
Aretha pun terbangun dari tidurnya yang panjang, ia tak menyangka ternyata ia sudah tidur di kamarnya sendiri.
"Hmm, apakah Raymundo mengantarkan aku semalam?" gumam Aretha dalam hati.
Tiba tiba pintu kamarnya terbuka, datanglah bibi pembantu membawakan sarapan untuknya dan mempersilahkan Aretha untuk makan.
"Silahkan dimakan Non, tadi Tuan mudanya sudah pulang saat Non masih tidur." Ucap Bibi pembantu sambil tersenyum.
"Saya permisi dulu ya Non, masih ada tugas yang harus saya selesaikan," ucap bibi sambil melangkah pergi dari hadapan Aretha.
Kenapa dia gak menunggu aku bangun atau bangunkan aku biar aku bisa melihatnya pergi, tega banget sih kamu Mas, padahal aku masih ingin bersamamu disini.
Aretha bersungut sungut dan akhirnya ia pun pergi dari kamarnya hendak ke dapur karena ternyata ia sangat kelaparan.
Ketika berjalan menuju ke ruang makan ia berpapasan dengan Kak Mira.
"Arey, kemarin kamu kemana saja sih bikin Mama dan Papa pusing aja nyariin kamu, senang ya bikin Mama dan Papa resah mikirin kamu, setiap kali ada masalah pasti kamu yang selalu bikin masalah, sebenarnya mau kamu apa sih Rey?" Tanya Mira beruntun.
"Kak aku lagi lapar banget nih, khotbahnya nanti aja ya sekarang aku mau makan dulu kakak sana pergi urus tuh bayi tua si Anjas pacarnya Kak Mira karena dia lebih membutuhkan Kakak daripada aku Kak" ucap Arey sambil tertawa dan pergi meninggalkan Mira buang dongkolnya setengah mati.
Anak itu benar benar deh, bikin aku pengen kotak kepalanya.
**
Selesai makan Aretha pun bersiap siap pergi ke kantor Raymundo.
Ia memakai rok span import warna hitam yang panjangnya dibawah lutut, memakai sebuah Hem putih berkerah biru tua dengan aksen renda renda di bagian kerahnya menambah kecantikannya.
Ia pun memakai sepatu high heels warna silver metalik yang sangat indah dan sebuah tas Dior kesukaannya yang jarang dipakainya, ia pun memoles sedikit bedak bayi dan lipstik warna Nude pink yang senada dengan warna alami bibirnya.
Setelah dirasa cukup ia pun beranjak pergi ke garasi mobil.
Ia pergi tanpa pamit kepada siapapun, sehingga menimbulkan keributan dalam rumah antara Mama dan Papanya.
"Arey? Sayang dimana kamu Nak ayo makan dulu tuh makanannya udah Mama siapin" ucap Mama Divya sambil melangkah ke arah kamar anak gadisnya itu.
Mama Divya pun mengetuk pintu kamar Aretha sambil memanggil nama Aretha dan menggedor gedor pintu itu dan ketika Mama Divya memutar handel pintu kamar ternyata pintu gak dikunci.
Mama Divya pun memasuki kamar itu yang masih tercium bau khas parfum Aretha yang sangat membuat siapapun terpikat.
__ADS_1
"Kemana anak itu?" gumam Mama Divya lagi pada dirinya sendiri.
Diperiksanya setiap sudut kamar, balkon dan kamar mandi tak ditemukannya anak gadisnya itu.
**
Aretha memasuki halaman gedung Raymundo dan menuju ke lobi untuk bertanya pada Resepsionis yang bertugas di depan itu.
"Selamat pagi, ada yang bisa saya bantu?" tanya resepsionis itu pada Aretha.
"Saya mau ketemu dengan Pak Raymundo Ozario Dharmawan, apakah beliau ada?" tanya Aretha sambil memamerkan deretan gigi putihnya dan gigi gingsulnya yang mencuat keluar sehingga menambah kecantikan gadis itu.
"Apakah anda sudah buat janji dengannya?" tanya resepsionis itu lagi.
"Iya saya sudah meneleponnya dari kemarin," ucap Aretha berbohong.
Dan akhirnya Aretha diperbolehkan naik ke atas lantai 17 tetapi gak boleh pakai lift karena biru merupakan lift Presiden direktur dan petinggi petinggi perusahaan, sedangkan Aretha bukan siapa siapa di Perusahaan itu.
Dengan susah payah akhirnya Aretha perlahan lahan berjalan menaiki tangga satu persatu dengan perlahan lahan dan nafas terengah engah.
"Gara gara kamu Raymundo aku jadi seperti ini," umpat Aretha pada dirinya sendiri.
**
Dengan susah payah akhirnya Aretha sampai juga di depan pintu masuk ruangan Raymundo.
Dengan segera di ketuknya pintu ruangan Raymundo, dan terdengar suara dari dalam ruangan itu untuk masuk saja.
Ketika Aretha membuka pintu ruangan itu ia pun langsung terduduk lemas dengan keringat bercucuran diwajahnya yang membuat Raymundo panik melihat keadaan Aretha seperti itu.
