Cerita Cinta Aretha

Cerita Cinta Aretha
" Aku mencintaimu Part 1 "


__ADS_3

" Aku sangat mencintaimu Aretha Franklin Roosevelt " ucap Raymundo perlahan.


Ketika itu Raymundo keluar dari ruangan VVIP tempat dimana Aretha dirawat, Raymundo pun menelepon seseorang agar menghubungi keluarga Aretha.


" Bernard tolong hubungi keluarga Aretha ya, ponselku low bat gak bawa alat chargernya " ucap Raymundo pada asisten pribadinya yang paling setia itu.


" Gak usah dihubungi Ray, " tiba tiba Aretha muncul dari belakang Ray sambil berkata.


" Arey ! " kenapa kamu bangun bukankah kamu masih sakit ? " ucap Raymundo langsung mendekati Aretha dan meraih Aretha dalam pelukannya.


" Jangan tinggalkan aku Arey aku mencintaimu,sungguh sangat mencintaimu " bisik Raymundo di telinga Aretha.


" Aku tahu kamu mencintaiku, tetapi jangan pernah kamu merusak kepercayaan ku Ray " ucap Arey masih dalam dekapan Raymundo.


" Ayolah Arey kamu harus cepat sembuh, setelah sembuh aku akan melamarmu " pinta Raymundo pada Arey.


" Ray, aku belum siap untuk menikah aku masih ingin bekerja agar bisa membeli sebuah rumah mungil yang cantik untukku " ucap Aretha sambil tersenyum.


" Arey ijinkan aku untuk mencintaimu sampai akhir hayatku " ucap Raymundo.


" Sampe kapanpun aku akan setia menunggu dirimu Arey " ucap Raymundo sambil membelai rambut panjang Aretha.


" Makasih Ray aku sayang kamu ! " ucap Aretha sambil membenamkan wajahnya di dada bidang milik Raymundo.


" Ray aku ingin keluar dari rumah sakit ini, aroma rumah sakit ini sungguh membuatku pusing Ray ! " ucap Aretha lagi.


" Baiklah aku telepon bagian administrasi dulu ya biar mereka mengurus secepatnya ! " ujar Raymundo sambil terus membelai rambut panjang Aretha.


**


Akhirnya pagi ini Aretha diperbolehkan keluar dari rumah sakit itu.


Ketika Raymundo membawanya pulang mereka sempat berpapasan dengan Reyhan, tetapi Reyhan sengaja tidak memperdulikan mereka.


" Sayang boleh gak kita ke pantai sebentar aku ingin melihat deburan ombak, dan burung burung camar yang asyik beterbangan di tepi pantai " ucap Aretha pada Raymundo.


" Boleh dong sayang apa sih yang gak buatmu istriku ! " Raymundo mengucapkan kata kata itu tanpa sadar.


" Ah maaf keceplosan " ucap Raymundo sambil terus menyetir mobil.


" Sayang habis dari pantai kita langsung ke puncak gunung ya di sana ada sebuah tempat yang sangat indah yang belum pernah dikunjungi orang lain selain aku " ajak Raymundo lagi.


" Iya Ray, tapi aku lapar ! " ucap Aretha lagi.

__ADS_1


" Kita beli makan dulu nanti makan saja dalam mobil dan kita akan beli cemilan agar sampai puncak kita gak kelaparan ya kan ? " ujar Raymundo lagi.


" Iya sayang aku setuju ! " ucap Aretha sambil mengacungkan ibu jarinya ke arah Raymundo.


" Sayang, nih pakai jaketku kamu kan sakit kasian kalau sampai masuk angin lagi " ujar Raymundo sambil memakaikan jaket di tubuh Aretha.


Dia adalah belahan jiwaku, entah mengapa aku merasa bersalah ketika melihatnya sakit, dadaku terasa sakit hatiku terasa hampa, aku benar benar mencintainya tanpa syarat, aku akan berusaha sebaik mungkin untuk tetap bertahan dan ingin menikmati hidup bersama istriku dan menua bersama.


Raymundo kembali menjalankan mobilnya setelah mereka membeli makanan dan cemilan untuk dibawa ke puncak.


Setelah mereka tiba di pantai Arey langsung berlari lari kecil menuju ombak dan bermain main bersama Raymundo di sana.


" Makan dulu yuk Ray ! " ajak Aretha sambil menarik tangan Raymundo.


" Siap sayangku ! love you honey " ucap Raymundo penuh cinta.


