
**
Setelah makan malam mereka pun melanjutkan permainan mereka di pantai itu dengan sangat gembira dan sukacita.
" I love you Aretha ! " Seru Raymundo pada ombak yang bergulung-gulung ke arah pantai.
"I love you too Ray " seru Aretha membalas ucapan Raymundo.
" Aretha, kau telah mencuri hatiku, selama ini aku gak pernah serius berpacaran dengan gadis mana pun tetapi seorang Aretha telah menghipnotis ku dengan ilmu sihirnya sehingga aku terjerat di dalam cintanya " ujar Raymundo memuji Aretha.
" Terima kasih Tuhan atas makhluk pemberianmu yang indah ini, aku takkan pernah membuatnya sia sia, aku akan selalu menjaganya, melindunginya, mencintainya dan menyayanginya sepenuh hati,aku akan memberikan kenyamanan padanya.
" Ayo Arey, sudah siap untuk berangkat ke puncak ? " tanya Raymundo pada Aretha.
" Siap Boss ! " Ucap Aretha sambil memberi hormat tanda setuju.
" Ayo Ray, kita berangkat dari sekarang agar kita bisa mendapat sunset yang indah sebelum malam. " ucap Aretha meraih keranjang berisi cemilan mereka.
Setelah semua beres mobil itu pun meluncur dengan perlahan menuju ke arah puncak Gunung yang di tuju.
Di atas puncak itu terdapat sebuah Villa milik Raymundo.
Villa itu terlihat sangat anggun dan megah berada tepat di atas bukit di dekat kaki gunung itu.
Setengah jam kemudian mereka tiba di kaki gunung itu dan setelah mereka membawa barang barang bawaan mereka ke villa kecil di atas bukit di bawah kaki gunung itu mereka pun pergi ke atas puncak gunung dengan berjalan kaki.
" Ray, masih jauh ya ke atas ? " tanya Aretha sambil melangkah mengikuti Raymundo.
" Ray, ini kan ada jalan masuk menuju ke puncak sebaiknya kita pakai mobil saja Ray, aku gak kuat jalan kaki badanku masih lemas " ucap Aretha sambil menyenderkan kepalanya di bahu Raymundo.
" Baiklah sayangku sesuai perintah aku akan membawamu kesana dengan menggunakan mobil " ucap Raymundo .
Mobil pun meluncur dengan kecepatan sedang menuju keatas puncak, ketika sudah melewati lima kilometer, Mobil itu mogok dan tak bisa mendaki lagi ke atas sehingga Raymundo memutuskan untuk memarkir mobilnya di area itu dan ia kemudian membawa Aretha berjalan kaki ke arah puncak.
Ketika mereka berjalan tiba tiba tali sepatu Aretha terlepas sehingga ia berniat untuk mengikatnya.
Saat ia mencoba untuk duduk, tiba tiba Raymundo datang dan langsung menunduk dan mengikat tali sepatu Aretha sambil berkata " Kan ada aku sayang kenapa kamu gak minta tolong aja sama aku ? " ujar Raymundo sambil mengikat tali sepatu Aretha dengan sangat hati hati.
Mereka pun melanjutkan perjalanan menuju ke puncak, sampai di puncak tepat matahari hampir tenggelam dan betapa indahnya pemandangan alam yang mereka nikmati.
" Sungguh indah ciptaan Tuhan, " gumam Arey sambil tersenyum dan membuka kedua belah tangannya dan berteriak sepuasnya.
Tak jauh dari tempat mereka berdiri terdapat sebuah pohon Sakura yang tengah berbunga dan bunganya sangat lebat.
Aretha pun menghampiri bunga sakura itu sambil tangannya mencoba untuk memetik beberapa bunga sakura dan kemudian mencicipi bunga itu sedikit dan ia pun berkata dengan riang gembira " Ray, ayo coba kamu makan bunga sakura ini, sangat manis rasanya " ucap Aretha sambil memakan bunga sakura putih mix pink itu.
