
Karena ia tak ingin apapun tefjadi pada sahabatnya akhirnya dengan penuh keberanian ia memberikan bayinya pada sang paman dan bibi dan langsung ia pergi.
Setelah menghidupkan mesin mobil ia pun meluncur ke arah di mana Tapasya di rawat.
"Tunggu aku Sya,kamu sahabatku aku akan membantumu dalam keadaan apapun ingat itu karena kita adalah sahabat."Ucap Aretha pada dirinya sendiri.
"Ray,isterimu pergi lagi ke Ozario Hospital karena sahabatnya sekarat di sana sekarang."bunyi notifikasi pesan yang masuk ke dalam ponsel Raymundo mengagetkan Raymundo.
"Kenapa gak kalian cegah,kalian tahu diluar sana masih sangat berbahaya bagi Arey dan anakku,bagaimana nasib anakku nanti?Arggggghhhhh....sakit kepalaku memikirkan kamu sayangku.Kenapa kamu sangat keras kepala sayangku?"Teriak Raymundo frustasi.
"Tenang Tuan,isteri tuan sudah ada bodyguard bayangan yang menjaganya Tuanku."Jawab seorang bodyguard kepercayaannya pada Raymundo.
"Baiklah ayo kita lanjutkan misi kita."Ucap Raymundo pada mereka yang bersamanya dan mereka pun menuju ke sebuah rumah klasik bernuansa italy dan mulai merencanakan apa yang harus mereka perbuat.
**
Di ruang ICU terlihat jelas Tapasya sedang sekarat karena lemas ketika mengedan saat melahirkan sang bayinya.
Sesampainya di lobi Rumah sakit Aretha langsung bertanya pada perawat di bagian administrasi di mana Tapasya berada.
Perawat itu pun memberitahukan pada Aretha.
Setelah mengetahui ruangan yang di tempati Tapasya Aretha pun melangkah masuk ke dalam ruangan ICU dengan menggunakan kartu milik Raymundo yang ada padanya.
Aretha tak menghiraukan keberadaan Reyhan,bahkan ia langsung masuk dan memegang erat tangan Tapasya.
"Sya kamu harus kuat,bayimu juga akan berpengaruh pada keadaan kamu,kamu itu wanita hebat,aku yakin kamu mampu melewati masa kritis ini."Ucap Aretha sambil memegang tangan Tapasya.
"Arey aku tak tahu harus bilang apa sama kamu tapi aku hanya percaya pada kamu karena kamu adalah sahabat Tapasya."Ucap Reyhan sambil memegang tangan Aretha dengan eratnya.
"Rey,percayalah pada Tuhan kalau semua akan baik baik saja. Bagaimana dengan bayimu apakah dia sehat sehat saja?"Tanya Aretha pada Reyhan.
__ADS_1
"Bayiku sekarat juga dan apabila terjadi sesuatu yang sangat aku takutkan pada bayiku aku akan melepaskan Tapasya,kamu dengar itu?Sahabatmu akan aku lepaskan dan takkan ada lagi hubunganku dengannya karena dia tak pernah menginginkan bayi itu,dia selalu mengutuk dirinya dan tak pernah memperhatikan asupan nutrisi selama kehamilannya aku sangat kecewa padanya Arey aku sangat kecewa padanya. Kamu tahu kan kalau perlahan lahan aku sudah mulai jatuh cinta padanya dan melupakan kamu Arey tetapi apa boleh buat semuanya tidak instan dan butuh proses Arey. Aku hanyalah pria yang tak layak di perjuangkan oleh seorang wanita."Ucapan Reyhan membuat bulu kuduk Aretha merinding.
"Kamu harus kuat agar bayi dan isterimu kuat juga kamu jangan lemah Rey sebab kekuatan dan cinta darimu akan sanagt berpengaruh pada perkembangan kesehatan mereka berdua."Ucap Aretha menguatkan Reyhan...
"Arey aku boleh peluk kamu sayang?"Tanya Reyhan tiba tiba.
"Gila kamu Rey,isteri dan anakmu sekarat kamu malah mau pelukan sama aku kamu gak pikir apa?Kasihan anak dan isterimu mereka lagi sekarat seharusnya kamu berada di sisi isterimu saat ini teruslah genggang jari jemarinya agar ia merasa kalau kamu perhatian dan cinta padanya jangan kayak gini cranya."Ucap Aretha sambil mendorong Reyhan agar menjauh dari dirinya.
"Aku kesini buat jenguk sahabat aku bukan menghibur kamu Rey,aku sudah melupakan masa lalu kita, tolong jangan diungkit lagi Rey aku gak suka kamu terus terusan mempermainkan hati Tapasya. Kamu tahu gak saat ini isteri dan anakmu sedang butuh kamu,mereka sangat membutuhkan bantuanmu dan tolong pikirkan apa yang akan kamu lakukan untuk mereka Rey please kamu adalah bagian terpenting dalam hidup mereka sekarang tolong dengarkan aku,aku yakin semua akan baik baik saja dan akan berjalan normal sebagaimana mestinya."Ucapan Aretha sungguh membuat Reyhan merasa bersalah pada Tapasya dan bayi kecilnya.
"Tapi Arey kamu tak tahu apapun karena kamu tidak berada di posisiku saat ini Arey aku harap kamu akan paham maksud aku."Ucap Reyhan lagi.
"Aku tak paham maksud kamu,maksud apa yang aku tak paham?Berbicaralah dengan benar agar tak membingungkan aku."Jawab Aretha lagi pada Reyhan.
"Aku akan jujur sama kamu Àrey,selama aku menikahi Tapasya..." Reyhan belum selesai berkata sudah di potong oleh Aretha.
