
Seminggu telah berlalu,Aretha pun sudah mulai menerima kenyataan yang ia alami.Ia mulai tertawa ceria lagi seperti hal biasanya bahkan lebih ceria lagi,ia menyadari kalau terlalu larut dalam kesedihan akan membuatnya semakin terpuruk bahkan ia bisa mengalami depresi hebat .
Ia berusaha mencari dan melakukan hal hal positif yang bisa membuatnya lebih semangat. Ia juga sering berekreasi ke tempat tempat pariwisata di bumi Indonesia ini.
Ini adalah kesempatan kedua yang Tuhan berikan dalam hidupku aku harus melakukan yang terbaik agar aku tak sampai menderita lagi seperti kemarin.
*****
Aretha bersama baby Al dan juga semua orang dalam rumah berkunjung ke Bali dan berlibur di sana selama Satu minggu.
"Dek,kamu harus semangat Dek,"ucap Virgo yang sedang mengupas buah salak.
"Iya Kakak Arey semangat kok,"balas Aretha sambil tersenyum manis pada sang Kakak sulungnya itu.
Pria itu sangat menyayangi adik perempuan satu satunya itu dan tak ingin ada yang menyakiti adik perempuan semata wayangnya itu.
******
Jet pribadi itu pun mendarat dengan sempurna di Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai,yang menjadi destinasi pariwisata mereka.
Sebelumnya mereka sudah memesan tempat yang merupakan tempat berlibur mereka di Kintamani.
Sebuah Villa yang sudah di bangun sebelum Aretha lahir oleh Papa Stephen.
Village itu terlihat kuno tetapi sangat unik dan indah.
Siapapun ke sana pasti takjub melihat keadaan dan keindahan Villa itu.
Ya akhirnya mereka sekeluarga telah tiba di Villa cantik itu.
Villa yang letaknya disekitaran hutan pinus dan kabut yang tebal menutupi daerah tersebut sehingga semakin indah pemandangan yang disajikan.
***
"Bagaimana sayang,apa kamu menyukainya?"Raymundo mendekat sambil menyerupai kopi panas yang baru saja ia buat sendiri.
"Iya suamiku ini sangat perfect dan aku suka banget."Aretha tersenyum sambil membuka lebar kedua tangannya dan menghirup Udara sebanyak banyaknya.
"Selamat menikmati liburanmu nak!"Ucap seseorang yang tak lain adalah Papa Stephen.
__ADS_1
"Papa!" Aretha langsung mendekat pria Tua di harapannya sambil tersenyum lebar.
"Apa perasaanmu saat tiba pertama kali di Villa ini nak?"
Aretha terlihat masih mengingat apa yang ia rasakan ketika pertama kali menginjakkan kakinya di Villa itu.
"Ya tentunya Arey sangat senang,tetapi Arey sepertinya tidak asing dengan Villa ini loh Papa?"Tanya Aretha pada Papanya.
"Iya benar kita pernah kesini saat kamu umur Delapan tahun dan Dua belas tahun makanya terlihat seperti tidak asing bagimu nak."Jawab Ppapa Stephen sambil mengusap rambut anak perempuannya.
"Papa dan Arey, aku kesana sebentar ya?"Ucap Raymundo pamit ke taman bunga di samping Villa di dekat kolam renang yang sangat indah dan sejuk dipandang mata itu.
Arey pun mengangguk kepalanya tanda mengizinkan Raymundo pergi dari situ.
Raymundo sengaja meninggalkan mereka agar ayah dan anak itu saling mencurahkan isi hati terdalam yang menimpa Aretha saat ini.
"Papa,Arey rasa semua masalah yang Arey hadapi ada hubungannya dengan suami Arey Pap."Ucap Aretha sambil menggenggam erat tangannya sang ayah yang terlihat santai santai saja.
