
♡Jangan lupa tinggalkan jejak ya guys?♡
Betapa sesaknya hatiku ketika mendengar semua rencana dari Citra dan para anak buahnya.
Aku tak habis pikir kenapa di bisa seperti itu kepadaku?Apa kesalahanku padanya?
Kalau seperti ini,jiwa mafiaku akan muncul lagi dan aku tak bisa menahan gejolak emosi ya g tumbuh dalam hatiku ini.
Tapi sebelum itu semua terjadi aku harus menemui isteri dan buah hatiku dulu biar aku tunda perjalanan pulang ke tanah air untuk beberapa saat.
Raymundo berjalan mondar mandir dan memutar otaknya bagaimana caranya agar ia bisa menyelesaikan masalah ini.
Terlihat ia sedang berbicara melalui earphone dengan seseorang.
"Pantau terus perkembangannya ya aku juga standby di sini untuk mendengarnya."Ucapnya Pada Romly bodyguard kesayangannya yang selalu setia padanya daro dulu hingga sekarang.
"Tak perlu membalas ucapannku."Kata Raymundo pada Romly lagi.
"Baiklah karena aku tak tahu apa kesalahanku tetapi ada saja orang yang berniat jahat padaku mari kita bermain main."Gumam Raymundo pada dirinya sendiri dan ia pun mulai mengeras barang barang bawaannya untuk pergi menemui isteri dan anaknya.
"Sudah lama aku tak memeluk kamu sayang?Aku sangat merindukan kamu,aku sudah selesaikan semua pekerjaanku disini dan saatnya aku kembali ke dalam pelukanmu"
Aretha membaca pesan yang masuk ke dalam ponselnya itu dengan hati yang gembira.
"Suamiku cepat pulang aku sudah sangat merindukan dirimu,sangat rindu."Ucap Aretha di depan cermin.
"Aku harus menyiapkan semua keperluan kami agar ketika kamu pulang semuanya sudah beres dan tinggal berangkat saja,aku juga sudah tak sabar ingin melihat pertumbuhan buah hati kita di saksikan langsung oleh ayahnya."Aretha kembali bermonolog dan tersenyum sendiri di depan cermin.
**
Paman Luis datang menghampiri ke tiga orang anaknya dan memeluk mereka bertiga.
"Barang barang yang mau di bawa sudah kalian siapkan belum nak?"Tanya Paman Luis lembut.
"Sudah Papa,Papa butuh bantuan?"Tanya Ahaz sambil memeluk Paman Luis lembut.
"Papa sudah beres kok tinggal menunggu hati H nya saja agar kita bisa pulang ke tanah air,tetapi sebelumnya kita akan singgah singapura dulu jemput ibu kamu,ibu kuga sudah prepare untuk go to tanah air."Ucap Paman Luis lagi.
__ADS_1
Tiba tiba dari dalam kamar muncul Aretha sambil menggendong Baby Al.
"Sini Nak,"Panggil Paman Luis oada Aretha.
Aretha pun mendekati Paman Luis dan memberikan baby Al untuk Paman Luis gendong.
"Kapan suamimu balik kesini nak?"Tanya Paman Luis lagi.
"Mungkin besok pagi sudah di sini Paman."Jawab Aretha sambil tersenyum.
"Aku buatkan teh ya buat paman dan kakak kakakku?"Ucap Aretha mencairkan suasana.
"Memangnya disini ada teh?"Tanya Paman Luis pada Aretha.
"Kan kemarin Papa kirim paket dari tanah air."Jawab Aretha sambik tersenyum.
"Paman dapat gak teh nya?"Tanya Paman Luis pada Aretha.
"Dapat dong,Arey sudah menyimpan punya paman tunggal Arey kasih aja hari ini."Jawab Aretha sambil berlalu ke dalam dapur dan mulai menyentuh teh untuk ke tiga orang kakaknya dan seora g pamannya .
Setelah selesai menyeduh tak lupa ia memgambil sepakat teh yang di kirim oleh Papa Stephen padanya kemarin.
"Selamat menikmati."Ucap Aretha sambil mempersilahkan mereka untuk minum dan makan kue kue kering buatannya itu.
"Lho kok ada kue masa kecilku juga Nak?"Tanya Paman Luis cerewet.
