Cerita Cinta Aretha

Cerita Cinta Aretha
**Reyhan berulah**


__ADS_3

Di kediaman Reyhan...


"Anak mama kenapa kok cemberut terus seperti orang lagi sakit perut saja?" ucap Mama Reyhan sambil duduk disamping putranya itu.


"Mama bisa gak Mama gak banyak tanya dulu?" ucap Reyhan yang merasa terganggu dengan munculnya Mama.


"Ya udah Mama gak akan ganggu lagi tapi janji harus cerita ke Mama kalau tuh hati udah baikan." ucap Mama Reyhan sambil berlalu.


"Aku benci kamu Arey, kenapa kamu gak bilang ke aku kalau kamu sudah menikah, kamu tak menganggap aku sama sekali, kamu hanya memikirkan kepentingan dirimu saja, apa aku tak pernah penting di mata dan hatimu selama ini? Seberapa pentingkah Raymundo dalam hatimu? Aku kecewa sama kamu Arey sungguh sangat kecewa!!" ucap Reyhan pada dirinya sendiri di dalam kamar yang kedap suara itu.


"Jujur aku katakan padamu Arey, aku belum bisa move on aku masih sangat mencintaimu walau kadang aku merasa aku seperti orang gila ya aku memang gila, aku h


gila karena kamu, aku mencintaimu terlalu dalam sehingga lupa kalau orang yang aku cintai sudah bukan milik aku lagi." ucap Reyhan bermonolog.


Reyhan menghancurkan, semua barang barang didalam kamar besar mewah itu.


Reyhan berteriak sejadi jadinya, tapi kamar itu kedap suara sehingga tidak ada satu orang pun yang mengetahui kalau hati Reyhan sedang patah.


Lho Reyhan bukannya kamu sudah melupakan Aretha kok malah marah marah yang tak jelas?(Author)


Reyhan benar benar frustasi, Reyhan merasa harapan untuk hidup bersama Aretha telah pupus, ia tak menyangka Aretha telah menikah dengan Raymundo sang rivalnya itu secara diam diam.


"Arey......."Panggil Reyhan lirih.


"Selama ini aku berusaha menjauh dari kamu untuk melupakan kamu tapi apa yang kudapat, malah hatiku semakin hancur berkeping keping, aku tak menyangka hatiku akan sesakit ini Arey, Perempuan yang paling aku cinta selain ibuku."ungkap Reyhan sambil duduk di sudut kamar dan menangkap kedua pipinya dengan deraian air mata.


Mau bagaimana pun kamu tak kan bisa kembali bersama Aretha lagi, karena ia sudah mencintai hati yang lain.


Cinta kedua insan itu telah disatukan dan sulit untuk dipisahkan oleh siapapun.


**


Dirumah Aretha....


"Nak, mama sudah menyiapkan bubur ayam kampung kesukaan kamu dimakan ya biar cepat pulih dan bisa membuat Arey junior pada Mama dan Papa, kami sudah tua begini rasanya belum lengkap apabila belum menimang cucu,"Ucap Mama Divya sambil tersenyum.


"Ah Mama bisa aja, anak lagi sakit kok malah pikirkan untuk menimang cucu? hehe!!" Aretha tertawa renyah.


"Mama, Arey udah gak apa apa Mama Arey bisa kok makan sendiri Mama pergi deh temui Papa bikinin teh atau apa Arey udah bisa kok makan sendiri?" ucap Aretha pada Mama Divya yang sangat perhatian dengan keadaan anak perempuannya itu.


"Baiklah Mama tinggal ya?"ucap Mama Divya sambil tersenyum dan mengecup kening Aretha.


"Kalau perlu sesuatu panggil Mama ya sayang?"Ucap Mama Divya sambil melangkah keluar dari kamar Aretha.


Baru saja Mama Divya keluar tiba tiba ponsel Aretha berdering...


πŸ“žπŸ“žπŸ“žπŸ“ž.... drettt... dreettt....

