
Tengah malam tepat kami semua pun sudah masuk ke dalam pesawat dan akan segera landing.
Aku merasakan kalau aku benar benar mengenang kembali masa masa kamu saat di negeri orang.
Aku juga tak menyangka aku akan pulang kembali membawa ketiga saudaraku yang lama tak pernah aku temui bahkan sampai aku sudah berkeluarga baru kami bisa bertemu.
Sesuatu yang patut di rayakan dan di syukuri karena besarnya keagungan Tuhan kami masih bisa bertemu satu sama lain.
Ya mungkin inilah doa yang selama ini Papaku lanjutkan setiap saat ia duduk di dalam ruang doa.
Akhirnya hanya saudara kandung yang bisa saling mencari satu sama lain dan semua itu ada pada diriku .
Aku adalah Aretha gadis yang selalu periang dan selalu menolong siapa saja.
Beberapa jam diatas pesawat membuat kakiku pegal semua.
Raymundo dan bayinya asyik tiduran di atas ranjang yang di dalam kamar yang sudah di sediakan oleh pesawat jet pribadi milik Raymundo ya milik kami tetapi aku tak mau serakah kalau jet pribadi ini milik suamiku Raymundo karena pesawat pribadinya ini sudah ia punyai sejak kita belum berpacaran juga.
Aku tak berhak mengklaim miliknya menjadi milikku.
Beberapa jam kemudian tibalah kami di bandara Singapura di mana kamu sudah di tungguin oleh isteri Paman Luis yang merupakan ibu yang selama ini merawat dan mengasuh Ketiga orang kakak laki laki aku.
Kami pun mendarat sebentar di sana sambil menunggu isterinya Paman Luis yang bernama Tante Syila.
Beberapa saat kemudian Tante Syila sudah datang dan masuk ke dalam pesawat yang kami tumpangi.
Ketika Tante Syila melihatku ia pun heran kok ada perempuan muda di dalam pesawat ini?
Seketika Paman Luis pun menerangkan padanya kalau aku adalah adik dari ke tiga anak laki lakinya itu adik kandung tentunya.
Paman Luis pun bercerita panjang lebar dan mereka semua terdiam serta masing masing orang sudah memakai selimut bersiap siap untuk tidur karena dinginnya AC pesawat membuat mata semua orang tidak tahan dengan rasa kantuknyaa itu.
Mereka pun kembali terbang dengan pesawat Jet yang sangat cepat itu.
Perlahan lahan Raymundo bangun dari tidurnya sambil melihat bayinya yabg masih terlelap di sampingnya dan dengan sebuah gerakan ia pun melepaskan pelukan sang bayi dan bisa bergerak normal.
"Sayang,lanjut bobo ya?Papa lihat mama sebentar."Ucap Raymundo sambil menaruh banyak bantal di sebelah kiri dan kanan bayi Al yang masih sangat pulas itu.
Kemudian ia pun bergegas turun dari ranjang itu menuju ke ruang di mana semua ora g sedang duduk sambil menonton drama korea di televisi paling besar itu.
__ADS_1
Ketika dilihatnya Aretha sedang bersandar pada seorang perempuan ia pun bernicara sendiri dalam hatinya.
Mungkinkah itu bibi Syila isterinya Paman Luis?
Ya mungkin itu bibi Syila karena selain Arey isteriku tak ada seorang perempuan pun di atas pesawat ini kecuali pramugari.
Setelah berpikir panjang akhirnya ia pun menghampiri Aretha sambil memegang pundaknya.
"Sayang bangun dulu susuilah bayi kita nanti baru kamu lanjut tidur lagi."Ucap Raymundo berbisik agar Bibi Syila tidak kaget.
Aretha pun membuka matanya dan melihat ke arah Raymundo dan segera melepaskan tangannya dari pelukan bibi Syila.
Raymundo pun menuntun isterinya ke dalam kamar dan memidurkan Aretha yang masih belum sadar sepenuhnya di ranjang dan tak lupa mengunci pintu kamar itu, kemudian ia dengan tatapan penuh rasa sayang mengecup perlahan kening Aretha dan perlahan mengecup bibir ranum warna pink milik Aretha.
"Hmmm....bibir yang manis"Ucap Raymundo perlahan sambil terus mencecap bibir isterinya yang sudah menjadi candu baginya.
Setelah puas mengecupnya ia pun tidur disamping Aretha sambil memeluk erat tubuh Aretha.
