Cerita Cinta Aretha

Cerita Cinta Aretha
** Charlos **


__ADS_3

BIJAKLAH DALAM MEMBACA YA GUYS 🙏🙏


"Sayang! cukup ayo kita belanja lagi aku belum puas berbelanja hari ini!" ucap Aretha sambil tersenyum tipis dan melangkah pergi meninggalkan Raymundo yang masih berdiri ternganga.


Raymundo pun mengejar langkah kekasihnya itu, dan ketika sampai pada etalase dasi dasi pria, Aretha dengan sangat intens memandang berbagai macam dasi dengan segala warna pada etalase itu.


"Kayaknya dasi biru mix hitam ini sangat bagus, aku ambil satu aja deh pasti calon suamiku menyukainya," gumam Aretha dalam hati.


Ketika hendak meraih dasi itu, sebuah tangan juga langsung meraih dasi yang sudah ditaksir oleh Aretha.


"Maaf aku yang duluan," ucap suara Bariton itu dengan cepat.


"Lho, aku yang udah lihat dari tadi sejak aku ke sini, balikin itu punyaku!" ucap Aretha tidak mau kalah.


"Jadilah cewek cantik yang nurut oke?" ucap pria itu lagi dengan suara baritonnya.


"Emang siapa kamu, berani sekali memerintah aku seperti itu?" ucap Aretha lagi.


"Siapapun aku gak perlu kamu tahu karena aku juga gak harus menjelaskan siapa aku ke kamu, jadi perempuan tuh yang lembut dan mengalah saja kenapa sih?" umpat pria itu lagi.


"Dasar pria gila,"ucap Aretha sambil melangkah pergi ke etalase lainnya.


"Menyebalkan," umpat Aretha sambil melangkah pergi meninggalkan pria itu.


Ia pun beranjak ke dress dan gaun gaun wanita yang cantik cantik dan elegan.


Ketika hendak memilih dress silver metalik yang anggun itu sebuah tangan telah melingkar di pinggang ramping Aretha sambil mencium cium leher Aretha.


"Mas, kamu kemana aja sih? tadi hampir saja aku berantem sama pria gila itu," ucap Arey dengan bibir manyun.


"Siapa yang berani ganggu calon istriku akan aku buat perhitungan dengannya." ucap Raymundo sambil tersenyum geli.

__ADS_1


"Tahan emosinya ya karena orang yang Mas maksud udah pergi dari tadi emang Mas peduli padaku dari tadi aku sendirian berjalan di tengah tengah keramaian Mas dimana?" ujar Aretha ketus.


"Maaf sayang Mas masih telepon tadi diluar dari Bernard kalau masalah laporan keuangan palsu yang diajukan oleh bendahara sudah di tangani dan pelakunya sudah dibekuk," ucap Raymundo sambil memeluk pinggang ramping Aretha lagi.


"Maafkan aku sayangku," ucap Raymundo lagi.


"Ayo belanja lagi," ajak Raymundo mengalihkan perhatian dan ia pun menggandeng tangan Aretha menuju ke lantai 19 untuk berbelanja disana.


Tanpa mereka sadari dari tadi ada sepasang mata yang menatap intens ke arah Raymundo dan Aretha, ya dia adalah pria bersuara bariton tadi yang sempat beradu mulut dengan Aretha karena merampas dasi yang ditaksir Aretha.


**


Siapa pria itu? author juga belum tahu hanya saja pria itu seakan akan menyimpan sebuah rasa yang tak terbalaskan pada Aretha.


"Sayang aku ke toilet dulu ya jangan kemana mana tunggu aku disini," ucap Raymundo sambil mengecup kening Aretha dan pergi meninggalkan Aretha.


Sepeninggal Raymundo, tiba tiba pria itu muncul di hadapan Aretha entah dari mana, kemudian dengan sengaja hampir jatuh di hadapan Aretha sehingga Aretha langsung menahan tangan dan tubuh pria itu dan pria itu pun tidak jadi terjatuh akan tetapi sebuah gantungan kunci boneka beruang dan kucing anggora jatuh dari dalam saku baju pria itu.


