
☆☆☆
Aku pernah mati matian untuk tidak ingin kalah dari keadaan,bahwa mencintaimu adalah salah satu definisi menyakiti diri sendiri,betapa bodohnya diriku terlalu senang menginginkan aku menjadi yang paling istimewa dalam hatimu,walaupun aku terluka berulang kali tetapi aku akan tetap menyimpan indah dirimu dalam hati dan ingatanku.
Aku bersumpah kalau kamu tak mau denganku aku pun tak rela jika kamu bahagia bersama yang lain.
♡♡♡
Cinta yang rumit,memang sangat rumit aku rasakan.
Aku tahu untuk mencintaimu butuh kesabaran yang sangat banyak tetapi akhirnya aku menjadi sadar diri jika hal tersebut makin membuatku terpuruk dan terluka.
Aku tahu semua tentang perbuatanmu sengaja mempertemukan aku dengan sahabatmu agar kamu bisa bebas dari pengamatanku tetapi aku sadar sekarang bahwa apa yang ku takutkan terjadi aku tak bisa menghapusmu dari ingatanku hingga detik ini.
Aretha,namamu,wajahmu selalu terbayang dalam sanubariku entah sampai kapan aku terus terusan membayangkan wajahmu tanpa berpikir kalau aku sangat keterlaluan terus terusan memikirkan kamu Aretha.
Gadis cantik yang telah memperkenalkan aku pada dunia cinta dimana aku benar benar merasakan jatuh cinta sekaligus patah hati yang sebenarnya.
Walaupun aku tahu ini salah tapi aku tak bisa membohongi diriku sendiri kalau aku sangat merindukanmu saat ini dan entah sampai kapan?
**
Aretha menyuapi makanan pada putra semata wayangnya itu sambil berdendang ria,Raymundo tersenyum sambil terus mengetik di laptop di atas meja di taman bunga belakang rumah senja itu.
"Sayang,I love you!"Ucap Raymundo pada Aretha dan baby Al.
"Kalian adalah alasan aku kuat hingga saat ini,walaupun badai menerjang setiap saat."Ucap Raymundo sambil menutup laptopnya dan mendekati Aretha dan baby Al.
"Terima kasih sayang atas ucapan I love you dari kamu aku juga mencintaimu hingga selamanya!"Jawab Aretha sambil mengecup kening baby Al dan mengecup pipi pria di sampingnya itu.
"Suamiku,apa kamu sudah mengetahui rahasia dibalik setiap masalah yang datang menerpa keluarga kecil kita?"Tanya Aretha tiba tiba membuat wajah Raymundo berubah menjadi datar.
"Sayang biarkan aku beristirahat sejenak dulu,aku belum berpikir untuk mencari tahu penyebab masalah itu aku masih ingin melihat mereka tersiksa di ruang bawah tanah itu biarkan mereka bekerja untukku dan aku tak perlu menyewa pekerja lagi."Ucap Raymundo sambil tersenyum smirk.
"Iya sayang aku tahu tapi sampai kapan mereka terus terusan di dalam terowongan itu kan kita juga tak tahu apa yang mereka lakukan disana?Apa mereka benar benar bekerja atau hanya main main saja karena tak ada pengawasan dari pihak kita?"Ucap Aretha sambil mengelap pipi baby Al yang belepotan dengan bubur ayam itu.
"Isteriku kamu tenang aja itu adalah urusanku, dan tanggung jawabmu adalah mengurus anakku yang ganteng ini agar tidak sampai kelaparan."Ucap Raymundo menenangkan sang isteri yang kepo banget dengan urusan suaminya itu.
"Baiklah suamiku aku akan melakukan tugas dan kewajibanku sebagai isterimu saja."Jawab Aretha sambil tersenyum.
"Hari ini aku ingin istirahat sejenak dan menabung oksigen yang banyak agar aku mampu menyelesaikan masalah ini dengan aman."Ucap Raymundo lagi sambil menutup laptopnya dan membereskan semua peralatan yang dipakainya untuk bekerja itu.
Raymundo pun melangkah mendekati Aretha dan baby Al.
