
Sore hari itu kami semua sudah bersiap siap,aku dan bibi Syila pun sudah selesai masak dan memandikan baby AL.
Bibi Syila pun mulai beres beres dan menyiapkan apa yang akan mereka bawa ke rumah Saudaranya yang sudah sangat lama tak pernah bertemu.
Pukul Empat tepat Sebuah mobil masuk pekarangan villa itu dan berdiri tepat di depan pintu masuk rumah utama.
Aretha sedari tadi sudah berdiri di depan pintu sambil menggendong baby Al sambil menunggu suaminya pulang dari kantor.
"Hallo sayang,bagaimana kerjaannya?"Tanya Aretha pada Raymundo.
"Puji Tuhan isteriku semua baik baik saja hanya ada sedikit masalah tetapi sudah selesai dengan aman."Jawab Raymundo sambil mengecup pipi baby Al dan memberikan tasnya pada Aretha.
"Sayang masak apa sore ini?"Tanya Raymundo sambil menatap wajah Aretha sambil tersenyum lebar dan meraih pucuk kepala isterinya dan mengecupnya dengan penuh kasih sayang.
"Masak makanan kesuakaanmu suamiku."Jawab Aretha kemudian melepaskan jas suaminya dan dari serta membawanya ke dalam kamar dan di gantung kemudian membawa pakaian ganti milik Raymundo sekaligus piyama mandi untuk suaminya itu namun sebelumnya ia memberikan segelas air putih jakarta pada sang suami untuk melepaskan dahaganya.
"Sayang habis mandi aku tunggu di ruang makan ya?"Ucap Aretha lagi.
"Hmm iya sayang. " Jawab Raymundo dan langsung mengambil handuk dan masuk kamar mandi untuk membersihkan dirinya karena badannya sudah penuh dengan penuh dengan keringat dan sangat lengket.
**
Selesai mandi Raymundo pun mendekati sang isteri yang nyaris tertidur di atas meja makan.
"Sayang ayo bangun katanya mau temani suami kamu makan kok malah molor sih sayang?"Ucap Raymundo sambil mengguncang baju Aretha perlahan lahan.
"Iya maaf suamiku."Jawab Aretha sambil bangun dari tidurnya dan mencuci tangannya dan menyiapkan makanan untuk suami tercinta.
"Sayang habis makan kita ke rumah papa dan mama ya antar paman dan bibi serta ketiga kakak Arey ya?"Ucap Aretha sambil menyendokkan makanan ke dalam piring Raymundo.
"Iya sayang baiklah...!!"Ucap Raymundo.
Kemudian ia pun berdoa dan mulai menyendokkan makanan ke dalam mulutnya.
Setelah beberapa menit ia pun selesai makan dan minum air.
"Sayang aku boleh minta tolong gak?"Tanya Aretha pada Raymundo.
"Minta tolong apa sayang"Raymundo balik bertanya.
"Tolong jagain Baby Al ya aku mau beli sesuatu di mini market seberang jalan mau beli sesuatu untuk kita bawa untuk Papa dan Mama."Jawab Aretha sambil menyerahkan Baby Al pada papanya.
__ADS_1
"Nanti saja pas kita berangkat sayang biar kamu santai saja sayangku."Ucap Raymundo sambil tersenyum lebar dan mengecup lagi pipi Aretha.
"Baiklah kalau begitu."Jawab Arey dan menggendong lagi baby Al dan hendak mengambil tasnya tetapi sudah diambil oleh Raymundo.
"Aku akan menjaga dan menyayangi kamu hingga kita menua nanti."Gumam Raymundo lagi pada Aretha. "Paman...Bibi Ayo kita berangkat ?"Ajak Aretha dan Raymundo bersama sama.
"Baiklah kalau begitu."Ucap Bibi Syila yang merupakan Bibi dari Aretha dan sangat disayangi oleh ayah dan ibunya Aretha karena di dalam keluarga mereka hanya ada dua saudari perempuan dan itu saudari perempuan yang paling langka.
