
BIJAKLAH DALAM MEMBACA YA GUYS 🙏 YANG NEGATIF DIBUANG YANG POSITIF DI SIMPAN...
Setelah mereka sah menjadi tunangan, Raymundo menginginkan agar Aretha tidak usah bekerja tetapi dia harus selalu setia menemani Raymundo kemanapun Raymundo pergi, bukan berarti Aretha telah sah menjadi Sekertaris pribadi Raymundo tetapi harus menjadi pendamping hidup yang diinginkan Raymundo yang selalu setia menemani dalam keadaan apapun.
**
Berbeda dengan Lettu Hendrawan, ia sangat mengharapkan Aretha menjadi kekasihnya.
Andai kita berdekatan pasti sudah Engkau kudekap, sumpah aku kangen banget sama kamu, andai aku punya pintu ajaibnya Doraemon akan aku samperin tuh gadis pujaan hatiku yang telah membuat aku tak bisa berkata kata aku tergila gila padamu Aretha.
Lettu Hendrawan cuti selama tiga hari dan saat itu ia berniat untuk bertemu Aretha, ia pun menelepon Aretha ia meminta Arey bertemu dengannya karena ia ingin mengatakan sesuatu pada Aretha, namun dengan berat hati Aretha menyanggupi untuk bertemu dengannya.
Dering ponsel Raymundo berbunyi...
"Hallo, sayang aku ijin sebentar ya mau ketemu Lettu Hendrawan, aku akan selesaikan masalah ini dengan caraku" ucap Aretha meyakinkan Raymundo.
"Tapi sayang aku khawatir, aku takut kamu di apa apain sama Tentara itu" ucap Raymundo lagi.
"Tenang saja sayang, aku gak apa apa kok aku yakin bisa menyelesaikan masalah ini tenanglah, bagaimanapun juga masalah ini harus diselesaikan sayang, kalau gak hidupku penuh dengan bayang bayang semu Lettu Hendrawan, please !!" ucap Aretha sambil tersenyum kecil.
"Baiklah tetapi ponselmu harus selalu aktif ya, jangan matikan telepon aku biar aku bisa mendengar apa yang sedang terjadi antara kamu dan dia,"ucap Raymundo berapi api.
"Sayang itu artinya sama saja kalau kamu gak percaya sama aku,"ucap Aretha lagi.
"Iya aku takut kamu di apa apakan oleh pria itu, aku gak mau apapun terjadi padamu aku bisa gila Aretha kamu tau gak betapa besar rasa cintaku padamu, rasa sayang yang aku miliki semuanya hanya untukmu dan asal kamu tahu ya kita sudah akan menikah please jaga dirimu dari bahaya bahaya yang akan menimpamu, aku terlalu mencintaimu Aretha,"ucap Raymundo sedikit kesal.
"Khotbahnya sudah selesai aku akan segera pergi Ray," ucap Aretha sambil mematikan ponselnya.
Raymundo merasa akan ada masalah antara Lettu Hendrawan dan tunangannya itu sehingga ia pun menyuruh pengawal bayangan untuk mengikuti kemana Arey pergi.
__ADS_1
Setelah mendapatkan alamat tujuannya, ia pun pergi menuju tempat yang sudah di kirimkan oleh Lettu Hendrawan.
Alamatnya di jalan Kayu putih nomor 102 rumah bercat biru muda dengan aksen kuno atau klasik yang menambah keindahan rumah itu, rumah itu ternyata sebuah restoran mewah bercorak khas Eropa di abad pertengahan.
Setelah memastikan alamat itu benar, Aretha pun turun dari mobilnya dan melangkah masuk ke dalam restoran itu.
"Selamat siang Nona, benar anda Nona Aretha?" tanya pelayan itu lagi.
"Iya benar, " jawab Aretha sambil matanya mencari cari keberadaan Lettu Hendrawan, tapi yang di cari tak ditemukannya.
"Mari! silahkan duduk di tempat pesanan anda" ucap Pelayan itu sambil menunjuk tempat yang sudah di reservasi oleh Lettu Hendrawan.
"Mari Non, silahkan duduk" ucap Pelayan itu mempersilahkan lagi Aretha.
"Terima kasih!" ucap Aretha sambil mendudukkan dirinya di kursi empuk itu.
Tak lama kemudian datanglah dua orang pelayan wanita dan pria membawa troley berisi makanan khas Eropa dan detail isi makanan tersebut ke hadapan Aretha.
Aretha hanya menonton saja makanan yang sudah di sajikan itu.
Tiba tiba muncul Lettu Hendrawan dari arah belakang dan membawa sebuah kalung emas berbentuk hati pada Aretha dan meminta Aretha untuk tidak menolak apapun yang diberikannya.
