
**
Dua Minggu kemudian Aretha mulai bekerja di Perusahaan milik Reyhan.
Hari ini masih pagi pagi sekali Aretha sudah berdandan dengan sangat cantik, wajahnya yang ayu hanya di poles sedikit bedak tabur baru karena dia tidak terlalu suka dengan polesan yang membuat mukanya tebal.
Hanya bedak bayi lah yang menjadi pilihan bagi Aretha.
"Wow anak mama cantik sekali" ucap Mama sambil tersenyum penuh kebahagiaan melihat Putri bungsunya sudah kembali ceria.
"Biasa aja mom ini juga cuma saat kerja kok Arey dandan, gak menor kan mah" ucap Aretha pada Mamanya.
" Iya sayang kulitmu kan sensitif kalau pakai yang menor menor " ucap Mama sambil memperbaiki kerah kemeja yang dipakai Aretha.
"Mah Arey berangkat ya, " ucap Aretha pada Mama nya tetapi di tahan sama Mama karena Aretha belum makan.
" Nak makanlah dulu sedikit biar gak masuk angin " ajak Mama sambil menuntun anaknya ke ruang makan.
" Iya mah Arey makan dulu " ucap Aretha sambil duduk di kursi dan menyendok nasi dan sayur kedalam piringnya.
Setelah makan Aretha menuju ke kamar mandi berkumur kumur kemudian memeriksa giginya kira kira sudah bersih atau masih ada sisa cabe yang menempel di sela sela gigi.
" Mah Arey berangkat ya titip salam aja buat papa Arey udah terlambat nih, hari Pertama langsung memberikan kesan buruk " ucap Aretha sambil berjalan dengan cepat.
" Iya sayang hati hati di jalan dan jangan ngebut ya nak,semoga lancar kerjaannya hari ini " ucap Mama sambil melambaikan tangannya.
Aretha pun pergi dengan menggunakan mobil Porsche miliknya yang sudah lama parkir di bagasi karena Arey tidak terlalu menggunakan mobil itu.
Dia lebih memilih ikut taksi atau bus kadang ikut angkot katanya lebih seru menggunakan fasilitas yang dipakai semua orang.
Mobil itu melaju dengan kecepatan lumayan tinggi sehingga hanya memakan waktu 10 menit sudah sampai di depan gedung tinggi itu.
Aretha lupa pesanan ibunya untuk tidak mengebut.
" Sangat menggoda kalau aku gak ngebut, tetapi ngebutku tetap sesuai aturan bukan main lari lari sembrono saja " ujar Aretha pada dirinya sendiri.
" Baiklah hari ini hari pertamaku bekerja aku harus menunjukkan kesan yang bagus pada orang orang di sekitarku " ucap Aretha pada dirinya sendiri.
Setelah memarkirkan mobilnya ia pun melangkah masuk ke dalam kantor yang tinggi menjulang itu dengan langkah gontai.
" Selamat Pagi Bu, saya Aretha Franklin Roosevelt" sapa Aretha sambil memperkenalkan namanya.
" Maaf hari ini hari pertama saya bekerja mohon petunjuknya Bu " ucap Aretha sambil tersenyum manis.
__ADS_1
" Pagi juga Bu Aretha nanti langsung ke bagian HRD, disana merek akan menunjukkan ruangan anda " ucap Resepsionis itu sambil mempersilahkan Aretha.
Aretha pun melangkahkan kakinya menuju ruang HRD.
" Tok...tok..tok... Permisi " ucap Aretha santun.
" Silahkan masuk " sapa suara dari dalam mempersilahkan Aretha masuk.
" Selamat pagi Bu, saya Aretha Franklin Roosevelt hari ini hari pertay saya bekerja mohon petunjuknya Bu," ucap Aretha penuh sopan santun.
" Baik Bu Aretha ruang anda di Lantai 17 ruangnya sudah disiapkan dan langsung di pakai " ucap ibu yang di HRD bernama Arinda.
" Baiklah Bu terimakasih atas bantuannya " ucap Aretha sambil berjabat tangan dan Langsung di sambung oleh Arinda " Sudah seharusnya itu pekerjaan saya Bu Aretha " ucap Arinda sambil mempersilahkan Aretha menuju ke lantai 17.
**
Saat ini Reyhan sedang memikirkan sesuatu, menurut Reyhan pasti Aretha tidak akan datang untuk bekerja karena dia sudah memberikan kesan buruk padanya saat di bioskop tempo hari.
Reyhan benar benar merasa tak ada gairah dalam bekerja, akhirnya Reyhan tidak ke perusahaannya hari ini karena gak enak badan.
Reyhan memilih untuk istirahat saja dirumah tetapi karena sudah terbiasa bekerja, setelah jam makan siang Reyhan berencana untuk bermain golf untuk membuang rasa penat dan rasa bosannya.
