Cerita Cinta Aretha

Cerita Cinta Aretha
"Sebuah Trik Menarik"


__ADS_3

Hari ini aku menemani suamiku Raymundo berkunjung ke perusahaan XXX yang merupakan perusahaan milik suamiku.


Aku tak tahu bakal ada apa tetapi aku sudah berdandan seperti wanita karier pada umumnya dan sangat membuat aku sendiri tersenyum.


Baiklah Arey hari ini kamu harus tampil maksimal dan jangan pernah peduli apa kata cibiran setiap orang yang membencimu anggap saja angin lalu.


Tapi siapakah mereka yang membencimu itu?


Zaman sudah berubah aku yakin takkan ada orang seperti itu lagi kecuali kwtika kamu bergabung dengan para sosialita yang kerjanya hanya memorotin uang suaminya atau uang suami orang saja.


Kalau Aretha mah anak sultan sudah kaya sejak lahir tetapi ia bahkan tak pernah pamer dengan apa yang menjadi milik orang tuanya.


Bahkan ke empat kakaknya juga bukan main kayanya tetapi mereka biasa biasa saja bahkan mereka tampil sesederhana mungkin.


"Mam,Arey titip baby Al ya?"Ucap Aretha pada mama Divya via ponselnya.


"Iya sayang...!!"Jawab mama Divya sambil tersenyum.


"Sudah antar cucu mama ke rumah belum?"Tanya mama Divya lagi.


"Habis sarapan mam...!!"Jawab Aretha.


"Ya sudah lanjut makan dulu ya ntar baru kita bicara lagi."Ucap mama Divya sambil mematikan ponselnya.


Aretha tidak tahu apa yang akan terjadi hari ini?


"Mas,kita langsung ke kantor atau ke mana mas?"Tanya Aretha sambil memasang seatbeltnya pada pinggangnya.


"Kita ke butik dulu ganti bajumu."Ucap Raymundo penuh misterius.


"Lho sayang memangnya ada apa dengan pakaianku sayang?Please deh aku menghabiskan waktu dandanku hampir satu jam loh sayang?"Ucap Aretha memelas.


"Ikut aja kata suamimu ini sayang,sekali sekali aku belanjakan untuk isteri tercintaku apakah ada salah?Nggak kan?"Ucap Raymundo lagi.


"Iya gak ada salahnya sih sayang,aku heran aja ada apa gerangan hari ini suamiku pengen aku beli baju?"Aretha terlihat mencebik bibirnya.


"Udahlah ayo kita antar dulu Baby Al le opa dan omanya semoga hari ini mereka berolahraga bersama cucu mereka."Ucap Raymundo lagi.


Raymundo pun menghidupkan mesin mobilnya dan melajukan mobilnya ke arah rumah mama Divya.


"Sayang hari ini mama dan papa pergi kerja ya,adek sama kakek dan nenek ya jangan nakal ya?"Ucap Raymundo sambil mengecup kening baby Al.


"Mam,stok asi anakku dibawa juga kan?"Tanya Raymundo mesra pada isterinya itu.


"Iya sayang nih ada 5 botol semoga cukup untuk hari ini ya?"Sambung Aretha lagi.


"Pasti cukuplah,dan juga bulan depan kan pertama kalinya anakku makan bubur lembek jadi aku ingin anakku makan makanan yang menagndung nilai gizi tinggi dan asi tetap ya sayang aku gak mau anakku terganggu tumbuh kembangnya."Ucap Raymundo mengingatkan pada Aretha.


"Iya Dokter Raymundo."Jawab Aretha sambil tangannya mencubit pinggang Raymundo.


"Auh sakit sayang,"Raymundo mwringis kesakitan.


"Itu gak seberapa sakit itu."Ucap Aretha sambil tersenyum lebar.


"Nah akhirnya kita sampai juga di rumah nenek dan kakek."Ucap Aretha.


Raymundo pun memarkir mobilnya dan mereka berdua pun turun dari mlbil sambil membawa perlengkapan baby AL dan semua yang bakal baby Al main.


"Pagi mam,papa kok gak ada?"Tanya Aretha sambil menyimpan stok asi dalam kulkas.


"Papa kamu lagi mandi sayang."Jawab mama Divya sambil menerima Baby al dari Aretha.