" Rasanya manis dan segar , ketika aku berlibur ke Jepang beberapa tahun lalu aku sering memakan bunga ini, rasanya sangat manis " ucap Aretha sambil tersenyum tipis.
" Nih Ray coba makan bunganya " ucap Arey sambil menyuapi Raymundo sebuah bunga sakura.
" Benar benar manis " ucap Raymundo sambil mengunyah bunga itu.
Mereka berdua pun bercerita tentang hubungan mereka sampai lupa waktu kalau waktu hampir malam.
__ADS_1
" Sayang ayo kita pulang sudah mulai gelap nih, " ucap Raymundo sambil menggandeng tangan Aretha.
" Ayo ! " ujar Aretha sambil berdiri dari tempat duduknya dan mulai berjalan sejajar dengan Raymundo.
" Sayang ! kamu gak kasih tahu mama papa dan kak Mira soal kita ke puncak ? " tanya Raymundo sambil memegang pundak Aretha.
" Nggak lah, aku cuma kasih tahu papa aja, mama dan kak Mira aku gak kasih tau, biarin aja " ucap Aretha sambil terus melangkah.
" Kamu gak takut sama aku sayang, kalau aku jahat sama kamu gimana ? " ujar Raymundo lagi.
" Ray, aku percaya sama kamu dan aku yakin kamu gak akan menyakiti aku ! " ujar Aretha seraya berdiri dan memeluk leher Raymundo.
" Sayang ! jangan ragukan cintaku padamu ya aku gak mau kehilangan kamu lagi, aku mencintaimu dengan sepenuh hati dan jiwaku, dan juga aku hanya ingin merajut cinta denganmu, aku juga hanya ingin menikmati sisa sisa hidupku bersamamu dan menua bersamamu, aku ingin kita berkebun bersama pokoknya aku ingin melakukan segala hal bersamamu sayang ! " ucap Raymundo sungguh sungguh.
" Baiklah Ray aku percaya kok sama kamu, tetapi awas aja kalau kamu sampai mengkhianati cinta kita, aku takkan pernah memaafkan dirimu " ujar Aretha.
Raymundo dan Aretha kemudian kembali berjalan menuju ke mobil mereka yang diparkir di atas bukit kecil itu, dari bukit itu mereka sempat berhenti karena kagum melihat pemandangan dibawah sana sungguh sangat indah.
" Ray, sungguh sesuatu yang sangat indah aku suka pemandangan ini " ucap Aretha sambil tersenyum dan memandangi cahaya lampu yang di pantulkan dari rumah rumah penduduk.
" Ray, aku ambil jaket dulu ya dalam mobil " ucap Aretha hendak melangkah ke arah mobil tetapi di tahan oleh Raymundo.
" Sini aku peluk aja sayang, " ujar Raymundo langsung memeluk tubuh mungil nan indah itu.
Aretha menguncir rambutnya ke atas dengan sebuah poni di samping kirinya, rambut Aretha panjang sampai ke pinggang dan halus serta lembut, Aretha itu seorang gadis yang berpenampilan sederhana namun elegan dan tidak monoton dengan penampilannya.
Apapun yang dikenakannya selalu memukau walau baju murah sekalipun tetap terlihat cantik dan anggun.
Kedua sejoli itu memadu kasih di atas bukit itu, mereka menginap saja di dalam mobil di atas bukit karena hari sudah malam, Raymundo membuka kap mobilnya agar udara segar bisa masuk ke dalam mobil.
"Arey, apakah kamu membawa obat penurun panas ? " tanya Raymundo khawatir.
" Coba lihat dalam tasku Ray " ucap Aretha terbata.
" Sayang sabar ya biar aku cari obatnya dulu, kamu harus sembuh sayang ! " ucap Raymundo penuh rasa sayang.
Raymundo mencari obat di dalam tas Aretha dan saat dia membuka resleting tas itu betapa kagetnya ia karena melihat fotonya bersama Aretha sobek kecil kecil.
