Cerita Cinta Aretha

Cerita Cinta Aretha
** Lahirnya Penerus Group XX **


__ADS_3

Hai readers jangan lupa like, komentar dan vote ya...


**


Semua peralatan untuk operasi Caesar sudah dipersiapkan, tetapi Raymundo ingin agar istrinya melahirkan dengan secara normal.


"Pembukaannya sudah lengkap, tolong semua alat dipersiapkan."Ucap Dokter Vierra sambil memberikan perangsang pada paha Aretha.


Raymundo yang melihat kejadian itu menjadi bergidik, ia merasakan kalau Aretha dalam keadaan yang tidak baik baik saja.


"Bu Aretha dengar instruksi dari saya ya,ibu kuat dan ibu pasti bisa, ditemani oleh suami pasti semua akan berjalan dengan lancar."Dokter Vierra memberi dukungan pada Aretha.


"Bu Aretha,saat ibu merasakan his atau kontraksi langsung mengedan ya,dorong sekuat tenagamu agar bayinya cepat keluar."Dokter Vierra masih setia menjelaskan.


Lain halnya dengan Raymundo tetap setia duduk di tepi ranjang di mana Aretha dibaringkan, ia meremas erat tangan istrinya itu dan memberi kekuatan kepada Aretha.


"Sayang kamu pasti bisa melewati ini semua, suamimu ini akan selalu setia menemani dirimu,berjuanglah istriku demi buah cinta kita."Ujar Raymundo sambil mengecup kening Aretha dengan penuh kasih sayang.


"Dok, sangat sakit Dok.."Ucap Aretha sambil mengedan dan meremas tangan serta rambut suaminya.


"Ambil nafas panjang Bu, terus mengedan dan tahan ya Bu kalau masih sakit nafas panjang lagi dan hembuskan sambil ngedan, ayo Bu semangat ini kepala bayinya sudah kelihatan, ya semangat dorong lagi Bu, lagi Bu nafas panjang terus dorong,ibu sangat pintar kepala bayi sudah keluar, sudah mulai putar paksi dan semangat mendorong lagi Bu," Dokter Vierra memberi semangat serta instruksi pada Aretha.


Kepala bayi sudah keluar tetapi agak susah, lakukan episiotomi untuk memperlancar kelahiran bayi Nyonya Aretha,seketika langsung Dokter Vierra melakukan episiotomi pada Aretha sehingga memudahkan bayi keluar.


Aretha mengedan sambil berseru" Ya Tuhanku,Ya Bundaku tolonglah hambaMu yang hina ini,"ucap Aretha sambil berdoa.


Puji Tuhan beberapa detik kemudian sang bayi lahir dengan sempurna, seorang bayi laki laki yang sangat tampan, terdengar suara tangisan sang bayi yang melengking tajam.


Oeekkk...oeeekkk....oeeekkk...


Aretha masih saja dipeluk oleh Raymundo, aretha terlihat sangat lelah dan akhirnya pingsan seketika.


"Sayang, bangun sayang..!!"Panggil Raymundo sambil menggoyang goyangkan pipi dan pundak istrinya.


"Dok, bagaimana ini Dok...!"Raymundo panik bukan main.


"Bapak keluar dulu kita akan melakukan tindakan pada ibu."Ucap Dokter Vierra pada Raymundo.


"Tidak bisa begitu Dokter aku suaminya, aku akan selalu menemani istriku."Ucap Raymundo tidak ingin meninggalkan Aretha sendirian di dalam ruangan itu.

__ADS_1


"Suster tolong pasang oksigen, dan pasang infus dan tolong secepatnya arahkan cahaya lampu ini karena saya akan segera saya mengheacting daerah episiotomi tadi minta persediaan darah O- sekarang ya?"Perintah Dokter Vierra pada perawat yang membantu persalinan normal itu.


Para perawat dan Dokter itu pun berusaha membantu memulihkan kembali kondisi Aretha, mereka sangat cekatan sehingga tak lama kemudian muncul lagi saturasi oksigen yang bagus dan semua itu terlihat pada layar monitor di samping Aretha.


**


"Bangun sayang, kamu harus bangun, kamu belum lihat bayi kita, ayolah sayang."Ucap Raymundo sambil memeluk perempuan yang dicintainya itu.