"Itu cuma sebuah makna ambigu dari kamu saja nak,jangan menuduh hal yang bukan bukan apalagi terhadap suamiku sendiri nak,ingat resiko yang sangat besar yang dihadapi suami mu saat ini sangat berat,Papa yakin kalian pasti akan menghadapi masalah ini dengan baik."Ucap Papa Stephen sambil tersenyum lebar.
Ia merasakan betul apa yang dialami anaknya saat ini,menikah dengan pria tampan dan memiliki segalanya itu tidak mudah pasti banyak sekali kerikil yang harus dihadapinya bahkan nyawa pun menjadi incaran para lawan bisnis diluar sana.
***
Ketika keluarga Roosevelt sedang menikmati masa liburan mereka di bali, Mira sedang menikmati kehamilan anak pertamanya dimana ia sangat hati hati sekali dengan kehaamilannya itu karena ini adalah momen yang sangat ia dan Anjas suaminya itu tunggu tunggu.
"Sayang,aku ingin makan buah apel dan keju sayang!" Mira Merajuk manja pada Anjas sang suami yang sedang duduk di sampingnya sambil mengerjakan pekerjaannya yang belum kelar.
"Suamiku please,aku ingin makan keju dan apel sayang!"Mira mengulangi lagi kalimatnya.
Anjas pun berhenti mengetik dan melirik ke arah Mira sambil menatapnya penuh keheranan.
"Apa yang terjadi padamu sayang?"Tanya Anjas pada Mira.
"O iya aku belum kasih tahu kamu kan sayang kalau aku hamil. "Jawab Mira sambil tersenyum manja.
"Apakah aku tak salah dengar?"Tanya Anjas lagi
"Sumpah beneran ini!"
__ADS_1
Mira langsung di peluk erat oleh pria tampan itu.
"Ayo kita ke dokter sekarang aku ingin melihat pertumbuhan anakku!"
Anjas sudah tak sabar ingin melihat apa yang terjadi dalam rahim Mira,ia ingin sekali melihat apaan yang terjadi pada rahim perempuan yang dicintainya itu.
"Sabar dong sayang,kita harus berhati hati karena aku takut membuatnya sakit di dalam sana."Ucap Mira sambil mengelus perutnya yang masih terlihat rata itu.
Di satu sisi Mira sedang berbahagia dan di satu sisi lahir Aretha sedang memulihkan keadaan psikologi dan jiwanya agar bisa menerima kenyataan yang mereka hadapi saat ini.
Mira saat ini tengah berbahagia bersama suami yang ia cintai itu begitupun Aretha juga mengalami hal yang sama tetapi Aretha sangat beruntung karena dicintai oleh semua keluarganya.
"Arey,akhirnya sebentar lagi kamu akan punya ponakan baru."Gumam Mira sambil tersenyum
"Dan kamu akan melihat kalau anak dari Mira yang akan mengambil semua harta warisan mama dan papa,sedangkan kamu takkan mendapatkan sedikit pun bagian dari Mama dan Papa."Gumam Mira dalam hati sambil tersenyum penuh kemenangan.
Sejak mereka menikah sudah hampir Dua tahun,Mira tak pernah menunjukkan batang hidungnya di hadapan kedua orang tua mereka sampai sekarang.
Mira yakin mereka akan memberikan semua harta milik mereka untuk Mira karena ia menganggap dirinya masih anak kandung Papa Stephen dan Mama Divya.
***
Sudah dikasih hati masih minta jantung ya di Kira itu.
****
Aretha mendekati suaminya sambil memeluk pinggang Raymundo dan membalikkan beberapa kata kata romantis yang membuat Raymundo seakan terhipnotis dan mengecup kening wanita dihadapannya itu.
"Sayang,sampai kapanpun jangan pernah tinggalkan aku!" Raymundo merajuk manja dalam dekapan hangat sang suami.
*****
Kedua orangtua paruh baya itu tersenyum melihat anak dan menantu mereka sedang saling memeluk dan mesra bersama.
*****
To be continue...
TBC
__ADS_1