
ππ¬ππ¬ππ¬π₯°π¬π₯°π¬π₯°π¬π₯°π¬π₯°π
*Cinta yang suci takkan pernah bisa mati, aku yakin cintaku dan cintamu akan abadi hingga kita menua*(Essy Kehi)
Bagaimana mungkin kamu bisa melupakan aku?
Wanita itu berjalan menuju ke arah taman belakang sambil bernyanyi dengan suara merdunya itu.
"Cantik!"gumamnya lirih.
Bunga bunga kembang sepatu sedang bermekaran, bak hamparan permadani merah diatas karpet hijau.
Wanita itu sedang memikirkan apa yang akan ia lakukan selanjutnya.
"Bagaimana pun juga kamu pernah menghiasi setiap mimpi aku Raymundo aku takkan pernah bisa melupakan dirimu begitu saja!"gadis itu berkata sambil mengepalkan tangannya.
Hati ini teriris seakan aku tiada bernyawa lagi, kuharap dengan adanya benda ini ditangani aku bisa memanfaatkan dirimu dan mengembalikan kamu ke alam ku tapi rupanya kamu sudah menikah dengan perempuan lemah itu, kamu pikir aku akan memaafkan kamu Ray?
Gadis rambut coklat setengah bahu itu memiliki sebuah tato bunga mawar di punggungnya.
Dialah Maharani, gadis yang pernah hidup bersama Raymundo selama lima tahun, gadis yang selalu menemani Raymundo di kala susah dan senang, gadis yang selalu mendampingi Raymundo saat Raymundo masih bergabung bersama para mafia internasional saat itu, gadis yang selalu menjadi pemuas hasrat Raymundo, walaupun Raymundo bukanlah pria pertama yang menyentuh dirinya.
Raymundo masa lalu bukanlah suatu kenangan bagiku, justru aku datang untuk mengembalikan kamu kepada masa lalu kamu.
**
Raymundo bersama Aretha berjalan jalan di sekitar taman belakang rumah.
"Sayang!"panggil Aretha lirih.
Raymundo pun berhenti melangkah dan memegang erat tangan Aretha sambil meletakkan telapak tangan itu ke dadanya.
"Dengarlah detak jantung itu, jantung ini milikmu seutuhnya, aku akan selalu melindungi dan menjagamu, akhir akhir ini ada banyak gangguan dari orang orang yang ingin memisahkan kita, aku harap kamu sabar dalam menghadapi sikapku ya apalagi saat ini kamu sedang mengandung anak aku sayang!"ucap Raymundo sambil mengusap wajah cantik Aretha sambil tersenyum.
"Aku yakin kamu adalah wanita kuat yang mampu menghadapi segala tantangan yang akan kita hadapi di masa depan."ucap Raymundo lagi.
"Suamiku! jadwal periksa kehamilan dua hari lagi apa kamu akan menemaniku?"tanya Aretha pada Raymundo.
__ADS_1
"Aku akan menemani kamu Sayang?"ucap Raymundo saat melihat wajah cantik isterinya.
"Sayang aku boleh minta sesuatu?"ucap Aretha pada Raymundo.
"Boleh dong apa yang kamu minta Sayang?"ucap Raymundo.
"Boleh aku duduk dipangkuan kamu Suamiku?"tanya Aretha pada Raymundo.
"Boleh dong sayang?"ucap Raymundo sambil membawa Aretha duduk di pangkuannya sambil bermanja manja.
"Betapa manjanya dirimu Sayang, yang seperti inilah yang buat aku betah dan bertahan dengan cinta kita."ucap Raymundo sambil tersenyum dan melabuhkan ciuman manis di kening sang Istri.
"Sayang aku boleh minta sesuatu lagi?"ucap Aretha sambil mengelus rahang tegas milik Raymundo dengan sangat lembut membuat si empunya terbuai dalam khayalan indah.
"Apa Sayang?"Raymundo tersadar dari lamunannya.
"Pengen makan yang manis manis dan asin serta gurih Suamiku!"ucap Aretha manja.
**
"Temani aku belanja ya Sayang?"pinta Aretha lagi sambil menyusupkan kepalanya di dada bidang milik pria tampan yang sudah menjadi suaminya itu.
"Aku ambil tas dulu ya, rasanya aneh kalau gak ada tas!"ucap Aretha sambil melangkah pergi ke dalam rumah dan mengambil apa yang akan ia bawa nanti.