**
" selamat pagi pak,"Ucap Aretha sambil tersenyum tipis.
" Selamat pagi juga Nona,ini ruangan anda kalau ada yang mau ditanyakan silahkan sebelumnya perkenalkan nama saya Ryan Giggs panggil saja Ryan.
" Terima kasih Pak, saya Aretha Franklin Roosevelt sambil jalan Pak kalau ada yang tidak saya mengerti akan saya tanyakan sama Bapak," ucap Aretha sambil tersenyum tipis dan kembali ke tempat duduknya.
" Tugasmu hari ini tolong cek data nama dan barang barang ini apakah sudah benar atau belum, soalnya masih ada data yang belum masuk tolong dimasukkan ke kolom berikutnya jika sudah selesai boleh istrahat dan lagi untuk tanda-tangannya nanti akan ditandatangani oleh Tuan Presdir yang akan kemari besok karena beliau masih ada urusan di luar kota" ucap Pak Ryan lagi dan ia pun pergi dari ruangan Aretha.
" Terima kasih Pak," ucap Aretha lagi dan mulai fokus mengerjakan tugasnya.
Jam makan siang pun tiba, Aretha beranjak ke kantin kantor di lantai 1 untuk makan siang.
Setelah selesai makan ia pun kembali ke lantai 17 untuk mengerjakan lagi tugasnya,tanpa diketahui oleh Aretha Pak Ryan memotretnya dan mengirimkan pada Reyhan dengan caption pekerjaan sekretaris baru hari ini.
**
Notifikasi ponsel Reyhan berbunyi tapi tak dihiraukannya.
Setelah selesai bermain golf ia pun bersantai sambil menyeruput air mineral kemasan botol itu dan sambil membaca pesan WhatsApp di ponselnya, dannnnnn.... betapa kagetnya Reyhan ketika melihat gambar kiriman dari Ryan.
__ADS_1
"What? gadis itu jadi datang dikantorku?" Reyhan membulatkan matanya dan tersenyum.
" Akhirnya kamu datang juga,sudah lama aku merindukan moment ini,tenang aja kamu akan kujaga,aku takkan pernah menyakitimu Arey sayangku" ucap Reyhan sambil mengecup gambar kiriman dari Ryan.
"Akan ku buktikan kalau aku pantas mendapatkan kembali cintaku Arey"gumam Reyhan dalam hati.
Reyhan benar benar sangat bahagia karena Aretha sudah mau kembali bekerja di perusahaannya.
Reyhan pun langsung pulang, tetapi tidak pulang ke rumah justru Reyhan pulang ke kantor untuk memeriksa keadaan dikantornya.
**
" Tok...tok...tok...Permisi Pak pekerjaan saya sudah selesai, apakah saya boleh pulang sekarang?" ucap Aretha pada Pak Ryan.
" Silahkan Nona," ujar Ryan sambil menerima tumpukan dokumen yang sudah dikerjakan oleh Aretha.
" Permisi Pak, selamat Sore" ujar Aretha sambil melangkah pergi dari hadapan Pak Ryan.
Aretha pun kembali ke ruangannya untuk mengambil tasnya dan berjalan keluar menuju lift karyawan.
Ketika hendak masuk ke lift ternyata dia melupakan ponselnya yang lagi di charger di bawah meja kerjanya.
Dengan langkah cepat Aretha pun melangkah kembali ke ruangannya.
" Hadeuhhh untung saja belum sampai lantai dasar kalau gak benar benar sial aku hari ini," ucap Aretha pada dirinya sendiri.
Kemudian diambilnya ponsel dan chargernya itu dan menaruhnya di dalam tas kemudian kembali melangkah pergi keluar dari ruangannya menuju lift.
Ketika lift terbuka ia pun masuk dan saat bersamaan Reyhan keluar dari lift Presdir akhirnya mereka tidak saling bertemu.
Setelah tiba di lantai satu Aretha pun menuju tempat parkir mobilnya dan akan menyalakan mobilnya.
Aretha merogoh tasnya untuk mengambil dompetnya setelah dicari cari gak ditemukan juga.
" Apa mungkin aku lupa di dalam kantor atau dimana ya?" Aretha bingung dan membongkar semua isi dalam tasnya itu.
Tiba-tiba sebuah tangan menyentuh bahunya " apakah ini milikmu " ucap suara yang terasa sangat familiar itu membuat Aretha tersentak kaget.
Aretha membalikkan badannya dan melihat pemilik suara itu ternyata benar " Reyhan " ucap Aretha kaget.
" Ini dompetmu tadi diberikan sama Bu Listi pemilik kantin itu " ucap Reyhan sambil tersenyum tipis.
" Terimakasih " ucap Aretha sambil menerima dompet kulit miliknya yang di pegang oleh Reyhan.
__ADS_1
** Bersambung guys Tolong di like, komentar dan di vote ya.