__ADS_1


Diangkatnya ponsel itu dan membuat speaker sehingga suara si penelepon bisa terdengar jelas...


"Halo Sayang?"Sapa suara bariton seksi dari seberang sana.


"Halo juga suamiku Sayang?" ucap Aretha sambil menatap wajah tampan via video call itu.


"Sayang kamu mau aku bawain apa ?"Tanya Raymundo pada Aretha.


"Boleh gak aku minta black forest sayang!"Ucap Aretha sambil tersenyum menunjukkan gigi gingsulnya itu.


"Ah Sayang aku sangat merindukanmu tapi aku masih harus mengerjakan semua dokumen yang berjubel ini dulu," ucap Raymundo dengan sebuah senyuman lembut di bibir seksinya itu.


"Baiklah kalau begitu sayang lanjut kerjanya ya nanti pulang jangan lupa bawa Black forest ya aku tunggu bye bye sayang." ucap Aretha.


"Love you Beb!"ucap Raymundo sambil memberikan kiss jauh pada Sang istri.


"Love you too Beb!"Ucap Aretha tak kalah mesranya.


"Aku matiin ponselnya ya?" ucap Raymundo sambil menantikan ponselnya.


Setelah mematikan sambungan telepon seluler dengan Istrinya, Kini Raymundo mulai lagi dengan aktivitasnya yaitu berkutat dengan dokumen dokumen yang sudah menumpuk di hadapannya itu.


Tanpa sadar ternyata sudah pukul Empat Sore, Raymundo kaget dan menatap jam dinding itu.


"Ah sudah terlambat semoga saja toko kue di seberang jalan masih buka aku harus segera pulang aku sudah tidak sabar ingin bertemu Istriku!"Gumam Raymundo sambil tersenyum.


Tak terasa ia pun sudah sampai di depan toko kue itu.


Setelah memarkir mobilnya ia pun turun dan berjalan menuju ke pintu depan toko itu.


"Permisi Tuan ada bisa saya bantu?" tanya pegawai toko itu dengan sopan.


"Wah tampannya pria ini!" bisik bisik antara pegawai toko terdengar di seluruh toko itu.


Raymundo pun tidak menunjukkan senyum sedikitpun pada para pegawai toko itu, ia benar benar tidak tertarik dengan wanita wanita itu hatinya saat ini hanya tertuju pada kue black forest dan istri tercintanya.


"Mau pesan apa Tuan?" ucap seorang wanita setengah baya yang mungkin sudah bekerja sangat lama di toko kue itu dengan hormat.


"Bu saya mau pesan Black forest dan beberapa kue basah lainnya ya, tolong dibungkus dengan bagus!" ucap Raymundo sambil tetap menunjukkan wajah datarnya.


"Wah Machonya bikin aku klepek klepek jadinya, aku pasti akan selau memimpikan dirimu Tuan Tampan, please tatap aku sekali saja!" ucap seorang pegawai toko kue yang terlihat sangat seksi dan sedikit cerewet.


Raymundo pun hanya diam dan menunggu kue kue pesanannya dibungkus.


Ponsel Raymundo tiba tiba berdering...


πŸ“žπŸ“ž dreeet... dreeet... Sayang udah pulang belum? tanya Aretha diujung telepon.

__ADS_1


"Udah sayang nih masih singgah toko kue untuk beli pesanan kamu Sayang?" ucap Raymundo sambil tersenyum tipis.


Senyuman Raymundo membuat hati para gadis pekerja ditoko itu meleleh.


"Oh... so sweet ia sudah memiliki pacar dan sangat sayang sama pacarnya sampai rela datang ke toko kue kita untuk membeli pesanan kekasihnya," ucap Ria sang pegawai yang cerewet itu sambil menutup matanya.


"Bukan pacar tapi istri!" ucap Raymundo tiba tiba membuat Ria kaget bukan kepalang.


"So sweet Tuan Tampan!" ucap Ria sambil tersenyum semanis mungkin.


