
Bijaklah dalam membaca ya guys..??Jangan lupa sukai, komentar dan vote ya.
π¬ππ¬ππ¬ππ¬ππ¬ππ¬ππ¬ππ¬π
Setelah Aretha mengetahui semua tentang apa yang menjadi pertanyaan hatinya selama ini akhirnya hari ini terjawab sudah semuanya setelah Sang Mama menceritakan semuanya pada dirinya dan Raymundo.
"Akhirnya aku tahu, ternyata aku punya saudara kembar, aku rindu saudara kembarku itu sayang!"ucap Aretha sambil memeluk erat tubuh Raymundo.
"Ayo makan dulu, Papa dan Mama lagi pergi ke luar kota mungkin besok baru balik."ucap Aretha sambil menyendok makanan ke dalam piring milik Raymundo.
Setelah sampai meja makan, Aretha masih terlihat manyun entah apa yang ia pikirkan sepertinya hatinya lagi di lain tempat.
"Sayang ayo makan, aku suap mau?"tanya Raymundo menawarkan jasa suap pada isterinya itu.
"Buka mulut sayang, aaa...!" ucap Raymundo sambil menyuap pada mulut Aretha.
Tetapi baru satu suapan langsung Aretha berlari ke arah wastafel dan memuntahkan semua isi perutnya.
Raymundo tidak tinggal diam, dia pun langsung mengambil langkah seribu dan menuju ke arah Aretha sambil memijat tengkuk Aretha.
"Aduh sayang kepalaku pusing, perutku seperti dikocok kocok sayang aduhh..."ucap Aretha sambil meringis dan nyaris jatuh untung saja Raymundo langsung mendekapnya dan menggendongnya ke dalam kamar.
Tetapi lagi lagi Aretha mual dan langsung melompat ke kamar mandi.
Raymundo pun merasa tidak nyaman dengan keadaan Aretha.
"Ada apa sayang?" tanya Raymundo yang baru melihat keanehan Isterinya itu.
"Maaf Sayang aku benar benar mual banget, aku...!"ucapan Aretha menggantung begitu saja.
"Kita ke Dokter ya?"ucap Raymundo sambil meraih kunci mobilnya dan meraih jasnya kemudian melangkah ke arah Aretha dan menggendong isterinya itu dengan rasa khawatirnya.
"Ada apa dengan isteriku?" Raymundo melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang karena ia takut Aretha muntah lagi.
"Sayang pelan pelan, Sayang bau apa ini bikin aku gak kuat sayang?"ucap Aretha terbata.
"Sayang kenapa kemeja kamu sangat bau? please sayang buka saja pakaianmu aku gak kuat mencium aroma tubuhmu sayang!"ucap Aretha sambil menyembunyikan wajahnya dan menutup hidungnya dengan tissue.
Mereka pun tiba di Rumah sakit milik keluarga Raymundo dan langsung semua tim medis disitu berlarian ke arah brankart untuk membawa Nona muda Aretha ke IGD.
__ADS_1
"Tuan Muda anda tunggu saja disini, serahkan pada kami agar kami memeriksa keadaan Nona muda dengan leluasa."ucap Dokter Citra.
"Kenapa saya harus menunggu di sini? Saya harus ikut ke dalam untuk melihat keadaan isteri saya?" ucap Raymundo dengan suara meninggi.
"Sabar Tuan Muda!"ucap perawat yang sudah mengenal karakter Tuan mudanya itu.
"Siapa pria tadi?" tanya Dokter Citra pada Dokter Heru teman dinasnya.
"Nanti juga kamu akan tahu siapa dia!"ucap Dokter Heru sambil tersenyum tipis.
"Jangan coba coba mengganggunya kamu akan tahu akibatnya!"ucap Dokter Alvino yang baru muncul di hadapan mereka.
Dokter Dokter itu masih sangat muda dan seumuran dengan Aretha.
Raymundo akhirnya diperbolehkan untuk masuk ke dalam ruang IGD dimana Aretha sementara di periksa oleh seorang Dokter ahli kandungan.
Setelah diperiksa Dokter pun mengatakan bahwa ini adalah hal wajar yang terjadi pada awal kehamilan.
"Tuan Muda, selamat atas kehamilan Nona muda, tolong di jaga agar Nona muda tetap sehat, karena di awal kehamilan biasanya sangat rentan sekali mengalami keguguran."ucap Dokter Elvien.