Kapan ini semua terjadi, sebegitu besar kah rasa bencimu padaku Arey, kenapa sampai foto ini sobek, Aku merasa Aretha benar benar sangat membenciku dan menyembunyikan hal ini padaku.
Kenapa aku jadi baper seperti ini, ah sudahlah toh mungkin itu sudah lama terjadi saat kami berpisah dulu, tetapi kenapa dia masih saja menyimpan foto itu kenapa? aku mencari cari jawaban dari dalam hatiku
Karena aku kadung emosi akhirnya ku batalkan untuk mencari obat penurun panas padanya.
Aku sengaja duduk di luar mobil sambil ku lihat bintang bintang yang bertaburan di langit dan sambil kurutuki nasibku yang sial ini.
Karena tidak tahan emosi aku hampiri Aretha yang kedinginan di dalam mobil sambil ku teriaki namanya dengan penuh kebencian.
" Aretha jawab aku dengan jujur, kenapa kamu merobek foto kita ini kenapa Arey ? apa salahku padamu Aretha, tidak adakah rasa sayang dan cintamu untuk aku sehingga kamu tega menghancurkan kenangan antara kamu dan aku ? " tanyaku dengan sabar.
" Maaf Ray, justru ini yang mau aku bicarakan dengan kamu ! kasih aku kesempatan untuk berbicara, aku yakin setelah kamu tahu pasti kamu akan mengerti dan gak nuduh aku yang bukan bukan Ray ! " jawab Aretha meyakinkan aku.
" Baiklah kalau begitu mari kita bicara baik baik dan aku gak mau dengar kata kata yang membuat hatiku hancur " ujarku penuh rasa kecewa.
__ADS_1
" Jadi gini Ray, foto kita ini aku pungut di kantormu saat kita bermasalah kemarin, makanya aku langsung pergi ke Aussie untuk menenangkan diri karena aku yakin di hati kamu udah gak ada aku lagi, ini semua kamu yang merobeknya karena kamu gak terima aku ngeprank kamu waktu itu dengan penuh emosi kamu membuang semua yang aku punya di dalam ruanganmu.
Aku khawatir Ray apakah cara kamu itu akan kamu bawa terus sampai kita benar benar sah menjadi suami istri, aku takut hal itu terjadi makanya aku pergi dari hidupmu Waktu itu untuk menenangkan diriku, cobalah kamu ingat ingat dulu karena aku punya bukti kamu merobeknya, bukti dari cctv udah aku ambil di bagian cctv karena aku yakin suatu hari pasti kamu akan mengungkit semua tentang kejadian itu " jawabku penuh rasa sesal.
" Apa benar aku yang merobeknya Arey ? " tanya Raymundo seakan tak percaya dengan kenyataan yang ada.
" Iya benar saat kamu kalut dalam mengahadapi masalah kamu merobek bahkan membuang album foto kita berdua di kotak sampah untungnya ada orang yang masih peduli dengan aku yang mau memungut kembali foto foto itu dan memberikannya kepadaku " jawabku padanya sambil ku tatap wajahnya yang tampan dan pucat karena kedinginan.
" Aku minta maaf Arey aku salah dan sangat banyak salahku padamu, aku memang tidak pantas melakukan hal seperti itu, aku adalah pria dewasa yang harus tau membawa diri, menjaga sikap dan perbuatan agar aku tidak kembali membuat masalah seperti itu lagi Arey maafkan aku ! " ucap Raymundo memelas mengharapkan kata maaf dari Aretha.
" Ray, aku ngerti kok aku hanya ingin kamu mengakuinya bukan membohongi aku Ray itu yang aku suka dari kamu yakni mau mengakui kesalahan walaupun salahmu sudah lama tapi baru saja terciduk olehku, gak apa apa Ray, tapi aku harap kamu mau memperbaiki sikapmu itu Ray, aku mau kamu jangan pernah berubah untuk siapapun dan apapun itu aku hanya mau Raymundoku yang pernah aku kenal dulu " ucap Aretha sambil menggenggam erat tangan Raymundo.
