
Triiiiiiing !!! Bel pulang sekolah berbunyi, semua siswa segera menghambur keluar untuk pulang. Dan para guru juga sudah bersiap-siap. Ken yang masih memeriksa beberapa dokumen terlihat tidak memperhatikan bel yang berbunyi panjang, dia masih fokus pada tumpukan berkas di hadapannya.
" Maaf tuan sudah waktu nya pulang sekolah, saya pamit dulu " Ucap Kiran sopan dari arah meja nya.
" Dan ini jas anda " Kiran meletakkan jas itu di meja nya. Dia menutupi roknya yang sobek dengan tas yang dia bawa.
Ken yang terkejut dengan suara Kiran segera sadar dan melihat jam tangannya. Waktu berlalu dengan cepat karena dia sangat sibuk. Tapi yang membuat heran adalah dia lupa bahwa dia berada satu ruangan dengan Kiran, sepanjang hari Kiran diam tak bersuara, bahkan suara nafas pun sepertinya tidak terdengar.
Apa sebenarnya dia masih manusia ? Atau dia manusia jadi-jadian ? Mana mungkin ada orang yang tahan diam tidak bersuara sepanjang hari seperti itu.
Ken mengamati Kiran lekat.
Kiran menundukkan kepala nya dan pergi menuju pintu. Saat tangannya menyentuh handle pintu tiba-tiba Ken menghentikannya.
" Tunggu dulu " Saut Ken cepat.
Kiran berhenti dan menolehnya. Ken masih duduk di kursi kerja nya. Namun Kiran hanya diam tidak bertanya.
" Kau ingin ku antar pulang ? " Tawar Ken kemudian. Dia sendiri heran untuk apa menawarkan tumpangan pada Kiran.
" Tidak perlu, saya bisa naik bus " Kiran menjawab sopan dan menundukkan kepalanya lagi lalu segera keluar dari sana.
" Gadis itu benar-benar gadis ajaib, irit sekali dalam bicara. Apa akan keluar emas dari mulutnya kalau dia banyak bicara ? " Gumam Ken sendiri membayangkan Kiran. Dia kemudian menggelengkan kepalanya mengusir lamunannya. Membereskan berkas-berkasnya dan bersiap-siap pulang juga.
Ken keluar ruangannya dan menuju parkiran mobilnya, saat dia membuka pintu dan akan masuk, tatapan matanya menangkap sesosok wanita berdiri di bawah pohon, seperti sedang bersembunyi.
Sebenarnya dia itu manusia model apa ?
Ken menghela nafas melihat Kiran yang sibuk bersembunyi seperti seorang penjahat.
Dia melajukan mobilnya ke arah Kiran.
Tin, tin !! Suara klakson membuat Kiran yang sibuk bersembunyi jadi terlonjak kaget. Dia melihat ke arah belakangnya. Ternyata Ken.
" Ayo masuk " Ken mendongakkan kepalanya untuk mengajak Kiran.
Namun Kiran hanya menggelengkan kepalanya membuat Ken benar-benar kesal.
" Aku sedang melakukan apa sebenarnya ? Bakti amal atau balas budi ? " Ken bergumam kesal melihat dirinya sendiri yang seperti terlalu peduli pada Kiran.
__ADS_1
Dia kemudian keluar dari mobilnya dan menghampiri Kiran.
" Kau sudah bersama ku seharian dan masih takut pada ku ? " Tanya Ken kesal karena sikap Kiran yang keras kepala.
Tanpa permisi Ken menarik tangan Kiran dan membuka pintu mobil untuknya, menyuruhnya masuk dan menutup pintu. Dia segera berlari menuju kursi pengemudi dan masuk kedalam mobil.
" Kau ini punya fobia laki-laki ya ? Kenapa begitu takut dengan laki-laki ? " Tanya Ken kesal karena sekarang Kiran meringkuk bersandar di pintu mobil dengan tangan menyilangi tubuhnya, seakan membuat tameng perlindungan dirinya.
Ken mengabaikan sikap Kiran dan melajukan mobilnya meninggalkan area sekolah.
" Dimana rumah mu ? " Tanya Ken dengan santai.
" Aku tinggal di kawasan kost di jalan sudirman " Jawab Kiran lirih.
" Kost ? Bukannya kau tinggal bersama ibu mu ? Marimar mengatakan kau hanya tinggal berdua dengan ibu mu " Ken bertanya heran karena informasi yang di berikan Ruby ternyata berbeda.
" Marimar ? " Tanya Kiran heran mendengar nama tersebut. Dia bukannya tidak tau kalau marimar adalah judul telenovela dengan nama tokoh utama sesuai judulnya. Tapi yang dia heran adalah apakah ada di negara ini seseorang yang bernama marimar yang dia kenal.
