
**
Keesokan harinya Aretha kembali bekerja seperti biasa di kantor dan saat itu Aretha membawa hasil testpack yang sudah diambilnya dari Dian sahabatnya itu.
" Selamat pagi Pak Ryan," ucap Aretha sambil tersenyum dan melangkah masuk ke dalam lift khusus karyawan.
Aretha melangkahkan kakinya menuju ke ruangannya, Aretha berharap Reyhan belum datang sehingga ia bisa leluasa.
Setelah meletakkan tasnya di atas meja ia pun pergi ke pantry untuk membuat teh yang baru dibelinya kemarin sore.
" Pagi Bu Aretha " sapa cleaning servis yang baru saja keluar dari pantry itu.
Ketika Aretha berada di dalam pantry tiba tiba Reyhan masuk ke ruangan Aretha sambil matanya melihat sekeliling ruangan itu tetapi yang dicari tidak ditemukannya Aretha disana.
Mata Reyhan tertuju pada tas Aretha yang disimpan di atas meja itu.
Reyhan pun meraih tas itu dan membukanya sesaat matanya melihat testpack didalam tas itu dan Reyhan mengambil dan melihatnya betapa kagetnya dia, dan seketika terduduk lemas tak berdaya diatas kursi sofa di dekatnya itu.
" Apa mungkin Arey hamil dengan pria itu, " gumam Reyhan dengan wajah sedih.
Akhirnya Reyhan kembali ke dalam ruangannya dengan wajah murung.
" Selama ini aku berpacaran dengan kamu Arey, aku sedikitpun tak pernah mencoba untuk menidurimu tetapi kenapa kamu harus menyerahkan dirimu kepada pria setan itu aku harus bisa membuang rasa cinta ini jauh jauh mungkin Aretha bukanlah jodohku " ucap Reyhan.
Reyhan mondar-mandir di dalam ruangannya dan tiba tiba suara ketukan di pintunya
" tok...tok...tok...Permisi Pak " ucap Aretha.
" Masuk pintu gak dikunci " ucap suara yang sangat familiar itu.
__ADS_1
" Selamat Pagi Pak Boss ini kopimu " ucap Arey hendak melangkah pergi tetapi di tahan oleh Reyhan.
" Tunggu Arey, aku ingin bertanya sesuatu padamu, apakah kamu bahagia saat ini ? " tanya Reyhan sambil berjalan mendekati Arey sambil kedua tangannya dilipat didadanya.
" Arey jawab aku, apakah kamu bahagia bersama pria itu?" tanya Reyhan lagi.
" Apa maksudmu Pak Boss " Arey balik bertanya.
" Aku tahu aku tidak berarti bagimu tetapi tolonglah Arey kenapa kamu membuatku seperti orang gila, kenapa kamu menjauh dariku bahkan sekarang kamu datang kembali keladaku dalam keadaan seperti itu, aku tak sanggup Arey, aku tak sanggup melihatmu di sakiti oleh siapapun.
Siapa pria yang sudah menanamkan benih itu Arey cepat katakan " Reyhan bertanya dengan mata berkilat kilat.
" Ooo jadi tanpa sepengetahuanku kamu sudah membuka dan melihat tasku ya, hehehehe rasanya sangat lucu dan aku bahagia akhirnya kamu tahu sendiri tanpa aku harus capek capek ber_akting di depannya " gumam Aretha dalam hati dan tersenyum sendiri.
" Arey jawab aku apakah benar pria itu yang telah menghamili dirimu jawab aku Arey " ucap Reyhan dengan nada Sangat kasar
" Maaf " ucap Aretha lirih dan tiba tiba Aretha berasa hendak muntah akibat masuk angin atau asam lambungnya kumat.
Setelah itu Aretha masih duduk duduk agak lama di dalam kamar mandi itu yang membuat Reyhan sangat gelisah menunggu Arey keluar dari dalam kamar mandi.
" Arey kamu gak apa apa? Arey keluar lah dari kamar mandiku karena mulai saat ini hubungan kita putus aku gak akan mengganggu kamu lagi kamu boleh hidup dengan bahagia bersama pria itu tetapi ingat satu hal aku tak ingin melihat kamu di sakiti pria itu kalau tidak aku akan membuat perhitungan dengan pria itu " ucap Reyhan.
" Sekarang keluarlah dan silahkan bereskan barang barangmu dan silahkan ambil hajimu di bagian HRD karena aku tak ingin luka lama selalu menghiasi kehidupanku." ucap Reyhan sambil melangkah pergi ke tempat duduknya.