"Sayang,kamu cantik sekali hari ini."Ucap mama Divya memuji Aretha.


"Cantik seperti mamanya dong,"jawab Aretha sambil menggandeng tangan suaminya.


"Mam kami pamit ya?"Ucap Raymundo sambil mencium punggung tangan Mama Divya.


"Ayo suamiku...,"ajak Aretha sambil menarik tangan Raymundo tetapi kemudian ia balik lagi ke ibunya dan mengecup pipu wanita itu sambil mengecup juga pipi sang bayi.


"Bye bye sayang sampai jumpa malam nanti ya?"Ucap Aretha sambil melambaikan tangannya pada ibu dan bayinya itu.

__ADS_1


Setelah kepergian Aretha dan Raymundo,Mama Divya masuk kembali ke dalam rumah dan meletakkan baby Al di dalam boks bayi dan kemudian ia pun menyimpan baju baju yang baru saja ia lipat tadi dan ia pun masuk ke dalam rumah besar itu dan menggendong lagi bayi kecil itu dan membawanya ke dapur di mana Bibi Syila sedang membuat adonan karena mereka akan membuat beberapa cemilan untuk minum teh atau kopi ketika sedang duduk santai.


"Hallo Oma sayang...?"Panggil mama Divya pada Bibi Syila menirukan seperti suara anak kecil yang baru belajar berbicara.


"Iya sayang kemarilah dan lihat apa yang nenek bikin buat kamu nak."Jawab Bibi syila sambil menunjukkan adonan yang ia buat pada baby Al.


Bayi itu pun tertawa tawa dan membuat kedua wanita itu tersenyum bahagia.


"Akhirnya kita menimang cucu bersama ya Kak Div?"Ucap bibi Syila pada Mama Divya.


"Iya dik,tidak terasa ya kalau akhirnya hanya keluargalah tempat kita mengadu dan mengeluh semua kepenatan yang kita alami ini."Ucap Mama Divya pada bibi Syila.


**


Raymundo dan Aretha sudah sampau di halaman kantor perusahaan XX di mana Raymundo adalah presiden direktur nya.


"Sayang ada apa sih sebenarnya?"Tanya Aretha lagi.


"Kamu kan isteri aku,sudah seharusnya aku membawamu ke perusahaanku untuk melihat dan mengecek semua karyawan beserta isinya dan lagi aku ingin kamu menyamar di bagian keuangan untuk menangkap pelaku utama yang sementara buron."Tegas Raymundo pada isterinya.


"Bukankah orang yang mencuri uang di divisi keuangan sudah ditangkap ya sayang?"Tanya Aretha lagi.


"Itu adalah taktik sayang?Aku tahu kamu pasti akan mengerti dengan maksudku."Ucap Raymundo lagi.


"Iya betul aku sudah paham maksudnya.."Ucap Aretha sambil memegang tangan Raymundo suaminya itu.


"Kamu tahu artinya apa sayang?Jawab dulu pertanyaanku isteriku."Desak Raymundo pada Aretha sambil mencubit hidung Aretha.


"Aku mengerti kenapa yang ditangkap bukan pelaku utamanya,dan untuk sementara pelaku utama sedang bersenang senang karena bukan ia yang dicurigai bahkan di tangkap oleh polisi karena tidak di dapat bersalah sehingga Raymundo memutuskan untuk menangkap orang yang tak bersalah tapi tentunya orang itu sudah bekerjasama dengan Raymundo dan juga aparat yang sudah membantu orang melancarkan aksi mereka."Cerita Aretha sempat membuat Raymundo pusing.


"Sayang nih ganti baju dan kamu berpura pura jadi OB agar tak diketahui oleh para anggota Divisi keuangan dan aku tahu kalau mereka juga tidak tahu siapa dirimu karena kita belum mengadakan pesta pernikahan yang meriah dan kita akan menikah secara adat dan secara dinas di catatan sipil."Janji Raymundo pada Aretha yang sudàh tak ingin berdebat soal acara pernikahan lagi.


Aretha pun menggantikan pakaiannya dan berdandan seperti OB dan pergi membersihķan beberapa titik ruang yang sudah di beritahu Raymundo.


Di sana ia memasang beberapa kamera twrsembunyi yang sangat dan tak ada seorang pun yang tahu karena di setiap ruang yang di curigai itu belum ada orang yang datang.