"Sayang ayo masuk hari mulai malam,aku takut kalau sampai anakku kena tetes embun yang mulai kelihatan diatas dedaunan hijau itu."Ucap Raymundo lagi.
__ADS_1
"Iya suamiku sabar ya masih ku bereskan peralatan makannya dulu."Jawab Aretha sambil tersenyum.
Selesai membereskan peralatan makan baby Al mereka pun beranjak masuk ke dalam rumah besar melalui pintu samping mansion besar itu.
"Sayang nanti malam bantu aku ketik data ini ya?"Ucap Raymundo sambil mènunjukkan beberapa berkas yang masih harus ia kerjakan nanti malam.
"Iya suamiku tenang aja!"Jawab Aretha sambil terus mendorong kereta bayinya menuju ke kamar.
"Udah ngantuk sayang?"Tanya Aretha pada babynya yang terlihat sedang menguap.
"Mama...mam...mama!!"Si bayi mengoceh sambil nahan kantuk yang sangat tak tertahankan lagi itu.
"Iya nak,kamu baru selesai makan kok langsung tidur sih nak?"Ucap Aretha sambil menidurkan Baby Al di dalam box bayi itu.
"Ih gemes banget anak papa!"Ucap Raymundo sambil melepaskan kaosnya kemudian meraih handuk dan berjalan menuju ke kamar mandi.
"Sayang,cepat mandinya ya aku juga mau mandi."Ucap Aretha sambil mengelus elus kepala sang bayi yang sudah mulai memejamkan matanya itu.
"Mimpi indah ya nak?"Ucap Aretha sambil mengecup kening sang bayi dan ia pun meluruskan kakinya di sebelah box bayi itu dan tak lama kemudian ia sudah mendengkur dengan sangat halusnya.
**
Raymundo baru saja keluar dari kamar mandi dan memdapati sang isteri telah terlelap di samping box bayinya.
"Suasana yang sangat menyenangkan hatiku."Ujar Raymundo sambil mendekati Aretha dan mengecup kening sang isteri tanpa membangunkannya.
Raymundo pun bergegas menuju ke kamar ganti pakaian untuk berganti pakaiannya.
Ia menatap wajahnya di depan cermin dan sesekali tersenyum pada dirinya sendiri dan membayangkan kalau Aretha sementara memeluknya dari belakang punggungnya sambil mengusap usap dada bidangnya itu dan sesekali mengecup dada bidangnya dengan sangat mesranya.
"Aduh sampai terlena aku,"Ucap Raymundo pada dirinya sendiri sambil mekangkah keluar dari kamar ganti pakaian dan berjalan ke arah Aretha yang masih terlelap di samping box bayinya.
Raymundo pun menggendong Aretha dan membaringkannya di atas ranjang big size mereka dan menyelimutinya dengan selimut tebal yang sangat lembut itu.
Ketika Raymundo hendak melangkahkan kakinya,tangannya langsung ditarik oleh Aretha.
"Suamiku mau pergi kemana?"Tanya Aretha sambil matanya tetap terpejam.
"Mau sambung kerja yang tadi belum selesai sayang."Jawab Raymundo sambil duduk di tepi tempat tidur itu.
"Aku akan membantumu tapi aku mandi dulu ya?"Ucap Aretha sambil berusaha bangun dari pembaringannya.
"Kamu tidur aja dulu isteriku nanti kalau aku sudah tak sanggup lagi mengerjakan baru deh aku panggil kamu ya sekarang kamu istirahat saja dulu biar nanti bisa membantuku."Ucap Raymundo sambil mengecup lembut hidung sang Isteri.
"Tapi aku sudah bilang mau bantu kamu sayang?"Ucap Arètha berkeras hati.
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu mandi dulu terus kita makan malam bareng nanti selesai makan baru kita mulai mengerjakan pekerjaan yang belum selesai itu ya?"Bujuk Raymundo yang tak tega melihat Aretha harus bergadang bersamanya mengerjakan pekerjaannya itu.
"Baiklah suamiku aku mandi dulu ya tenang aja gak lama kok?"Ucap Aretha sambil tersenyum dan turun dari tempat tidurnya menuju ke arah kamar mandi.
