Cerita Cinta Aretha

Cerita Cinta Aretha
"Masing masing instropeksi diri ..!!"


__ADS_3

Beberapa hari,setelah kejadian itu Aretha menjadi pendiam dan tidak.perduli dengan apa yamg dilakukan oleh Raymundo.


Suatu pagi ia bersiap siap dan membawa baby Al pergi ke rumah Mama dan papanya.


Ketika hendak keluar dari kamar tidur setelah bersiap siap tanpa senagaja ia menubruk seseorang yang tak lain asalah suaminya sendiri.


"Maaf ya?"Ucap Aretha sambil berlalu begitu saja.


"Mau kemana?"Tanya Raymundo pada Aretha.


"Mau ke rumah mama dan papa mungkin mau berlibur di sana sejenak dulu,jangan jemput aku ya aku ingin bebas sejenak merilekskan otak dan ototku."Jawab Aretha langsung pergi tanpa menoleh ke arah Raymundo karena ia tak mau berdebat dengan pria itu lagi.


Apapun yang aku lakukan selalu salah,dan tak pernah baik mendingan aky pergi saja ke rumah orang tuaku,lagian aku gak miskin miskin amat?Suatu saat kita pisah pun aku gak akan kelaparan dan kesusahan dan anak anakku tetap akan mendapatkan kasih sayang yang berlimpah dari papa dan mama aku.


Aretha agak dongkol juga dengan emosi Raymundo yang tidak stabil itu.


"Kamu masih marah?"Tanya Raymundo membuat langkahku terhenti sejenak.


"Mas sadar gak sih?aku ingin refreshing aku ingin kamu ngertiin aku,masa aku yang harus ngerti kamu aja?aku butuhdimengerti juga aku bukan wanita kuat yang harus tahan segala caci maki dan hinaan serta amarah aku gak pernah di marah marah sama papa aku,dari dulu hingga kini papa aku gak pernah sekalipun marah padaku.


Aku ingin hidupku aman dan nyaman."Jawabku tanpa menoleh dan langsung pergi.


"Tapi Arey kejadian itu kan sudah lewat beberapa hari yang lalu?"Tanya Raymundo lagi.


"Ah bodoh amat ah?"Jawabku ketus sembari ku langkahkan kakiku pergi dari rumah dan menuju ke rumah mama papa lagian rumah kami jaraknya cuma lima Ratus meter dari rumah papa dan mama.


Raymundo stres melihat kejadian itu.


Apa benar aku terlalu egois dan arogan?


Kenapa aku selalu seperti ini apa yang harus ku katakan pada kedua orang tuanya Aretha?


Ah pusing aku memikirkan semua hal ini.


Aku menjadi gampang emosi dan gampang marah marah padahal aku yang bersalah.


Apakah aku layak disebut sebagai suami yang baik dalam sebuah rumah tangg?Aku rasa itu pertanyaan konyol dan gak akan ada seorang pun akan menjawab dengab sebuah kalimat positif melainkan mereka akan menjawab dari sudut pandang negatif karena mereka hanya bisa menjawab tanpa bisa melewati hal hal yang menjadi pemicu dalam hubungan rumah tangga yang kami alami ya walaupun itu semuanya terdengar sangat terasa beban tetapi dari awal sudah aku bilang jangan pernah pergi dariku dan jangan pernah berubah demi apapun tanpa mencermati setiap apapun yang kami hadapi.


Aku Raymundo sangat amat mencintai isteri dan anakku,bagaimanapun juga mereka adalah penyemangat hidupku aku tak pernah ingin mereka pergi dari hidupku karena aku tak mau,memang sih kadang kata kata dan ucapanku sangat pedih di hati tapi bagaimana cara aku mendidik isteriku agar menjadiwanita tangguh dan tak gampang emosi dalam menghadapi semua perkataan aku yang notabene adalah seorang mantan mafia kelas atas aliaa mafia internasional.

__ADS_1


Itu adalah bagian dari pembelajaran yang patut aku berikan padanya karena pada dasarnya semua isteri para eks mafia sudah diberikan latihan yang sangat ketat dan mampu mengendalikan emosi,mengendalikan diri dari setiap ancaman di sudut bumi tempat ia tinggali walaupun terasa berat tetapi ketikabkamu sudah menerima cinta dari seorang eks mafia maka hidup kamu pun sudah terancam kèselamatannya.


Jangan pernah lembek dalam menghadapi setiap kejahatan dibumi ini.


Cinta dan kebijaksanaan yang hakiki,semuanya berjalan beriringan bahkan sejalan apabila kita menilai semua yangtwrjadi pada diri kita dengan kacamata positif dan menganggap kalau setiap cobaan yang kita alami adalah hal hal manis dalam hidup kita yang wajib kita lewati yang wajib kita lalui walaupun berat sekalipun.


Tak apa apa hari ini aku melepaskan kamu pergi ke rumah orang tuamu tetapi aku tak berniat untuk melepaskanmu itu janjiku padamu Aretha.


