
Siang itu Aretha masih berkutat dengan segala macam dokumen yang harus segera diselesaikannya sore itu juga, Aretha merasa pinggangnya sudah gak bisa menahan tubuhnya lebih lama lagi akhirnya tanpa di perintah ia pun tertidur dengan pulasnya di atas meja kerjanya.
Saat Raymundo memantau cctv dari laptopnya ia mendapati calon istrinya tertidur dengan lelapnya.
"Sayang ayo bangun!" ucap Raymundo berbisik dengan lembutnya di telinga gadis itu.
"Hmm, iya ntar dikit lagi ya masih ngantuk nih ganggu aja!" ucap Aretha sambil tetap menutup matanya dan terlelap lagi.
"Yank ayo dong bangun aku udah lapar banget nih sayang" ucap Raymundo lagi sambil tersenyum tipis dan melangkah mendekati Aretha dan mendaratkan sebuah ciuman di bibir Aretha yang sementara merekah itu.
Raymundo merasa bibir Aretha sangat lembut dan manis, sehingga ia pun menunduk dan mencoba mengambil kesempatan langka itu dengan kembali mengecup bibir mungil Aretha hingga sang empunya bibir terbangun dengan membelalakkan matanya.
"Astaga Mas, kamu membuatku hampir jantungan! senang sekali mencuri kesempatan dalam kesempitan" ujar Aretha lagi dan mendorong tubuh Raymundo agar menjauh dari dirinya.
"Ini tuh di kantor mas, sadar dong!" ucap Aretha sambil melangkah ke arah wastafel dan melihat bibirnya.
Lipstik di bibirnya jadi belepotan gara gara mesumnya Raymundo tadi.
Kemudian ia pun memikirkan sesuatu yang usil dengan langkah gontai ia menuju meja kerjanya dan mengambil sesuatu dari dalam tasnya.
"Lipstik ini yang aku cari" ujar Aretha sambil tersenyum.
Kemudian ia pun memoleskan lipstik sampai tebal dan berjalan menuju Raymundo yang sedari tadi menatap dengan mata tak berkedip ke arahnya.
"Mau apa gadis itu?" ucap Raymundo pada dirinya sendiri.
Dengan semua tenaga yang ia punya, Aretha kemudian mendaratkan ciumannya tepat di kerah baju Raymundo dan juga mengecup pipi Raymundo agak lama sehingga meninggalkan cap bibir mungil di pipi Raymundo, dan tak lupa Aretha memeluk Raymundo dan mengecup leher Raymundo dengan gemasnya.
"Sudah puas menciumiku sayang?" ucap Raymundo pada Aretha.
"Sebenarnya aku belum puas sih?" ucap Aretha sambil tersenyum menang.
"Kenapa senyum senyum sendiri sayangku?"Tanya Raymundo pada Aretha lagi.
"Rasanya lucu banget!" ucap Aretha sambil kembali mendekati Raymundo dan mengecup pipi Raymundo kemudian menggandeng tangan pria tampan itu dan mereka berdua pun keluar dari ruangan itu menuju basemen untuk pergi makan siang.
"Yank, katanya kita mau ke Mall?" ucap Aretha pada Raymundo lagi.
"Iya ntar ya setelah makan siang ini, ayo kita isi perut dulu" ucap Raymundo lagi.
**
Selesai makan, mereka berdua pun segera pergi dari tempat itu menuju ke Mall seperti janji Raymundo pada Aretha.
"Yank, kamu punya kunci gak?" tanya Raymundo pada Aretha sambil tersenyum penuh kemenangan.
"Kunci apaan sayang?" Aretha balik bertanya pada Raymundo.
"Aku butuh kunci karena aku telah tersesat dalam hatimu sayangku, aku tak bisa keluar sebebas dulu lagi Yank," ucap Raymundo lagi.
__ADS_1
"Kenapa sampai tersesat begitu sayangku?" Aretha balik bertanya.
Aretha paham maksud dari Raymundo tetapi ia pura pura tak tahu agar Raymundo mengatakan hal romantis padanya.