"Bibi Syila pun berangkat namun baru saja masuk mobil beliau turun lagi karena lupa membawa tas kecilnya tetapi tidak jadi ke dalam rumah karena sudah dibawakan oleh Paman Luis.
(MAAF ya tadi mendadak jeda karena wi-fi nya gangguan jaringan)
"Terima kasih suamiku...aku memang sudah pikun hehe..!!"Ucap Bibi Syila sambil menerima tasnya dari Sang suami.
"Hadeuh akhirnya malam ini kita semua akan kembali berkumpul bersama rumpun keluarga kita yang dulu hilang sekarang kembali bersama lagi seperti awal mulanya."Ucap Bibi Syila lagi sambil melirik ke ARAH Aretha yang sedang menyusui si baby Al.
"Nak Ray,semuanya sudah siap ayo berangkat."Ucap Paman Luis pada Raymundo.
"Siap Bibi...!!"Jawab Raymundo sambil menghidupkan mesin mobilnya dan mobil itu pin meninggalkan halaman rumah itu menuju ke rumah besar Pap Stephen dan Mama Divya.
Mereka sedang asyik bercerita tatkala sebuah van hitam menabrak kaca spion mobil mereka dan apa yang terjadi Raymundo nyaris kehilangan keseimbangan untung saja Paman Luis denagn cepat langsung meraih setir dan menyeimbangkan kembali ke keadaan semula.
"Kamu tahu kan harus apa?"Ucap Paman Luis lagi dan Raymundo pun menekan tombol senjata rahasia sehingga siapapun yang berani mengusik ketenangan mereka lewat mobil yang mereka tumpangi akan mendapat alasan setrum yang sangat luar biasa.
Mobil van hitam itu terus saja mengejar mobil yang mereka tumpangi dan Raymundo dan paman Luis melakukan aksi heroik mereka.
Mereka pun menekan senjata tersembunyi mereka dan alhasil mobil van yang mengganas dari belakang itu nyaris anjlok ke dasar jurang.
Karena tidak puas dengan keadaan itu Raymundo pun memutar balik mobil mendekati mobil van hitam yang teronggok di tepi jurang itu dan dengan sekali dorong mobil itu pun masuk ke dalam jurang dan terdengar teriakan histeris dari dalam mobil itu.
"Cukup Nak Ray ayo kita cepat pergi dari sini dan tolong jangan tinggalkan jejak apapun,Paman tahu apa yang harus kamu lakukan."Ucap Paman Luis sambil menepuk bahu Raymundo dan Raymundo pun kembali fokus kemudian dengan segera ia menekansebuah tombol hijau dan mengganti warna mobil serta plat yang ada menjadi lain sehingga tak ada seorang pun yang mampu mengetahui kalau itu adalah mobil yang telah mendorong mobil van hitam itu ke dalam jurang.
"Terima kasih paman."Ucap Raymundo sambil memegang erat tangan Paman Luis.
"Dalam keadaan apapun kamu harus fokus Nak,karena kita jalan bersama masa depan kita semuanya.Bayangkan saja anak isteri kita kenapa kenapa apa kamu sanggup menjalani hidup ini tanpa mereka?Fokus nak karena musuh kita diluar sana sangat banyak tak terbilang dan kamu harus pandai membaca situasi karena lengah sedikit nyawa kita jadi taruhannya apalagi kamu adalah seorang CEO paling sukses dan terbilang paling aman dari segala tuduhan.
Paman hanya mengingatkan saja agar kelak di jalanan harus selalu waspada,apalagi kita tidak sendirian melainkan bareng isteri dan anak anak kita.
Tapi paman yakin pasti kamu akan selalu berhati hati di jalan walaupun tanpa paman dan juga saudara saudaramu."Ucap Paman Luis mengingatkan Raymundo agar selalu waspada dalam situasi apapun.
Kak Andrew,Kak Ahaz dan juga Kak Adam mendekati dan memeluk bahu Raymundo sambil menunjukkan hasil pencarian mereka di situs milik mobil van tadi dan mereka sudah memblokade semua jalan menuju ke mobil yang mereka tumpangi sekarang.