Ketika beberapa saat kemudian Raymundo bangun dan menuju kamar mandi dan membersihķan dirinya setelah itu ia pun membangunkan Aretha.
"Sayang ayo bangun kita sudah tiba dan harus turun sekarang."Ucap Raymundo sambil menggendong Aretha menuju kamar mandi dan mendudukkan Aretha di bathup.
"Sayang aku masih mengantuk banget sayang aku ingin tidur kembali 5 menit aja deh sayang."Ucap Aretha tetapi tak di gubris oleh Raymundo dan secepat kilat Raymundo mencuri ciuman isteri ya agar ia cepat bangun.
"Hmmm,lepaskan aku sayang aku tak bisa bernapas."Ucap Aretha sambil menggigit bibir sang suami dan Raymundo langsung melepaskan ciuman panasnya itu.
"Hmm sangat menggemaskan."Ucap Raymundo sambil mengambil shower dan memandikan Aretha dengan penuh kasih sayang.
"Dulu ibumu yang memandikan kamu sekarang aku sebagai suamimu yang harus memandikan kamu itu baru namanya suami saya g isteri. "Ucap Raymundo pada Aretha yang terlihat sangat menikmati siraman demi siaraman shower itu.
"Terima kasih suamiku atas perhatianmu."Ucap Aretha sambil mengecup kening Raymundo.
"Ayo cepat ganti pakaian dan kita keluar untuk sarapan dan segera turun dari pesawat ini."
Selesai berganti pakaian kami pun keluar dari kamar itu setelah merapikan dalam kamar tentunya.
Aretha menggendong baby Al sambil tangannya yang kiri di genggam erat oleh Raymundo.
"Sayang duduk disini ya aku segera kembali."Ucap Raymundo sambil menarik kursi untuk Aretha dan ia pun pergi keluar untuk melihat Paman Luis dan Bibi Syila serta ke tiga orang kakak Aretha.
__ADS_1
Tak lama kemudian beberapa orang pramugari membawakan makanan untuk sarapan mereka.
**
"Selamat pagi Paman dan bibi,Paman,bibi ayo kita sarapan dulu."Ajak Raymundo sambil tersenyum dan mengeluarkan tas berisi laptop yang ia simpan di bagian kabin pesawat.
"Terima kasih Nak, Arey sama baby Al dimana?"Tanya Bibi Syila pada Raymundo.
"Mereka sudah menunggu di ruang makan."Jawab Raymundo sambil tersenyum.
"Kak Adam,Kak Andrew dan Kak Ahaz ayo kita sarapan dulu sebelum turun dari pesawat karena setengah jam lagi kita akan mendarat."Ucap Raymundo lagi.
"Baiklah Adek...Terima kasih ya?"Ucap Kak Adam dengan cepat.
"Iya sama sama KAK."Jawab Raymundo kemudian mereka semua berjalan menuju ke arah ruang makan dimana Aretha dan baby Al sudah menunggu.
"Pagu Sayang."Sapa Bibi Syila sambil mendekati Aretha dan mengecup Pipi Aretha serta mengecup.pipi baby Al.
"Pagi juga tante udah pada wangi ya?"Ucap Aretha pada Tante Syila.
"Iya sayang...biar saat turun nanti kita semua sudah dalam keadaan Fresh dan siap jalan jalan keliling saudara."Jawab Tante Syila sambil mengambil makanan untuk suami dan anak anaknya.
Aretha pun mengambil makanan dan memberikan pada sang suami dan mereka pun berdoa masing masing serta menyantap sarapan yang sudah tersedia di atas meja makan itu.
Selama makan tak ada seorang pun yang berbicara.
Selesai makan mereka semua langsung beberes dan siap siap untuk turun dari pesawat.
Terdengar suara pramugari memberikan pengumuman lalau pesawat akan segera mendarat.
Terlihat Raymundo menggenggam erat tangan Aretha dan memeluk baby Al yang baru berusia 3 bulan itu.
"Anakku sayang maafkan papa yang sudah membawa kamu pergi jauh sebelum kamu mengenal dunia ini lebih banyak lagi,Papa Janji takkan pernah memisahkan kamu dan nenek serta kakakmu lagi kita akan segera bertemu nenek dan kakek."Bisik Raymundo pelan pelan.
Pesawat pun mendarat dengan sempurna dan mereka semua kemudian turun dari pesawat itu menuju sebuah mobil limousin yang mereka bawa dari luar negeri kemarin.
**
Segini dulu aja ya?Author masih belum sembuh.
__ADS_1
Next
TBC