***
Sementara itu di sebuah Cafe terlihat seorang pria tampan berbadan atletis sedang duduk sambil menenggak minuman entah sudah berapa botol yang ia habiskan ia terus terusan menenggak minuman itu sambil meracau seperti orang kesetanan.
"Jangan pernah kamu bermimpi untuk hidup bahagia bersama suamimu itu karena aku akan mendapatkan apa yang menjadi milikku lagi camkan itu Aretha karena sampai mati pun aku takkan pernah bisa melupakan kamu bahkan meninggalkan kamu aku gak tega dan tak rela.
"Hei bung apa kamu masih mau duduk di cafe kami?Sudah jam Dua subuh kami harus segera menutupnya karena besok ada kegiatan yang harus kami lakukan."Ucap Seorang pelayan Kafe yang datang dari arah belakang Reyhan.
"Aku masih ingin meminum minuman ini aku tak mau pergi kalau minumannya masih ada."Jawab Reyhan sambil terus menenggak minuman itu.
"Tapi jamnya sudah habis kami akan segera menutup kafe kami."Jawab Pelayan kafe itu masih dengan rasa sabar.
"Kamu gak tahu siapa aku?"Ucap Reyhan pada pelayan itu.
"Siapapun kamu aku gak peduli karena waktu kami sudah habis dan harus segera kami tutup tolong kerja samanya."Ucap Pelayan itu masih dengan santai.
Reyhan pun bangun dari duduknya dan melangkah dengan sempoyongan dan akhirnya ia pun terjatuh ĺagi dan dibantu oleh pelayan kafe itu untuk berdiri.
Ketika hendak membantunya berdiri tiba tiba dari arah pintu masuklah seorang pria bertubuh kekar dan beberapa anak buahnya mendekati pelayan kafe itu dan berkata "Cukup biar kami yang mengantarnya pulang,dia adalah Tuan muda kami."Ucap Pria bertato dan bertubuh kekar itu pada pelayan kafe itu.
"Baiklah Tuan silahkan bawa tuan anda pergi tapi jangan lupa untuk membayar billnya."Ucap Pelayan kafe itu lagi.
Pria berbadan besar itu pun memberikan beberapa lembar uang pada pelayan kafe itu dan mereka pun pergi dari kafe itu.
"Jay apa kamu mendengarkan aku?"Ucap Reyhan pada pria bertato itu.
"Iya Tuan Muda siap mendengar perintah!"Jawab Jay sambil memapah Reyhan masuk ke dalam mobil yang sudah berdiri di depan menunggu kedatangan mereka.
"Aku ingin semua pengganggu yang ingin menghancurkan perusahaan XXX hancur berantakan tanpa ada yang tersisa aku sudah berpikir untuk berdamai dengan diriku dan masa laluku dan aku juga ingin agar aku bisa kembali menjadi pria normal seperti awal mula aku menjadi Tuan muda kalian."Ucap Reyhan pada beberapa anak buahnya itu.
"Baiklah Tuan kami akan segera melakukan seperti yang Tuan muda bilang."Ucap Jay sambil memberi kode pada orang orangnya dan mereka pun bergegas menuju ke rumah Reyhan dan membantu Reyhan turun dari mobil dan membiarkan Tapasya mengurus Reyhan kemudian mereka pun pamit pulang dan melakukan apa yang akan mereka lakukan sesuai perintah Reyhan.
Mereka pun menyusun rencana dengan sangat bagus dan mulai menjejal tempat di mana kawanan penjahat yang di maksud Reyhan bersembunyi atau terperangkap di dalam terowongan bawah tanah milik Raymundo.
Segera dengan melemparkan beberapa granat ke dalam terowongan itu dan mereka pun meledakkan terowongan itu hingga si jago merah terlihat membubung tinggi dan melahap habis semua isi dalam terowongan itu.
Tetapi semua itu masih saja belum menghabiskan orang orang yang berniat jahat pada Raymundo dan Aretha karena orang orang itu menghilang sebelum ada pergerakan dari anakbuahnya Reyhan.
**
TBC
__ADS_1