"Ini tuan Tampan silahkan diambil pesanannya dan jangan lupa untuk datang lagi ya Tuan?" ucap Ria sambil tersenyum nakal.


Raymundo pun membayar tagihan kue black forest titipan Aretha dan berkata pada pemilik toko itu "kembaliannya bagikan untuk gadis gadis itu saja terimakasih Bu!"


"Wow Tuan Tampan terima kasih ya untuk tipnya!" ucap Ria yang sedari tadi selalu mengekor kemana pun Raymundo pergi.


"Makasih Tuan semoga suka ya dengan kue buatan kami?" ucap Ibu Rini nama ibu pemilik toko kue itu terlihat dari name tag yang yang dipakainya.


Raymundo pun kembali ke mobilnya dan menyimpan kue itu tepat disampingnya dan mobil pun melesat pergi ke rumah Mama Divya dimana sang istri tinggal untuk sementara waktu.


** Kediaman Reyhan...


Ketika pintu kamar terbuka betapa kagetnya Mama Reyhan atas kelakuan anak laki lakinya itu.


"Reyhan ada apa Nak? cerita sama Mama jangan hanya bertindak seperti anak kecil saja ayo cerita pada Mama apa yang terjadi sayang?" ucap Mama Reyhan sambil duduk di atas tempat tidur sambil memegang erat tangan putranya.


"Mama Arey sudah menikah dan pria yang dinikahi oleh Arey itu rivalnya aku mam!" ucap Reyhan dengan ekspresi yang sangat susah ditebak.


Wajah tampan pria itu terlihat pucat karena stres memikirkan Aretha yang sudah bahagia bersama pria lain.


"Sabar ya Nak, itu artinya kamu bukan jodoh Aretha, saran mama mungkin kamu harus menenangkan dirimu dulu di suatu tempat yang indah, tenang dan jauh dari tempat hingar bingar seperti ini pergilah ke Hongaria untuk menenangkan dirimu Nak," ucap Sang Mama dengan tenang.


"Mama bagaimana caranya agar aku bisa melupakan gadis itu, Mama tahu kan rasa sayang dan cinta Reyhan dari dulu hingga sekarang hanya untuk Arey Mam, walaupun itu sangat menyakitkan Tapasya tapi aku belum bisa melupakan Arey Mama?"ucap Reyhan sesenggukan.


"Lho Reyhan kamu itu anak laki laki kok nangisnya kayak laki laki setengah jadi saja?" ucap Mama Reyhan sambil tersenyum menghibur anak semata wayangnya yang lagi patah hati.


"Mama Reyhan harus bagaimana Mama?" ucap Reyhan mengeluhkan kondisinya saat ini papa Mamanya.


"Saran Mama sebaiknya kamu ke ruang Adorasi berdoa dan mohon ketenangan batin pada Tuhan, dari pada kamu mengeluh dan menangis saja gak ada solusi sama sekali kan? Ayo sana cepat!" Ucap Sang Mama mendorong anaknya untuk segera cari ketenangan dengan cara berdoa.


"Baiklah Mam, akan Rey coba!"Ucap Reyhan sambil melabuhkan sebuah ciuman sayang di pipi wanita setengah baya itu dan langsung beranjak pergi ke luar rumah.


Wanita setengah baya itu hanya tersenyum melihat tingkah anaknya yang menurut dia itu adalah hal konyol dalam hidupnya, kenapa harus stres, marah dan emosi dengan keputusan dari seorang perempuan yang bukan jodohnya?


Stres itu gak sehat, justru stres itu membuat kita semakin kelihatan tua, masa umur belum setengah abad juga udah kayak nenek nenek saja ah yang benar saja (author).


** Bersambung ya Readers tolong tinggalkan jejak ya dan jangan lupa untuk like, komentar dan vote ya dan jangan lupa kasih hadiah untuk author agar author semangat terus update episode selanjutnya thanks πŸ™πŸ₯°**

__ADS_1


__ADS_2