__ADS_1
Ternyata mobil itu pun sama canggihnya dengan mobil yang mereka tumpangi sehingga saat itu Adam dan Andrew langsung menangkap apa yang harus mereka lakukan pada mobil itu yang sudah terlanjur merekam mobil mereka tetapi Puji Tuhan mereka masih selamat dan bisa memblokir semua bukti yang tertangkap kamera mobil van hitam itu dan bahkan menghapus jejak mobil mereka dari kamera mobil itu.
"Masih 10 menit kita tiba dirumah Papa Stephen dan Mama Divya."Ucap Raymundo pada Semua penumpangnya.
Dan Sepuluh menit kemudian mobil itu berhasil masuk ke jalan utama menuju ke rumah besar bak istana itu.
Setelah melapor diri di Pos penjagaan depan pintu,pintu utama besar menuju ke halaman rumah pun terbuka dan mereka pun dengan mudah masuk ke dalam halaman luas itu.
Sesampainya di halaman depan pintu utama Raymundo pun langsung saja memarkirkan mobilnya untuk menurunkan para penumpang dulu baru ia memarkir mobilnya di garasi yang sangat luas itu.
Setelah parkir ia pun datang menemui Aretha dan yang lainnya di depan pintu kemudian Aretha maju dan memencet bel rumah itu.
Bel pun berbunyi dengan nyaringnya...
●○°•☆
"Bibi biar aku saja yang buka pintunya...!!"Ucap Mama Divya sambil melangkah menuju ruang tamu.
Sebelum ia membuka pintu ia pun memanggil Papa Stephen untuk melihat melalui lubang pintu untuk memastikan kalau yang datang adalah orang orang kepercayaannya ataupun keluarganya.
Akhirnya Papa Stephen pun datang menghampiri isterinya dan mereka berdua sama sama melihat melalui lubang angin kecil itu tetapi karena tidak bisa melihat akhirnya papa stephen menghidupkan layar deteksi besar di depan mata mereka dan mereka melihat ternyata ada Raymundo dan Aretha di depan pintu itu dan dengan segera mama Divya pun berteriak histeris.
"Anakku Papa ayo buka pintunya."Ucap Mama Divya yang langsung membuka pintu dan menghambur keluar menemui Aretha dan juga lainnya sambil menangis dan memeluk Aretha.
"Kemana saja kamu Nak?Ini cucu mama?"Semua pertanyaan diajukan pada Aretha dengan sesenggukan tapi tak dibalas oleh Aretha karena Aretha sudah larut dalam keharuan dan kegembiraan.
"Papa dan Mama Arey pengen tunjukan sesuatu..."Ucap Aretha sambil melangkah menuju pintu depan dan meminta paman dan bibi serta ke tiga orang kakaknya untuk datang.
Akhirnya mereka pun datang dan Paman Kristanto ada aba langsung memeluk Mama Divya dan Papa Stephen sambil menangis penuh haru dan penuh kerinduan dan rasa bersalah karena telah memisahkan anak anak mama Divya dan papa Stephen.
"Maafkan Luis dan Syila Kak...!!"Ucap Paman Luis dan tante Syila pada Papa dan Mama yang juga membalas memeluk dan mencium mereka berdua dengan penuh tangis bahagia dan mereka pun masih saja berpelukan seperti teletubies.
"Papa Mama pelukannya nanti aja ya sekarang pelukannya harus berpindah ke ketiga orang kakaknya Arey dulu ini adalah kak Adam,Kak Ahaz dan Kak Andrew mama papa mereka adalah Kakak kakaknya Arey dan adik adiknya Kak Virgo ayolah Mama papa lepaskan pelukannya dulu.
Akhirnya Mama Divya pun memeluk erat Andrew bergantian dengan Ahaz dan Adam kemudian mereka semua berpelukan dan Papa Stephen pun menarik tangan Raymundo dan mereka semua pun berpelukan.
**
To be continued Bersambung ya readers guys...
jangan lupa untuk selalu like komentar dan vote karya author ya? Terima kasih 🙏💕
__ADS_1