"Karena aku telah jatuh cinta pada pemilik ruang hati ini yaitu seorang gadis cantik yang telah mencuri perhatianku yang bernama Aretha Franklin Roosevelt atau biasa di sapa Arey." Ucap Raymundo perlahan dan sambil mengecup kening Aretha dengan sangat lama.
"Yank, kita pergi ke pusat perbelanjaan terbesar di kota ini yuk, menurut informasi yang ku dapat banyak diskon di sana." ucap Aretha polos karena jiwa diskonan meronta ronta.
"Yank, hari ini kamu mau belanja apapun itu aku siap menemanimu." ujar Raymundo sambil menggandeng tangan Aretha dan membukakan pintu mobil untuk gadis pujaannya itu.
Raymundo pun menghidupkan mobil dan menjalankan mobilnya dengan perlahan lahan.
Beberapa menit kemudian mereka telah tiba di pusat perbelanjaan terbesar di kota itu, Aretha mencoba untuk membuka seat belt nya tetapi tidak bisa.
"Yank, tolong dong kenapa seat belt nya gak bisa dibuka ya?" ujar Aretha lagi sambil mencoba membuka seat belt itu tetapi sia sia.
Raymundo pun membuka seat belt itu dengan semua tenaga yang ia punya tetapi tidak bisa juga karena ingin cepat membuka seat belt akhirnya wajah Raymundo menunduk dan tanpa sengaja ia telah mengecup bibir Aretha lagi.
"Yank, kesempatan banget sih Yank nanti juga kamu akan menciumiku sepuasnya setelah kita sah." ucap Aretha sambil mencubit pinggang Raymundo.
"Iya Sayang tapi aku kecanduan banget ingin mencium terus bibir kamu Yank, kamu tahu gak aku kepikiran kalau kamu gak ada kabar, aku benar Benar gak mood kalau canduku menghilang begitu saja tanpa berita." ucap Raymundo sambil mengecup pipi Aretha lagi.
Dengan berbagai upaya akhirnya seat belt nya Aretha terbuka juga dan Aretha menarik nafas panjang dan lega.
"Makasih Yank, ayo turun karena aku udah gak sabar pengen cepat cepat masuk ke dalam Mall itu dan memilah dan memilih barang apa yang harus aku ambil." ucap Aretha sambil melepaskan tangan Raymundo dan pergi ke tempat belanja itu.
Dreettt... dreeeetttt... ternyata dari Anjas sahabat masa kecilnya itu.
"Iya Broo ada apa? Kamu kangen ya sama aku." ucap Raymundo sambil terkekeh.
"Iya gitu lah aku merindukan dirimu dan belaian tangan mu yang keriting itu," ucap Anjas sambil tertawa terkekeh kekeh karena merasa geli mengatakan hal seperti itu.
"Emang jeruk minum jeruk Broo, kamu tuh ya suka sekali ganggu aku." ucap Raymundo lagi sambil tetap bersandar di mobilnya.
"Begini Broo, maksudnya aku menelepon kamu karena tadi aku ke kantormu mengantarkan surat undangan pernikahanku tetapi kamu gak ada jadi aku titipkan langsung ke Bernard, karena kamu udah pergi dengan pacar kamu." ujar Anjas panjang lebar.
"Iya aku juga mau menikah Broo tetapi setelah kalian menikah biar gak melanggar adat istiadat kita," ucap Raymundo lagi.
"Kamu mau menikah dengan adik perempuan calon istriku ya Broo," tanya Anjas lagi.
"Iya dong, berarti kita keluarga dong Broo," ujar Raymundo sambil tersenyum tipis.
"Iya dong, kamu itu harus panggil aku Kakak ipar karena istriku adalah Kakaknya istrimu Broo," ucap Anjas lagi.
Ah, aku mah mau panggil kamu biasa aja, kalau orang lain sih aku panggil Kakak tetapi ini sahabatku sendiri masa aku panggil Kakak?" ucap Raymundo protes.