"Kamu kenapa sayang? Ada apa? Apa yang terjadi padamu? Siapa yang melakukan ini?" Tanya Raymundo beruntun seperti sedang menginterogasi pencuri saja.
"Aku haus, tolong berikan aku air!" Ucap Aretha sambil menatap wajah Raymundo dengan mata sayunya.
"Bernard tolong ambilkan air mineral di dalam lemari itu!" Perintah Raymundo pada Bernard.
Dengan sigap Bernard pun berlari ke arah lemari dan mengambil sebotol air mineral dan sedotannya.
Dengan cepat Aretha menenggak habis air sebotol dan langsung lemas seketika dan tertidur.
__ADS_1
"Ada apa sebenarnya, coba kamu cek di CCTV aku gak mau istriku seperti ini tanpa aku tahu penyebabnya Broo tolong cek semua cctv yang ada di kantor ini." Ucap Raymundo tegas sambil menggendong Aretha menuju ruang pribadinya di balik tembok itu.
Raymundo menekan tombol entry dan terbukalah tembok besar itu, semua orang tidak tahu kalau Raymundo memiliki ruang rahasia dibalik tembok besar itu.
Sebelum ke ruang rahasia mereka harus melewati sebuah pintu dengan jeruji besi di antara rak rak dan lemari lemari buku itu, sehingga yang diketahui Bernard hanyalah ruangan itu tetapi ia tak tahu kalau di dalam ruangan itu masih ada sebuah ruangan lagi yang sangat luas dan indah serta nyaman, karena di dalam ruangan itu kita bisa duduk di kursi sofa sambil menikmati udara luar dari atas ketinggian lantai 17 itu.
Setelah diletakkannya Aretha di ranjangnya, kemudian Raymundo menyiapkan air hangat untuk mengompres kening Aretha yang dirasanya agak hangat.
**
Ketika membuka matanya ia telah berada disebuah ruangan asing yang membuat segala tanya hadir dalam benaknya.
Ketika hendak turun dari tempat tidur, tiba tiba pintu terbuka dan muncullah Raymundo sambil ditangannya memegang berkas berkas dan dokumen dokumen yang akan diperiksanya sehingga ia merasa agak kesulitan membawa dokumen dokumen itu.
Refleks Aretha langsung bergerak cepat sehingga bisa membantu Raymundo membawa beberapa dokumen yang nyaris jatuh, sehingga Aretha dengan sigap langsung menarik tangan Raymundo dan buku serta dokumen dokumen itu jatuh tepat dalam dekapannya.
"Sayang, sebaiknya kamu istirahat saja sayang biar aku bekerja tenang dan kamu cepat sembuh" ucap Raymundo sambil mengecup pipi Aretha.
"Hmm, canduku ini membuat aku makin cinta aja sama kamu, sayang aku sudah merencanakan sesuatu tentang pernikahan kita yang sederhana tapi mewah, dan juga aku sudah mempersiapkan tiket kita untuk berbulan madu di pulau Jeju dan timur tengah, kamu setuju gak?" tanya Raymundo sambil tersenyum tipis.
"Aku sih setuju banget, karena itu adalah pulau khayalanku sejak dulu sayang," ucap Aretha semangat.
"Sayang, tolong ceritakan apa yang sebenarnya terjadi sama kamu saat kemari tadi, aku janji akan memperhitungkan semua ini pada yang sudah berani membuat istriku kecapean bahkan hampir pingsan" tanya Raymundo lagi masih penasaran.
"Udahlah Yank, karena dia gak tahu hubungan kita makanya dia menyuruhku lewat tangga biasa Yank, aku gak apa apa kok sekarang udah segar lagi setelah bertemu suamiku yang cakep ini." Ucap Aretha sambil merangkul pundak Raymundo.
"Serasa darahku berdesir, mengalir dengan hangat di sekujur tubuhku." Raymundo merasakan hawa positif dan kegembiraan yang sangat indah yang telah terjadi pada dirinya.
Dering ponsel Raymundo membuyarkan lamunannya, sehingga dengan cepat di gesernya tombol hijau.
"Hallo Boss sudah aku temukan siapa yang menyuruh Istri Boss lewat tangga biasa," ucap Bernard dari luar via ponsel.
"Ya udah kamu tegur aja, hari ini aku memaafkan dia atas permintaan istriku tercinta dan moodku lagi baik, dan tolong katakan jangan menilai orang dari luarnya saja karena itu hanya casing, dan jangan pernah menilai orang dari caranya berpakaian karena semua fasilitas yang kita pakai didunia ini hanya titipan Tuhan, kita semua sama Dimata Tuhan" ucap Raymundo tegas.
"Siap Boss ku!" ucap Bernard lagi.
"Yank, sudahlah terlalu emosi gak baik untuk Kesehatan" ucap Aretha sambil mengecup bibir Raymundo dengan lembutnya.
"Ayo kita makan dulu Yank aku lapar banget, semua cacing dalam perutku sudah memberontak Yank'' Aretha mengajak Raymundo untuk segera makan.
__ADS_1
** NEXT **