
Setelah tiba dirumah sakit, dengan sigap Raymundo langsung menggendong Aretha dan meneriaki dokter dan perawat perawat disitu.
Semua perawat dan dokter berlarian menuju ke Raymundo, bagaimana tidak panik yang meneriaki mereka adalah pemilik Rumah sakit tempat mereka bekerja.
Raymundo punya banyak usaha di seluruh kota kota besar bahkan menjamur sampai ke luar negeri.
"Dokter tolong periksa calon istriku, istri dari Raymundo Ozario Dharmawan," ucap Raymundo sedikit sombong.
"Baik Tuan, silahkan menunggu di ruang tunggu," ucap Dokter itu sambil tersenyum dan berlalu ke dalam ruang perawatan.
**
"Dokter boleh aku bilang sesuatu?" ucap Aretha .
"Iya boleh dong ada apa?" tanya Dokter Mety pada Aretha.
"Sebenarnya aku cuma ngeprank Mas Ray aja, hanya dia yang terlalu over protektif jadinya langsung bawa aku ke RS, kalau bisa nanti tolong bilang aja ada keseleo sedikit di bagian pinggang ya nanti dokter kasih saja vitamin untuk aku biar dia gak marah!" ujar Aretha pada Dokter Mety.
"Baiklah Non, segera laksanakan!" ucap Dokter Mety sambil tersenyum geli mengingat ekspresi Raymundo tadi.
Setelah pemeriksaan, Dokter Mety pun datang menghampiri Raymundo sambil menjelaskan panjang lebar dan Raymundo mau menerima alasan Dokter Mety.
Kemudian dengan secepat kilat ia pun menggendong Arey menuju ke mobil dan mengantri di apotik untuk mengambil obat.
Setelah mendapat vitamin yang dimaksud ia pun segera kembali ke mobil dan menjalankan mobilnya dengan perlahan lahan.
"Sayang, aku telepon Papa dan Mama kamu ya biar mereka gak khawatir karena aku ingin menjagamu 1*24 jam malam ini untuk menebus kesalahanku," ucap Raymundo sambil menelepon Papa Stephen.
Setelah berbicara sedikit dan meminta izin akhirnya Raymundo menarik napas lega karena ia diijinkan membawa Aretha.
"Malam ini aku yang akan mengobservasi keadaan kamu sayang," ucap Raymundo sambil mengemudi mobilnya dan menuju ke Villanya yang berada di pinggiran kota.
Setelah sampai di Villa pribadinya itu langsung ia memanggil asisten rumah tangga yang bekerja di Villa itu.
"Tolong masak makanan yang berkuah ya Bik," ucap Raymundo pada bibi pembantu rumah tangga itu yang tak lain bernama Bik Nurul.
ART di Villa itu sudah lama mengikuti Raymundo, sejak Raymundo pertama kali membangun Villa itu.
"Baik Tuan!" ucap Bik Nurul sambil berlalu ke arah dapur dan mulai memasak masakan sesuai permintaan Tuannya.
Raymundo pun menggendong Aretha menuju ke kamarnya yang ukurannya sangat besar itu, ia pun menidurkan Aretha yang sementara tertidur nyenyak di atas ranjang big size itu.
"Saat kamu bangun nanti aku akan menceritakan siapa diriku sebenarnya, agar kamu lebih berhati hati dalam bertindak dan gak membuat aku selalu emosi," ujar Raymundo sambil menunduk dan mengecup kening Aretha dengan lembutnya.
"Mm, prankku hari ini sungguh membuatku bahagia dan aku bisa merasakan kasih sayang Raymundo yang sebenarnya padaku," gumam Aretha dan tanpa ia sadari ia pun tersenyum dalam tidurnya.
Raymundo yang melihatnya pun berkata " dalam keadaan sakit seperti ini kamu masih juga tersenyum Arey?"
"Aku merasa bersalah telah berbuat kasar padamu, seharusnya aku melindungi dan menjagamu bukan malah sebaliknya."
Beberapa menit kemudian Aretha menggeliat dan berusaha membuka matanya dan apa yang pertama kali dilihatnya?
Author juga kaget ternyata ia melihat Raymundo yang tertidur di sisi ranjang dengan tetap menggenggam erat tangan Aretha.
Aretha pun berusaha menarik tangannya dari genggaman Raymundo, tetapi langsung membuat Raymundo bangun dari tidurnya yang baru lima menit yang lalu.
"Sayang sudah bangun?" ucap Raymundo langsung membantu Aretha untuk duduk.