Aretha pun keluar dari kamar mandi dan melihat Reyhan yang terduduk lemas di atas kursi kebesarannya itu.
Aretha pun berjalan mendekati Reyhan kemudian memeluk Reyhan sambil berkata " Apakah cintamu kepadaku hanya seperti ini Rey, apakah hanya ini yang akan kamu ucapkan padaku Rey? kenapa kamu begitu sangat membenciku bukankah kontrak kerjaku belum selesai kenapa kamu memberhentikan aku secepat ini Rey kenap Rey, aku sangat membutuhkan pekerjaan ini " ucap Aretha dengan nada gemetar.
" Arey aku sangat kecewa dengan kelakuanmu, aku tak menyangka kamu akan memberikan dirimu seutuhnya pada pria itu kami tahu apa yang aku rasakan saat melihat testpack itu kamu tahu apa hatiku sangat hancur melihat kebahagiaanku yang ku dambakan hancur sehancur hancurnya, rasa cintaku seketika hilang dan aku tak bisa mempertahankan cintaku padamu dan sekarang silahkan keluar dari kantorku, dan jangan pernah menunjukkan dirimu di hadapanku lagi aku harap kamu bisa mengerti aku sekarang keluarlah Arey, " ucap Reyhan dengan nada tinggi mata berkilat kilat karena amarah yang sudah tak.yertahankan lagi.
__ADS_1
Aretha masih berdiri terpaku menatap Reyhan.
" Tidak kusangka Rey ternyata cintamu padaku hanya seperti ini " baiklah aku akan pergi tetapi sebelum aku pergi tolong tanda tangani berkas Kontrak kerja kita agar aku tidak terbeban dengan kontrak ini lagi " ucap Aretha menyodorkan kontrak itu dan akhirnya Reyhan menandatangani pembatalan perjanjian kontrak kerja itu.
" Terima kasih Rey, akhirnya aku bebas dari jeratan cinta palsumu, aku tak perlu menjelaskan apapun lagi padamu terima kasih karena sudah mengusirku tanpa mengetahui kebenarannya " ucap Aretha langsung menangis dan pergi dari ruangan itu.
Aretha pun mengambil tasnya dan tidak pergi ke ruang HRD juga langsung lebur begitu saja tanpa mengambil uang pesangon yang dikatakan Reyhan.
dreeeetttt... dreeeetttt... dreeeetttt...ponsel Raymundo berdering dan Langsung diangkatnya.
" Ray aku boleh ke kantormu ? ucap Aretha sambil terisak.
" Iya boleh tetapi kenapa kamu menangis apa yang sudah membuatmu menangis Arey? " ucap Raymundo penuh tanda tanya.
" Nanti aku ceritakan ya " ucap Aretha pada Raymundo dan Langsung cuss menuju ke kantor Raymundo.
**
Ketika tiba di kantor Raymundo, resepsionis masih bertanya panjang lebar pada Aretha akhirnya Arey menelepon Raymundo untuk menjemputnya di lobi.
" Ray bisa jemput aku, soalnya aku gak diijinkan masuk ke dalam katanya kamu lagi rapat ya aku tunggu aja ya disini " ucap Aretha sambil duduk di kursi ruang tunggu.
" Raymundo sebenarnya sudah memutuskan untuk tidak bertemu dengan Aretha saat ini karena dia merasa sangat membenci Aretha sedangkan dia belum mendengar penjelasan dari Aretha siapa pria itu.
" Biarkan dia duduk dulu disitu nanti aku akan menemuinya setelah aku selesai makan siang " ucap Raymundo pada dirinya sendiri.
" Kira kira Aretha di jebak atau bagaimana kok bisa hamil sih, hamil dengan siapa aku belum tahu tetapi apakah tindakanku ini salah atau benar kenapa aku harus menghindarinya?" ucap Raymundo Sambil memainkan pensilnya diatas kertas.
Karena sudah lama menunggu Raymundo tidak keluar keluar akhirnya Aretha berjalan keluar kembali ke mobilnya dan pergi dari kantor Raymundo.
__ADS_1
" Maafkan aku Ray, mungkin aku sudah mengganggumu," bunyi pesan dari Aretha yang akhirnya dibaca oleh Raymundo.
** Bersambung ya guys tolong di like komentar dan vote ya terimakasih 🙏🥰