
"Iya maafkan aku sayang, pikiran aku memang sedang tak disini,pikiran aku memang sedang berkelana di lain tempat."Jawab Raymundo enteng.
"Ayo makan dulu lapar nih,"Ajak Aretha pada sang suami.
"Sayang kenapa kamu kok makin langsing aja padahal baby Al kuat menyusu loh Sayang?"Tanya Raymundo pada Aretha.
"Mau tahu Jawabannya?"Aretha balik bertanya.
"Iya dong apa sih rahasianya tetap langsing?"Raymundo penasaran.
"Karena aku biasanya senam kegel dan juga aku selalu mengompres bagian perutku dengan air panas, itu resep turun temurun dari keluarga aku sayang...!!"Aretha menjelaskan apa yang ia lakukan pada tubuhnya setelah melahirkan.
"Oo,jadi itu rahasianya?"Tanya Raymundo lagi.
"Iya itu rahasianya,mau makan dan minum sebanyak apapun takkan pernah berpengaruh pada perutku Sayang,"ucap Aretha lagi.
"Baiklah sayang ayo makan dulu,aku juga sudah sangat lapar...!!Anak Papa bobo yang nyenyak ya?"Bisik Raymundo pada Baby Al yang sangat nyenyak dalam mimpi indah.
Mereka berdua pun mulai makan, karena sedari tadi perut mereka kosong tanpa ada makanan yang mengisinya.
Aretha menyendok makanan ke dalam piring dan memberikannya pada Raymundo, Raymundo menerimanya dengan perasaan bahagia.
"Makasih sayang...!!"Jawab Raymundo pada Aretha.
"Sama sama Hubby...!!''Jawab Aretha sambil menyendok juga makanan untuk dirinya.
Tak berapa lama keduanya sudah selesai makan, Aretha pun langsung membereskan semua peralatan makan mereka dan mencuci hingga bersih.
"Sayang,kamu tunggu aku dulu ya aku harus ke kantor sebentar saja ada sedikit dokumen yang harus aku tandatangani sebelum kita berangkat ke Denmark."Ujar Raymundo sambil tersenyum dan melabuhkan sebuah kecupan mesra di kening istrinya.
"Sebelum tanda tangan tolong di cek dulu ya jangan sampai ada kesalahan...!!"Pesan Aretha pada Raymundo.
__ADS_1
"Iya aman sayang...aku pasti teliti...!!"Jawab Raymundo lagi.
Raymundo pun masuk ke dalam mobilnya,dan meluncur ke arah kantornya.
"Tuan ada konspirasi besar dalam perusahaan beberapa hari terakhir ini tetapi sudah aku patahkan dan Tuan silahkan melihat siapa dalang dibalik konspirasi ini."Lapor Bernard pada Raymundo.
"Baiklah usahakan tangkap ekornya, karena dari ekor kita akan mendapatkan kepalanya...!!"Jawab Raymundo singkat dengan tatapan mata yang dingin dan tegas.
Mata itu yang selalu membuat Aretha merasa nyaman dan merasa terlindungi, mata itulah yang selalu memandang wajah Aretha dengan penuh kasih sayang,mata dingin dan tajam bak elang itulah yang membuat jantung Aretha berdegup kencang.
Sepuluh menit kemudian sampailah ia di kantornya.
"Bernard apa yang telah terjadi?"Tanya Raymundo sambil mengancingkan kancing jasnya.
Bernard pun mulai menceritakan semua yang ia lihat dan lakukan, kemudian ia pun menyodorkan dokumen dokumen yang akan Raymundo tandatangani.
"Rupanya mereka berniat untuk menjatuhkan kita bro,aku yakin semua ini ada hubungannya dengan mantan pacar anda broo,aku sangat yakin ia bekerja sama dengan Maharani untuk menjatuhkan anda."Ucap Bernard sambil meneliti berkas berkas yang ada di atas meja itu.
"Dua hari lagi aku akan ke Denmark untuk mengantarkan istri dan anakku, setelah itu aku akan lihat siapa yang berani dan berniat menghancurkan perusahaan aku...!!"Ucap Raymundo berapi-api.
"Broo,aku tahu pasti ada penyusup yang mencoba menghancurkan perusahaan kita,aku harap kita secepatnya menemukan penyusup itu."Ucap Bernard sambil membisikkan sesuatu ke telinga Raymundo.