__ADS_1
"Aku dimana ini?" ucap Aretha sengaja bertanya padahal memang dia tidak pernah tidur hanya pura pura tidur agar bisa mendengar isi hati Raymundo.
"Di kamarku sayang tadi kamu pingsan jadi aku membawamu ke sini," ucap Raymundo sambil mengelus pipi Aretha dengan lembutnya.
"Mau minum atau makan dulu?" tanya Raymundo pada Aretha.
"Aku lapar sayang!" ucap Aretha lirih dan hampir tak terdengar.
"Tunggu sebentar ya aku pergi beli makanan dulu," ucap Raymundo hendak melangkah tetapi Aretha menahan tangannya.
"Aku ikut, aku gak mau sendirian disini sayang!" ucap Aretha sambil mencoba untuk bangun dari duduknya.
"Ya sudah ayo Sayang aku gendong ya dibawah sana ada penjual nasi goreng yang masih berjualan, ayo kita makan nasi goreng itu, biar kamu bisa minum obat yang dikasih dokter tadi." ucap Raymundo pada Aretha.
Aretha pun mengikuti apa saja kata Raymundo agar ia tetap melihat senyum bahagia di wajah pria tampan itu.
"Yank, turun disini ada tempat duduk biar sekalian kita makan disini saja ya?" ucap Raymundo sambil mendudukkan Aretha di bangku milik penjual nasi goreng itu.
"Pak, nasi goreng spesial dua ya Pak?" ujar Raymundo sambil tersenyum tipis dan duduk berhadapan dengan Aretha.
"Sayang!" ucap Raymundo sambil memegang tangan Aretha.
"Maafkan aku ya Sayang?" ucap Raymundo sambil menatap wajah cantik Aretha yang sedikit pucat.
"Iya gak apa apa Yank!" ucap Aretha sambil tersenyum.
"Namanya manusia pastinya selalu punya salah!" ucap Aretha lagi.
*Maafkan aku sayang!" ucap Raymundo perlahan lahan dan memeluk kepala gadis yang duduk di hadapannya itu.
"Kita akan membuat pesta sederhana seperti impian kamu sayang!" ucap Raymundo sambil berdiri dan menghampiri tempat duduk Aretha Sambil merengkuh pinggang Arey dan memeluk erat tubuh Aretha.
"Cukup Yank! malu dilihatin oleh orang !" ucap Aretha menyudahi permainan Raymundo.
"Mereka pun duduk dengan normal dan Raymundo kembali ke tempat duduknya.
"Silahkan dinikmati nasi goreng spesialnya Mbak dan Mas!" ucap Pedagang nasi goreng itu sambil meletakkan dua porsi nasi goreng spesial di hadapan dua insan itu.
"Terima kasih Pak!" ucap Aretha sambil memulai makan nasi goreng itu.
Mereka makan dengan sangat khidmat, karena tidak ada pembicaraan diantara mereka selama mereka makan.
"Aku sudah selesai Yank!" ucap Aretha sambil membalikkan sendoknya.
"Aku juga!" ucap Raymundo sambil tersenyum.
"Minum Aqua aja sayang!" ucap Aretha sambil berdiri perlahan menuju ke arah pedagang itu sambil mengambil dua botol air mineral kemasan botol.
Selesai makan, Raymundo berjalan ke arah penjual nasi goreng dan membayar biaya makan mereka kemudian mereka pun kembali naik ke apartemen milik Raymundo dengan tetap bergandengan tangan.
"Yank!" panggil Aretha lirih hampir tak terdengar oleh telinga Raymundo.
"Kenapa sayang ada apa?" tanya Raymundo lagi.
"Katanya mau cerita tentang masa lalu kamu Yank aku ingin mendengarnya!" ucap Aretha lagi.
"Iya boleh sambil tiduran ya?" ucap Raymundo pada Aretha.
__ADS_1
"Iya tapi kita kan baru selesai makan masa langsung tidur sih?" ucap Aretha pada Raymundo.
"Kita kan sudah berolahraga Sayang, nih jalan kaki aja sudah cukup melelahkan apalagi ntar kita naik tangga biasa biar makanannya cepat turun ke lambung kita," ucap Raymundo lagi.
"O, iya betul Yank!" ucap Aretha sambil berjalan dengan cepatnya mengikuti langkah kaki Raymundo yang melangkah dengan kaki panjangnya itu.
Setelah sampai di lantai dua apartemen milik Raymundo, Aretha langsung merebahkan dirinya di ranjang biru sambil memejamkan matanya.
