Cerita Cinta Aretha

Cerita Cinta Aretha
** Mengidam **


__ADS_3

Pagi harinya, Aretha bangun dari tidurnya dan melihat jam dinding ternyata baru jam 4 pagi.


Dengan berat ia pun melangkah turun dari ranjang menuju ke kamar mandi untuk melakukan ritual paginya.


Saat hendak melangkah masuk kamar mandi ada cicak yang jatuh tepat di depan kakinya dan ia pun berteriak teriak ketakutan sampai Raymundo melompat turun dari ranjang dan bergegas menuju ke arah kamar mandi dan memeluk erat tubuh Isterinya.


"Ada apa sayang?"ucap Raymundo sambil membelai rambut panjang Aretha sambil terus mengecup kening wanita itu.


"Aku takut sayang?"ucap Aretha memeluk erat tubuh pria itu.


"Ada cicak jatuh di depanku sayang!" ucap Aretha sambil menutup matanya dan tak mau membuka matanya.


"Ayo sayang aku antar ke kamar mandi ya?"ucap Raymundo sambil menggendong Aretha masuk ke dalam kamar mandi.


"Mau aku tungguin?"tanya Raymundo lagi.


"Nggak usah Yank, Arey bisa sendiri kok?"ucap Aretha menolak tawaran Raymundo.


"Baiklah ada apa apa panggil aku ya Sayang?"ucap Raymundo sambil tersenyum dan keluar dari kamar mandi itu.


Setelah berendam dalam air hangat akhirnya Arey keluar dari dalam bathtub dan menuju ke air shower dan mulai membersihkan dirinya.


Sekitar satu jam lamanya akhirnya Aretha keluar dari kamar mandi.


Setelah berganti pakaian dengan pakaian yang pantas dan layak akhirnya Aretha menuju ke ruang kerja suaminya.


"Sayang?" Panggil Aretha pada suaminya.


"Iya sayang masuk aja pintu gak dikunci!"ucap Raymundo tersenyum


"Sayang ayo siap katanya mau ke kantor tanda tangan berkas untuk meeting nanti siang!"ucap Aretha tersenyum manis.


"Habis tanda tangan kita ke mall ya Sayang?"ucap Aretha lagi.


"Iya boleh dong! Mau beli apa sih di Mall?"tanya Raymundo sambil menggenggam erat tangan mungil istrinya itu.


"Gak beli apa apa hanya pengen aja ke Mall?"jawab Aretha jujur.


"Kalau gak beli apa apa terus ngapain ke mall sayang? Kamu bisa capek dan berpengaruh pada bayi kita!"ucap Raymundo lagi.


"Please deh sayang aku pengen banget ke Mall, gak tahu kenapa? rasanya sakit banget hati ini kalau gak jadi ke Mall!"ucap Aretha lagi.


"Baiklah kalau begitu, ayo kita berangkat!"ucap Raymundo.


"Sarapannya gimana dong Sayang?" ucap Aretha pada Raymundo.


"Nanti aja di kantor, tadi sudah aku pesankan ke Bernard untuk membeli makanan untuk kita."ucap Raymundo sambil tersenyum tipis dan mengelus rambut panjang Aretha penuh rasa sayang.


Mereka berdua pun masuk ke dalam mobil tak lupa Aretha memasang seat belt pada perutnya.


"Jangan kencang kencang nanti sakit bayiku!"ucap Raymundo protektif banget.


Ketika sampai di lampu merah, terjadi kecelakaan sehingga menyebabkan macet yang sangat panjang.


Aretha sudah sangat gerah jadi ia berniat untuk turun dari mobil dan berjalan kaki ke depan untuk melihat apa yang terjadi disana.


"Jangan konyol sayang!"ucap Raymundo sambil mengunci pintu mobil dan melihat ke arah samping kirinya ia melihat seperti ada seorang wanita begitu sangat menatap dirinya dengan sangat intens, siapa wanita itu dan kenapa ia begitu sangat familiar dengan wajah itu ya?


Raymundo memikirkan apa yang baru saja ia lihat kemudian ia pun menaikkan kaca jendela mobil agar yang bersangkutan tidak lagi memandang dirinya.


Dengan segera ia pun menelepon semua anak buahnya dan memberitahukan bahwa penjahat wanita yang selama ini hilang sudah balik lagi dan ia merasakan kalau wanita di sebelah itu mempunyai niat yang sangat buruk terhadap dirinya dan isterinya.


Gawat, apa benar perempuan itu belum mati? Kenapa dia harus muncul lagi di saat yang salah seperti ini?Tidak, aku tidak akan membiarkan seorang pun menyentuh dan menyakiti isteriku, cukup!