"Hallo Cantik, maaf sudah membuatmu menunggu lama untuk permintaan maafmu aku memberikan kamu sebuah kalung emas berbentuk hati yang sangat cantik ini, aku harap kamu tidak menolaknya" ucap Lettu Hendrawan seraya maju ke hadapan Aretha dan mencoba untuk memasang kalung itu di leher Aretha.
"Stop!"ujar Arey sedikit marah.
"Kenapa? apa kesalahanku Aretha? Kamu tahu gak kalau aku sangat sangat mencintaimu tolong hargai perasaan aku padamu" ucap Hendrawan dengan sedikit emosi.
"Mas kok nyolot sih kalau aku tahu kamu memintaku kesini hanya untuk memarahiku sebaiknya aku tak kemari Mas, pekerjaan aku banyak aku gak punya waktu, hanya saja aku menghargai undangan anda makanya aku datang kesini."Ujar Aretha dengan mata berkaca kaca membuat Hendrawan tidak tega melihat keadaan Aretha seperti itu.
__ADS_1
"Maafkan aku Arey bukan maksudku untuk menyakiti kamu tetapi aku gak pernah mendapat perlakuan penolakan dari wanita manapun selama ini walaupun pada akhirnya cintaku kandas di tengah jalan,"ucap Lettu Hendrawan menjelaskan pada Aretha.
"Aku sudah bertunangan dan tugasku adalah menjaga hati yang telah mencintaiku maaf Mas aku tidak bisa menerima kalung ini" ucap Arey sambil memberikan kembali kalung itu pada genggaman Lettu Hendrawan.
"Anggap saja kita tak pernah bertemu, karena aku tak ingin mengkhianati pria yang sudah mencintaiku bertahun tahun lamanya, pria yang sangat menyayangi diriku dalam keadaan apapun tanpa keluhan" ucap Aretha sambil mengambil tasnya dan langsung pergi.
"Tunggu!" Seru Hendrawan sambil menarik tangan Aretha.
"Kamu gak bisa pergi begitu saja, sebaiknya kita makan dulu makanan sudah aku pesan kasian kalo gak dimakan" ucap Hendrawan melembutkan suaranya.
"Maaf Mas aku alergi udang, apapun makanan yang mengandung udang aku gak makan" ucap Aretha menolak lagi ajakan Hendrawan membuat Hendrawan emosinya muncul lagi.
Dengan satu tangannya Hendrawan langsung mengangkat taplak meja itu dan membuang semua makanan yang sudah terhidang di meja makan itu membuat Aretha berteriak histeris.
"Apapun yang aku kasih kamu gak terima apa yang kamu mau biar aku berikan?" ucap Hendrawan dengan mata berkilat.
Amarah Hendrawan sudah di puncak tertinggi membuat Aretha jadi sangat ketakutan, tetapi segera dikumpulkan keberaniannya dan berjalan ke arah Hendrawan yang matanya sudah memerah karena emosi, ketampanannya semakin diatas rata rata membuat Aretha tersentak melihat kejadian itu.
"Ternyata tampan juga dia," gumam Aretha dalam hati.
Setelah dekat dengan Hendrawan, Aretha memegang tangan Hendrawan yang sudah mengeras itu.
"Maafkan aku Mas, kamu sudah kuanggap Abang bagiku aku menghargai perasaanmu padaku tetapi aku benar benar tidak mencintaimu Abang, aku merasa nyaman denganmu karena kamu ku anggap Abang bagiku dan aku harap Abang maklum dengan perasaanku,"ucap Aretha sambil tetap memegang erat tangan Hendrawan yang membuat hati Hendrawan jadi tentram dan nyaman.
"Benar!Kamu memang adikku, adik Perempuanku satu satunya," ucap Hendrawan sambil mengeratkan lagi genggamannya dan akhirnya ia pun memeluk Aretha dengan eratnya.
"Terima kasih kamu sudah menyadarkan aku, aku minta maaf karena telah berbuat kasar padamu adikku, tetapi aku akan menunggumu sampai kapanpun, ketika suamimu menyakitimu jangan pernah berharap dia akan bisa melihat dirimu lagi karena aku akan mengambilmu darinya ingat itu Sayang!" Ucap Hendrawan sambil menekan kata Sayang.
Akhirnya Aretha pun melepaskan diri dari pelukan Hendrawan, Hendrawan sangat nyaman ketika memeluk Aretha.
__ADS_1
"Jangan lupa hadir di acara pernikahan aku ya Abangku?" ucap Aretha sambil memberikan kartu undangan pada Hendrawan.
** Next **