" Ah maksud ku kakak ipar ku, kakak ku memanggilnya marimar, jadi aku juga mengikuti nya " Jawab Ken terkekeh.
Tanpa sadar Kiran juga terkekeh membayangkan Ruby di panggil dengan julukan marimar. Melihat Ruby yang bawel seperti nya itu cocok untuknya.
Ken yang melirik Kiran tertawa dari ekor matanya mendadak membuat jantungnya berdegub kencang. Kiran ternyata sangat cantik saat tertawa. Tapi kenapa dia lebih banyak muram daripada tertawa.
Ken menceritakan semua kisah konyol Rai dan Ruby saat awal pernikahan hingga ngidam aneh dari Ruby.
Kiran sangat antusias dan sesekali tertawa terbahak-bahak mendengar cerita Ken. Hingga tak terasa mereka berdua sudah sampai di depan gedung kost tempat Kiran tinggal.
Kawasan itu memang didirikan untuk menjadi kawasan kost dengan gedung bertingkat yang memiliki banyak kamar.
" Terima kasih atas tumpangannya tuan " Kiran menundukkan kepala nya dan pamit keluar.
" Aku akan menjemputmu besok pagi " Ken menjawab santai dari dalam mobil, dan bisa di pastikan Kiran segera membuka mulutnya untuk menolak.
" Jangan berpikir aneh-aneh, aku hanya ingin membalas budi mu untuk 20 ribu, pingsan, dan terakhir 1,2 juta " Ken menjelaskan maksud nya.
" Aku sukarela menolong mu " Kiran menjawab polos, tidak ingin membuat Ken terbebani dengan hutang budi.
" Tidak apa-apa lagi pula kita rekan kerja sekarang " Ken menjawab santai dan melambaikan tangannya, melajukan mobilnya meninggalkan Kiran di depan gedung tempat tinggalnya.
__ADS_1
Benar apa yang marimar katakan, dia berbeda saat sudah mengenalnya lebih jauh dia orang yang menyenangkan.
Ken bergumam dalam hati.
Dia segera melajukan mobilnya pulang kerumah. Ingin segera menemui kakak iparnya untuk meminta pendapat.
Mobil yang dia kendarai berhenti tepat di depan pintu utama. Dia segera pergi menuju bangunan miliknya, membersihkan diri dan berganti pakaian santai.
Setelah selesai dia segera pergi menyusuri lorong yang menghubungkan bangunannya dan bangunan utama mansion ini.
Dia menghubungi Ruby melalui ponselnya, mengajaknya ngobrol di ruang keluarga.
" Ada apa ? " Tanya Ruby yang datang dengan di temani Rai.
" Aku hanya ingin tanya pendapat mu " Ken menjawab santai, dia menghentikan aktifitas bermain game dari ponselnya.
" Tentang ? " Tanya Ruby penasaran.
" Kiran " Jawab Ken singkat dengan wajah serius.
" Ada apa dengannya ? Oh ya kenapa kau harus meminjam uang dari nya ? " Cecar Ruby mengingat Ken yang meminta nya untuk mentransfer sejumlah uang ke rekening Kiran.
Ken kemudian menceritakan kisahnya dengan kiran dari awal mula mereka bertemu dan meminjam uang 20 ribu hingga sampai kehabisan bahan bakar dan membuat Kiran membayarnya. Rai dan Ruby yang mendengar cerita Ken hanya tertawa terbahak-bahak.
" Hei mati saja kau, harga diri mu sudah benar-benar melayang " Rai menjawab di sela tawanya.
" Kau ini, memangnya karena siapa aku sampai seperti ini, kau membuatku kalah taruhan " Ken menjawab Rai ketus.
" Sebaiknya kau jadikan Kiran kekasih mu, semua rahasia keadaan terkelam mu ada di tangannya " Rai masih menjawab dengan tertawa terbahak-bahak.
" Kau ini aku belum berpikir untuk memiliki seorang kekasih, apalagi yang seperti Kiran, yang kepribadiannya berubah-ubah " Ken menjawab malas.
" Atau kau bisa bersama Tina " Ruby memberikan saran.
" Ingat ayah sudah menyuruhmu segera membawa seorang gadis untuk di kenalkan sebagai calon istri mu " Ruby mengingatkan Ken yang sedang kesal.
" Kau benar juga, tapi aku tidak akan memilih Kiran. Bagiku dia tetap gadis yang aneh " Ken tetap kekeh menolak usul Rai.
" Percaya padaku, dia akan cocok dengan mu " Rai menjawab yakin.
__ADS_1
Aish apa benar yang dikatakan kakak. Sebenarnya dia juga mengganggu perhatian ku, membuatku selalu ingin tau dan peduli dengan nya. Aku akan mencari tahu lebih dulu.
Ken meyakinkan dalam hati sebelum memutuskan untuk mendekati Kiran.