" Rasanya bahagia sekali aku " gumam Raymundo dalam hati dan tersenyum.


Kedua sejoli itu pun makan dengan lahapnya di tepi pantai di temani tiupan. angin yang sepoi-sepoi basah.


**


Secarik kertas itu masih di remas oleh Reyhan, Reyhan sangat salah menduga apa yang telah di lakukanya pada Aretha beberapa bulan lalu.


Reyhan berharap bisa mengklarifikasi Maslaah ini sampai tuntas, karena ia sudah bersalah dan harus di luruskan.


Isi tulisannya seperti ini.


"Tuk dirimu ( Reyhan ) yang terlanjur menyakiti hatiku "


**Elegi hati yang tersakiti**


Temaram lampu senja itu, tatkala aku duduk bersandar di sebuah bangku tua,


Aku terhenyak sesaat,


Manakala hatiku kembali teriris membayangkan kisahku yang tak berujung,


Aku terdiam...dan membisu,


Ku pikir jika nanti kau datang, kau akan membawa sejuta kebahagiaan dalam hidupku.


Nyatanya aku salah menilaimu,

__ADS_1


Tipu dayamu membuatku lupa kalau aku terlahir dari rahim yang Papa,


Kita tidak sepadan itu katamu,


Hatiku teriris sembilu,


Aku hanya bersimpuh dan berdoa,


Kuserahkan segala keluh kesahku pada Tuhan.


Ku harap suatu saat nanti kau akan mengerti, kau akan sadar tentang apa yang telah kau perbuat.


Hidup tak sepahit yang kau pikir teman,


Hidup harus dinikmati,


Ingatlah bahwa kau masih punya Tuhan untuk bersandar,


Biarkan dia pergi bersama kekonyolannya, biarkan dia terhempas ditiup badai prahara


Biarkanlah kesombongannya merajai dirinya


Karena setiap nafas yang kau hembuskan sangat berarti tuk di syukuri,


Nikmat pemberian nafas dari Sang pemilik kehidupan tak pernah mengeluh dengan semua keluhan dari anak anakNya.


Itulah isi sepenggal puisi untuk Reyhan yang ditulis oleh Aretha yang menjadi kenangan bagi Reyhan.


Selama ini karena emosi, Reyhan tak pernah membaca tulisan itu, ia hanya menyimpan di laci lemari dan akhirnya hari ini terbaca sudah isi tulisan tangan Aretha ketika Reyhan membongkar isi laci dan hendak membuang isi dari laci itu.


Seketika hatinya tergerak untuk membaca tulisan tangan Aretha yang hampir terhapus itu..


Setelah baca ia pun merenungkan apa yang telah terjadi, apa yang telah di lakukannya pada hadis itu.


Ia tak menyangka akan terjadi seperti itu, ia tak mengira bahwa dengan mengatakan hal hal negatif itu terhadap gadis yang selama ini menjadi permata di hatinya.


Karena emosi sesaat menghancurkan hubungan yang lama terjalin.


" Aretha masih adakah ruang yang tersisa dihatimu untukku ? " gumam Reyhan penuh rasa sesal.


Aku tahu kamu sangat membenciku, karena telah mengatai dirimu gadis yang tak bermoral, aku tahu aku salah Aretha tetapi aku ingin sekali aja melihat dirimu, ingin sekali rasanya melihatmu tersenyum bahagia seperti saat pertama kali kita bertemu, seperti saat kita masih bersama merajut cinta, cita dan harapan, apakah semua itu bisa terulang lagi ? Aku benci diriku ini, aku benci kamu tetapi di sisi lain aku masih memiliki rasa itu, rasa yang pernah ku titipkan di hatimu untuk kau jaga, rasa yang selalu menghiasi mimpi indahmu kala kau terlelap dalam buaian mimpi indahmu Aretha.


Semua telah berlalu, semua telah berakhir, harapanku selama ini menjadi buram akibat emosi yang tak tahu tempat duduknya, membuat hatiku berontak ingin ku teriak sekeras-kerasnya tetapi hatiku melarang.

__ADS_1


Ingin ku menangis tapi, tak kuasa ku ku tahan luka yang meradang menerjang hati yang terlanjur sakit, hati yang terlanjur membenci.


Aku masih ingat kata katamu saban hari bahwa " Cintailah cinta, maka cinta itu akan membalasmu dengan cintanya yang tulus tanpa pamrih . "


__ADS_2