Raymundo sangat kesal karena jalan semakin macet.


"Sayang aku lapar banget!"ucap Aretha sambil mengeluarkan keringat sebesar biji jagung diatas keningnya.


Raymundo menjadi kalut dengan keadaan seperti itu, sabar sayang sebentar lagi pasti jalanan akan kembali normal.


"Sayang ini mobil Bugatti Veyron ya?"ucap Aretha tiba tiba memecah keheningan membuat Raymundo kaget.


"Iya sayang ada apa?"ucap Raymundo lagi.


"Ini bukannya mesin turbo dan pengganti bannya ya?"ucap Aretha lagi.

__ADS_1


"Mana aku tahu aku hanya memakainya saja tanpa tahu apa fungsi interior dalam mobil ini!"ucap Raymundo sambil memegang erat tangan mungil Aretha.


"Sayang tekan ini dan naikkan ke angka 8 lalu tekan tombol enter ini dan biarkan kita melewati mobil mobil itu dengan aman!"ucap Aretha dan diikuti oleh Raymundo dan betapa kagetnya Raymundo tatkala mobilnya itu langsung menjadi seperti mobilnya alien di film film, kemudian mobil itu berjalan melewati semua mobil mobil yang terkena macet itu dengan sangat gampang.(NB: Halusinasi author aja ya🤭😁)


Setelah mobil tiba di seberang jalan yang sepi akhirnya Aretha menekan kembali tombol exit pada kenop itu dan mobil Kembali normal seperti semula.


"Sayang, kamu sangat pintar, ini istimewa kenapa aku baru tahu kalau mobil ini bisa seperti laba laba raksasa yang bisa melewati rintangan di jalan?" tanya Raymundo pada Aretha.


"Mana ku tahu sayang?"ucap Aretha sambil mengangkat kedua bahunya.


**


Beberapa menit kemudian mereka telah tiba di halaman gedung bertingkat dan mewah itu.


Dari jauh para bodyguard bayangan ataupun tidak sudah berdiri menuju Raymundo dan istrinya berjalan masuk ke dalam ruangan itu.


Ketika melewati para karyawan dan karyawati semua orang menundukkan kepalanya seraya mengucapkan selamat pagi pada Raymundo yang sudah kelihatan wajahnya yang datar dan dingin itu.


Aretha digandeng oleh suaminya dengan penuh lembut dan sangat sayang.


Terdengar bisikan bisikan dari para karyawan dan karyawati.


"Wah istrinya Pak Ray ternyata ibu Aretha ya?" ucap para karyawan dan karyawati itu dengan penuh hormat.


"Mereka berdua memang sangat cocok dari awal pacaran kan?"ucap satu kepada yang lainnya.


"Bu Aretha makin cantik aja!"ucap seorang karyawati yang sudah lama bekerja di perusahaan milik Raymundo itu.


Setelah mengadakan visit pada para karyawan dan karyawati perusahaannya kemudian mereka masuk ke dalam ruangan milik Raymundo dan disana Bernai sudah menyiapkan sarapan uny mereka makan.


"Makasih Bernard!"ucap Aretha sambil mengambil piring dan mulai menyendok makanan ke dalam piring milik Raymundo baru kemudian dirinya.


"Sayang makan yang banyak ya?" ucap Raymundo sambil tersenyum.


Ketika makanan yang masuk ke dalam mulut Aretha suapan ke empat langsung ia Merasa perutnya bergejolak dan ia merasakan mual yang tiada dua sehingga ia pun berlari ke arah wastafel dan memuntahkan semua isi dalam perutnya sampai ia merasa lemas dan Raymundo langsung meraih tubuh Aretha ke dalam pelukannya.


"Sayang!"ucap Raymundo sambil menggendong Aretha menuju ke ranjang di dalam ruang pribadinya.


Raymundo pun mengambil minyak kayu putih dan mengoleskan sedikit demi sedikit pada tengkuk Aretha sambil memijat perlahan lahan.


Ketika ia sementara mengusap perut yang masih rata itu tiba tiba pintu diketuk oleh Bernard.


"Bagaimana Bernard apa kamu sudah temukan persembunyian perempuan itu?"tanya Raymundo penuh rasa emosi.


"Sudah Boss! Ini lokasinya dan tolong jangan Boss yang langsung kesana tapi kirim lah orang orang Boss yang bisa diandalkan karena perempuan itu sekarang sangat berbahaya!"ucap Bernard sambil tersenyum membayangkan wajah perempuan itu.


