
"Sayapku hampir patah, aku seperti tidak bertulang lagi, tak kusangka gadis pujaanku disukai banyak orang, kenapa harus terjadi padaku? Apa kesalahan yang pernah dibuat kedua orangtuaku sehingga akulah yang mendapat karma ini? Sungguh tak adil bagiku aku benci semua ini, Ya Tuhan kuatkanlah hatiku agar selalu kuat menghadapi segala masalah ini" Gumam Raymundo dalam hatinya.
Akhirnya dengan segala upaya dan segala kekuatan Raymundo dan keluarganya bertandang kerumah Aretha.
Raymundo benar benar tidak ingin kehilangan Aretha, Raymundo telah nekat untuk menikahi Aretha saat itu juga.
Kedua orang tua Aretha kaget melihat kedatangan Raymundo dan keluarganya.
"Sore Pak! ada tamu yang datang masih di depan pagar Pak" ucap Secuirity yang berjaga jaga di depan rumah Aretha.
"Baik suruh mereka masuk!" ujar Pak Stephen Papanya Aretha.
"Baik Pak!" ucap Secuirity itu.
"Silahkan masuk Pak, mari saya antar!" ucap Secuirity itu lagi sambil membuka pintu dan mempersilahkan mereka sekeluarga masuk halaman rumah itu.
"Mari Pak silahkan lewat sini" ucap secuirity itu lagi.
Papa Dharmawan, dan Mama Dharmawan beserta Raymundo Ozario Dharmawan melangkah masuk ke halaman mansion yang luas itu.
Tok tok tok... daun pintu di ketuk oleh orang dari luar.
"Iya sebentar!" ucap Mama Divya.
Mereka di sambut oleh Papa Stephen dan Mama Divya di ruang tamu.
"Mari silahkan masuk," Ajak Mama Divya dan Papa Stephen.
Raymundo dan keluarganya pun masuk ke dalam ruang tamu rumah atau tepatnya mansion indah itu.
"Maaf Pak kami sudah lancang datang ke sini mengganggu ketenangan Bapak dan Ibu" Ucap Papa Dharmawan membuka percakapan.
"Iya gak apa apa Pak jangan sungkan, kalau ada masalah harus kita bicarakan baik baik, tanpa harus membuat masalah itu jadi rumit ya kan Pak?" ucap Papa Stephen dengan bijak.
__ADS_1
"Bagaimana Ibu dan Bapak apa maksud kedatangan Bapak dan ibu kesini?" Tanya Pap Stephen sudah tak sabar lagi.
"Begini Pak, maksud kedatangan kami ingin melamar anak gadis Bapa dan ibu Aretha untuk anak kami Raymundo" Ucap Papa Dharmawan dengan suara lantang tapi lembut.
"Kami sebagai orang tua hanya merestui saja karena yang menjalani rumah tangga bukan kami tetapi anak anak kita yang akan menjalani bahtera rumah tangga itu, kalau kami setuju setuju saja asalkan anak Bapa dan Ibu benar benar serius dan bertanggung jawab" Ucap Papa Stephen dan Mama Divya pun ikut menganggu tanda setuju.
"Bagaimana ibu ibu?" tanya Papa Dharmawan pada mama Raymundo dan Mama Aretha.
"Kami setuju setuju karena ini menyangkut perasaan hati, anak sudah saling menyukai kami bisa apa?" ucap Mama Divya lagi.
"Baiklah kalau begitu pertemuan kita sore ini cukup sampai disini nanti kita akan bertemu lagi pada acara pertunangan mereka Minggu depan ya?" ucap Papa Dharmawan mewakili mereka semua.
"Baiklah kita ketemu lagi hari Minggu ya?" ucap Papa Dharmawan lagi.
"Baiklah," ucap Papa Dharmawan lagi dan menelepon sopirnya untuk menurunkan bingkisan bingkisan yang sudah mereka bawa.
"Wah, Bapa dan Ibu kenapa harus repot repot nanti saja pas hari H nya baru bawa bingkisan" ucap Mama Divya lagi.
"Nggak apa apa Bu kita sekarang sudah akan menjadi satu keluarga jadi gak apa apa anggap saja ini hadiah atau oleh oleh dari kami untuk Bapa ibu." Ucap Mamanya Raymundo lagi.