" Aretha maafkan aku yang telah curiga kepadamu , aku cemburu dan tidak Kontrol emosi, tapi sebenarnya aku juga tak rela berpisah darimu aku sangat mencintaimu Arey, mau kah kamu menjalani hari-hari bersamaku, menua bersama, memilik anak anak yang lucu dan kita berkebun bersama menanam sayuran dan bunga di kebun kita ? " ujar Raymundo sambil terus menatap wajah cantik Aretha.
" Ray, aku dingin aku ingin tidur mataku berat sekali dan rasanya aku udah gak tahan lagi rasa kantuk ini " ucap Aretha.
" Dan satu hal lagi, apapun yang terjadi janganlah kamu meninggalkan aku Arey, kalaupun aku salah kamu harus mengingatkan aku " ujar Raymundo lagi.
" Iya Ray, aku mencintaimu Ray ijinkan aku tidur " ucap Aretha sambil menutup matanya dan tak lama kemudian ia pun tertidur pulas.
Aku menatap wajah cantik sedikit pucat itu sambil ku elus elus pipinya yang putih bersih, Gadis ini sungguh membuatku tak bisa berkata apa apa karena hati kecilku mengatakan dialah belahan jiwaku, dialah tulang rusukku yang sudah dipersiapkan Tuhan untukku, aku akan menjaganya dan menyayanginya dengan sepenuh hati dan jiwa ku bahkan nyawaku pun aku rela asalkan aku tetap bersamanya menjalani hidup dan bahtera rumah tangga ini bersamanya.
Ya, aku sudah memilihnya untuk menjadi sayap sebelahku itu sudah di takdirkan Tuhan dan aku tak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang Tuhan kasih kepadaku.
Aku pun menutup Kap mobil sedikit agar angin malam tidak bebas masuk ke dalam mobil, ku coba untuk menutup mataku tapi aku tak bisa.
Ku coba untuk bermain internet tetapi benar benar gak ada jaringan di situ, wah hidup bahagia di hutan itu hanyalah kata kata kiasan semata, jadi lebih baik hidup di pinggiran kota untuk bisa menjauh dari hiruk pikuknya kota dan bisa menghirup udara yang segar.
**
Mira berjalan mondar mandir di halaman depan sambil sesekali melihat jarum jam dinding besar yang terpampang di pos satpam.
Dimana ya Aretha, kenapa gak ada kabar sama sekali ? mama papa juga gak sibuk mencari Adek ada apa ya ? kenapa aku begitu mengkhawatirkan dirinya? biar bagaimanapun juga dia adalah adikku aku harus mencarinya.
Coba aku telepon Anjas untuk minta tolong padanya ini sudah larut malam apakah Anjas masih bangun apa udah tepar ya ? Ah sudahlah besok aja baru aku telepon Anjas sebaiknya coba aku chatt aja dengan Anjas siapa tahu dia membalasnya.
Obrolan via WhatsApp
Mira : " Sayang udah tidur ? "
Anjas : " Belum sayang, nih masih menyelesaikan pekerjaan kantor tapi udah mau selesai sih, ada apa sayang ? "
Mira : " Adekku gak tahu kemana udah malam belum balik balik aja aku khawatir "
Anjas : " Udahlah sayang kamu tidur aja besok aku bantu kamu cari adikmu ya ? "
Mira : " Makasih sayang, aku tidur dulu ya kamu lanjut menyelesaikan pekerjaanmu dan jangan sampai larut malam ya bye bye sayang I love you "
Anjas : " I love you too my honey "
Mira akhirnya masuk kedalam rumah dan menuju ke kamarnya.
Ketika melewati kamar Aretha , Mira masuk ke dalam kamar itu dan memperbaiki tempat tidur yang sedikit berantakan itu sambil tersenyum tipis.
__ADS_1
" Adek dimana pun kamu cepatlah pulang ya Kakak merindukan dirimu " gumam Mira sambil tersenyum.
****