"Kamu akan menanggung semua yang pernah kamu lakukan padaku Iblis kecil."gumam Raymundo sambil melangkah keluar ke arah ruang pribadinya.


Sesampainya di ruangan pribadinya, ia menatap wajah perempuan yang di sayanginya itu dengan tatapan sayang.


"Sayang!! Ini adalah saatnya, aku harap kamu tidak mendengar apapun yang dikatakan orang orang tentang masa lalu aku, aku memang bukan pria baik baik tetapi aku akan berusaha menjadi pria yang terbaik buatmu seorang dan anak anak kita, kuharap kamu tetap mempertahankan hubungan kita, karena sekarang saatnya akan tiba, dimana akan ada sebuah masalah yang sangat besar."ucap Raymundo perlahan tapi Aretha mendengar semuanya, sedari tadi Aretha tidak tidur dia sudah bangun dan ia sudah mendengar semuanya.


"Jangan pernah berpikir untuk meninggalkan aku sayang, hanya kamu yang mampu membuatku sadar apa itu tanggung jawab yang sebenarnya, hanya kamu wanitaku dan hanya kamu yang membuat aku bahagia." Raymundo masih berbicara tentang keadaannya di masa lalu.


Setelah kamu bangun nanti, aku akan menceritakan semuanya padamu.


Raymundo masih menatap wajah cantik Aretha sambil sesekali ia mengecup wajah itu dengan nafas mint yang selalu disukai Aretha.


Perlahan lahan Aretha membuka matanya dan melihat sekelilingnya dan ia menatap wajah tampan yang duduk di sampingnya yang tak henti hentinya memandang dirinya itu.


"Sayang! Maaf Arey..."belum selesai berbicara Raymundo sudah meletakkan jarinya di bibir Aretha.


"Kalau kamu masih mengantuk, tidur saja sambil menunggu aku bekerja, 10 menit lagi aku harus meeting, isteriku mau ikut atau mau menunggu saja disini!"tanya Raymundo pada Aretha.


"Suamiku!"panggil Arey lirih.


"Aku mencintaimu suamiku!" ucap Aretha sambil tersenyum tipis.


"Aku ingin ikut meeting!"sambung Arey lagi.


"Boleh dong sayang? Aku sangat mencintaimu!"ucap Raymundo dengan tatapan mata penuh arti.


"Sayang! Setelah meeting jangan lupa ya?"ucap Aretha mengingatkan Suaminya agar tidak sampai lupa membawanya ke Mall.


"Lupa apa sayang?"Raymundo balik bertanya.

__ADS_1


"Kok lupa sih suamiku?" Tanya Aretha lagi sambil memperbaiki dandanannya dan memoles wajah cantiknya dengan bedak baby kesukaannya.


"Sayang bagaimana penampilanku sudah pas belum?"Tanya Aretha lagi sambil duduk diatas pangkuan Suaminya itu.


"Sudah cukup isteriku sayang, kamu sangat menggemaskan!"ucap Raymundo sambil tersenyum dan memperbaiki dasinya sendiri, tetapi sebuah tangan lembut meraih dasi itu dan memperbaikinya.


Selama mengikat dasi, Raymundo sangat fokus pada wajah cantik isterinya itu dan sesekali ia menggodanya dengan cara mengecup kening sang Isteri dan meninggalkan gigitan kecil yang membuat Aretha merasa geli.


"Sayang?Aku masih ikat dasinya nanti saja kalau semua pekerjaan kamu hari ini sudah kelar!"ucap Aretha sambil menaruh jari telunjuknya di area bibir Sang suami.


"Baiklah sayang, ayo kita pergi!"ucap Raymundo sambil meraih tas isterinya dan memberikannya pada Aretha, kemudian ia pun meraih jasnya dan kunci mobilnya dan langsung berjalan keluar dari area kamar pribadinya itu ke arah lift menuju ke basemen di lantai satu.


"Tuan, apa aku juga ikut?"tiba tiba Bernai berkata pada Raymundo.


"Kamu memang wajib ikut, ayolah kamu pakai mobil yang satunya ya?"ucap Raymundo sambil menunjuk mobil Ferrari yang terparkir indah dekat mobil Bugatti Veyron miliknya itu.


"Baiklah Tuan muda!"ucap Raymundo sambil tersenyum dan berlalu ke arah mobil Ferrari warna putih itu.


"Sayang! duduklah biar aku pasang seat beltnya ya?"ucap Raymundo hendak memasang seat beltnya Aretha tetapi Aretha meraih tangan kekar milik suaminya itu.


"Aku bisa kok Hubby!!"ucap Aretha sambil memasang seat belt pada perutnya.


