Cerita Cinta Aretha

Cerita Cinta Aretha
Kehilangan Jejak


__ADS_3

Semua tempat sudah di susuri oleh pihak yang berwajib untuk mengambil sampel atau barang bukti yang mungkin ketinggalan tetapi tak satu pun alat bukti yang ditinggalkan oleh penembak misterius itu.


"Eh,bukannya Adam mengatakan kalau ia telah menemukan Cctv di halaman mansion Aretha?"Gumam Virgo dalam hati.


"Apa aku juga harus menyelidiki sendiri kejadian ini?"Gumam Virgo pada dirinya sendiri karena ia benar benar tidak mempercayai apa yang barusan terjadi.


"Artinya orang yang menembak ini benar benar sudah merencanakan dengan matang sehingga tak ada satu pun barang bukti yang ia tinggalkan sehingga polisi belum menemukan alat bukti apapun untuk dijadikan alat untuk mencari sisa sisa bukti yang ditinggalkan oleh si pelaku."Ucap Virgo lagi.


"Aku memang menemukan cctv tapi belum sempat ku periksa."Ucap Adam sambil memeriksa isi tasnya tetapi yang di cari tak kunjung ia temukan.


Mata Adam terbelalak karena kaget ketika ia membuka tasnya ternyata cctv yang ia simpan sudah tak ada di dalam tasnya lagi.


"Lho kok hilang?"Ucap Adam sambil mencari cari di dalam waist bagnya itu.


"Benar Kak tadi Adam taruh disini."Ucap Adam lagi pada Kak Virgo.


"Cukup,sekarang bukan saatnya berdebat kita cari bukti lain."Ucap Kak Virgo bijak.


"Tapi Kak,bagaimana mungkin kamera itu bisa hilang?"Tanya Adam tak percaya dengan apa yang di alaminya itu.


"Tenanglah Adam kita cari cara lain mungkin saja masih ada peninggalan dari si penembak itu."Ucap Virgo menenangkan hati sang adik sambil kembali menyeruput kopi hitamnya.


"Tapi Kak,kok bisa hilang?"Ucap Adam tidak percaya dengan penglihatannya.


"Iya karena kamu lalai Dek!"Sambung Virgo lagi.


"Adam minta maaf deh Kak,Adam janji akan cari tahu bukti bukti yang lebih mengarah pada kejadian ini Kak."Ucap Adam sambil mengacungkan jari jempolnya pada Virgo.


Virgo pun menganggukkan kepalanya sambil kembali duduk dan memikirkan cara cara tertentu yang mungkin bisa mereka dapatkan untuk melacak pelaku utama penembakan itu.


*****


Sementara itu di sebuah rumah batu di sebuah kampung di pedalaman hutan ada sekelompok orang sedang berbicara pelan pelan.


Oramg orang itu sedang merencanakan sesuatu untuk mengalihkan isu soal penembakan itu.


"Bagaimana Jimmy,apa kamu punya ide brillian untuk hal ini?"Tanya Charlos pada anakbuah kesayangannya itu.


"Untuk saat ini aku belum punya ide apapun Bang,aku merasa kelompok kecil kita ini bakal bubar kalau kita ketahuan jadi tersangka yang sebenarnya."Ucap Jimmy pada Charlos.

__ADS_1


"Tenang saja karena sampai kapanpun kita takkan pernah mengakui kalau kita dalang utama penembakan itu kecuali Wanita itu mati,aku lah yang akan menunjukkan diriku kalau aku yang menembaknya aku yang menjadi tersangka utamanya."Ucap Charlos sambil menghisap dalam dalam batang rokoknya itu.


"Tidak,aku takkan membiarkan abang masuk penjara,itu tidak akan pernah terjadi."Ucap Jimmy lagi.


"Tapi,aku lah dalang dari semua rencana ini."Sambung Charlos dengan nada penyesalan.


"Ada apa Abang?Kenapa abang mau memikul penderitaan ini padahal bukan abang pelakunya."Ucap Jimmy heran.


"Kamu tidak tahu siapa wanita yang kena tembak itu Jimmy,kalian tidak tahu seperti apa hatiku remuk saat mendengar wanita itu tertembak."Ucap Charlos penuh nada amarah.


Boy yang melihat kekesalan dari Bang Charlos mendekati Charlos sambil menundukkan kepalanya.


"Aku minta maaf abang,"Ucap Boy sambil meremas ujung bajunya.


"Tak apalah kamu jangan merasa bersalah,karena sudah kejadian sepwrti ini,mulai hari ini kalian semua tak boleh ada yang menyudutkan Boy untuk masalah ini karena kalau sampai ada yang tahu hal ini maka habislah kita semua."Ucap Charlos pada semua anak buahnya.


Boy pun memeluk erat tubuh pria berbadan kekar dan sangat atletis itu.