"Baiklah aku paham,kita harus membuat sebuah jebakan yang bagus yang benar benar natural agar oknum tersebut bisa terpancing keluar dari persembunyiannya."Raymundo berkata sambil memberikan sebuah kode dari jarinya.
Setelah mereka berpikir secara matang, akhirnya mereka sepakat untuk mengadakan pesta kecil kecilan sebelum Raymundo pergi Denmark.
Malam itu Raymundo tidak pulang ke rumah karena yang ada dipikirannya hanya sebuah pesta kecil-kecilan di hotel B.
Ia dan Bernard serta beberapa orang kepercayaannya sudah mempersiapkan semuanya,dengan cara seperti itu mereka bisa tahu siapa di balik semua ini.
Sudah beberapa kali Divisi keuangan melaporkan adanya dana khas yang hilang tetapi dari Divisi keuangan tidak tahu siapa yang menjadi pelaku utama dalam Divisi itu.
__ADS_1
Pak Rogy kepala Divisi keuangan merupakan kaki tangan dari Papa Dharmawan sudah sejak Raymundo masih kanak kanak dan ia merupakan orang kepercayaan Pak Dharmawan.
Pak Rogy sempat takut juga dengan defisit uang dari dana khas yang menurun secara tiba tiba.
Ia tak pernah tahu ada apa dan siapa yang melakukannya, karena ia sudah tua ia pun tak bisa mengenali beberapa anggota baru yang bergabung dalam divisinya itu.
"Tuan muda apakah malam ini kita akan mengadakan pesat kecil-kecilan di hotel B?"Tanya Pak Rogy ketika mendapat panggilan dari Raymundo.
"Iya betul Pak,saya ingin agar dari Divisi Bapak semuanya hadir karena ini adalah sebuah pesta syukuran karena kita berhasil memenangkan tender proyek di Paris dan Perancis,jadi tolong semuanya agar menghadiri acara ini."Ucap Raymundo tegas
"Baiklah Tuan muda,saya permisi untuk mengumumkan acara ini pada divisi keuangan yang saya kelola."Ucap Pak Rogy undur diri.
Pak Rogy pun pergi ke divisinya dan mengumumkan pengumuman baru dari CEO Raymundo dan semua anggota Divisi Keuangan terlihat sangat senang termasuk seorang anggota divisi baru yang baru bergabung Lima Bulan lalu,dialah Steffy Aurora, seorang wanita berparas cantik yang tampilannya selalu seksi.
"Mbak Steffy,yuk pulang kita kan sudah lembur dari jam empat sore sekarang sudah jam Enam Maghrib ayo cepat pulang dan bersiap siap untuk party malam ini."Ajak Mbak Dewi Clarissa yang sedari tadi melihat senyuman tersungging dari bibir Steffy.
"Ayo Mbak Dewi,kita berangkat sekarang sehingga kita bisa singgah salon langganan aku,sekalian kita mandi disana ya,"Ucap Steffy sambil tersenyum.
"Langsung ke salon ya Mbak?"Tanya Dewi pada Steffy.
"Iya iyalah masa pulang ke kos?Yang ada malah kita terlambat dan gak bisa ikut pesta itu.asal kamu tahu aja aku mau mengikuti pesta itu karena sesuatu hal yakni mau tau atau gak nih Mbak Dewi?"Tanya Steffy pada Dewi.
"Ya udah aku ikut aja,"Jawab Dewi sambil membereskan semua peralatan kerjanya.
"Mbak Dewi aku canggung kalau harus memanggil dirimu dengan sebutan Mba,gimana kalau aku panggil Dewi aja?"Ucap Steffy pada Dewi.
"Boleh juga ide kamu,aku setuju mulai sekarang kita jangan saling panggil dengan sebutan Mbak ya?"Jawab Dewi sambil mengibaskan rambutnya yang tergerai sampai pundak itu.
"Baiklah Steffy aku setuju dengan itu..!!"Ulang Dewi.
"Nah kalau kayak gini kan kita bisa semakin akrab...!!"Ucap Steffy sambil memoles sedikit cream pada wajahnya yang tampak pucat kalau make up-nya hampir terhapus.
__ADS_1
** Bersambung Guys **