Akhirnya mereka pun makan bersama sore itu, sedangkan Raymundo dan Aretha sedang asyik bercerita di taman belakang.
Aretha sementara berlatih muaythai, membuat Raymundo kagum setengah mati, ketika lagi asyik ngobrol tiba tiba bibi pembantu datang dari arah rumah utama.
"Permisi Non, Ibu Non memanggil untuk makan bersama keluarga Pria" ucap Bik Inah sambil tersenyum dan menunduk.
"Baiklah tolong bibik bilang tunggu sebentar ya aku mandi cepat cepat dulu" ucap Aretha sambil meraih tangan Raymundo dan pergi mengantarnya ke rumah utama dan dia langsung menuju ke kamar mandi.
"Sayang aku tunggu di ruang makan ya?" ucap Raymundo sambil melambaikan tangannya pada Aretha.
"Iya sayang gak lama kok aku mandi!" ucap Aretha lagi sambil berlalu pergi.
Tidak butuh waktu lama 10 menit kemudian Aretha sudah keluar dari kamarnya dan turun ke bawah ke ruang makan untuk makan bareng calon suami dan mertuanya.
__ADS_1
"Maaf Arey terlambat," ucap Aretha sambil tersenyum dan berjalan ke arah tempat duduknya.
"Ayo Nak, kita sudah setengah perjalanan ayo cepat susul biar lambungmu gak kumat" ucap Mama Divya penuh rasa sayang.
**
Selesai makan bersama Aretha membantu bibik Inah untuk membereskan piring piring kotor dan mencucinya hingga bersih kemudian berjalan ke arah ruang tamu untuk melanjutkan ngobrol dengan mamanya Raymundo.
"Nak, apa benar kamu sudah melabuhkan pilihan hatimu pada Nak Aretha?" tanya Mama Dharmawan serius.
"Sudah Mam, aku takut kehilangannya aku ingin agar secepatnya kami melangsungkan pernikahan kami Mam," ucap Raymundo serius.
"Baiklah kalau begitu kita percepat proses pernikahannya di Minggu depan boleh Pak?" tanya Mama Dharmawan sudah tak sabar lagi ingin punya menantu karena memang ia dari dulu sudah menyukai Aretha dan ia juga sempat jalan jalan bareng Aretha saat pertama kali Aretha pergi ke rumah Raymundo.
"Kalau Arey sama Mas Ray sih manut aja kapan nikah dan sah di Capil dan Gereja" ujar Aretha sambil tersenyum.
"Baiklah kalau begitu pertunangannya kita percepat hari ini saja cukup keluarga inti saja yang hadir" ucap Mama Divya pada mereka semua yang hadir disitu.
"Ray, mana cincin tadi yang sudah kamu pesan dari jauh jauh hari?"Tanya Ibu Dharmawan sambil tersenyum.
"Ini Mah!" ucap Raymundo sambil mengeluarkan kotak berwarna biru laut yang merupakan warna kesukaan Aretha dan dirinya.
"Sayang Will You Marry Me?Apakah kamu bersedia menikah denganku?" ucap Raymundo mengulangi perkataannya lagi.
"Ya Mas, aku mau menikah denganmu dan mau mengarungi bahtera rumah tangga denganmu dan tetap setia dalam untung dan malang, dalam susah dan senang Mas!" ucap Arey sambil memberikan jari manis sebelah kirinya untuk dipasang cincin tunangannya.
"Makasih Sayang sudah mau menerima cintaku!" ucap Raymundo sambil mengecup kening Aretha dengan sangat dalam dan lama.
"Cukup! Nanti setelah menikah baru kalian bulan madu dimana terserah asalkan jangan sekarang ya?" ucap Mama Divya sambil tersenyum.
Kemudian Aretha memasang cincin di jari manis kiri Raymundo.
Setelah itu mereka saling memeluk dan bersalaman.
__ADS_1
Kini mereka telah sah menjadi tunangan dan betapa mata Raymundo sangat berbinar dan hatinya sangat bergembira dan bersukacita akhirnya ia telah bertunangan dengan gadis pujaan hatinya itu.
** Next **