
Mungkin aku dikira orang dengan gangguan jiwa karena suka bermonolog sendiri.
Ya tapi itulah aku,orang yang selalu mengecek setiap kata yang aku ucapkan demi kelancaran sebuah pertemuan.
Ya aku benar benar harus memperhatikan benar atau salahnya sebuah kalimat agar tidak salah dalam pengucapan itulah aku sangat mengerti tentang apa maunya diriku ini.
Pria itu masih saja menoleh ke arah cermin dan berkata kata tanpa henti.
Ya walaupun cintaku selalu di tolak,tetapi Aretha selalu menunjukkan kasih sayangnya padaku itu sudah cukup.
♡○♡○♡○
"Paman apakah kita berangkat sekarang?"Tanya Raymundo pada Paman Luis.
"Lebih cepat lebih baik karena Paman George sudah duluan tiba di tanah air kita bakal bertemu di sana semuanya. "Ucap Paman Luis pada Raymundo.
"Oo,baiklah paman aku segera mempersiapkan semua yang akan kita bawa."Ucap Raymundo sambil tersenyum lebar dan berlalu ke dalam kamar yang ia tempati bersama Aretha dan sang buah hati.
"Sayang,apakah semua bajuku sidang kami siapkan?"Tanya Raymundo pada Aretha yang swdang menyusui baby Al.
"Sudah dong suamiku."Jawab Aretha sambil terus menyusuri sang bayi.
"Halo Nak?"Ucap Raymundo sambil melabuhkan ciuman bertubi tubi pada bayinya itu dengan gemas dan rasa sayang yang tak terkira.
"Gemas banget sayang,wajahmu mirip banget sama wajah papa,papa bahagia banget deh pengen terus memandang dan mencium keningku sayang."Ucap Raymundo sambil terus melabuhkan ciuman ciuman gemas pada pipi dan seluruh tubuh bayi mungil itu.
Betapa bahagianya Raymundo melihat tumbuh kembang anaknya.
Dengan perlahan lahan ia terus saja mengecup bayi itu.
"Kamu wangi banget nak,Papa sayang dan cinta banget sama kamu dan ibumu. Pokoknya cinta Papa sangat besar pada kalian,dan kalian adalah harta terbesar Papa."Ucap Raymundo terus sambil menatap wanita yang sedang memperbaiki barang barang bawaan mereka itu.
"Mas,apa benar kita akan segera berangkat ke tanah air?"Tanya Aretha pada Raymundo.
"Iya ntar malam kita berangkat ya karena masih harus singgah bandara Singapura untuk menjemput Bibi kamu isterinya Paman Luis."Ucap Raymundo lagi.
__ADS_1
"O,baiklah kalau begitu aku tidur sebentar ya kalau baby Al menangis bangunin aku ya Mas,nih maya udah berat banget pengen tidur.
"Iya sayang,tidurlah sesaat biar saat di jalan nanti kami gak mual."Ucap Raymundo sambil meletakkan bayinya di dalam box kemudian ia meraih gagang pintu dan menguncinya setelah itu ia pun meraih tubuh sang isteri dan mengecup pipi,kening dan tak lupa bibir ranum Aretha juga ia kecil berulang ulang.
"Mas,kalau seperti ini terus aku gak bakal tidur."Ucap Aretha manja.
"Sayang aku pengen banget memanjakan isteriku dan aku ingin sesuatu kamu pasti tahu kan maksudku sayang?"Ucap Raymundo sambil menahan gejolak yang ada adalah dirinya.
"Iya sayang baiklah sesuai permintaanmu."Jawab Aretha pasrah dan mereka berdua pun mulai melakukan aktivitas ya h menguras tenaga itu dengan perasaan kasih sayang dan cinta yang sangat dalam.
"Sayang terima kasih ya?Kamu sangat n*kmat seperti saat pertama kali kita melakukannya terima kasih sayang."Ucap Raymundo sambil memperbaiki kancing bajunya dan tiba tiba meraih tubuh sang isteri dan membawanya ke kamar mandi.
