Cerita Cinta Aretha

Cerita Cinta Aretha
"Perjalanan hidupku" Charlos (Pov)


__ADS_3

"Jangan lupa tinggalkan jejak ya guys?"


Aku Charlos William Hadinata,Umurku 28 tahun dan masih jomblo hingga saat ini.


Aku memiliki keluarga yang lengkap,ayah dan ibuku sangat menyayangi diriku.


Aku anak tunggal tanpa saudara laki dan perempuan.


Aku juga seorang CEO di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang game online yang sangat merajalela di belahan bumi ini.


Tapi,aku tak pernah sombong dengan apapun yang aku miliki bahkan aku bisa dibilang orang kaya yang paling sederhana.


Sejak dulu aku sudah menaruh hati pada anak tetanggaku yang bernama Aretha.


Panggilan kesayangannya adalah Arey,ia sangat manis dalam bertutur kata,sopan,dan menurutku dialah wanita sempurna yang aku idamkan.


Aku merasa kalau suatu saat nanti kamu akan hidup bersama mengarungi bahtera rumah tangga bersama hingga menua bersama tetapi kenyataan berkata lain.


Sore nanti aku akan berkunjung ke rumah mereka lagi sebelum akhirnya mereka balik ke Indonesia.


**


Sore itu aku dan ketiga kakakku sedang duduk sambil bermain main dengan baby Al.


Eh tiba tiba muncul bang Charlos membawa sepanjang buah buahan yang masih segar.


"Eh abang,repot amat sih bang?"Ucap Aretha menegurku.


"Ini untuk adikku yang paling cantik sedunia dan ponakanku yang paling tampan ini juga saudara saudaraku yang tampannya cetar membahana. "Ucap pada mereka semua.


"Makasih Bro kamu sudah membawakan buah buahan segar ini,aku tahu ini pasti baru saja dipetik."Ucap Andre sambil tersenyum dan memasukkan semua buah ke dalam wastafel di samping tempat duduk itu dan mencuci semua buah segar itu dengan air mengalir.


"Ayo makan sudah abang cuci."Ajak Bang Andre sambil meletakkan buah buahan segar itu di Sebuah baki.


"Makasih ya bang Charlos..."Ucap Aretha sambil mengambil buah Apel hijau untuk ia makan.


"Iya adekku,sama sama... ayo di makan buahnya..!!"Ucapku pada mereka semua dan kami semua pun memakan buah buahan segar yang baru saja aku petik dari perkebunanku itu.


Aku melihat Aretha sangat menikmatinya sehingga aku pun tersenyum bahagia.


"Adek...!!Kapan Suami kamu balik dari Jepang?"Tanyaku pada Aretha yang sementara mengunyah buah di dalam mulutnya yang manis itu.

__ADS_1


"Mungkin minggu depan Bang...Nanti Arey kenalin ya sama abang!"Ucap gadis itu lagi.


"Baiklah..."Aku menjawab sambil menghela nafasku berat.


Aretha seakan tak mengerti dengan apa yang aku rasakan ini.


Ia terus saja mengunyah buah buahan itu tanpa mengetahui betapa sakitnya hatiku ini.


Sungguh tidak peka dirimu padaku Arey.


Ketika lagi asyik berkhayal tiba tiba muncul seorang pria tinggi besar dengan rambut sedikit uban menghiasi rambut bagian depannya sambil berkacak pinggang di depan kami semua.


"Asyik benar ya anak anakku?"Ucap Pria itu yang tak lain adalah pamannya Aretha yakni paman Luis.


"Ayo gabung paman biar seru...!!"Ajak Arey pada pria itu yang merupakan paman dari Aretha.


Paman Luis pun berbaur bersama kami menikmati indahnya senja hari ini sambil memakan buah buahan segar itu.


"Paman ini adalah bang Charlos,dia teman masa kecilku Paman."Ucap Aretha memperkenalkan diriku pada pamannya yang kelihatannya sangat menakutkan itu.


"Paman punya berita gembira anak anak."Ucap Paman Luis sambil tersenyum.


"Apa itu paman?"Tanya Aretha tak sabar.


Paman tahu kalau mereka bertiga butuh sentuhan kasih sayang dari papa dan mama kandung mereka juga."Ucap Paman meneruskan ceritanya.