"Cukup,tolong jangan bahas apapun soal pernikahan kamu Rey aku tak mau mendengarnya dan tak ingin mendengarnya aku harap kamj kesampingkan dulu niatmu untuk bercerita saat ini,aku hanya ingin kamu selalu berada di samping sahabatku bukan menceritakan isi hati kamu saat kamu menikah dulu."Ucapan Aretha membuat Reyhan emosi dan mengepalkan tangannya.
"Rey apa maksudmu?Kamu mau menyerah begitu saja setelah kamu bersusah payah dan berusaha selama ini apalagi sekarang kamu telah menjadi seorang ayah untuk bayimu Rey sadarlah kalau ketika kamu terlalu mencintai kamu juga harus rela mengikhlaskan. Kamu sudah salah dan buta karena cinta pertama kamu Rey aku tak menyangka kamu begitu naif dalam memperjuangakn cinta yang sudajmh tak ada artinya sekali hingga saat ini,aku heran sama kamu kenapa kamu selalu ingin hidup bersama aku padahal kita sudah memutuskan untuk tidak membahas soal ini lagi dan asal kamu tahu Rey aku sudah tidak mencintai kamu lagi aku sudah memiliki kehidupanku sendiri aku harap kamu mau melepaskan semua yang membebani kami sekarang lupakan masa lalu dan tataplah masa depan agar suatu saat atak ada penyesalan yang datang dari belakang."Ucap Aretha lagi.
"Arey aku akan mencoba melupakan kisah kita tetapi aku juga tak mau hidup bersama sahabatmu."Ucap Reyhan lagi.
"Lho kenapa?"Aretha balik tanya.
"Aku kecewa karena sahabatmu melakukan hal yang tak sesuai dengan harapanku."Jawab Reyhan lagi.
"Apa aku tak boleh mengetahui secara langsung maksud kamu Rey?"Tanya Aretha pada Reyhan.
"Bayi itu bukan anakku Arey makanya aku kecewa berat setelah aku tahu kalau Tapasya melakukan hal yang kotor untuk mendapatkan cintaku. Selama ini aku tak pernah tidur dengannya Aretha makanya aku yakin dan seyakin yakinnya kalau anak itu bukan anakku kamu pwrcayalah padaku."Ucap Reyhan memelas.
"Aku tak percaya maksud kamu Rey,aku juga tahu siapa Tapasya aku yakin kamu lah pembohong dalam hal ini atau jujur aja sama aku kamu yang menjadi dalang dibalik semua masalah ini?Kamulah yang menyewa pria lain untuk tidur dengan Tapasya dan hamil agar suatu saat nanti kamu bisa bebas melakukan kekerasan dalam rumah tangga pada Tapasya tanpa bantahan sedikitpun dari Tapasya."Ucap Aretha pada Reyhan.
__ADS_1
Reyhan kalah telak karena rencananya untuk mengecoh hati Aretha sudah dibaca oleh Aretha.
"Reyhan aku tak ingin kamu memperlakukan Tapasya seperti karangan cerita kamu tadi,yang aku ingin adalah kalian berdua hidup bersama dengan rukun dan memiliki masa depan yang sempurna seperti pasangan suami isteri lainnya Reyhan,dan asal kamu tahu ya aku..."Belum selesai Aretha berbicara Reyhan sudah memotong pembicaraannya.
"Kenapa dengan memar di lehermu seperti bekas gorokkan,apa yang terjadi pada kamu Arey?"Tanya Reyha sambil berdiri dari duduknya dan memperhatikan leher Aretha dengan seksama.
"Aku tidak apa apa Reyhan."Jawab Arey pada Reyhan.
"Sesuatu yang buruk telah terjadi pada kamu tapi kamu hanya diam saja?Kamu pikir aku tak tahu semua yang kamu alami Arey kamu pasti di pukul oleh pria berengsek yang bernama Raymundo itu kan?"Ucap Reyhan dan langsung di sambar oleh Aretha.
"Plak..."Sebuah tamparan mendarat cepat di pipi Reyhan.
Reyhan hanya diam dan memegang pipinya.
"Apa yang kamu lakukan padaku Arey,teganya kamu memperlakukan aku seperti ini apa kamu tak tahu kalau akibat dari kamu menamparku akan berdampak pada kehidupanmu selanjutnya Arey?Bahkan aku akan memusuhi kamu seumur hidupku Arey?"Ucap Reyhan sambil berdiri dan berajalan mendekati Aretha.
Reyhan pun memegang dagu Aretha sambil berkata.
"Tak apalah kamu memukulku,aku takkan membencimu sedikitpun. Tamparlah aku sesukamu tampar..."Suruh Reyhan pada Aretha.
Dan tangan Reyhan sudah sangat dingin dan berkeringat karena Ia sudah berniat untuk membalas tamparan Aretha.
"Beruntung aku tak tega memukuli kamu Aretha karena mencintaimu dan aku takkan pernah membencimu sedikitpun walau kau sakiti aku berulang kali."Ucapan Reyhan sangat menusuk relung hati Aretha.
Aretha tak menyangka bahwa Reyhan ternyata masih memiliki rasa yang sangat dalam padanya.
"Rey aku pamit ya aku tak ingin kamu bersedih hati dan aku tak ingin kamu mengulang cerita yang sudah ĺama aku kubur di dasar bumi ini. Aku hanya ingin kamu berbahagia bersama apa yang kamu miliki saat ini."Ucap Aretha pada Reyhan dan tanla sadar Reyhan nemeluk Aretha dan mengecup kening Aretha.
"Aku berharap di kehidupan selanjutnya kita akan hidup bersama selamanya. Karena hanya kamu yang aku cintai."Ucap Reyhan pada Aretha.
To be continued
__ADS_1
Bersambung ya guys...