Cerita Cinta Aretha

Cerita Cinta Aretha
** Keberhasilan membawa Masalah baru **


__ADS_3

Malam itu Aretha menuju bandara Sidney untuk check in, Aretha hanya membawa tas ransel berisi sedikit bajunya karena di rumah masih banyak bajunya.


Setelah 6, 5 jam akhirnya pesawat yang di tumpangi Aretha mendarat dengan sempurna .


Dengan tidak sabar Aretha memesan Taksi online dan melaju ke rumahnya.


Sesampainya di rumah, ia langsung kembali ke Rumah sakit untuk membesuk temannya.


Aretha mengemudi mobil Maserati warna biru kesukaannya.


Dari kejauhan tepatnya di lantai 2 rumah itu, tampak seorang gadis sedang memandang pemandangan di bawah sana.


" Lho kok Arey sudah balik, mau ngapain dia ?" tanya Mira dalam hati.


Aretha kemudian menyalakan mobilnya dan melaju dengan kecepatan sedang menuju ke arah Rumah Sakit.


**


Dreettt, sebuah notifikasi masuk ke ponsel Raymundo.


" Kak Ray, Arey sekarang menuju ke tanah air dari Sidney katanya malam ini pun dia mendarat Kak, tolong persiapkan segala sesuatu yang di butuhkan Kak, " isi pesan Dian Kepada Raymundo.


" Hmmmmm akhirnya aku kembali mendapatkan apa yang menjadi milikku " Gumam Raymundo perlahan.


Aku harus bisa mengikat Arey, karena aku tidak mau berpisah dari dirinya lagi.


Sudah cukup kamu bebas Arey, sekarang saatnya aku bertindak dengan segala upaya aku pasti akan membuat mu jatuh dalam pelukku itu janjiku.


Kau bunuh cintaku dengan emosi sesaat mu yang konyol, aku mempertaruhkan segala sesuatu yang ku punya hanya untuk mendapatkan cintamu.


" Dreeeetttt..." ponsel Raymundo berdering.


" Hallo, selamat malam dengan siapa ini " ucap Raymundo melalui ponselnya.


" Berlagak **** ya, jangan karena kamu sudah sukses terus kamu melupakan aku, asal kamu tahu Ray aku lah perempuan pertama yang selalu bersamamu dalam suka dan duka " ucap suara dari seberang sana.


" Siapa kamu, mau coba menjebak siapa ? " tanya Raymundo lagi.


" Ray, sampai kapanpun aku akan selalu menunggu dirimu, paham ! " wanita di seberang berbicara dengan suara ketus dan segera mematikan ponselnya.


" Rasain lu Raymundo kamu tidak tahu siapa aku sebenarnya " gumam Lisa dengan senyuman mematikan.


**


" Siapa sih perempuan tadi, berani mengancam aku ! " ucap Raymundo penasaran.

__ADS_1


" Ah, persetan dengan dia yang penting sekarang bagaimana caranya agar aku kembali bersama Aretha pujaan hati ku " gumam Raymundo perlahan pada dirinya.


" Aku harus bersiap siap untuk pergi ke Rumah sakit " gumam Raymundo lagi.


Saat mengemudi Raymundo benar benar merasa sangat berdebar.


Dari jauh tampak sebuah bus yang kehilangan kendali melaju dengan kecepatan tinggi menuju ke arah Raymundo.


Ketika hampir mendekati mobil Raymundo, Raymundo kaget dan langsung membelok mobilnya ke arah kiri sehingga mobilnya berhasil lolos walaupun sempat menabrak tong sampah di pinggir jalan itu.


Raymundo langsung pingsan tak sadarkan diri, untungnya ada warga sekitar yang melihatnya dan langsung membawanya ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan pertama.


Aretha sudah tiba di rumah sakit dan memarkir mobilnya di tempat parkir.


Aretha turun dan berjalan menyusuri koridor rumah sakit dan ketika melewati IGD Aretha melihat para tenaga medis berlarian mendorong bed yang mungkin ada pasien gawat.


Ketika bed yang di dorong para perawat dan dokter melewati Aretha, sepintas Aretha melihat wajah Raymundo langsung dia menghampiri para perawat itu.


" Tunggu ! " ucap Aretha sambil melangkah mendekati bed itu dan betapa kagetnya ketika ia melihat Raymundo terbujur di atas bed itu dengan kepala berlumuran darah.