"Nah, udah beres kan my lovely Hubby?"ucap Aretha sambil tersenyum dan tangannya mengelus pipi Raymundo membuat Raymundo sangat bahagia menatap wajah cantik alami yang dipoles bedak baby isterinya itu.


"Ayo berangkat suamiku!!"ucap Aretha sambil melirik ke arah luar jendela mobil itu.


Raymundo pun menghidupkan mesinnya dan mulai menjalankan mobil dengan kecepatan sedang.


"Sayang suatu saat kalau aku emosi tolong jangan sekali sekali kamu berpikir untuk pergi dari diriku ya sayang?"ucap Raymundo sambil memutar setir mobilnya dengan kecepatan sedang.


"Tergantung sayang, kamu marah aku karena apa? Kamu kan tahu Yank aku adalah anak manja yang terlatih secara mandiri seperti ABRI oleh Papa aku, aku yakin aku kuat kok!"ucap Aretha sambil tersenyum renyah.


Beberapa menit kemudian mereka telah tiba di lokasi meeting yang akan mereka ikuti.


Ketika tiba disana, orang yang hendak meeting bersama mereka sudah menunggu.


Ia bukanlah orang asing bagi Aretha karena aretha pernah bertemu dengannya di sebuah Mall, tapi semua pikiran itu berkecamuk dalam pikirannya sendiri dan Aretha benar benar lupa siapa pria yang akan bekerja sama dengan mereka itu, Aretha benar benar lupa.


"Sayang perkenalkan ini Pak Charlos! beliau lah yang akan meeting bersama kita hari ini."ucap Raymundo memperkenalkan Pria itu pada Aretha.


"Pak Charlos ini Aretha isteriku!"ucap Raymundo sambil memperkenalkan diri Aretha pada Charlos.


"Halo Bu Aretha selamat datang dan selamat bergabung ya?"ucap Charlos lagi.


"Hmm, kita langsung saja ya Pak Ray?"ucap Charlos sambil membuka file pada laptopnya dan mulai menerangkan apa yang menjadi acuannya untuk proyek yang akan mereka bangun bersama ini.


Charlos pun menjelaskan secara terperinci dan sesekali ia melirik ke arah Aretha dengan lembutnya, ia tak menyangka Aretha akan tumbuh dewasa menjadi wanita cantik yang sangat membuat hatinya sangat senang ingin melihatnya terus.


Selesai menjelaskan semua yang menjadi target utama dari meeting hari ini Raymundo pun mengajak Charlos untuk makan bersama di restoran favorit di dekat situ.


Ketika semua pesanan sudah rapi diatas meja, tiba tiba Aretha berlari ke arah wastafel terdekat dan langsung diikuti oleh Charlos dan Raymundo bersamaan.


"Ada apa ini Dek?"ucap Charlos tiba tiba memanggil Aretha dengan sebutan Dek.


"Maaf isterimu seperti adikku, maaf kalau aku sebut dirinya dengan sebutan Dek!"ucap Charlos sambil menatap wajah Raymundo yang terlihat sangat perhatian dengan isterinya.


"Iya gak apa apa kok Pak Charlos, boleh kok Pak Charlos memanggilnya Adek!"ucap Raymundo sambil tersenyum.


Setelah memuntahkan semua isi perutnya kemudian wajah cantiknya ia basuh dengan air kran dan ia pun berkumur kumur dan kembali seperti semula sebelum ia mual.


"Maafkan isteriku Pak Charlos, isteriku sedang mengandung anakku!"ucap Raymundo sambil mengecup kening Aretha dengan lembutnya di depan Charlos.


Membuat Charlos merasa teriris pisau yang sangat tajam di jantungnya.


"Mari kita makan!"ucap Raymundo sambil mempersilahkan Charlos untuk menikmati makanan yang sudah di sediakan diatas meja itu.


Mereka pun makan bersama sama hingga selesai makan Aretha memesan semangkuk rujak buah dengan level pedas 5.


"Sayang, maaf ya aku pengen banget makan rujak buah ini."ucap Aretha sambil tersenyum manja.


**


Kedua insan itu pun melangkah masuk ke dalam Mall terbesar di pusat kota itu.


Mata Aretha terlihat sangat berbinar melihat keadaan sekeliling di Mall itu.

__ADS_1


"Sayang! aku suka sekali dan hari ini aku sangat bahagia melihat pemandangan luar ini!"ucap Aretha sambil tersenyum bahagia.


** Bersambung ya Readers tersayang Tolong di like komentar dan vote ya biar author rajin update setiap hari terimakasih 🙏🥰**


__ADS_2