Ketika Raymundo menundukkan kepalanya dan mengecup kening Aretha berulang kali, dari arah pintu masuklah seorang perawat dengan menggendong seorang bayi yang sudah dimandikan.


"Tuan, lihatlah bayi anda ia sangat tampan dan wajahnya mirip sekali dengan anda, apakah anda mau mencoba menggendongnya?"Ucap Perawat itu sambil memberikan bayi itu pada Raymundo dengan perlahan lahan.


"Memang miriplah aku yang bikin masa gak mirip?"Ucap Raymundo sambil menerima bayi mungil itu.


Dengan penuh haru Raymundo menggendong bayi laki-lakinya itu dengan penuh kasih sayang, membisikkan kata kata cinta dan mendoakan bayinya itu.


"Seminggu lagi kamu akan dibabtis Nak, sekarang mari kita doakan ibumu agar secepatnya sadar dan bisa menyusui kamu sayang."Bisik Raymundo pada telinga sang bayi.


Raymundo kembali memberikan bayinya pada perawat tetapi perawat itu berkata "Tuan dekatkan bayinya pada ibunya agar ibunya bangun secepatnya."ucap perawat itu lagi.


"Makasih sus,"Ucap Raymundo sambil mengelus pipi bayinya.


Raymundo pun meletakkan bayi tampan itu disamping Aretha, sambil terus berkata pada Arey.


Karena diberi rangsangan oleh suami dan bayinya akhirnya Aretha pun bangun dari pingsannya ditandai dengan adanya pergerakan pada jari tangan Aretha dan ia memegang tangan Raymundo dengan eratnya.


"Kamu sadar Sayang?"Seru Raymundo sambil menekan tombol alarm agar Dokter dan perawat segeralah datang memberi pertolongan pada sang isteri.


Dokter Vierra Cs muncul dan mulai melakukan pemeriksaan fisik pada Aretha dan puji Tuhan Aretha sudah sadar dan sudah bisa menyusui bayinya.


"Sayang sini bayinya aku akan menyusuinya dulu biar dia bisa mendapatkan ASI pertamanya yang mengandung banyak nilai gizi."Ucap Aretha sambil menerima bayi yang diberikan oleh Raymundo padanya dan kemudian ia pun menyusui bayi mungil yang tampan itu.


"Sayang mau kamu namai apa anak kita sayang?"Tanya Aretha pada Raymundo.


"Namanya Aldwin Raynardo Ozario Dharmawan."Ucap Raymundo sambil mengecup kening istrinya dan sang bayi.


"Nama yang bagus sayang,"Ucap Aretha sambil tersenyum.


Mereka pun sangat bahagia dengan kehadiran baby Al.

__ADS_1


Raymundo pun menelepon kedua orangtuanya dan juga kedua mertuanya dan memberitahukan kalau Aretha sudah melahirkan seorang bayi laki laki yang sangat tampan.


Berita bahagia itu menyebar dengan sangat cepat sehingga banyak sekali teman, sahabat, keluarga datang menjenguk Aretha dan bayinya di ruang VVIP yang ditempati oleh Aretha dan baby Al.


Mira dan Anjas pun tak ketinggalan, mereka berdua rela datang dari Eropa untuk mengunjungi sang adik dan ponakan paling tampan itu.


Bayi laki laki itu terlihat sangat menggemaskan, membuat teman teman sesama CEO menjadi iri dan ingin secepatnya menikah dan mempunyai anak.


Tak ketinggalan Charlos juga datang menjenguk juga Aretha gadis yang selalu ia bawa dalam doa selama ini, gadis yang selalu ia impikan jika suatu saat nanti ia akan hidup bahagia bersamanya.


Charlos datang dengan sejuta sakit dalam hati, ia tak menyangka kalau gadis yang ia harapkan,gadis yang ia impikan dan ia inginkan ternyata sudah menjadi seorang ibu.


Charlos datang dan menghampiri Aretha yang sedang duduk sambil memangku sang bayi sambil bersenandung kecil agar baby Al bisa secepatnya tidur.


