Cerita Cinta Aretha

Cerita Cinta Aretha
** Menatap Bulan Purnama **


__ADS_3

Hai readers happy reading ya??


**


Malam kian larut, Aretha tak bisa tidur.


Ia terus bolak balik, entah apa yang ada di dalam benaknya, ia benar benar merasa bosan, gerah dan sudah jenuh dengan keadaannya sekarang di usia kehamilannya yang ke Tujuh bulan.


Perlahan lahan Aretha turun dari ranjang dan berjalan ke arah balkon untuk sekedar duduk di sana.


Ketika ia menatap ke langit betapa takjubnya ia tatkala ia melihat bulan purnama yang sangat indah itu.


Cahayanya terang benderang menghiasi indahnya karpet biru langit malam itu, ia pun berdiri dan bersandar pada pagar besi stainless steel yang menjadi penyangga tubuhnya.


**


Raymundo bangun dari tidurnya, ketika meraba tempat disampingnya ternyata kosong.


Dengan cepat ia membuka matanya dan mencari cari ke segala arah namun yang ia cari tak ditemukannya juga.


"Sayang...??"Panggil Raymundo dengan suara perlahan.


Tak ada sahutan, ia pun berjalan ke arah balkon dan ia pun tersenyum tatkala melihat sesosok wanita hamil sedang berdiri dan menatap bulan.


Raymundo tak ingin waktu itu berlalu begitu saja, dengan secepat kilat ia mengambil kuas, kanvas dan semua alat lukis kemudian dengan cekatan ia melukis pemandangan yang indah dihadapannya itu.


Dengan sentuhan penuh cinta dan kelembutan yang sempurna ia pun melukis seorang wanita hamil sedang menatap bulan purnama diatas balkon kamarnya.


Tak lupa ia pun mengambil kamera dan mengabadikan momen indah itu.


Setelah itu ia mendekati wanita itu dan memeluk pinggangnya dan menyentuh perut yang kian membesar tinggal menunggu hari lahirnya bayi mereka itu Raymundo membisikkan sesuatu pada telinga Aretha.


"Sayang bulan purnama itu sangat indah ya, apa kamu menyukainya?"Tanya Raymundo pada Aretha.


"Iya sayang aku sangat menyukainya, apalagi kalau aku duduk berdua bersama kamu suamiku."Ucap Aretha sambil tersenyum.


"Ayo tidur sayang biar besok bangunnya pagi karena kita harus mengikuti senam hamil di taman kota sayang "Ajak Raymundo sambil memapah Aretha berjalan kembali ke arah kamar tidur mereka.


Raymundo pun memijat kaki Aretha sambil bernyanyi di tengah malam itu hingga Aretha terlelap dan ia pun kembali tidur di samping Aretha.


Aretha mendengkur sangat halus di telinga Raymundo, sedangkan Raymundo sudah tak bisa memejamkan mata lagi karena ia memikirkan apabila Aretha melahirkan nanti seperti apa rasa sakitnya.

__ADS_1


**


Pukul Empat kurang Lima menit, Aretha selesai mandi dan berganti pakaian dengan pakaian ibu hamil dan sangat seksi di mata suaminya itu.


"Sayang ayo bangun, mandi terus kita sarapan bareng!"Ucap Aretha sambil tersenyum dan melabuhkan sebuah kecupan di kelopak mata Raymundo.


"Sayang...!! Ayo cepat bangun biar kita bisa duduk di tempat paling depan."Ucap Aretha lagi sambil mengguncang guncang punggung suaminya itu.


Raymundo pun bangun dari tidurnya dan dengan secepat kilat mengecup pucuk kepala Aretha kemudian pergi ke kamar mandi untuk mandi dan melakukan ritual paginya.


"Sayang...!!" Panggil Raymundo lembut.


"Iya sayang ada apa?"Jawab Aretha.


"Tolong ambil sabun wajahku di dalam lemari ya nih sudah habis."Ucap Raymundo pada Aretha.


"Baiklah sayang, ditunggu ya?"Ucap Aretha sambil melangkah masuk ke dalam ruang ganti dan membuka pintu lemari untuk mengambil apa yang di minta oleh suaminya itu.


Setelah menemukan dan mengambil sabun yang di maksud kemudian ia berjalan menuju kamar mandi dan memberikan sabun itu pada tangan Raymundo yang sudah menunggunya dari tadi.


"Terima kasih isteriku tercinta...!!"Ucap Raymundo pada Aretha.


"Sama sama suamiku tercinta...!!"Jawab Aretha membalas ucapan suaminya itu.