"Mau ngapain lagi sih Mas?"Tanya Aretha polos.
"Mandiin isteriku lah.
"Kamu tenang aja ya biar aku mandikan kamu."Ujar Raymundo pada Aretha.
"Ya Suamiku tetapi jangan macam macam ya?"Ucap Aretha mengancam.
Aku pun mengguyur seluruh tubuhku dengan air dan
Setelah mandi aku pun pergi dan berganti pakaian saat itu kulihat suamiku sudah tertidur sambil memeluk erat tubuh bayiku yang sangat tampan itu.
Aku pun membelai rambutnya yang sangat tipis itu dan potongan rambutnya itu memang sangat bagus seperti CEO yang tampan di drama korea yang biasa aku tonton.
Beberapa saat kemudian kami di kagetkan oleh suara ketukan pintu kamar di saat aku juga sudah sangat mengantuk.
"Apakah sudah selesai siap?"Tanya suara itu yang tak lain adalah suaranya Kak Adam.
"Sudah Kak tapi Mas Ray masih tidur Kak."Jawabku sambil kubuka pintu kamar itu dan masuklah Kak Adam sambil membantu aku mengeluarkan barang barang kami.
"Sini Kak Adam bantu ya nanti selesai baru kita bangunkan suami kamu Dek kasihan mungkin kecapaian dianya."Ucap Kak Adam sambil mengambil tas tas kami yang sudah aku persiapkan dari tadi.
Semua barang kami sudah tertata dalam mobil untuk segera kami bawa ke Bandara karena kami akan naik pesawat yang sudah mereka booking.
__ADS_1
Sementara ini kita tinggalkan Aretha dan keluarganya dulu ya?
☆°☆○°☆●°
Charlos sedang berdiam diri di atas balkon ia memandang wajah langit yang sangat cerah malam itu.
Andaikan waktu bisa diputar lagi aku tak ingin membiarkan engkau pergi dari sisi ini Aretha.
Gadis yang selama ini menghiasi mimpi indahnya ternyata sudah tak memiliki lagi rasa yang seperti dulu lagi.
Walaupun demikian aku tak ingin ia pergi dariku sedetik pun saja,setiap detik.aku ingin selalu berada di sisinya menjalani hidup berdua dengannya.
Semoga di kehidupan selanjutnya aku akan hidup bersamanya hanya ini pintaku padaMU ya Tuhanku.
Bisikan itu ia selipkan di setiap doanya.
Langit dan awan serta bintang dan bulan malam ini jadi saksinya.
Mungkin aku tak beruntung di kehidupan ini,Aku harap dikehidupan selanjutnya aku akan hidup bahagia bersama gadis yang aku sayangi dan aku cintai.
Gadis itu sampai kapanpun hanya Aretha yang aku mau karena aku terlanjur cinta dan merasa nyaman bila berada di sisinya.
Semangat aku selama ini hanya karena aku mengingat nama dan bayangan gadis itu ya g sekarang telah menjadi bagian dari hidup pria lain yang sama sekali aku tak tahu apakah benar benar pria itu menyayanginya dengan tulus atau tidak.
Ya suatu saat aku pasti akan bertemu dengannya lagi dan aku harap aku akan baik baik saja ketika melihat wajahnya.
Ya aku mendoakan agar Aretha hidup dengan baik baik saja walaupun ia tak bersamaku.
Ya mungkin itu sedikit yang aku mau curhat padamu diaryku.
Engkau bahkan mengetahui semua sisi baik dan sisi burukku karena memang selama ini tempat curhat di kamu saja,karena aku hanya memiliki kamu dan selamanya aku akan terus memiliki dirimu diaryku maaf bila ku anggap kamu adalah Aretha.
Maafkan aku Aretha walaupun di kehidupan sekarang kita tak bersama tetapi aku harap di kehidupan selanjutnya kita akan bersama selamanya dan takkan mudah dipisahkan.
To be continued
__ADS_1
Essy Kehi _Denpasar_06_12_2021_15