"Rupanya mereka benar benar belum datang untuk bekerja padahal jamnya sudah hampir jam Tujuh."Gumam Aretha dalam hati.


"Mas aku sudah melakukan seperti yang Mas perintah."Ucap Aretha dan langsung di sambut dengan pelukan oleh Raymundo.


"Semoga kita bisa mendapatkan hasilnya ya?"Ucap Raymundo sambil mengecup kening Aretha dengan cukup lama.


"Sudah sayang aku kan harus pergi ke Divisi keuangan untuk membuat laporan keuangan bulanan yang sudah tertunggal Tiga bulan itu suamiku."Ucap Aretha kemudian ia pun pergi ke Divisi keuangan dengan diantar oleh Bernard sang Asisten sekaligus sekretaris pribadi serta orang kepercayaan Raymundo tetapu sebelumnya Raymundo sudah mendandani isterinya sehingga tak ada seorang pun yang tahu karena semua pegawai lama di Divisi Keuangan sudah di usir dan bahkan mereka tidak diperbolehkan untuk bekerja di Divisi keuangan.


Mereka bahkan dikeluarkan oleh Kepala Divisi keuangan hanya untuk kepentingannya semata,tetapi ia terus melakukan aksi pencucian uang perusahaan sampai miliaran rupiah.


Raymundo pun mengetuk pintu ruang Divisi Keuangan.


"Tok tok tok..."


"Ya masuk saja..."Jawab Pak Bryan yang merupakan kepala Divisi keuangan itu dan ternyata Pak Bryan itu tidak mengenal sama sekali Aretha dan juga staf stafnya terlihat sangat bodoh dan mau dibodohin sama kepalanya yang menyebalkan itu.


"Pagi Pak Bernard ada apa ya?"Tanya Pak Bryan sedikit gugup.


"Hari ini kalian kedatangan satu karyawan baru,ia adalah ibu Arey dan ia sebenarnya di Divisi Desain tetapi di sana sudah penuh sehingga untuk sementara ia masuk dan bergabung di Divisi keuangan,Nah ibu Arey silahkan duduk di tempatmu."Ucap Bernard sambil menunjukkan tempat duduk untuk Aretha.


"Terima kasih Pak Bernard..."Jawab Aretha sambil duduk di kursi yang ditunjuk oleh Bernard.


"Baiklah kalau begitu saya permisi dulu ya?Selamat bekerja dan semoga betah di kantor kami."Ucap Bernard sambil berjabat tangan dengan Aretha dan ia pun berjabat tangan dengan Pak Bryan.


Pak Bryan melihat terus ke arah Aretha dan ia sepertinya mengenali Aretha tetapi di mana ya?


Ah biarkan saja sekarang misiku adalah mempengaruhinya agar ia mau membantu aku untuk mengerjakan laporan palsu Tiga bulan lalu dan ia juga yang akan aku kasih semua data data penting yang aku sembunyikan untuk ia garap dan aku bisa duduk enak.


"Permisi bu Arey boleh ikut saya sebentar?"Pinta Pak Bryan pada Aretha.


"O iya boleh Pak."Jawab Aretha sambil berdiri dari duduknya dan ia pun berjalan ke arah ruangan Pak Bryan.


"Peemisi Pak ada yang bisa saya kerjakan?"Tanya Aretha pada Bryan.


"Kamu bisa mengerjakan laporan keuangan?"Tanya Bryan pada Aretha.

__ADS_1


"Bisa sedikit tapi saya akan mencoba mengerjakannya."Jawab Aretha sambil menerima tumpukan berkas berkas itu.


Bodohnya Bryan semua berkas keuangan yang ia pakai dan keuangan yang ia sembunyikan di beberapa nomor rekening ia lupa menyimpannya dan memberikannya pada Aretha juga.


Aretha pun tak menolak bahkan ia berkata pada Bryan kalau hari ini mungkin dia lembur.


"Pak Bryan mungkin hari ini aku lembur ya soalnya ini sangat banyak."Ucap Aretha pada Bryan.


"Iya benar kamu harus lembur dan juga untuk hari ini tolong kamu ke Bank untuk mengambil uang untuk keperluan pembelian beberapa bahan bahan bangunan yang sudah saya tuliskan di sebuah buku laporan nanti uangnya kamu simpan saja di laci itu"Ucap Bryan karena memang dia berencana untuk segera kabur sebelum semuanya terungkap.


