Cerita Cinta Aretha

Cerita Cinta Aretha
** Si penguntit **


__ADS_3

" Kak Igo merasa ada yang mengikuti kita gak Kak ?? " ucap Aretha sambil melangkah ke depannya Kak Igo.


" Nggak kok kakak gak ngerasa kalau ada yang mengikuti kita palingan Kak Mira " ucap Kak Virgo sambil tersenyum dan membuka kedua tangannya.


" Ok baiklah Kak ayo lebih semangat lagi Kak masa kalah sama si Putri (Nama anjing herder) kan gak mungkinlah Kak " ucap Aretha sambil tersenyum dan mulai melakukan joging with Putri dan Kak Igo.


" Hei hei hei... tunggu aku Dek, Kak aku kejar dari tadi loh Kak gak kasian ama aku ya kalian berdua ? " ucap Mira terengah engah.


" Nggak kasian namanya olahraga mana ada rasa kasian ? " ucap Aretha sambil berjalan terus.


Tiba tiba sebuah mobil Lamborghini Gallardo berdiri tepat di hadapan Aretha.


Aretha langsung berdiri dan melihat siapa sebenarnya yang berani naik di atas trotoar membawa mobil lagi.


" Mana yang namanya Aretha ?? " Tanya pria itu yang tak lain adalah Haris.


" Aku Aretha !! Kenapa mencari ku? ada yang bisa aku banting ? " ucap Aretha sambil memamerkan cincin yang melingkar di jari manisnya.


" Kamu harus ikut denganku sekarang juga !! " ucap Haris sambil membuka pintu mobilnya.


" Heehh apa apaan ini adik gua mau lu bawa kemana ?? " ucap Kak Igo sambil mendorong Haris hingga tersandar di mobilnya.


" Kamu kenal dia Dek ?" tanya Igo pada Aretha.


" Iya kenal sih Kak tapi hanya sebatas kenal aja Kak !! " ucap Aretha sambil tersenyum sedikit sinis membuat jantung Haris Kurniawan Pratama hampir copot memandang gigi gingsulnya itu.


" Maaf deh aku gak bisa ikut maaf banget ya ? " ucap Aretha sambil melangkah pergi meninggalkan Haris yang masih ternganga karena belum sempat bilang apa apa sudah di tinggalkan Aretha.


" Tuh kan adek gue udah pergi artinya dia gak mau di ganggu oke ?? " ucap Igo sambil menarik tangan Mira dan pergi dari hadapan Haris.


" Betapa bodohnya aku !! " ucap Haris sambil memegang dadanya.

__ADS_1


" Kenapa dada ini sangat bodoh, kenapa jantung ini berdetak kencang dan tak karuan ada apa dengan jantung ini ?? " ucap Haris pada dirinya sendiri.


" Kenapa aku harus kalah dengan Aretha ?? " ucap Haris lagi.


" Kalau kamu ingin tujuanmu tercapai kamu harus melakukan suatu trik yang bisa membuat Aretha mau denganmu " ucap hati nurani Haris.


" Apa yang harus ku perbuat !! " ucap Haris.


" Kenapa terlalu sulit untuk aku gapai padahal sudah didepan mataku, dasar bodoh sangat bodoh " ucap Haris lagi.


" Karena dengan cara halus kamu tidak mau baiklah aku akan pakai cara kasar biar kamu tahu siapa aku sebenarnya Aretha akan kubuat dirimu bertekuk lutut di hadapanku " Gumam Haris sambil mengepalkan tangannya.


**


Dua hari kemudian Haris melakukan gerakannya, Ketika itu hari telah senja Aretha baru saja pulang dari minimarket membeli pembalut wanita karena memang Aretha lagi datang bulan.


Aretha memilih untuk berjalan kaki saja sambil menghirup udara segar, tiba tiba sebuah mobil hitam tanpa plat nomor muncul dari arah belakang pintu langsung terbuka dan mencoba menarik Aretha tetapi Aretha silih sehingga salah tangkap malah Aretha membalikkan badannya dan menendang tangan orang itu sehingga orang itu terpelanting jatuh ke aspal.


" Waduh ternyata hebat juga ya gadis itu, tetapi seorang Haris masa harus kalah di tangan seorang gadis kecil itu gak ada di kamus aku !! " ucap Haris langsung melaju kencang.