Tiba tiba ponsel Raymundo berbunyi tanda ada notifikasi pesan masuk.


Dengan segera Aretha meraih ponsel itu dan membuka pesan itu,ponsel Raymundo tak ada kunci atau apapun itu karena mereka sudah sepakat untuk saling percaya satu sama lain.


Dengan segera ia membaca pesan masuk itu ternyata dari seorang perempuan bernama Maharani.


Aretha mengetahui nama itu dari tulisan paling terakhir yang mengatakan bahwa dari yang menginginkanmu : Maharani.


Isi pesannya begini :


Pria tampan hari ini aku menunggumu di tempat biasa,dan aku harap kamu pertimbangkan kata kata aku beberapa bulan lalu,kalau kamu tidak mengikuti apa yang aku katakan,aku akan hancurkan semua milikmu termasuk kesayanganmu,kalau kamu ingin hidupmu bebas lepaskan dia dan kembali padaku,kita akan memulainya dari nol dan bahagia bersama.


dari yang menginginkanmu : Maharani.


Aretha kemudian meneruskan pesan itu pada ponselnya dan menghapus kiriman pesan itu kemudian menutup ponsel itu dan meletakkan kembali di atas meja.


Ia pun kembali merias wajahnya,dan berpikir kenapa gadis itu masih keras kepala ingin merampas Raymundo dari sisinya?

__ADS_1


"Ya sudahlah kalau memang jodoh takkan kemana kok, aku harap ini hanya skenario manusia jadi tak perlu takut kepada apapun kecuali Sang Empunya Kehidupan."bisik lirih suara hati Aretha.


Selesai merias diri senatural mungkin,ia pun berjalan ke arah balkon menghirup udara pagi yang cerah.


**


Selesai mandi pria itu pun keluar dari kamar mandi dengan menggunakan kimono mandinya, di atas tempat tidur telah tersimpan rapi pakaian yang akan ia pakai.


"Terima kasih sayang sudah menyiapkan pakaianku dan semua perlengkapan aku."Ucap Raymundo sambil mengganti pakaiannya.


"Arey Sayang ayo sarapan..!!"Ajak Raymundo pada sang isteri.


"Suamiku maafkan aku..."ucap Aretha terbata dan meraih tangan suaminya itu.


"Ada apa sayang?Apa yang membuat dirimu risau?"Tanya Raymundo seraya mengecup punggung tangan Aretha.


"Maafkan aku suamiku, tadi ada notifikasi pesan di ponselmu dan tanpa sengaja Arey membuka dan membacanya, maafkan Arey, Tuan Raymundo yang terhormat...!!"Ucap Aretha sambil menundukkan kepalanya.


"Angkat kepalamu sayang, gak apa apa kalau kamu membacanya kan aku udah bilang padamu saat kita masih pacaran dulu apapun yang terjadi kita harus tetap saling percaya dan jangan pernah terkecoh oleh hal sekecil apapun."Ucap Raymundo sambil merangkul pundak Isterinya.


"Ya sudahlah jangan takut suamimu ini tidak akan pernah marah padamu, masalah sebesar apapun itu kita harus saling terbuka,saling jujur, saling menjaga,saling komunikasi dan saling percaya."Ucap Raymundo pada Aretha.


"Ya sudahlah ayo kita sarapan biar saat mengikuti senam hamil nanti istriku tetap sehat segar bugar."ucap Raymundo sambil memapah Aretha keluar dari kamar menuruni tangga menuju ruang makan.


Setelah sampai di ruang makan terlihat bibi sudah menyiapkan sarapan pagi untuk mereka berdua.


"Ayo gabung bi,kita sama sama makan."Ajak Aretha sambil tersenyum.


"Bibi kan sudah seperti keluarga sendiri jangan sungkan ya bi?"Sambung Raymundo pula.


"Makasih ya Tuan dan Nyonya Bibi nanti saja, bibi harus bereskan taman belakang dulu baru makan."Ucap bibi menolak dengan halus.


"Ayolah Bibi,"Arey merajuk manja.


"Baiklah kalau begitu ayo kita makan bareng."Ucap Bibi sambil duduk di tempat duduk sampingnya Aretha.


Bibi pun menyendok nasi dan lauk pauk untuk dirinya sendiri karena aretha sudah menyendok nasi dan lauk pauk ke dalam piringnya Raymundo.


"Mari kita berdoa dalam hati masing masing sesuai agama dan keyakinan masing masing ya?"ucap Raymundo.


**

__ADS_1


Bersambung ya guys tolong di like komentar dan vote ya biar author rajin update setiap hari terima kasih 🙏🥰


**


__ADS_2