"Tumben paman berbaik hati...!!"Gumam Aretha dalam hati.


"Aish tapi kenapa tiba tiba paman berbaik hati?Ada apa gerangan?Semoga saja tidak ada udang di balik batu ya?Aku khawatir dengan kebaikan semu dari paman Luis."Bisik hati Aretha.


"Paman... bagaimana dengan suamiku?"Tanya Aretha tiba tiba.


"Oo,Iya suami kamu paman suruh langsung balik saja ke Indonesia dan tidak perlu kesini lagi."Jawab paman Luis santai.


"Tapi kalau kamu mau tanya tanya suami kamu boleh kok silahkan."Sambung Paman Luis lagi.


"Baiklah Paman nanti aku telpon suamiku dulu."Jawab Aretha kemudian.


"Bang Charlos,apa abang juga mau ikut pulang ke Indonesia?"Tanya Aretha tiba tiba membuat aku kaget dan lamunan ku pun buyar seketika.


"Abang masih ada proyek di sini mungkin seminggu lebih lagi baru selesai tetapi kalau sebelum seminggu sudah selesai abang pasti ikut pulang bareng kalian semua."Ucap Charlos pada Aretha.

__ADS_1


"Tapi kamu pria asing,aku tak mau kamu mengikuti kami."Jawab Paman Luis tiba tiba.


"Paman,Bang Charlos ini temanku sejak kecil aku tahu orangnya seperti apa?Dia gak mungkin berbuat yang tidak tidak pada kita kok?"Ucap Aretha meyakinkan Paman Luis yang bawaannya curiga melulu.


"Iya tapi tetap saja ia bukan bagian dari keluargaku jadi aku tidak terlalu percaya padanya."Jawab Paman Luis lagi.


"Arey,kamu adalah ponakan perempuan paman satu satunya paman harap ikutilah apa kata Paman."Ucap Paman Luis sambil tersenyum penuh arti pada Aretha.


"Baiklah paman Arey paham."Jawab Aretha pasrah.


"Bang Charlos maaf ya abang nanti pulang sendiri aja gak apa apa kan?"Tanya Aretha pada Charlos yang wajahnya sudah memerah itu.


"Iya gak apa apa kok Arey?Aku juga masih banyak kerajaan di sini nanti aja kalau semuanya sudah kelar pasti aku pulang ke Indonesia,Nanti aku jemput kamu dan anakmu untuk ikut peresmian pabrik baru aku yang akan di diresmikan dua minggu lagi ya?"Ucap Bang Charlos sambil menatap mata Paman Luis.


"Ah,anak orang sudah berkeluarga itu tidak pantas kamu ajak jalan jalan lagi Charlos."Paman Luis menyela ucapan pada Aretha.


"Baiklah Arey,abang balik dulu ya sampai jumpa di tanah air."Ucapku sambil tanpa sadar langsung ku cium kening Aretha yang membuat mata Aretha terbelalak.


"Sampai jumpa paman Luis...!!"Ujarku sambil berlalu dari hadapan mereka.


**


Benar benar aku kecewa dengan semua perkataan dari Paman Luis.


Kenapa si tua bangka itu terus saja menyela setiap pembicaraanku ya?


Dia itu seperti psikopat saja,suka menyela pembicaraan orang dan cepat emosian.


Aretha,maafkan abang ya yang tak bisa berbuat apa apa untukmu.


Abang juga lupa kasih hadiah yang sudah abang beli beberapa hari lalu saat tender proyek besar itu jatuh pada abang.


Aku kembali membuka kotak kecil berisi kalung emas putih dengan sebuah liontin dengan tulisan nama Aretha.


Aku tahu aku salah,tetapi apakah aku salah memberikan hadiah ini kepada gadis yang sudah ku sayangi sejak dulu?


Aku rasa itu mungkin mungkin saja karena aku juga sudah mengenal keluarga Aretha sejak dulu.


Mereka memang orang berada dan sangat kaya,tetapi mereka tidak memilih milih dalam bergaul dan aku harap Aretha akan menanamkan hal ini pada anak anaknya kelak.


Ya walaupun aku tak jadi bersanding dengan Aretha,Tapi setidaknya di masa depan kami akan menjadi besan dan akan kembali bersama sama menjadi sebuah keluarga yang bahagia.

__ADS_1


** Bersambung **


__ADS_2