**


Seminggu kemudian, saat jalan jalan sore tiba tiba sebuah sapu tangan mengenai wajah Aretha dan langsung pingsan di tempat.


" Apa aku bilang kamu memang pantas jadi istri aku, aku akan siap menolong kamu kemanapun kamu pergi walaupun kamu pacar aku kemanapun kamu pergi aku akan over protective dengan kamu karena kamu adalah hartaku bukan seperti tunangan bodohmu itu yang membiarkan kamu berjalan sendiri setiap hari " ucap Haris sambil tertawa terbahak bahak.


" Sekarang mau bagaimana lagi ?? tapi aku harus balas dendamku dulu sebelum aku menikahi kamu dengan paksa " ucap Haris penuh semangat.


**


Ketika membuka matanya ia kaget dimanakah dirinya berada.

__ADS_1


" Dimana aku ?? " ucap Aretha sambil mengucek matanya dan melihat kakinya diikat pakai tali kerbau yang besar.


" Aku dimana ?? " ucap Aretha lagi sambil teriak.


Tiba tiba pintu terbuka dan muncul seorang pria bertopeng hitam sambil melangkah mendekati Aretha.


" Kamu adalah tahananku sekarang, kamu telah membuatku sakit hati berulang ulang " ucap pria itu dan langsung di tamparnya Aretha sekali di pipinya yang putih mulus itu.


Ketika Aretha memegang pipinya dari sudut bibirnya keluar darah segar yang membuat Aretha berteriak histeris karena Aretha paling fobia dengan darah segar, Aretha berteriak menjadi jadi sampai akhirnya pingsan lagi.


Haris menjadi bingung ada apa ini kenapa dia pingsan lagi bukankah pukulannya tadi tidak kuat? tapi kenapa berdarah ? apakah dia tidak boleh dipukul? Haris jadi stres sendiri dan mencoba memeluk Aretha sambil meminta maaf pada Aretha " Maafkan aku Aretha, aku benar benar tidak menyangka kamu seperti ini " ucap Haris sambil memeluk Aretha.


" Aku sayang kamu Aretha tetapi aku benci kamu juga Aretha karena kamu sudah menyakiti aku, aku sudah janji pada diriku sendiri kalau aku akan hancurkan siapa saja yang telah membuatku sakit hati walaupun perempuan sekalipun " ucap Haris sambil berteriak.


Haris mengunci Aretha di rumah ibunya, Haris akhirnya jujur pada ibunya kalau ia menyekap seorang gadis di dalam kamarnya, dan mengatakan pada ibunya kalau ia adalah calon mantunya.


Ketika ibunya mengetahui apa yang dilakukan anaknya ia pun ingin sekali melihat gadis itu dipaksa ya Haris agar ia bisa melihat calon mantunya itu dan diijinkan sama Haris setelah ibunya masuk ke dalam kamar ibunya melihat wajah Aretha ia pun teringat seseorang yang telah lama hilang.


" Haris kamu kenal orang tuanya nak ? rumahnya dimana ? " tanya ibunya pada dirinya.


" Saya gak kenal orang tuanya tetapi di hpnya ini pasti ada foto kedua orangtuanya mama coba haris periksa ya ? " ucap Haris sambil membuka ponsel Aretha.


" Mungkin ini Papa dan Mamanya !! " ucap Haris sambil menunjukkan foto foto itu pada Ibunya.


" Lho bukannya ini Divya dan Stephen ya ! " tanya Mama Haris pada Haris.


" Mana kutahu mam aku hanya membawanya kesini dan gak tahu menahu soal orang tuanya !! " ucap Haris tanpa merasa bersalah sedikitpun.


" Haris jujur nak, kamu menculiknya kan nak ? tolong kembalikan dia itu adik sepupu kamu, Mamanya bernama Divya itu sepupu kandung Mama artinya kamu masih saudara sama dia Haris tolong jangan memperkeruh suasana nak !! " ucap Mama Rinda pada Haris lagi.


" Apa Mam jadi, Aretha ini sepupu aku Mam ? " tanya Haris pada ibunya lagi.

__ADS_1


" Iya nak, kamu adalah sepupu Aretha " ucap Mama Rinda menyadarkan anaknya yang sudah kadung jatuh cinta pada Aretha.


__ADS_2