
Setelah pembicaraan serius tentang masa depan itu, Kiran mengurung diri di kamarnya, menata hati. Dia memang sedang jatuh cinta pada Ken, tapi rasa cintanya tidak bisa atau belum bisa menyamai rasa bencinya terhadap Klan. Itu seperti memandang seseorang sebagai pencuri, lalu anggota keluarga lainnya yang tidak berdosa juga ikut terkena imbas dari stigma negatif yang tercipta, tidak di benarkan memang tapi hati dan pikiran terkadang memang tak berjalan beriringan. Jika bukan karena persahabatannya yang erat dengan Ruby, mungkin saja dia juga memandang Ruby sebagai seorang penjahat saat ini, atau setidaknya melindungi penjahat, sesuatu yang seperti itu.
Kiran terus saja berpikir, mencoba menyandingkan antara perasaan sukanya dan rasa bencinya, tapi tetap saja keduanya tidak sinkron, masih menimbulkan nyeri. Dia tidak siap hidup dalam rasa nyeri di hati yang selalu muncul apabila mendengar nama Klan jika menjadi istri Ken nanti.
Sementara itu Ken yang mendapat reaksi tak terduga dari Kiran sedang menangkan dirinya di sebuah cafe.
" Hai " Sapa seseorang membuyarkan lamunannya. Ken mendongak untuk memeriksanya.
" Kau " Pekik Ken terkejut karena melihat Lucas sedang berdiri di depannya.
" Lama tak bertemu " Ucap Lucas seraya duduk di kursi yang ada di depan Ken.
" Hmm... " Angguk Ken lesu.
" Ada apa ? Apa aku mengganggu ? " Tanya Lucas sungkan.
" Hmm... entahlah, aku sebenarnya ingin bersama teman tapi juga ingin sendirian " Ken menjawab malas, dia menghela napas panjang.
" Wajahmu terlihat aneh, tidak cocok dengan kepribadianmu " Saut Lucas terkekeh.
" Ya ya aku tau, aku memang aneh akhir-akhir ini, apa itu karena cinta ya ? " Gumam Ken lirih.
" Kenapa ? Kau belum mendapatkan Kiran juga ? " Tanya Lucas tepat sasaran.
" Darimana kau tau ? " Saut Ken terkejut Lucas tau tentang hubungannya dengan Kiran, kalau orang sejauh Lucas saja sampai tau, bagaimana mungkin anggota keluarganya tidak ada yang tau.
" Terakhir kali kita bertemu kau sangat penasaran tentang Kiran, dan terlihat marah saat mendengar kisahnya. Bukankah itu namanya suka ? " Tanya Lucas lagi, tepat sasaran untuk kedua kalinya.
" Aah.. " Ken mengangguk-angguk paham, ya waktu itu dia memang bereaksi berlebihan, padahal kenal lebih dekat saja belum.
" Lalu bagaimana ? Kalian sudah ada kemajuan ? " Tanya Lucas lagi.
Ken menatap lekat Lucas, dia masih berhubungan dengan Ruby sesekali waktu untuk sekedar bertukar kabar, kalau sampai Ken mengakuinya bukan tidak mungkin Lucas akan membocorkannya kepada Ruby. Dia tidak mau menjadi bahan ghibah untuk dua orang ember itu.
" Aku tidak tertarik lagi padanya, ya dia hanya masa lalu " Jawab Ken berbohong, dia membenarkan posisi duduknya dan menggosok hidungnya untuk menghilangkan efek gugup dari berbohong.
" Oh begitu rupanya " Jawab Lucas mengangguk paham.
__ADS_1
" Ah ya aku ingin tanya padamu, begini bukankah kau dulu membenci kakak ku ? " Tanya Ken tiba-tiba, dia merasa permasalahan Kiran dengan Lucas memiliki kesamaan.
" Ya, kenapa ? " Tanya Lucas santai.
" Bukankah kau tau itu karena kesalahpahaman, bahwa yang mendorong Lila bukan kakak ku ? " Tanya Ken penuh selidik.
" Ya, lalu ? " Tanya Lucas heran, kenapa Ken bertanya soal itu.
" Lalu bagaimana perasaan mu setelah tau bahwa yang mendorong Lila bukan kakak ku ? Bisakah kau menyukai kakakku sekarang ? " Tanya Ken lagi.
" Entahlah, kau tau hati dan pikiran terkadang tidak sama, bertahun-tahun aku membenci Rai untuk alasan yang jelas, tapi setelah tau kenyataannya memang itu sedikit berkurang, tapi aku terus saja hidup dengan perasaan benci yang sudah seperti mendarah daging, jadi bisa di katakan aku masih membenci Rai sedikit " Jawab Lucas santai.
" Hei bagaimana bisa kau masih membenci kakakku padahal kau tau itu salah Ignes " Protes Ken tidak terima.
" Makanya itu ku katakan padamu, hati dan pikiran terkadang tidak sejalan. Otakku menyadari kenyataan bahwa aku salah paham dan memaafkan Rai, tapi hatiku selalu saja berdenyut nyeri setiap menginggat namanya " Jelas Lucas lebih detail.