"Iya deh terserah kamu Broo intinya kita sekeluarga sekarang ini dan sampai selamanya." ucap Anjas lagi.
"Baiklah Njas, aku ke dalam dulu ya calon istriku sudah masuk ke pusat perbelanjaan 10 menit yang lalu aku khawatir dia mencari ku." ucap Raymundo pada Anjas dan menutup ponselnya.
__ADS_1
"By by Njas, sampe jumpa?" ucap Raymundo setelah mematikan ponselnya.
Ia pun segera melangkah masuk ke dalam pusat perbelanjaan terbesar itu.
Semua mata tertuju padanya karena ia masih berpakaian Jas lengkap dengan dasi dan siapapun yang melihat pasti terpukau dengan ketampanan hakiki yang ia miliki.
Ia tetap melangkah dan tidak memperdulikan apa yang orang lain lihat tentang dirinya.
"Arey dimana dirimu sayang, aku harus mencari kemana? coba aku telepon saja." ucap Raymundo pada dirinya sendiri.
Dreeeetttt... dreeeetttt.... ponsel Aretha berdering dan dengan segera diangkatnya ponsel itu.
"Halo Yank kamu dimana, aku tadi habis terima telepon dari Anjas dia mengundang kita untuk ikut acara pernikahannya dengan Kakakmu Mira Sayang." ucap Raymundo di ponselnya.
"Oo, gitu Yank kamu dimana, maksudnya bagian mana biar aku samperin kesana." ucap Aretha lagi.
"Udah kamu aja yang bilang posisi kamu dimana sayang biar aku yang kesana." ucap Raymundo memaksa.
"Aku di tempat gaun gaun pengantin sayang,"ucap Aretha lagi sambil tersenyum.
"Baiklah aku kesana ya?" ucap Raymundo sambil mematikan ponselnya.
Raymundo pun melangkah masuk ke dalam mall itu dengan langkah cepat dan ketika hendak naik ke eskalator ia di tarik oleh seseorang turun dari eskalator sehingga ia tidak jadi naik eskalator.
"Yank, mau kemana?" ucap Aretha sambil melingkarkan tangannya di lengan Raymundo.
"Yank?"ucap Raymundo kaget.
"Iya sayang aku disini menunggumu, ayo kita ke ruang ganti untuk ganti pakaianmu Yank biar gak jadi pusat perhatian semua kaum hawa disini." ujar Aretha sambil menarik tangan Raymundo dan pergi ke arah ruang ganti.
Ia pun sudah memilih beberapa set pakaian kasual untuk dipakai oleh Sang Calon suami.
"Yank, ini bagus gak? ayo pakai aja nanti aku nilai." ucap Aretha sambil senyum.
"Yank ini kenapa sobek kayak gini, kamu gak becus nyari pakaian buat suamimu yang keren ini ya? sini coba lihat!" ucap Raymundo sambil tersenyum karena itu hanya akal akal nya saja.
Aretha dengan cepat langsung masuk ke ruang ganti dan menutup pintunya sehingga Raymundo langsung dengan sigap memeluk dan mengecup b*******dengan lembut.
"Sayang maaf, aku hanya mencari kesempatan yang ada karena aku yakin aku selalu merasa ingin mengecup ***** indahmu ini sayang," ucap Raymundo sambil mengecup perlahan lahan bibir indah itu.
"Yank kamu ini mesum amat sih,"ucap Aretha sambil mengelap bibirnya tetapi tangannya langsung diraih oleh Raymundo dan Raymundo lah yang membersihkan ujung bibir Aretha.
"Maaf sayang aku kecanduan banget dengan bibirmu ini rasanya aku ingin cepat cepat menghalalkan kamu agar aku bebas menghukum dirimu sayangku." ucap Raymundo sambil mengecup kening Aretha dan mereka berdua pun keluar dari ruangan ganti itu.
"Yank wajahku gak apa apa kan?" tanya Aretha pada Raymundo.
"Iya gak apa apa malah tambah gemas saja kalau kamu tersenyum."ucap Raymundo sambil mengelus pipi Aretha.
** Next **
__ADS_1