki?
Pertanyaan itu terus muncul di kepalanya membuatnya pusing memikirkannya.
"Sayang kamu kenapa?Ada masalah cerita dong jangan mondar mandir seperti setrika saja Sayang?"Tanya Anjas sambil memeluk pinggang Mira.
"Sayang,aku bingung dengan maksud dari pesan ini sayang,"ucap Mira sambil menunjukkan pesan di ponselnya pada suaminya itu.
"Apa yang kamu pikirkan?"Tanya Anjas lagi sambil membaca pesan di ponsel isterinya itu.
"Kita selidiki dulu,apa benar seperti yang di katakan dalam pesan itu atau hanya jebakan saja."Ucap Anjas sambil tersenyum dan membelai rambut Mira.
Anjas pun menelepon seseorang di seberang sana dan meminta agar orang tersebut mencari tahu apa yang sedang terjadi dalam keluarga Mira.
"Baik Ketua saya akan mencoba mencari tahu apa yang terjadi dalam keluarga Kakak Ipar!!"Jawab orang tersebut dan mematikan ponselnya.
"Ya semoga apa yang diharapkan positif dan isteriku bisa hidup layak sebagai seorang anak yang mempunyai ayah dan ibu."Gumam Anjas dalam hati.
"Sayang,aku boleh gak minta sesuatu?"Pinta Mira pada Anjas.
"Boleh sayang,kamu mau minta apa?"Tanya Anjas lagi.
__ADS_1
"Temani aku pulang Jakarta dan kita cari tahu siapa keluargaku sebenarnya dan kenapa papa dan Mama tak pernah memberitahuku kalau aku bukan anak kandung mereka?"Tanya Mira pada Anjas yang sedang menyeruput minumannya.
"Iya sayang kamu tenang aja dulu kita pikirkan caranya dan untuk saat ini ikuyi mauku dulu sayang aku ingin kita cepat cepat punya anak sayang,ayo kita ke Dokter untuk mengecek keadaan kesehatan reproduksi kita agar kita bisa tahu apa penyebab dari kita belum memiliki anak."Ucap Anjas sambil mengecup kening isterinya itu.
"I love you sayang!"Ucap Anjas lagi.
"Terima kasih sayang karena telah menempatkan aku di dalam hatimu hingga kini,kita pasti punya anak yang banyak."Mira meyakinkan Anjas.
"Baiklah sayang aku percaya padamu!"Jawab Anjas dan mereka berdua pun tenggelam dalam kehangatan cinta yang telah mereka lakukan selama ini.
**
Di rumah Papa can Mama Divya...
"Pap,bagaimana rahasia ini bisa terbongkar?Bukankah kita sudah menutup rapat siapa orang tua dari Mira Pap?"Ucap Mama Divya sambil memegang kepalanya.
Mama Divya sangat menyayangi Mira karena Mira adalah penyemangatnya saat ia belum memiliki Aretha.
"Biar bagaimanapun Mira tetap anakku Pap,tolonglah cari tahu siapa dibalik terbongkarnya rahasia itu aku tak ingin anakku tahu kalau kita bukan ayah dan obu kandungnya karena aku teglanjur sayang padanya,aku yangbmengasuh dan membesarkannya ketika kita belum memiliki Arey please! Suamiku aku ingin Mira tetap menjadi anak kita Pap."Ucap Mama Divya disertai derai air mata.
"Tapi Pa,apa itu jalan terbaik untuk kita dan juga dia?apa tidak menjadi beban psikologisnya?Apalagi sekarang dia sedang program hamil aku tak mau dia sampai gagal ikut program hamilnya."Ucap Mama Divya lagi.
"Lebih baik dia mengetahuinya sekarang langsung dari kita bukan dari orang lain karena kalau dari orang lain hatinya akan sangat sakit dan dia bisa saja membenci kita karena menyembunyikan hal mengenai keluarganya darinya bertahun tahun lamanya."Ucap papa Stephen lagi.
"Tapi Pap,mama belum siap kehilangan Mira?Mama sayang banget sama anak itu Pap."Ucap Mama Divya sambil meneteskan air bening itu di pipinya.
"Papa juga seperti itu tetapi bagaimanapun juga kita pernah berjanji untuk mrmberitahunya ketika ia sudah dewasa dan kita tak boleh melanggar janji kita pada ibunya,bagaimanapun hasilnya kita harus hadapi persoalan ini dengan lapang dada dan ikhlas hati papa yakin masalah ini akan selesai."Papa Stephen pun mencoba untuk menenangkan hati isterinya.
**
"Sayang,jangan dipikirkan karena kita pasti akan mengetahui siapa sebenarnya yang sedang mengirimkan berita berita itu padamu,aku yakin pasti orang orang terdekatmu saja yang tahu hal itu dan yang paling tahu masalah silsilah keluargamu adalah Papa dan Mama kamu,untuk itu kita harus bertanya oada mereka mengenai masalah ini,aku yakin mereka pasti mengetahuinya hanya saja mereka mungkin masih memikirkan dampaknya kalau kamu sampai mengetahui hal ini sekarang."Jawab Anjas bijak.
__ADS_1
"Iya aku paham,tetapi kenapa aku tak diberitahu sejak dulu biar aku tahu siapa kedua orang tuaku yang sebenarnya."Ucap Mira lagi sambil meremas ujung dressnya.
Mira merasa kesal banget dengan keadaannya saat ini.
Bagaimana bisa ia tak mengetahui siapa dirinya sebenarnya dan bahkan saudaranya pun ia tak tahu.
Kenapa Papa Stephen dan Mama Divya memyembunyikan hal sebesar ini,apa ada sebuah masalah yang mereka sembunyikan dariku ataukah hal apa yang membuat mereka tidak jujur mengatakan aku bukan anak mereka?
Semua hal itu membuat Mira berpikir sangat keras sampai ia tak mau makan dan selalu menolak makanan yang di berikan oleh sang suami.
"Aku tak ingin makan,aku belum lapar!"Jawaban Mira selalu sama saja ketika Anjas mengantarkan makanan untuknya.
"Kamu harus makan,kamu harus sehat agar program hamil kamu bisa berhasil dan kita bisa cepat punya anak,aku sudah sangat menginginkan anak,aku ingin sekali menggendong bayi sayangku!"Ucap Anjas sambil membelai rambut Mira.
"Baiklah aku akan berusaha untuk tidaj stres dan hanya memikirkan kesehatanku saja."Jawab Mira pada Anjas.
"Nah gitu dong sayang,bikin aku tambah sayang sama kamu sayang."Ucap Anjas lagi sambil mengecup kening Mira.
**
Sementara itu di mansion indah Papa Stephen dan Mama Divya....
"uhukk...aku tak ingin kehilangan anak itu..."Ucap Mama Divya sambil terisak.
"Mah,bukannya tadi kita sudah sepakat kalau kita akan memberitahukannya biar dia tidak menyalahkan kita karena menganggap kita menyembunyikan hal sebesar ini padanya."Ucap Papa Stephen lagi.
"Iya Papa tapi mama belum siap."Jawab Mama Divya masih dengan terisak.
"Perlahan lahan mama akan menerima kenyataan ini."Ucap Papa Stephen menenangkan hati Suaminya.
**
__ADS_1
TBC
Jangan lupa Komentar,like dan Vote nya ya guys...Terima kasih🙏🥰