
Setelah mengetahui hal yang sebenarnya Reyhan sangat sedih dan merasa bersalah, ia mengutuk dirinya sendiri dan menghukum dirinya sendiri karena kesombongannya, keegoisannya, kelalaiannya.
Terkadang luka itu terbentuk dari seseorang yang sangat istimewa, yang tak pernah kita hiraukan keberadaannya, tapi selalu berharap untuk bisa memilikinya, kadang kita tak tahu apa yang sebenarnya ia inginkan sehingga dengan mudahnya kita membuat tembok yang tinggi yang menjadi pemisah bagi dirinya.
Reyhan menghembuskan tubuhnya di atas ranjang big size itu sambil menatap langit langit kamarnya.
Ia sangat menyesali perbuatannya yang sembrono itu, seharusnya aku menyelidiki dulu masalahnya bukan malah memojokkan bahkan memutuskan kontrak antara aku dan Aretha, padahal kontrak itu benar benar lama dan butuh persetujuan yang rumit dari Aretha kenapa aku harus ceroboh dan menyerah tanpa syarat sehingga Aretha dengan mudahnya ku lepaskan.
Ah, sungguh bodoh diriku aku tak tahu apa yang aku rasakan kala itu, aku hanya merasa kecewa dan sangat kecewa, aku merasa aku dikhianati padahal Aretha sudah memulai hidup barunya tanpa aku, karena keegoisan aku dan kebodohan aku yang kedua kalinya aku melepaskan permata berharga yang menjadi incaran banyak orang.
Sungguh sangat disayangkan, menempuh jalan yang berliku baru bisa kudapatkan dirimu, setelah ku dapatkan dirimu kembali ku depak tanpa syarat.
Ah betapa bodohnya diriku, malang nasibku seperti makan buah simalakama maju kena mundur pun kena, aku tak bisa mengelak dari masalah masalah ini, rapuh sungguh sangat rapuh !
**
" Ketemuan Yuk Sya, " bunyi pesan Reyhan pada Tapasya.
" Baiklah tapi kapan dan dimana lokasinya biar aku persiapkan diri dulu nih belum mandi " balas Tapasya pada Reyhan.
" Sekarang aja mumpung masih pagi, karena jam 12 siang nanti aku ada meeting bareng ma klien dari Belanda." balas Reyhan lagi.
" Oo, baiklah kalau begitu aku akan segera bersiap siap diri " balas Tapasya lagi.
**
Tak lama kemudian mereka pun bertemu di cafetaria seperti yang dijanjikan.
Sudah lewat jam 8 pagi tetapi, Tapasya belum juga muncul.
Ketika tepat pukul 9 baru Tapasya muncul sambil tersenyum tipis dan meminta maaf karena terlambat dan membuat Reyhan menunggu dirinya lama.
" Rey, maaf aku terlambat tadi ada sedikit masalah yang harus aku selesaikan maaf ya karena telah membuatmu menunggu lama " Ucap Tapasya tulus.
" Iya gak apa apa, aku hanya ingin memberimu ini dan aku harap kamu tak pernah berniat meninggalkan aku karena aku sudah mulai sayang kamu " ucap Reyhan sambil menekan pada kata yang diucapkannya itu.
" Ini janjiku padamu, tolong ingatkan aku ketika aku melangkah terlalu jauh dari yang seharusnya Sya " ucap Reyhan bersungguh sungguh.
" Baiklah aku simpan janjimu dalam hatiku dan telah ku gembok dengan gembok cinta, semoga kamu tidak mengingkari janjimu hari ini, dan semoga gemboknya tidak kau hancurkan demi hati yang lain " ucap Tapasya sambil tersenyum ke arah Reyhan.
__ADS_1
**
Beberapa hari ini Raymundo bepergian ke negara Singapore dan Malaysia karena ada beberapa pekerjaan penting yang harus di kerjakan oleh Raymundo dan Bernard, untuk sementara pengelolaan kantor nya di kelola oleh sahabatnya Raymundo bernama Louis Vuitton.
Louis Vuitton ini adalah seorang anak dari keluarga kaya raya yang tersingkir oleh karena kejahatan dalam keluarganya, sehingga ia tidak mempercayai keluarganya, ia lebih menyukai membantu Raymundo karena dalam keterpurukannya Raymundo selalu membantunya, memberikan tumpangan padanya dan bahkan membuatnya seperti saudara.
Dreettt... dreeeetttt...bunyi ponsel milik Louis yang mengagetkan dirinya.