Ketika ia kembali Raymundo sedang menelepon seseorang dan ia kelihatan sangat serius di telepon itu dengan wajahnya yang sangar dan dingin membuat Aretha ingin cepat cepat memeluknya.
"Sayang!"Panggil Aretha sambil memeluk pinggang Raymundo dengan eratnya.
Raymundo masih sibuk dengan telepon selulernya dan tangan yang satunya lagi sementara mengelus rambut panjang isterinya itu.
Raymundo masih saja asyik dengan telepon selulernya sampai akhirnya ia menutup ponselnya dan membalikkan badannya serta Merta ia mencium kening Aretha dengan penuh kasih Sayang.
"Sudah siap?"tanya Raymundo sambil meraih dagu istri tercintanya itu.
"Iya sayang!"ucap Aretha sambil menatap wajah tampan di hadapannya itu.
"Semakin hari hidupku terasa sangat bahagia, semakin hari aku semakin merasakan kalau aku adalah pria yang sangat beruntung dan pria yang sangat bahagia memiliki isteri yang cantik, manis dan perhatian bahkan isteriku ini adalah wanita yang sangat aku sayangi dan cintai."ucap Raymundo sambil mendekap erat pinggang isterinya itu.
__ADS_1
Tiba tiba Aretha melepaskan pelukannya dan berlari ke wastafel di dekat taman itu.
"Oeekkk....Oeekkk!"itulah suara yang keluar dari mulut Aretha.
Raymundo bergegas mengikuti Sang Isteri dan memijat tengkuknya.
"Bagaimana sayang rasanya sudah baikan belum sayang?"ucap Raymundo sambil mengelap bibir Aretha dan merangkulnya.
"Sayang jadi gak makan yang asin dan manis serta gurihnya?"Raymundo bertanya sambil tersenyum.
"Wanita hamil memang ada ada saja permintaannya, aku akan mengikuti apapun yang kamu minta Sayang, tapi aku harap saat aku tidak ada di sisi kamu janganlah kamu pergi sendirian aku takut terjadi sesuatu hal yang tidak kuinginkan seperti sekarang ini kamu mual dan muntah muntah, aku gak akan membiarkan itu terjadi."ucap Raymundo sambil menggendong Aretha masuk ke dalam mobilnya dan ia pun masuk ke dalam mobilnya dan melajukan mobil dengan perlahan lahan.
Beberapa menit kemudian mereka telah sampai di jalanan besar dan kelihatannya lagi sepi, tetapi banyak sekali pedagang kaki lima yang berjualan di tepi jalan besar itu.
Raymundo pun memandang isterinya dan bertanya.
"Mau makan disini atau di tempat lain Sayang?"tanya Raymundo pada Aretha.
"Disini aja sayang!"ucap Aretha sambil mencari tempat untuk duduk.
"Pak pesan bakso urat tapi gak pakai sambal ya, sambalnya saya ambil sendiri nanti."ucap Aretha sambil duduk di lesehan pinggir jalan itu.
"Apa lagi Neng?"tanya Pedagang bakso itu.
"Rujaknya dua porsi! Gak pake lama ya Pak?"ucap Aretha lagi sambil tersenyum manja membuat Raymundo tak tahan melihat senyuman isterinya itu.
"Sayang duduk sini!"Aretha menepuk tempat di sampingnya.
"Sayang, makasih ya sudah bawa Arey ke sini tempatnya asyik ya Yank?"ucap Aretha sambil matanya melirik ke sekeliling mereka.
Tampaklah sepasang anak muda yang masih pacaran duduk di pojokan sambil melihat terus ke arah Aretha dan Raymundo.
Aretha sudah menyadari dari tadi tetapi ia tetap pura pura tak tahu, ia membiarkan Raymundo yang akan melihat sendiri tanpa campur tangan darinya.
"Sayang, Terima kasih sudah hadir dalam hidupku, terima kasih karena selalu ada buat aku dan selalu menyayangi aku, jangan pernah pergi dariku ya Sayang, aku bisa mati kalau tak bersama dengan dirimu."ucap Raymundo sambil melirik ke arah sepasang sejoli yang lagi kasmaran tetapi mata mereka melirik secara diam diam ke arah Aretha yang terlihat sangat bahagia itu.
"Anak muda jaman sekarang, suka sekali melirik punya orang!"ucap Raymundo tiba tiba membuat mata Aretha membulat.
__ADS_1
"Sayang kamu kenapa sih?"ucap Aretha sambil duduk mendekati suaminya itu.
"Aku lagi memikirkan kamu sayang!"ucap Raymundo jujur.