" Ah jadi begitu, mungkin itu juga alasannya dia tidak ingin lebih jauh berhubungan denganku, karena dia masih membenci Klan " Gumam Ken lirih.
" Memangnya kita sedang membicarakan siapa ? " Tanya Lucas penasaran.
" Apa ? " Tanya Ken terkejut Lucas mendengar gumamannya.
🍁🍁🍁🍁🍁
Hari beranjak malam, Ken kembali ke rumah persembunyian Kiran. Tepat saat waktunya makan malam. Kiran dan Dylan sedang duduk di meja makan.
" Kalian mau makan malam ? " Tanya Ken. Membuat Kiran dan Dylan terkejut karena tidak menyadari kedatangan Ken.
" Hu'um " Saut Dylan malas. Namun Kiran hanya menunduk menghindari tatapan mata Ken.
Acara makan malam berjalan hening. Mereka bertiga diam tanpa suara dan memakan makanannya dengan cepat. Selesai makan malam, Ken mengajak Kiran untuk berjalan-jalan di taman depan.
Aku akan membuatnya percaya padaku.
" Besok kau ada waktu ? " Tanya Ken basa-basi.
" Memangnya kau kira aku sibuk apa ? Yang kulakukan sekarang kan hanya sibuk bersembunyi di rumah sebesar ini " Jawab Kiran terkekeh.
__ADS_1
" Aku ingin mengajakmu kencan besok sepulang sekolah, aku tau ini bukan saat yang tepat, kau sedang bersembunyi tapi percayalah, kau akan aman bersama ku, aku ingin memulainya dengan baik, dan membuat trauma mu terhadap Klan hilang " Ucap Ken menjelaskan.
Kiran yang mendengar itu hanya diam membeku, tidak tau harus menjawab apa.
" Baiklah, besok aku akan menunggumu " Kiran memutuskan pada akhirnya. Dia sendiri tidak yakin, tapi dia akan mencobanya.
🍁🍁🍁🍁🍁
Keesokan harinya, Ken sangat bersemangat, dia bahkan bekerja 2 kali lebih cepat dari biasanya, dia ingin menyelesaikan pekerjaan dan segera pergi berkencan dengan Kiran. Karena perasaan senang akan berkencan dengan Kiran itulah yang membuat hari berlalu dengan cepat, tak terasa bel pulang sekolah sudah berbunyi. Ken dengan cepat menyambar kunci mobilnya dan berjalan ke parkiran. Dia memutuskan akan pulang ke rumah lebih dulu untuk berdandan di acara kencan pertamanya dengan Kiran.
Mobil Ken memasuki halaman mansion, berhenti tepat di depan pintu utama. Dia berjalan bersiul-siul gembira, tiba-tiba dia melihat Ruby seperti sedang kesakitan.
" Ada apa ? " Tanya Ken panik menghampirinya.
" Aarrggghh " Ruby malah berteriak dan mencengkram lengan Ken membuatnya ikut berteriak karena terkejut sekaligus sakit.
Rai yang mendengar keributan di lantai bawah segera berlari menghampiri mereka berdua.
" Kenapa ? Ada apa ? " Tanya nya panik dan khawatir.
" Dia mencakar ku " Ken menunjuk tangan Ruby yang mencengkram lengannya.
Ruby merasakan sakit di perutnya, Ken dan Rai memutuskan untuk membawanya ke rumah sakit. Ken yang tangannya di cengkram oleh Ruby hanya bisa pasrah mengikutinya. Mereka masuk kedalam mobil, suasana panik. Ken merogoh ponselnya dan mengirimi pesan kepada Kiran bahwa Ruby sedang mengalami masalah dengan junior, jadi dia menunda acara kencannya.
" Aarrrgghh " Teriak Ken lagi saat merasakan cakaran Ruby semakin kuat.
" Kenapa kau berteriak ? " Omel Rai kesal, wajahnya sudah terlihat pucat karena khawatir.
" Bagaimana aku tidak berteriak, dia mencengkram lengan ku dengan keras. Hei kakak ipar kalau kau ingin mencakar, cakar saja kakakku, aku ada kencan besok " Ucap Ken memelas, merasakan sakit panas di lengannya.
Tidak lama kemudian mereka telah sampai di rumah sakit, perawat memberitahukan bahwa Ruby akan segera melahirkan.
Ken ingin melarikan diri namun Ruby menggengam erat tangannya, melihat Ruby yang sangat kesakitan Ken tidak tega, dia memutuskan untuk menemaninya. Namun dia salah perhitungan, sekarang bukan lagi rasa iba yang muncul, namun lemas karena ini pertama kalinya dia menemani seorang wanita melahirkan.
Dia bahkan tanpa sadar ikut mengejan saat dokter memberi aba-aba kepada Ruby.
Aaakhh kenapa aku harus terlibat dalam hal seperti ini.
__ADS_1
Teriak Ken putus asa di sela kegiatannya mengejan bersama group trio kwek kweknya.