"Baiklah Pak total uang yang harus diambil berapa ya Pak?"Tanya Aretha berlagak blo'on yang membuat Pak Bryan terperangah dan menyukai pertanyaan yang diajukan oleh Aretha.


"Sepuluh Miliar."Jawab Bryan sambil tersenyum licik.


"Baiklah Pak Bryan nanti setelah makan siang saya ke Bank untuk mengambil uangnya,"ucap Aretha lagi.


"Ibu Arey apa kamu punya nomor rekening nanti uangnya di rekening kamu saja saat aku memintanya baru kamu transfer ke aku karena aku akan pergi ke lokasi pembangunan proyek kita dan sekaligus mau belanja keperluan proyek dan pembagian gaji gaji para buruh disana."Ucap Bryan lagi.


"O begitu..baiklah Pak nanti kabari saja kapan saya akan mentransfer uang itu ke rekening anda Pak Bryan."Jawab Aretha sambil kembali duduk dan pura pura mengerjakan tugasnya.


"Baiklah kamu kerja dulu saya mau keluar sebentar."Ucap Bryan sambil menelepon seseorang.


Dan apesnya lagi ketika ia melihat senyuman Aretha ia seakan terhipnotis dan ia benar benar lupa diri sehingga tanpa ia sadari Dompet dan semua rahasia yang ia sembunyikan selama ini ia tinggalkan di laci meja.


Setelah ia pergi Aretha langsung mrngutsk atik komputernya dan memindahkan semua file penting ke dalam flashdisk dan langsung menyembunyikannya.


Setelah itu ia pun mengambil KTPnya dan membuat duplikat KTP itu kemudian menyimpan yang satunya dan menyimpan semua rahasia pribadi dan apapun yang selama ini Bryan sembunyikan.


Semua bukti transfer dan semua jumlah total yang ia pakai Rp 2 triliunan yang membuat Aretha terbelalak dan kemudian pagi itu juga Aretha langsung pergi dan bertemu suaminya.


"Sayang..."Panggil Aretha pada Raymundo.


"Lho kok kamu ada disini sayang bukannya kamu di Divisi keuangan tanya Raymundo lagi.


"Ini semua bukti hasil kejahatannya, ia dengan mudah mempercayaiku sehingga aku pun dengsn mudah menipunya."Ucap Aretha sambil mengalungkan kedua tangannya pada leher Suaminya dan mengecup pipi sang suami dan sedikit menggelitik telinga Raymundo yang membuat Raymundo langsung menariknya ke dalam pelukannya.


"Isteriku sudah mulai nakal ya?"Ucap Raymundo dan mengecup kening Aretha lagi.


Sayang aku telepon polisi dulu ya,kemudian ia menelepon polisi yang sudah ia minta untuk segera menangkap dan memenjarakan Bryan datang ke kantornya dan menyamar sebagai karyawan di Divisi keuangan selagi Bryan keluar.


Setelah semua beres Aretha pun menyiapkan semua dokumen itu dan meletakkannya di atas meja Bryan dan menelepon Bryan untuk datang tanda tangan.


Diantara Dokumen itu ia juga akan menandatangani surat penangkapannya.


**


Karena tidak teliti akhirnya Bryan pun menandatangani juga surat penangkapannya dan ia pun sempat mengelus tangan lembut Aretha sambil berkata "Apa nanti malam kamu bisa menemaniku ke klub?"Tanya Bryan pada Aretha.


"Bagaimana ya?"Ucap Aretha berpura pura.


"Memangnya mau ngapain disana?"Tanya Aretha lagi.


"Mau bertemu klien dan klien itulah yang selama ini bejerja sama dengan perusahaan kita."Jawab Bryan enteng.


"Baiklah jam berapa?"Tanya Aretha lagi.


"Jam Tujuh gitu biar pulangnya gak telat."ucap Bryan.


"Tapi aku ijin suamiku dulu."Aretha keceplosan menyebut suami sambil kikuk.


"Apa suami?"Tanya Bryan lagi.


"Bukan suami tapi su... sumiati alias bibi pembantuku agar ia tak khawatir padaku."


"Jawab Aretha sedikit gugup.


"Ok baiklah kalau begitu."


To be continued


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2