"Yank aku capek banget rasanya pengen secepatnya berlabuh di alam mimpi," ucap Aretha sambil menutup wajahnya.
"Yank gak boleh tidur dulu Yank aku mau menceritakan masa laluku yang sangat suram dan penuh kekejaman." ucap Raymundo pada Aretha yang langsung di sambut Aretha dengan senyum merekah.
Begini ceritanya...
** Flashback on **
"Ikat orang itu dan gantung pada tempat biasa, seperti halnya orang orang yang membangkang perintahku!" ucap pria itu sambil berdiri dan berkacak pinggang.
"Tuan apa yang harus kami lakukan pada orang ini!" tanya seorang bodyguard yang berbadan tak kalah besarnya dari Raymundo saat itu.
"Kamu sudah tahu apa yang akan kamu lakukan pada orang itu," ucap Raymundo sambil tersenyum licik.
"Baiklah Tuan seperti yang anda mau!!" ucap Pria berbadan besar itu sambil mengayunkan goloknya dan darah muncrat tersebar dimana mana.
Raymundo pun pergi dari ruangan itu dan memberi kode pada anakbuah nya untuk segera menyingkirkan tubuh orang yang sudah tidak bernyawa lagi itu.
Setiap hari pekerjaan Raymundo seperti itu, menyiksa, merampok dan menculik serta berhubungan dengan wanita one night stand serta kehidupannya seperti itu itu saja hingga suatu hari Raymundo di telepon oleh orang tuanya untuk segera kembali ke Indonesia untuk mengurus perusahaan Papanya karena hanya dialah harapan satu satunya sehingga dengan berat hati ia pun pergi meninggalkan dunia kotornya itu.
Ketika tiba di Indonesia ia bertemu dengan seorang gadis cantik dan seksi bernama Lisa.
Awalnya ia mengira kalau Lisa adalah satu satunya perempuan yang telah memikat hatinya.
"Apa pun yang Lisa ingin selalu dipenuhinya, bahkan ia tak ingin Lisa di ganggu siapapun termasuk lalat kecil pun tak boleh hinggap atau mengganggu Lisa, karena ia tidak segan segan untuk menghancurkan, hingga suatu hari ibunya berkata "Nak apa kamu yakin gadis itu yang terbaik buat dirimu dan dan layak menemani dirimu ke masa depan? Ibu yakin kalau dia hanyalah memperalat kamu sebagai ATM berjalannya saja, ibu harap kamu bisa membuktikan kalau omongan ibu benar adanya."
''Ibu gak mau anak ibu yang tampan ini dipermainkan oleh wanita ular seperti Lisa itu.
Ibu bisa membaca situasi dan bisa membaca pikiran seseorang dari tingkah lakunya karena ibu seorang pengacara yang sudah makan asam garam dunia ini."
"Masalah apapun ibu selalu punya solusi jadi Ibu harap kamu mau mendengarkan solusi yang ibu katakan."
Akhirnya ia pun membisik sesuatu ke telinga anaknya dan dengan segera Raymundo mencoba melakukan trik seperti yang ibunya bilang dan ternyata diluar dugaan kalau omongan ibunya yang benar.
Lisa hanya memanfaatkan dirinya sebagai ATM berjalan yang bisa ia porotin semaunya saja.
Mulai dari saat itu Raymundo benar benar tertutup dengan makhluk hidup yang namanya perempuan hingga suatu hari ia bertemu dengan seorang gadis cantik,imut, mungil tapi seksi, berambut panjang, hidung mancung, kulit putih halus dan lembut, berkarakter keras kepala dan yang paling Raymundo suka adalah sifatnya yang manja tapi tetap sederhana seperti Aretha Franklin Roosevelt.
** Flashback off **
"Jadi seperti itu ceritanya...
"Seorang pangeran tampan bertemu dengan seorang putri yang sangat cantik jelita, putri itu menjadi tumpuan harapan yang terakhir bagi sang pangeran.
Dengan segera Pangeran itu pun melamar Aretha dan mereka pun bertunangan hingga sekarang dan menunggu untuk melangsungkan pernikahan suci mereka.'' ucap Raymundo sambil menatap wajah gadis yang lagi tidur di pangkuannya yang matanya sudah sisa 5 Watt saja karena rasa kantuk yang menyerangnya tanpa ampun.
** Next **
Hai readers Tolong di like di komentar apapun itu kalau kritiknya membangun Author sangat senang sekali menerima dengan lapang dada untuk perubahan yang lebih baik lagi terimakasih 🙏🥰
__ADS_1