"Arey bikin tadi malam saya baby Al tidur,Untuk Paman Arey sudah siapkan kok paman?"Ucap Aretha lagi sambil berlalu ke dalam dapur dan kembali dengan membawa empat toples berisi kue kering buatannya itu.
"Ini pasti enak rasanya."Ucap Adam sambil meraih setoples kue dan membuka tutupnya kemudian mengambil dan memakan kue itu.
"Gimana Kak Adam enak gak kue buatan Arey?"Tanya Aretha pada Kak Adam.
"Ini sangat enak Kakak suka sekali."Puji adam sambil terus mengunyah kue kue itu hingga hampir habis setoples.
"Makan saja kak persediaannya masih banyak kok?"Ucap Aretha sambil menyodorkan beberapa toples lagi pada Kakaknya itu yang terkenal sangat kuat makan itu.
Ketika mereka lagi asyik makan kue dan minum teh tiba tiba pintu diketuk dari luar.
__ADS_1
Aretha segera membuka pintu, dan tampaklah seorang tukang pos membawa sebuah paket dan memberikannya pada Aretha.
Aretha menerimanya dan bertanya" dari siapa ini pak?"
"Tukang pos itu menjawab" Itu dari pengagum rahasia anda Nona."Jawab tukang pos dan pamit untuk pulang.
"Paman aku takut ini paket isinya apa dan dari siapa ?Kata tukang pos itu dari pengagum rahasiaku.
"Kita kira siapa ya?"Aretha duduk di samping pamannya dan menyerahkan paket itu pada Kak Ahaz,Andre dan Kak Adam.
"Sini Kakak bantu buka."Ucap Adam menawarkan jasanya.
"Ini Kak."Ucap Aretha sambil menyerahkan paket itu.
"Mungkin dari suami kamu nak?"Tanya Paman Luis yang sedari tadi bermain dengan Baby Al.
"Mungkin gak ya,coba dibuka dulu. "Ucap Aretha pada Kak Adam yang sudah menyiapkan cutter untuk membuka bungkusan paket itu.
Akhirnya bungkus paket itu terbuka dan dari dalam paket itu ternyata ada sebuah tulisan ta gan berwarna merah semerah darah dengan sebuah ancaman.
"Akhirnya aku tahu di mana tempat tinggalmu sekarang Nona Aretha,aku akan membalaskan dendam yang sudah lama ku pendam padamu dan keluargamu itu,kemanapun kamu pergi aku pasti akan menemukan kalian,berhati hatilah....!!"Aretha yang membaca itu langsung bergidik dan memeluk erat Kak Ahaz yang sedang duduk di sampingnya.
"Adek kenapa?"Tanya Ahaz sambil membelai rambut adiknya itu.
"Adek gak usah khawatir karena kami bertiga takkan pernah membiarkan adik kami terluka sedikitpun."Jawab Andre sambil terus menatap ke arah luar lewat jendela.
"Paman apa yang akan aku lakukan?"Tanya Aretha pada Paman Luis.
"Itu hanya gertak sambal doang nak,jangan takut karena Paman takkan pernah membiarkan ponakan Paman perempuan satu satunya terluka sedikitpun Arey tenang saja ya rumah ini di lengkapi dengan semua sistem keamanan jadi sebelum orang itu datang sistem sudah mendeteksi sehingga kita bisa tahu siapa orang tersebut dan kita sudah bisa mempersiapkan diri untuk menghadapinya."Ucap Paman Luis sambil tersenyum dan menenangkan Ponakannya itu.
Aretha pun hanya terdiam dan tak banyak bicara.
"Aretha membalik surat itu dan di sana tertulis"kalau kamu punya nyali nanti malam kita ketemuan di kafe dekat pantai di bagian timur kota ini dan aku harap kamu sendiri saja yang datang karena kalau kamu bawa orang aku tak suka."Isi suratnya seperti itu.
"Paman aku takut..."Ucap Aretha sambil memberikan surat itu pada Pamannya.
"Gak usah takut Paman akan mencoba mencari tahu tulisan tangan siapa ini?"Ucap Paman Luis sambil menenangkan Ponakannya yang sudah mulai sesenggukan.
__ADS_1
(CCA,Essy Kehi_DPS_30112021_06.54)
to be continued