"Hai, Arey maafkan aku yang baru datang dan maaf hadiahnya hanya ini."Ucap Charlos sambil menyerahkan sebuah kotak hadiah berisi uang dan berbagai pernak pernik lucu untuk bayi laki laki itu.


"Siapa nama bayinya Arey?"Tanya Charlos sambil tersenyum menatap wajah gadis yang ia rindukan itu.


"Namanya baby Al Bang Charlos."Ucap Aretha sambil menatap wajah Charlos.


"Mana suamimu Arey?"Tanya Charlos pada Aretha.


"Suamiku lagi ke kantor sebentar ada hal penting yang harus ia selesaikan."Ucap Aretha lagi.


"Bagaimana Abang bisa tahu kalau Arey melahirkan di rumah sakit ini?"Tanya Aretha penuh selidik.


"Berita ini sudah tersebar di mana mana kok Dek," ucap Charlos yang tetap menatap wajah cantik Aretha.


"Arey,andai waktu bisa ku putar, aku takkan pernah membiarkan kamu meninggalkan aku sendirian, kala itu memang kita belum mengerti artinya cinta, artinya mencintai dan dicintai tetapi hati ini selalu ada untukmu seorang hingga kini."Charlos mencurahkan isi hatinya yang selama ini terpendam dan sangat menyiksa.


"Arey, kenapa kamu tidak pernah mencari keberadaan aku, kenapa kamu tak pernah kembali ke kota M lagi dan ada apa dengan dirimu saat aku bertemu pertama denganmu kamu begitu tidak mengenal aku bahkan kamu tak ingin melihat aku."Ucap Charlos lagi.


"Arey, aku masih sayang kamu hingga detik ini,aku masih akan selalu menunggu kamu kembali ke dalam pelukan aku, aku tahu itu tak mungkin tetapi aku akan coba bagaimana bertahan dengan bayangan dirimu,aku akan menunggumu, sampai aku menua aku janji tak kan pernah berpaling dari dirimu."Ucap Charlos dengan semangat berapi-api..


"Bang Charlos kenapa Abang tak mau menerima kenyataan bahwa aku bukan ditakdirkan untuk hidup bersama Abang, seharusnya Abang harus semangat untuk mencari wanita yang baik baik dan lebih baik dari aku Bang, Abang jangan hanya karena cinta monyet masa lalu terus Abang menyiksa diri sampai tak punya harapan hidup sama sekali untuk cinta yang tak bisa Abang miliki,aku sudah memiliki orang yang mencintai aku, dan itu adalah suamiku Raymundo, suamiku adalah bagian dari belahan jiwa aku Abang,aku harap Abang bisa bertemu dengan seorang gadis yang sangat mencintai Abang dan akan selalu menunggu kedatangan Abang ketika Abang lelah dan penat saat bekerja."Aretha memberikan sebuah wejangan yang sangat menyentuh dan indah bila didengar oleh orang orang yang tipenya seperti Charlos.


"Apakah aku salah mencintai cinta pertamaku? Apa aku salah mencintai orang yang aku cintai meskipun ia telah memiliki kehidupannya sendiri bersama pilihan hatinya?"Pertanyaan dari Charlos membuat Aretha meringis dalam hati.


"Sadarlah Abang,kau bukan Arey yang Abang kenal dulu, aku sudah bukan Areynya Abang lagi, aku sudah memiliki kehidupanku sendiri tolong Abang pergi dari hidupku dan jangan pernah kembali lagi, ingatlah Abang jika cinta sejati itu takkan pernah saling menyakiti tetapi cinta sejati akan selalu ada dalam suka dan duka bahkan cinta sejati itu tak harus memiliki karena cinta sejati itu saling mencintai dan takkan pernah saling melukai walaupun kehidupan mereka tak menjadi satu cinta."Aretha masih saja memberi nasehat versi pemahaman dirinya pada Charlos.

__ADS_1


Tetapi yang mendengar ungkapan hati dan wejangan itu sungguh tidak ingin mendengar setiap kalimat yang keluar dari mulut wanita yang telah menggoreskan tinta kenangan pada hatinya yang rapuh, serapuh ia saat ini.


** Bersambung ya guys, tolong di like komentar dan vote ya biar author rajin update setiap hari terima kasih 🙏🥰**


__ADS_2