" Ray, " panggil Aretha lirih.


" Maaf mbak kami harus segera membawanya ke ruang IGD karena pasien dalam keadaan kritis " ucap seorang perawat sambil mendorong Aretha agar menjauh dari bed itu.


" Tolong lakukan yang terbaik baginya Dokter dan suster, " ucap Aretha terbata bata.


Aretha mondar mandir di depan ruang IGD sambil sesekali mengintip ke dalam melalui kaca yang tak tembus pandang itu.


" Ray, maafkan aku, aku janji akan selalu menjagamu dan menyayangimu sampai kapanpun " gumam Aretha sambil menangkup kedua tangannya di pipinya.


**


Obrolan via group WhatsApp


Aretha : " Selamat malam teman temanku semuanya, maaf belum sempat ke ruang rawat inap Ditta karena aku masih di IGD "


Dian : " Ngapain kamu di IGD Arey "


Tapasya : " Aku kepo beb "


Icha : " Yang benar aja Arey, masa baru turun dari pesawat langsung ke IGD ada apa gerangan ?"


Tapasya : " Aku ke IGD ya Arey biar gak kepo kayak mulut ember nya si Dian dan Icha "


Icha : " Ngomong apa lo, awas aja kalau ketemu langsung aku cubit tuh hidung pesek biar semakin tenggelam "

__ADS_1


Dian : " Di dalam kamar aja saling chat berasa kayak jauh aja kita kita ini, ayo berangkat ke IGD, Ditta gak ada yang jagain entar hilang gimana ?"


Icha : " Tenang aja gak bakal orang menculik teman kita yang satu ini karena tampangnya benar benar sedih hahaha "


Tapasya : " Ayo cepat mulut cumi ntar ku tinju bibirmu mampe dower biar gak banyak omong lagi "


Icha : " Galak amat sih Beb, "


Aretha : " Mau ke sini gak sih bawel banget Lo bertiga "


Tapasya : " Ayo "


**Obrolan pun selesai


Sunyi sepi dan mereka pun melangkah keluar dari kamar itu menuju ke IGD.


Ketika tiba di IGD betapa kagetnya gadis gadis itu karena mereka melihat Aretha duduk termenung seorang diri.


" Arey, panggil ke tiga gadis itu bersama sama " panggil mereka bertiga serempak.


Mereka berlari berhamburan ke arah Aretha dan memeluk serta menciumnya.


"I love you honey " ucap Tapasya sambil merangkul pundak Aretha.


" Akhirnya rindu ini terobati juga " ucap Icha sambil perlahan melangkah mendekati Aretha dan memeluk serta mencium pipi kanan dan kiri Aretha dengan gemasnya.


" Hmmm aku juga ingin memeluk sahabat kesayanganku ini, " ucap Dian sambil membuka lebar kedua tangannya dan menangkup pipi Aretha serta mencium pipi Aretha bergantian.


" Cukup teman temanku kenapa kalian memperlakukan aku seperti orang hilang yang baru di temukan ? " tegur Aretha sambil berusaha melepaskan diri dari pelukan teman temannya itu.


" Arey apa aku salah merindukan sahabatku ? " ucap Dian sambil tersenyum bahagia.


" Eh.... ngomong ngomong ngapain kamu di IGD ini ada apa dan siapa yang kamu tunggu ? " ucap Tapasya penuh rasa penasaran.


Aretha lalu menceritakan semua yang di alaminya tadi pada ke tiga sahabatnya itu.


Mereka semua saling pandang dan merasa tidak percaya, tetapi tiba tiba pintu ruang IGD terbuka dan keluar lah Dokter Rizal yang menangani Raymundo.


" Mana keluarga pasien ? " tanya Dokter Rizal.


Mereka semua pun mendorong Aretha ke depan Dokter Rizal.


" Saya pacarnya Dokter " ucap Aretha sambil melangkah masuk mengikuti Dokter.


" Pasien memerlukan golongan darah O, apakah anda mempunyai golongan darah yang sama dengan pasien ? " tanya Dokter Rizal lagi.

__ADS_1


" Silahkan ambil darah saya Dok, golongan darah saya O " ucap Aretha sambil tersenyum.


** Bersambung ya guys tolong di like komentar dan vote ya guys terimakasih 🙏🥰


__ADS_2