" Ya Hallo Bang Ray, gimana ada yang bisa aku bantu ? " tanya Louis pada Raymundo.
" Hallo juga Dek, tolong cek dokumen laporan keuangan dari gudang ya minta sama pengurus gudangnya untuk mengerjakan laporan tugasnya untuk bulan ini karena dari semua departemen telah ada laporan, hanya dari bagian gudang dan logistik belum melaporkan laporan bulan ini " ucap Raymundo pada Louis.
" Siap Kak akan dilaksanakan !! " ucap Louis lagi.
" Itu aja Kak ? " tanya Louis lagi.
" Iya itu aja dan lagi tolong kirim buket bunga yang sudah aku siapkan itu ke rumahnya Aretha ya, sekarang ya Dek ? " ucap Raymundo sambil tersenyum tipis dari seberang sana.
" Siap Boss ku !! " ucap Louis Vuitton semangat.
" Kakak tutup teleponnya ya sampai jumpa " ucap Raymundo sambil menutup panggilannya.
**
" Apa yang dilakukan pria itu ya, sudah 3 hari belum ada kabar berita apapun darinya , dia pikir tak memberi kabar padaku apa aku akan memaafkan dirinya ? aku akan buat perhitungan denganmu Ray !! Pria yang sudah mencuri perhatian dan hatiku.
Mondar mandir di dalam kamar,kemudian ke balkon kemudian ke halaman depan kemudian ke halaman belakang rumah, ah kenapa aku seperti setrikaan saja.
" Awas aja lo Ray aku akan buat perhitungan denganmu, " gumam Aretha dalam hati dan ketika sedang galau tiba tiba sebuah ketukan datang dari luar kamarnya.
" Non, ada paket non, " panggil Bik Inah dari luar kamar dan mengetuk pintu kamar Aretha.
" Iya bik entar ! " ucap Arey langsung melompat dari balkon menuju ke pintu dan membuka pintu kamarnya dengan cepat.
" Makasih ya Bik, '' ucap Aretha sambil menutup pintu dan berjalan ke arah tempat tidurnya sambil membuka apa saja isi bunga dan amplop warna biru muda itu.
" Sayang maafkan aku ya, aku lagi pergi ke Singapura dan Malaysia untuk perjalanan bisnis aku harap kamu mau memaafkan aku ya " begitulah bunyi tulisan di dalam amplop itu.
" Ooo, jadi kamu menyogok aku dengan bunga ya Ray, oke baiklah permintaan maafmu ku terima tetapi aku juga akan membuat kamu sangat merindukan diriku " ucap Aretha sambil tersenyum sendiri.
__ADS_1
**
Obrolan via WhatsApp
Aretha : " Hallo Hallo hai guys apa kabar kok sepi banget "
Dian : " Hallo juga Arey kamu apa kabarmu ''
Aretha : " Baik non !! hehehe "
Ditta : " Are you Ok girl ? "
Aretha : " No ! hahaha, ayolah guys kita nongkrong di Mall yuk, udah lama kita gak nongkrong aku ingin sekali kita pergi bareng bareng have fun, gitu "
Tapasya : " Aku ikut boleh gak Arey ? "
Aretha : " Boleh dong kenapa harus minta izin Sya, atau jangan jangan pacarmu gak mengijinkan kamu ikut gabung di group kita lagu Sya ? "
Tapasya : " Bukan gitu juga Arey, sementara aku bisa mengendalikan dirinya "
Aretha : " Wow, i like i like, harus gitu dong Sya kamu harus membuatnya takut kehilanganmu Oke ? "
Tapasya : " Siap Boss sebisa mungkin ilmu yang kamu turunkan udah aku pakai dan hasilnya memuaskan Arey sayangku !! "
Dian : " aku nyimak aja kemana arah pembicaraan kalian "
Ditta : " Ntar sore jam berapa kita kumpul ? "
Tapasya : " Tergantung Nona muda Aretha Franklin Roosevelt "
Aretha : " Hahaha jam 4 sore boleh, sekarang pun boleh kok "
Icha : " Maaf semuanya baru nongol, aku ikut juga ke Mall hehehe "
Dian : " Iya Cha gak apa apa !! "
Aretha : " Sampai jumpa sore nanti ya "
Tapasya dkk, : " see you again !! "
__ADS_1
β¨β¨β¨ππβ¨β¨β¨ππβ¨β¨β¨ππβ
** Next **