Kamu adalah wanita kesayangan aku yang sudah menyatu denganku dan bahkan dari penyatuan kita aku sangat sangat bahagia karena benih cinta kita telah tumbuh menjadi benih cinta yang abadi di mana gambar dan rupaku serta gambar dan rupamu telah terbentuk menjadi seorang bayi tampan dan aku yakin seyakin yakinnya kalau anakku akan menjadi seorang pria terbaik dan tertampan di lingkungannya dan bahkan di lingkungan persahabatannya.


Aura positif akan selalu mewarnai setiap langkahmu dan aku yakin anak anakku kelak akan menjadi hebat seperti aku papa mereka.


**


Aku rasa tak ada salahnya aku membiarkan isteriku pergi berkunjung ke tumah orang tuanya.


Dan aku rasa aku juga jangan terlalu egois dalam mencintai isteriku karena biar bagaimanapun juga ia butuh kedua orang tuanya sebagai sandaran hidupnya dan sebagai seorang anak tentunya ia wajib berkunjung ke rumah orang tuanya dan menemani mereka di saar usia mereka sudah tidak muda lagi.


**


"Eh anakku sudah datang dengan membawa cucuku?"Sapa papaku padaku sambil menerima baby Al dari gendonganku.


"Boleh dong kenapa gak?"Papa balik tanya.


"Begini papa,Arey ingin menjenguk papa dan mama bahkan menginap di rumah papadan mama dalam beberapa hari ini apa papa keberatan?"Tanya Aretha yang membuat aku hanya tersenyum melihat anak gadislu yang sudah dewasa dan memiliki seoarng suami bahkan seorang anak.


"Boleh dong sangat boleh."Jawab papa penuh bijaksana.


"Terima kasih papa...!!"Jawab Aretha sambil mengecup pipiku dan berlalu ke dalam ruangan mungkin ke kamarnya.


Sesampainya di kamar,ia menatap setiap sudut kamar yang masih tertata raoi bahkan tak ada sedikitpun perubahan pada kamarnya itu.


Terima kasih papa dan mama yang tak pernah mengubah setiap sudut kamarku ini dan hingga kini masih tetap selwrti dulu saat aku tinggalkan.


Di ruang keluarga terlihat Papa dan Mama sedang berusaha menggendong cucu mereka yang sangat imut dan tampan itu.


"Arey mana Papa?"Tanya mama Divya sambil mengambil alih Baby Al dar suaminya itu.


"Lagi inspeksi keadaan kamarnya mungjin mam?"Jawab papa sedikit ambigu dan membuat mamaku tersenyum.

__ADS_1


"Kapanpun kamu datang nak kamar kamu selalu seperti saat kamu memutuskan untuk pergi dari hidup papa dan mama."Gumam mama Divya sambil tersenyum dan memilih duduk bersama sang bayi di ruang keluarga sambil menikmati indahnya pemandangan sawah sawah di belakang rumah mereka.


**


Aretha sangat menikmati keadaannya saat ini dan ia pun larut dalam lamunannya.


Hal yang sama ia pikirkan...


Maafkan aku suamiku aku tahu kamu pasti tak rrla jika aku pergi untuk sementara waktu demi membuang rasa emosiku.


Sebenarnya aku bisa saja menerima semua perkataanmu itu tetapi aku tak bisa kalau tangan kamu yang berbicara padaku walaupun itu semua lewat tetapi aku merasa kamu lerlu waktu sendiri untuk merenung semua kejadian yang telah berlalu dan memetik setiap hasilnya tanpa merasa bersalah berlebihan.


O iya suamiku aku akan pulang kembali kedumah apabila kamu menjemputku kalau tidak menjemput aku pun akan ngambek dan tak akan balik padamu.


**


"Arey..."Terdengar suara dari luar memanggil aku dan aku tahu itu adalah suara baritonnya Kak Adam yang sangat seksi itu.


"Iya bentar kak...!!"Sahutku dari dalam kamar sambil ku bukakan pintu kamarku dan apa yang terjadi Kak Adam langsung nyelonong masuk dalam kamarku dan berceloteh.


"Hei adik perempuan,kapan kamu minggat dari rumah suamimu?"Tanya Kak Adam sambik tersenyum dan duduk tepat di sampingku dan tiba tiba melabuhkan sebuah ciuman sayang di pipiku.


"Kakak,ini kan rumahnya Arey juga kapan pun Arey mau pulang ya Arey harus pulang?Emang Arey harus ijin dulu ya sama kakak kalau Arey mau lulang ke rumah?"Tanya Kak Adam padaku.


"Ya enggaklah adikku sayang?"Jawab Kak Adam sambil tersenyum.


"Sana kak keluar dulu Arey mau tidur...!!"Usir Arey halus karena ia sudah tahu kalau maksud dan kedatangan dari Kak Adam adalah mencari tahu penyebab Aretha bersama baby Al datang ke rumah.


"Sana keluar Kak Arey mau tidur dulu ntar baru kita cerita cerita lagi ya kakakku sayang,sana cepat jaga ponakanmu Kak."Jawab Aretha aambil tersenyum dan mendorong keluar kakaknya untuk segera pergi dari kamarnya.


*******


♡♡♡♡


"Maaf ya kalau author lambat update.


Author baru saja sembuh dari sakit dua hari lalu dan sekarang sudah bisa menulis lagi lanjutannya.


Terima kasih🙏🥰

__ADS_1


__ADS_2