
Sudah Dua hari ini Aretha belum juga sadar dari pingsannya.
Semua keluarganya panik karena mendapati Aretha permata hati keluarga Tuan Stephen dan mama Divya masih terbaring lemas di ranjang rumah sakit itu.
Tampak dari balik kaca jendela itu seorang pria sedang duduk sambil menggenggam tangan Aretha sambil mengelus punggung tangannya dan kadang kadang mengelus anak rambut di kening Aretha.
Wajah pria itu sangat sedih dan tidak baik baik saja.
"Sayang!Sampai kapan kamu akan terus seperti ini?Buka matamu sayang aku sangat merindukan keceriaanmu,kebahagiaanmu dan juga aku sangat ingin kita bahagia seperti dulu lagi, tertawa bersama,piknik bersama,jalan jalan dan kemana pun kamu mau. Cepatlah bangun sayang jamgan menyiksaku dengan rindu yang semakin dalam ini. Sungguh sangat sakit bila aku terus memandangmu dalam diam seperti ini isteriku."Ucap Raymundo lagi perlahan.
Raymundo masih saja menggenggam tangan lembut itu dan memeluknya erat.
Tak lama kemudian seorang perawat masuk dan memberikan obat di dalam cairan infus Aretha.
Setelah beberapa saat kemudian,terlihat dengan jelas kalau jemari Aretha bergerak gerak perlahan dan Aretha benar benar sadar tetapi matanya belum bisa ia buka dan itu membuat Raymundo kaget bukan main.
Dengan penuh kasih sayang,Raymundo memeluk erat tangan Aretha dan mengecupnya berulang ulang.
"Sayang sadarlah sayang,aku tak bisa hidup tanpamu."Ucap Raymundo sambil mengecup ulang ulang jemari tangan Aretha.
Dan tak berapa lama kemudian datanglah Mama Divya membawa Baby Al dan memberikannya pada Raymundo.
Ketika Baby Al sudah berada di pangkuan Raymundo,bayi itu pun mulai berulah.
Ia pun memegang kancing baju yang dipakai Aretha dan meminta untuk menyusu pada ibunya.
Hal itu membuat Raymundo semakin tidak bisa menahan rasa sakit hatinya dan ia pun memeluk erat anaknya itu dan berbisik padanya.
__ADS_1
"Jangan memaksa mama mu nak,ibu belum sadar mama masih sakit dan butuh perawatan ekstra agar cepat sembuh nak,kita doakan saja biar cepat sadar dan bisa menyusui kamu lagi seperti biasanya." Ucapan Raymundo tak digubris oleh Baby Al dan sang anak langsung merengek di pelukan papanya.
Setengah jam kemudian Aretha membuka matanya dan melihat ke atas dan ia melihat cahaya putih dan mencium bau obat yang sangat menyengat dan membuat ia pun menggapai gapai tangannya ia pun tak ingin berlama lama di situ ia bwrusaha bangun tetapi Raymundo yang melihat hal itu langsung datang dan memeluk Aretha sambil mengecup berulang ulang kening wanita kesayangannya itu.
"Puji Tuhan,akhirnya kamu sadar juga sayangku."Ucap Raymundo sambil menggenggam erat tangan Aretha dan mengecupnya berulang ulang.
Raymundo pun memanggil dokter untuk memeriksa keadaan Aretha.
Dokter pun datang memeriksa keadaan Aretha dan apa yang terjadi?
Dokter pun menyampaikan sesuatu hal untuk keluarga Aretha dan hal itu di wakili oleh mama Divya.
Tetapi ketika Dokter hendak melangkah keluar dari ruang rawat inap itu,Aretha pun berkata "Dok,apakah saya tidak berhak mengetahui sakit penyakit yang saya derita?"Ucap Aretha pada sang dokter yang membuat langkah dokter itu terhenti dan berbalik pada Aretha.
"Baiklah sesuai permintaan pasien saya akan memberitahukan bahwa ada berita baik dan berita buruk yang akan kalian tahu semuanya."Ucap Sang dokter sambil melangkah mendekati kembali ranjang dimana Aretha berbaring.
