Cerita Cinta Aretha

Cerita Cinta Aretha
Penembak Misterius


__ADS_3

Siapapun yang ada hubungan dengan Raymundo akan aku habisi,takkan kubiarkan seorang pun selamat.


Reyhan masih saja duduk di bungalow kecilnya itu sambil menghirup udara segar dan menenggak wine ditangannya itu.


Reyhan kembali menyeruput wine itu dan tanpa ia sadari sepasang mata telah menatapnya dari tadi dengan perasaan bersalah karena telah masuk ke dalam hidup Reyhan dengan rencana.


Ya Tapasya merasa bersalah karena ia begitu naif dan mau saja menuruti kata kata dari Aretha.


Tapi, ia juga tak bisa menyalahkan Aretha karena itu semua kemauannya juga yang salah. Salah karena jatuh cinta pada orang yang tidak mencintainya sedikitpun.


Ia menyesal telah menghancurkan Reyhan,bukannya membiarkan pria itu menghilang dari bumi Indonesia ini tapi justru membuatnya semakin masuk ke dalam lingkaran pertemanan mereka yang seharusnya tidak terjadi itu.


"Maafkan aku Rey!! Aku seharusnya tak masuk ke dalam hidupmu,aku tak seharusnya menjadi bagian dri hidupmu secara terpaksa. Aku tahu aku salah tapi aku tak tahu akhirnya seperti ini Rey? Maafkan aku."Ucap Tapasya dalam hati.


Aku tak paham dengan jalan pikiranku ini yang sudah buntu dan tetap memaksakan diri untuk merampas kebahagiaanmu,ternyata aku baru sadar kalau cinta itu tak boleh dipaksakan karena pada akhirnya aku sendiri yang akan tersakiti oleh ulahku sendiri.


Reyhan masih tak menyadari akan kehadiran Tapasya dan tanpa sadar butiran bening itu membasahi pipi chubby milik Tapasya.


****


Sementara itu di sebuah apartemen mewah,dari kejauhan terlihat dua orang sejoli sedang memadu kasih dan disana terlihat seorang wanita muda yang sedang memakai daster agak besar duduk di tepi jendela sambil tangannya terus memainkan rambut pria di sampingnya.


"Sampai kapan kita berada di sini sayang?"Ucap wanita muda yang tak lain adalah Mira pada Anjas.


"Masih lama sayang aku ingin kita punya anak dulu baru kita balik lagi ke Indo."Jawab Anjas enteng tanpa peduli perasaan Mira yang sedang memikirkan masalahnya.


"Aku sudah tak sabar ingin secepatnya memiliki momongan Mir,please tolongin aku Mir,aku ingin melihat hasil foto kopi aku dan kamu apakah setampan aku kah atau secantik ibunya?"Ucap Anjas mulai berkhayal.


"Yang pasti kalau cowok pasti tampan seperti kamu sayang,kalau cewek pasti cantik seperti aku."Ucap Mira sambil memgecup pipi Anjas dan tanpa sadar mereka mulai lagi penyatuan mereka sampai senja hari dan matahari terbenam di bagian barat.


***

__ADS_1


"Bedebah...!! Suara Pria itu menggelegar di dalam ruangan besar itu.


"Kenapa kamu salah sasaran Boy?Kenapa kamu menembak wanita itu?Kan dari awal sudah ku peringatkan tidak boleh menembak kalau bukan pria,sadar gak kalau kamu salah menembak wanita itu?Kamu tahu tidak kalau wanita itu siapa?wanita itu siapa Boy? Kamu sudah melakukan kesalahan yang sangat fatal,mulai sekarang kita harus pergi ke pulau rahasia sampai masalah ini selesai dan orang orang melupakan masalah ini.


Pria bertopeng itu pun kembali duduk sambil menutup kedua matanya dengan kedua telapak tangannya.


"Apa ini hukuman bagiku? Aku tak tahu apa yang ia alami sekarang di rumah sakit itu. Aku tak tahu apa yang ia rasakan saat ini. Mengerang kesakitan menahan perihnya luka yang menganga di tubuhnya. Maafkan aku Aretha,aku tak bermaksud melukai kamu,aku hanya menginginkan nyawa suamimu tetapi mengapa justru kamu yang mengalami hal ini?Penderitaan ini sungguh sangat menyiksa bathinku aku tak sanggup kalau terjadi sesuatu hal yang buruk pada dirimu sahabat kecilku."Ucap Pria bertopeng itu lagi sambil melepaskan topengnya.