"Dan lagi Tuan, di jaga pola makan agar selalu mengkonsumsi makanan yang bergizi untuk perkembangan otak dan tumbuh kembang janin di awal kehamilan, di jaga juga pola istirahat, jangan stres dan jangan bekerja terlalu berat semoga selalu sehat sampai kelahiran bayinya ya Tuan, ini saya kasih resepnya tolong di tebus ya?" ucap Dokter Elvien sambil tersenyum dan menjabat tangan Raymundo serta tangan Aretha.
"Salve Sayang Puji Tuhan akhirnya aku akan menjadi seorang ayah, betapa bahagianya aku!"ucap Raymundo sambil mengecup sudut bibir Aretha sambil tersenyum.
Dari pintu masuk terlihat seorang wanita sementara mengepalkan tangannya.
"Oo jadi pria tadi isterinya sedang mengandung ya? aku pastikan aku akan mengganti posisi wanita itu."ucap Dokter Citra sambil tersenyum licik.
"Dia pikir siapa dia, perempuan lemah seperti itu aku yakin aku pasti akan merampas pria itu, pria tampan,aku akan berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan cinta kamu sayang!"ucap Wanita itu tanpa tahu kalau bodyguard bayangan Tuan Muda Raymundo melihat kelakuannya dan mendengar semua ucapannya dan ancamannya.
"Berani bermain api kamu akan tahu akibatnya, karena kamu tidak tahu kamu berhadapan dengan pria seperti apa Tuan Raymundo itu!"ucap bodyguard bayangan itu perlahan.
**
"Sayang!" panggil Aretha lirih.
"Iya sayang kamu pengen makan apa? biar Thomas membelikan."ucap Raymundo sambil membelai rambut panjang Aretha.
"Sayang, boleh Arey makan bakso beranak dengan cabe level lima? Pengen banget nih Sayang?"Aretha berbicara sambil mengelus perutnya yang masih terlihat rata itu.
__ADS_1
"Boleh kok, tapi kali ini saja ya sayang aku gak mau anakku kenapa kenapa di dalam sana!" ucap Raymundo sambil tersenyum.
"Sayang ayo kita pulang, karena aku mau makan bakso urat, bakso beranak level lima, makan rujak cingur,makan ramen pokoknya makan yang banyak sayang!"ucap Aretha sambil mengelus perutnya yang rata itu.
"Boleh kok sayang kamu mau makan apa saja aku akan memperbolehkan tapi ada syaratnya dong?"ucap Raymundo sambil tersenyum jahil.
"Apa syaratnya sayang?"tanya Aretha dengan tidak sabar.
"Syaratnya gampang kok!"ucap Raymundo lagi.
"Syaratnya harus makan buah buahan dan nasi serta lauk pauknya dulu baru kamu boleh makan apapun yang kamu inginkan!"ucap Raymundo sambil tersenyum menatap wajah cantik isterinya itu.
"Hmm, kalau kamu sudah selesai makan otomatis, kamu akan kenyang dan cabai level lima itu tidak sampai masuk ke dalam ususmu dan menggerogoti semua nutrisi yang sudah masuk duluan!"gumam Raymundo dalam hati.
"Isteriku Sayang, love you full!!"ucap Raymundo sambil mengecup perut rata milik Aretha.
Raymundo pun memapah wanitanya untuk berjalan ke luar dari ruangan tempat ia dirawat tadi dan menuju ke mobil yang diparkir di tempat parkir.
Ketika mereka tiba di halaman Rumah Sakit itu, tiba tiba Dokter Citra muncul dari lobi rumah sakit sambil menatap tajam wajah Raymundo yang semakin ditatap semakin tampan itu.
"Ah, pria itu sungguh membuatku bersemangat untuk bekerja, tapi siapa pria itu dan dimana mereka tinggal?Apa aku harus mengikuti mereka untuk mengetahui dimana mereka tinggal?"ucap Citra sambil tersenyum licik.
Semua gerak geriknya terbaca oleh para bodyguard bayangan yang selalu berada dimana mana dan selalu dekat dengan Raymundo dan Aretha.
**
"Tuan,"Panggil Thomas lirih.
"Ada apa Thomas?"tanya Raymundo sambil memperbaiki letak duduk Sang isteri.
"Boss, ada seorang wanita yang berniat menjadi pelakor!"ucap Thomas lagi.
"Tetap pantau pergerakannya dan jangan sampai lengah, aku tak mau wanitaku kenapa kenapa!"Bisik Raymundo pada Thomas si bodyguard bayangan.
"Siap Boss!"ucap Thomas lagi dan menundukkan kepalanya dan pergi ke tempat yang seharusnya.
**
Bersambung ya Readers tersayang Tolong di like komentar dan vote ya biar author rajin update setiap hari terimakasih ππ₯°**
__ADS_1