Mata Aretha sangat jeli sehingga ia pun melihat gantungan kunci boneka beruang dan kucing anggora itu, kemudian ia menunduk dan memungutnya dan terlintas di benaknya kejadian masa kecilnya dulu.


** Flashback On **


Gadis kecil itu berusaha menghibur pria kecil itu yang sedang bersedih karena sebentar lagi mereka akan pindah ke kota L yang jauh dari kota S, dimana mereka berdua tumbuh bersama bermain bersama. Kala itu Aretha baru berusia 7 tahun dan pria kecil itu baru berusia 10 tahun.


"Mas, jangan bersedih lagi ya ini ada hadiah untuk Mas Charlos Aristoteles, semoga setelah tiba di tempat yang baru Mas jangan lupakan Arey ya?" ucap Aretha sambil mendekatkan bibirnya ke arah pipi Charlos tetapi gak jadi mencium pipi Charlos, karena Charlos juga sering berbuat begitu pada Aretha tapi gak pernah menciumi pipi Aretha hanya sebatas mendekatkan bibirnya saja dan itu sudah menjadi kebiasaan mereka berdua.


Suatu ketika tatkala mereka berdua sedang asyik bermain sepeda, tiba tiba Charlos kecil hendak mendekatkan bibirnya ke pipi Aretha kemudian Mira pas melihatnya dan berteriak teriak memberi tahu pada Papa dan Mama Divya dan saat itu Aretha dan Charlos dihukum menyapu halaman belakang rumah Arey yang penuh dengan tanaman dan pohon pohon besar lainnya.


"Ini semua gara gara Kak Mira, padahal kita gak seperti itu kan Mas?" ujar Aretha pada Charlos.


"Iya gak apa apa kok Dek, kamu yang sabar ya suatu saat Mira akan sadar dan akan baik baik sama adek kok," ucap Charlos lagi.

__ADS_1


"Mas, emang gak bisa tunda kepergian Mas sekeluarga ke kota L, itu kan jauh?" ucap Arey lagi.


"Nggak bisa Dek, Mas harus mengikuti Papa dan Mama kemanapun mereka pergi karena Mas anak tunggal, dan lagi Papa Wiliam dan Mama Helena gak mungkin meninggalkan Mas disini sendirian?"ucap Charlos lagi.


"Artinya Arey gak bisa bermain main lagi dong bareng Mas?" ucap Arey sambil menatap wajah tampan pria kecil itu.


"Hmm, Ini buat Mas gak usah sedih lagi ya?" ucap Aretha sambil memberikan gantungan kunci boneka beruang dan kucing anggora warna putih itu pada Charlos.


"Mas akan selalu menyimpan pemberianmu Dek, kalau suatu saat ketika kita dewasa Mas pasti akan menemukan dirimu Dek, kamulah alasanku untuk kembali ke kota ini suatu saat nanti," ujar Charlos sambil tersenyum.


** Flashback off **


Dengan cepat Arey menyimpan gantungan kunci itu dalam tasnya dan menghapus air bening yang tiba tiba jatuh di pipi mulusnya itu.


Ia tak tahu kalau dari tadi pria itu masih saja melihatnya dari kejauhan, dan seakan ingin memeluk dirinya.


"Arey, adekku sayang bertahun tahun telah berlalu dan alasan aku kembali ke kota ini hanya untukmu tetapi kenapa kamu malah telah melupakan aku begitu saja Dek?" ujar Pria itu dalam diam.


"Apapun yang sudah menjadi milikku aku akan berusaha merebutnya kembali," tekad pria itu dalam hatinya.


"Aku pasti akan mengambilnya kembali, sampai kapanpun kamu akan tatap menjadi adik kecilku yang sangat aku sayangi," ucap Pria itu sambil berlalu pergi dari Mall itu.


Ia pun pergi ke arah parkiran mobilnya dan ia mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang.


Sepanjang jalan ia selalu membayangkan Arey yang sekarang dan yang dulu.


"Bagaimanapun bentuk wajahmu aku selalu mengingatnya dengan jelas setiap inci wajah mungil itu," gumam pria itu dalam hatinya.


"Aku menyayangimu lebih dari apapun," gumam pria itu lagi.


** Next **

__ADS_1


__ADS_2