Ia sadar apa yang ia dan anakbuahnya lakukan kali ini benar benar di.luar dugaan.


Aku telah menyakiti gadis kecilku itu,sahabat masa kecilku dulu yang seharusnya aku lindungi justru aku lukai sekarang.


Pria itu masih saja merutuki nasibnya dan terus terus menyalahkan dirinya.


"Boy kemarilah!"Panggil Pria itu lagi sambil memakai kembali topengnya.


"Boy bilang ke yang lain untuk segera kemasi barang barang kita dan kita akan pergi jam Lima subuh ke pulau rahasia."Ucap Pria itu pada Boy.


Mereka pun bersiap siap untuk pergi meninggalkan kota itu untuk beberapa saat sampai semua yang terjadi telah dilupakan.


Transfusi darah masih saja di lakukan karena Aretha kekurangan darah 0 negatif.


Untung saja saudara saudara Aretha bisa menyumbangkan darah mereka untuk Aretha karena golongan darah mereka sama sehingga Aretha bisa diselamatkan dari pendarahan yang sangat banyak itu.


Di depan ruang Operasi terlihat Raymundo duduk sambil memeluk kedua lututnya ia seakan trauma memikirkan hal yang menimpa belahan jiwanya itu.


Tatapannya kosong seakan ia juga merasakan kesakitan yang luar biasa.


Masih terngiang di telinganya kalau sang isteri tengah mengidam dan ia juga belum memastikan apakah benar Aretha hamil lagi dan apa yang terjadi dengan kandungannya apakah bermasalah atau tidak ia benar benar sangat frustasi dengan keadaan itu.


Ketika hatinya sedang kalut,datanglah mama Divya dengan membawa putra kecilnya memberikannya pada Raymundo dan Raymundo menerimanya dengan penuh rasa kasih sayang.

__ADS_1


Di dekapnya putra kecilnya itu dengan sangat erat dan berbisik sesuatu di telinga sang putra.


"Kita doa sama sama ya Nak semoga mama selamat dan sehat seperti semula dan bisa bersama kita lagi."Ucap Raymundo perlahan di telinga anaknya itu.


Bayi Dua puluh Empat bulan itu hanya mengangguk dan menutup matanya seakan akan ia juga merasakan apa yang dirasakan oleh Ayahnya.


"Yang sabar ya Dik!!"Ucap Kak Virgo sambil menepuk bahu Raymundo.


Virgo juga terlihat memerah kedua matanya,ia sangat kaget bukan main ketika mendengar berita penembakan itu.


Virgo tak menyangka hal sekeji itu akan menimpa adik perempuan satu satunya itu.


"Kak Igo,kenapa harus Arey Kak?Aku benar benar tak bisa berpikir bagaimana bisa Arey yang mendapat masalah sebesar ini?Siapa pelakunya Kak? Tega banget orang ini pada Arey?"Ucap Raymundo dengan mata memerah karena menahan amarah yang besar pada pelaku penembakan itu.


Saat mereka sedang kalut dengan keadaan Aretha di Rumah sakit tiba tiba datanglah Paman Luis beserta beberapa orang kepercayaannya.


"Apa yang terjadi?"Tanya Paman Luis pada Papa Stephen dan Mama Divya yang sedang duduk sambil merenung di bangku panjang depan ruang Operasi itu.


"Maafkan kami Luis kami juga belum tahu bagaimana peristiwa ini terjadi karena tak ada juga seorang pun yang melihat Arey dan Baby Al di atas roof top jadi untuk masalah ini kita belum tahu pasti bagaimana kejadian ini sampai terjadi seperti ini."Ucap Papa Stephen pada Paman Luis.


"Kan bisa cek Cctv di sekitar mansion Aretha Kakak?"Ucap Paman Luis pada Mama Divya dan Papa Stephen.


"O iya betul juga tapi apakah CCtv di sana masih aman atau sudah diambil oknum yang tak bertanggung jawab?"Sambung Paman Luis lagi.


"Sudah saya amankan Paman!!"Ucap Kak Adam yang tiba tiba muncul dari arah basement.


"Baiklah kita akan segera mengetahui apapun yang terjadi di sekitar mansion Arey."Ucap Paman Luis lagi.


☆♡☆♡☆♡☆♡☆


To be continued guys

__ADS_1


Jangan lupa untuk like,komentar dan vote ya?


Terima kasih🥰🙏


__ADS_2