"Terima kasih abang!!"Jawab Boy sambil melepaskan pelukan eratnya.


****


Seorang Perawat keluar dari ruangan itu dan menyapa keluarga wanita muda itu sambil tersenyum ramah.


"Kenapa kamu senyum Sus?"Tanya Adam langsung dengan nada sedikit membentak.


"Maaf tuan tampan."Jawab Perawat itu sambil memberikan sebuah less pasien pada Adam.


"Tolong tanda tangan persetujuan operasi disini ya karena pasien akan segera di operasi.


"Baiklah."Jawab Adam tapi kertas berisi pernyataan itu dan langsung di ambil oleh Virgo dan ia pun membubuhkan tanda tangannya.


"Tolong operasinya teliti ya jangan sampai terjadi hal hal yang tidak di inginkan oleh kita semua dan rumah sakit ini akan saya bakar hangus kalau terjadi apa apa dengan adik perempuanku satu satunya kami."Ucap Virgo dengan mata berkilat.


"Tenang saja Tuan,mohon doanya agar semuanya berjalan dengan lancar."Ucap Perawat itu dan ia pun kembali masuk ke dalam ruangan itu.


Di dalam Ruang operasi itu terlihat Duk steril telah di letakkan dan semua alat alat instrumen untuk operasi telah di letakkan di atas duk nya itu.


Dengan cekatan sang Dokter pun mulai mengambil alat alat yang diperlukan untuk menginsisi kulit kemudian otot dimana timah panas itu bersarang.

__ADS_1


Ketika timah panas itu telah keluar denga sukses tiba tiba terjadi pendarahan yang sangat hebat membuat semua orang dalam ruangan itu panik dan segera mereka menginformasikan kepada keluarga pasien untuk mendonorkan darahnya pada pasien.


Virgo, Adam, dan Andrew serta Ahas langsung mendonorkan darah mereka dan Puji Syukur ke Hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas Rahmat dan berkatNya operasi berjalan lancar dan aman terkendali.


Aretha masih belum sadar dari pingsannya karena masih pusing.


Raymundo datang menghampiri Dokter yang melakukan operasi itu dan bertanya" Apa yang terjadi dengan isteriku?Apakah isteriku dan janinnya selamat?Apa saja yang kalian lakukan pada isteriku?"Pertanyaan beruntun dari Raymundo membuat Dokter kelabakan untuk menjawabnya.


"Tenang Tuan,isteri anda akan baik baik saja sekarang isteri anda butuh istirahat agar proses pemulihannya cepat. "Ucap Dokter menenangkan Raymundo.


"Awas saja kalau terjadi apa apa dengan isteriku."Ancam Raymundo sambil menunjukkan jarinya ke wajah sang Dokter.


Buru buru Adam menghampiri adik iparnya itu dan membawanya pergi dari hadapan Dokter itu.


"Tenang Adek,kita berdoa sama sama ya?"Hibur Adam sambil menarik tangan Raymundo agar masuk ke dalam mobil.


Setelah Raymundo masuk ke dalam mobil,Adam pun menghidupkan mesin mobil dan membawanya ke sebuah jalan yang sangat indah di mana jalan itu adalah jalan ke arah sebuah biara di mana para biarawan dan biarawati tinggal.


Setelah tiba di tempat yang di tuju,Adam pun mengajak Raymundo turun dan membawa Raymumdo masuk ke dalam sebuah Kapel kecil yang sangat indah dan tenang.


Di dalam Kapel itu,Adam dan Raymundo langsung mengambil air suci kemudian mereka berdua pun berlutut di atas permadani hijau yang terbentang di atas lantai itu.


Mereka berdua pun berdoa pada Tuhan,memohon kekuatan dan kesembuhan pada Aretha.


****


"Bangunlah Nak!Kalian sudah tertidur disini sejak pagi tadi sekarang sudah malam dan Kapel ini akan kami tutup!"Terdengar suara lembut seseorang membangunkan Adam dan Raymundo.


Adam cepat cepat membuka matanya dan melihat siapa yang membangunkan mereka.


Dilihatnya seorang wanita tua sedang duduk di atas kursi roda yang membangunkan mereka.


"Maaf Suster kami ketiduran!"Jawab Adam sambil membangunkan Raymundo yang sangat terlelap itu.


Akhirnya Raymundo pun terbangun dari tidurnya dan membuka matanya dan ia pun mengucap salam pada Suster di hadapan mereka itu.


"Selamat pagi Suster,maaf Kapel ini sangat nyaman sampai sampai kami tertidur dan bermimpi indah di sini."Ucap Raymundo sambil tersipu malu dan ia pun mengancingkan kembali jas hitamnya.


Setelah bersalaman dengan para penghuni biara itu,mereka pun pamit pulang kembali ke Rumah sakit dimana Aretha di rawat,karena hari mulai malam.

__ADS_1


__ADS_2