"Baiklah Nyonya Aretha sesuai hasil pemeriksaan laboratorium Nyonya dinyatakan sembuh dan bekas luka itu sudah mulai mengering dan juga besok pagi sudah bisa pulang."Ucap Dokter itu sambil menghela nafasnya panjang.
"Untuk berita buruknya atau berita yang kurang baiknya yaitu,janin yang ada di dalam kandungan anda tidak bisa kami selamatkan karena janin itu masih sangat kecil dan mengalami trauma berat yang membuat ia tak bisa diselamatkan."Ucap sang Dokter yang membuat Aretha shok dan menangis sejadi jadinya.
Suara tangisan Aretha membuat semua orang kaget dan mendatangi ruangan dimana Aretha di rawat.
"Ada apa nak?"Tanya mama Divya sambil menggenggam erat tangan Aretha...
"Mam,Arey sedih banget mam,Arey sakit banget mam...!!"Ucap Aretha sambil terisak isak pilu dan kecewa.
"Janin Arey mam,malaikat kecilku pergi mam tak bisa diselamatkan mam."Ucap Aretha sambil terisak pilu membuat Adam yang sedari tadi berdiri di dekat pintu masuk langsung menerobos ke arah sang dokter dan memegang kerah baju sang dokter.
__ADS_1
"Apa yang telah kalian lakukan pada adikku?Apa yang terjadi?Kenapa sampai dia menangis pilu seperti itu...apa yang terjadi dokter?"Ucapan Adam membuat hati Raymundo pun mendidih hatinya karena tak terima dengan ucapan sang dokter,tapi Raymundo tetap duduk karena ia tak tega harus membebani sang isteri tercintanya.
"Sudahlah Nak,Dokter lebih mementingkan adikmu,tolong hadapi semua masalah ini dengan otak dingin...!!"
"Apa saja yang kalian lakukan sampai sampai janinku tidak terselamatkan?"Racau Aretha sambil memegang rmerat perutnya yang masih sangat rata itu.
"Tenanglah Nak,tenangkan dirimu semua ini bukan salahmu ataupun dokter dan perawat?Mereka hanya membantumu menyelamatkan nyawamu Nak selebihnya hanya Tuhan yang tahu atas apa yang kamu alami Nak,percayalah bahwa kamu pasti akan mendapatkan yang lebih baik lagi Nak."Ucap Mama Divya sambil memeluk erat putrinya itu.
"Mam,maafkan Aretha Ma,Aretha gagal menjadi seorang ibu yang baik Arey gagal mam,"ucap Aretha sambil terus menangis sehingga Dokter pun memberikan obat penenang dan membuatnya tertidur lagi.
"Dokter apa yang harus kami lakukan pada anak kami agar ia bisa tenang dan bisa menerima kenyataan yang ia alami?"Tanya Mama Divya pada Dokter.
"Bu,tidak ada yang perlu di khawatirkan tapi ibu bisa menenangkannya dengan cara menghiburnya atau membawanya keliling kota atau apapun yang ia sukai agar ia bisa kembali tenang dan seperti semula sebelum kejadian."Ucap Dokter itu sambil tersenyum dan akhirnya Dokter dan perawat itu pamit dari ruangan itu.
"Nak Ray kamu harus kuat Nak,sesedih apapun itu kamu harus kuat dan ikhlas karena kamu adalah tempat bersandarnya Arey isterimu,jangan kamu perlihatkan sisi rapuhmu padanya karena ia lebih rapuh lagi dan semakin stres."Ucap Mama Divya menghibur menantunya itu.
"Iya mama Ray tahu apa yang harus dilakukan."Ucap Raymundo kalem tapi hatinya hancur berantakan.
Tiba tiba pintu terbuka dan masuklah Virgo diikuti oleh Adam,Ahaz dan juga Andrew.
"Bagaimana keadaan Arey Ray,mama?"Tanya Andrew yang kelihatannya sangat cemas.
"Arey akan baik baik saja nak,asalkan kita semua mendukungnya untuk ikhlas dan itu akan membantunya cepat melupakan trauma yang ia alami nak."Ucap Mama Divya lagi.
"Intinya kita doakan agar adik kalian cepat sembuh dan bisa ceria lagi sepwrti biasanya."Ucap Papa Stephen.
☆☆☆☆☆☆
__ADS_1
TBC to be continue....